Kota Solo Tak Tertarik Usulan Ba'asyir Minggu, 18 Juni 2006 | 17:41 WIB TEMPO Interaktif, Solo:Pemerintah Kota Solo tidak tertarik membahas usulan pengasuh Pesantren Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir yang menginginkan adanya peraturan daerah bernafaskan Islam di kota itu.
Menurut Wakil Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo, peraturan seperti itu akan bertabrakan dengan UUD 1945 yang secara tegas menyebutkan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. "Kemajukan masyarakat Kota Solo harus juga menjadi pertimbangan. Jadi rasanya kami tidak akan membuat Perda Syariat Islam," kata Rudyatmo, Minggu siang. Kalangan DPRD setempat juga sependapat dengan Rudyatmo. Menurut Ketua Fraksi Persatuan Demokrat, Supriyanto, Kota Solo tidak memerlukan adanya peraturan yang mengatur agama tertentu. Menurut dia, masyarakat Kota Solo sangat majemuk dan pluralis. Dia justru khawatir bila ada peraturan yang mengatur agama tertentu akan membuat persoalan bagi agama yang lain. "Biarkan masyarakat yang majemuk ini tetap dalam koridor agamanya masing-masing," kata dia. Ba'asyir yang baru saja bebas dari penjara mengajukan usul agar Pemerintah Kota Solo membuat peraturan daerah yang mengatur tentang keharusan melaksanakan syariat Islam pagi para pemeluknya. Kepada sejumlah pejabat yang mengunjunginya di Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sabtu lalu, Ba'asyir mengatakan hal itu. "Misalnya kewajiban menjalankan salat lima waktu, bila ada umat Islam yang tidak mengerjakannya polisi harus menindaknya. Perda juga harus memuat ketentuan lain seperti kewajiban puasa di bulan Ramadan, kewajiban haji bagi yang mampu, mengenakan jilbab bagi muslimah. Juga dilarang menjalankan judi, minum keras dan sebagainya,'' ujarnya. Amir Majelis Mujahidin Indonesia ini juga mengatakan alasan usulannya lantaran umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Adapun kewajiban bagi setiap mukmin adalah saling mengingatkan dan saling menasehati. ''Saya tidak mungkin mengusulkan ini di Amerika Serikat yang warga muslimnya hanya sedikit. Perlu ditegaskan, terhadap kaum non-muslim kita tidak boleh memaksa mereka melakukan ajaran Islam,'' kata Ba'asyir. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/U0DZdC/lOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

