bahkan dalam bhagawad gita pun ada. *tapi adakah muslim tho'at yang pernah
menganggap kalau AJARAN HINDU itu selaras dengan TAUHID ???*

saya kutip dari diskusi di milis smatn tanggal 15 februari 2006 atau
langsung ke http://rohmad.multiply.com/journal/item/38

Bhagavad Gita (BG) adalah sebuah epik yang 'abadi' melampaui
jaman. 'Keabadiannya' 'melebihi' Al Quran, menembus rentang waktu
yang lebih panjang. BG merefleksikan pandangan hidup Timur.

Saat ini, BG banyak dikutip oleh filsuf Barat yang mulai tercerahkan
oleh postmodern itu.


Salam,
Rohmad
95.1399
http://rohmad.multiply.com/journal/item/38

_________________________________________________
Tulisan tentang Bhagavad Gita ini saya sadur dari
http://ms.wikipedia.org/wiki/Bhagavad_Gita

Bhagavad Gita, artinya adalah Nyanyian sang Bagawan (orang suci).
Bhagawad Gita merupakan bagian dari Mahabharata yang termasyhur,
dalam bentuk dialog yang dituangkan dalam bentuk syair. Dalam dialog
ini sang Krishna adalah pembicara utama yang menguraikan ajaran-
ajaran filsafatnya kepada sang Arjuna yang menjadi pendengarnya.

Adegan ini terjadi pada permulaan Bharatayuddha. Saat itu Arjuna
berdiri di atas bukit dan memandang ke bawah, ke tempat seberang di
mana berada para Korawa dan sekutu-sekutu mereka. Arjuna harus
memerangi mereka semua, tetapi ia dilanda kesedihan. Karena meskipun
mereka pernah berbuat jahat terhadapnya, mereka tetap saudara-saudari
dan teman-temannya yang dia kenal sejak kecil. Lalu ia diberi
wejangan dan nasihat-nasihat oleh Krishna yang berlaku sebagai kusir
keretanya Arjuna.

Penulis Bhagavad Gita tidaklah dikenal, tetapi yang jelas bukanlah
Vyasa yang dikatakan menggubah Mahabharata itu. Apa yang boleh
dikatakan mengenai penulis Bhagawad Gita, ialah bahwa ia pasti
seorang brahmana dan juga seorang waisnawa, atau pemuja Batara
Vishnu. Selain itu ia adalah seorang filsuf yang sangat pandai dan
besar daya imajinasinya.

Bhagavad Gita ini dikatakan mendapat pengaruh dari keenam aliran
Hindu atau saddarsana, terutama dari aliran Samkhya, Yoga dan
Wedanta. Para pakar berpendapat bahwa syair ini ditulis kurang lebih
pada abad ke dua atau ketiga Masehi.

Orang Jawa Kuna dan Bali sudah mengenal Bhagawad Gita kerana hubungan
dengan India dan pengaruh agama Hindu pada masa dahulu.

***

Kitab Bhagavad Gita ini terdiri dari 18 bagian:

Bagian pertama menguraikan kekhawatiran Arjuna
Bagian kedua menguraikan yoga dan samkhya
Bagian ketiga menguraikan pencapaian yoga karena usaha
Bagian keempat menguraikan pencapaian yoga karena hikmat
Bagian kelima menguraikan pencapaian yoga karena prihatin
Bagian keenam menguraikan pencapaian yoga karena adhyatma
Bagian ketujuh menguraikan pencapaian yoga karena budi
Bagian kedelapan menguraikan beryoga sampai ke Dewa Abadi
Bagian kesembilan menguraikan mencari yoga dengan raja ilmu dan raja
rahasia
Bagian kesepuluh menguraikan yoga mahakuasa
Bagian kesebelas menguraikan menuntut yoga dengan memandang bangun
alam
Bagian keduabelas menguraikan mencapai yoga dengan bhakti
Bagian ketigabelas menguraikan mencapai yoga dengan memisah padang
dan penghuni padang
Bagian keempatbelas menguraikan mencapai yoga dengan memisahkan
kepala bagian tiga
Bagian kelimabelas menguraikan beryoga pada Dewa Tinggi
Bagian keenambelas menguraikan beryoga dengan memisahkan bagian sorga
dan non-sorga
Bagian ketujuhbelas menguraikan kepercayaan yang ketiga
Bagian kedelapanbelas menguraikan beryoga karena kebebasan berpaling

Berikut ini ikhtisar Bhagavad Gita yang saya dapatkan dari seorang
teman:

1. Bab Pertama Bhagavad Gita memaparkan situasi dari sebuah koflik-
melingkar dari keadaan-keadaan padamana Arjuna terlibat, sehingga ia
tidak bisa sampai pada suatu keputusan-benar manapun sehubungan
dengan tugas dan kewajibannya. Secara insidental, ini merupakan suatu
penggambaran dari situasi manusia secara umum, dimana sebentuk
ketidak-mampuan untuk menilai dengan tidak berat- sebelah
mengantarkan pada ketidak-percaya-dirian dan keraguan terhadap
manfaat dan signifikansi dari tindakan manusia.

2. Bab Kedua menunjukkan bahwa munculnya problema-problema kehidupan
disebabkan oleh kekurangan pemahaman yang memadai terhadap persoalan
yang ada, yang disebut Samkhya. Disini pemahaman yang benar berarti
pengetahuan tentang hubungan yang memadai antara manusia dengan dunia
dan realitas secara umum.

3. Bab Ketiga memerinci kesalahan dari penempatan-diri di luar
totalitas penciptaan, yang menundukkan tujuan dari setiap bentuk
usaha. Manusia di dalam, dunia di luar, dan Prinsip Devata Tertinggi
di atas, ditarik kembali ke dalam kebersamaan, yang merupakan prinsip
dari pemahaman yang benar. Aplikasi dari pengetahuan sejati ini di
dalam kehidupan, adalah Karma Yoga.

4. Bab Keempat menyajikan sebuah pelipur-lara spesial bagi para
pejuang, melalui pesannya akan kehadiran tangan-tangan Tuhan pada
setiap persimpangan dan krisis dalam kehidupan, tangan-tangan yang
bekerja secara rahasia dalam berbagai bentuk inkarnasi supra-normal
yang berbeda-beda, atau para Avatara. Disini juga dipaparkan metode-
metode pengendalian-diri dan pengorbanan-diri tertentu.

5. Bab Kelima membahas keadaan pelepasan keterikatan (renunciation)
yang berevolusi secara alamiah dari pendalaman luhur (great insight)
yang dipaparkan dalam bab sebelumnya, dan kehidupan yang tanpa
keterikatan yang merupakan kehidupan kerohanian yang cerah di dalam
semangat Sannyasa sejati, yang dipahami sebagai pelepasan keterikatan
terhadap pola kehidupan salah, dimana rujukannya telah disediakan di
dalam Bab Tiga.

6. Bab Keenam khususnya menekankan pada seni dan teknik dari
integrasi-diri dengan cara Dhyana, atau meditasi. Disini juga
diberikan lagi pesan yang menyejukkan, dimana dikatakan bahwa `usaha
yang benar tak akan sia-sia; dan kendati karena sesuatu hal ia yang
sempat berkenalan dengan yoga ini meninggal sebelum mencapai tujuan
akhirnya, pasti akan dilahirkan di dalam suatu keadaan-keadaan yang
sedemikian rupa sesuai guna melanjutkan latihan-latihannya yang
sebelumnya'.

7. Bab Ketujuh langsung meloncat membahas tentang Yang Universal,
dari paparan tentang semua teknik-teknik dan disiplin- disiplin yang
sudah dipaparkan dalam keenam bab sebelumnya. *Bab ini diawali dengan
sebuah pernyataan singkat dan padat tentang kosmologi, untuk kemudian
diantarkan pada penggambaran aspek Tuhan sebagai Pencipta Semesta
Raya. Mulai bab ini dan selanjutnya, prinsip Ketuhanan merupakan
topik bahasan yang sangat menyolok. *

8. Bab Kedelapan merupakan suatu wacana langsung tentang tata kosmis
di dalam suatu rincian yang luas, mengedepankan hubungan yang
melibatkan prinsip Tuhan, dunia dan individu. Disini tentunya juga
dipaparkan kepastian bahwasanya jiwa melampaui kefanaan dari dunia
ini.

9. Bab Kesembilan secara praktis merupakan suatu pernyataan yang
merangsang kesadaran religius sejati, suatu diskripsi dari agama
universal yang memandang Tuhan sebagai Prinsip Pemersatu mengatasi
semua hal, yang dapat didekati oleh siapapun melalui kebaktian yang
jujur dan tulus dan rasa bersatu. Disini ada janji abadi dari Tuhan
untuk menyertai manusia pada setiap momen, hanya jika manusia cukup
jujur menerima supremasi dari Yang Mahakuasa.

10. Bab Kesepuluh masih menyelam lebih dalam lagi ke dalam berbagai
cara, padamana `Yang Tunggal' tampak sebagai `yang banyak' di dalam
manifestasi-Nya yang sangat unggul, khususnya di dalam wujud-wujud
agung dari kekuatan dan kemegahan-Nya, di dalam pewahyuan-pewahyuan
pengetahuan dan tindakan-tindakan yang di luar jangkauan manusia. Di
dalam manifestasi-manifestasi seperti itulah kehadiran Tuhan akan
ditemukan.

11. Bab Kesebelas adalah pencapaian dari suatu klimaks dari
pengalaman spiritual, dimana di dalamnya disajikan suatu Visi Total
dari Prinsip Pemimpin Yang Tiada Terbatas, sebagai Makhluk Suprima,
dipaparkan dengan megah. Ini merupakan Kidung Dewata dari ekstase
spiritual dan visi-Tuhan, sebuah epos dan puisi agung.

12. Bab Keduabelas masuk ke dalam isu-isu praktis yang tercakup di
dalamnya yang membawa manusia kepada Tuhan-seperti: pelayanan tanpa
pamerih dan pelaksanaan kewajiban, suatu gairah kesujudan kepada
Tuhan, suatu konsentrasi yang selalu intens terhadap Hyang Pencipta
Suprima, dan suatu pengenalan terhadap kemaha-hadiran yang kekal-
abadi dari Yang Mahakuasa-sebagai beberapa cara pendekatan manusia
kepada Tuhan. Disini jugalah dipaparkan karakteristik- karakteristik
yang sesuai bagi seorang penyembah sejati, lewat keempat aspek dari
Yoga -yoga tindakan, yoga kesujudan, yoga konsentrasi dan
pengendalian-diri serta yoga pengetahuan.

13. Bab Ketigabelas mengambil bahasan dualitas Purusha dan Prakriti,
atau Kesadaran dan Materi, seperti yang terbayangkan dalam pengalaman
manusia biasa dan pemikiran rasional. Akan tetapi pesan yang
disampaikan disini mengatasi kedua prinsip itu dan menjembatani teluk
antara tampakan dualitas ini dengan memperkenalkan suatu Kedewataan
Transenden yang berada di atas kedua sisi subjektif dan objektif
kehidupan.

14. Bab Keempatbelas diwacanakan-dalam suatu cara filosofis- unsur-
unsur dasar dari Alam sebagai keseluruhan, yang tersusun dari sifat-
sifat Sattvam, Rajas dan Tamas-kekuatan daya penyeimbang, kekuatan
tindakan, dan kekuatan inersia, di dalam mana, lagi-lagi, ditegaskan
Kehadiran Tuhan di atas segalanya dalam penekanan yang berbeda.

15. Bab Kelimabelas merupakan sebuah paparan dari seluruh ciptaan
yang bagaikan sebuah pohon-terbalik yang akarnya di atas- pada Yang
Absolut Transenden-dan manifestasi-manifestasi sebagai ciptaan-
ciptaan yang beraneka-ragam turun ke bawah sebagai dahan- dahan,
cabang-cabang, ranting-ranting, daun-daun, bunga-bunga dan buah-
buahnya. Maksud dari puja-puji itu adalah, bahwa Prinsip Kreatif
Dewata hadir dimana-mana sebagai kekuatan pengendali suprima imanen,
sama halnya dengan getah atau vitalitas dari si pohon yang menyusupi
setiap selnya, dari atas sampai ke bawah. Makanya, jenis- jenisnya
tidak bisa dimengerti kecuali dalam kerangka Kesatuan Ultima.

16. Bab Keenambelas membabarkan tindakan dari kekuatan-kekuatan ganda
dari Kedewataan dan keasuraan, enerji-enerji yang cenderung
mengarahkan dirinya ke Pusat dan juga yang menariknya mengarah ke
kulit-luar dari semesta objektif. Clash yang terjadi di antara kedua
kekuatan ini menjadi tema sentral dari semua Epos dunia, termasuk
Mahabharata, yang tiada lain adalah aksi konflik antara yang
universal dengan impuls-impuls temporal.

17. Bab Ketujubelas, lagi, merupakan suatu wejangan praktis tentang
metode-metode tertentu yang bermanfaat bagi praktek kehidupan sehari-
hari, berkaitan dengan disiplin tubuh, ucapan dan pikiran, dalam
berbagai formasi-formasi dan deviasi-deviasinya.

18. Bab Kedelapanbelas adalah suatu rangkuman dari seluruh pesan-
pesan luhur kedewataan dari Bhagavad Gita, dimana prinsip-prinsip
tindakan yang benar, kesujudan luhur, konsentrasi dalam Yoga, dan
suatu pemeliharaan terus-menerus terhadap suatu kesadaran akan
universalitas Tuhan, terpaparkan dengan cantiknya, disertai suatu
kesimpulan sang Guru bahwasanya, `dimanapun Krishna dan Arjuna
bertindak serentak, duduk dalam sebuah kereta-yang dimaksudkan,
dimana Tuhan dan manusia ada dalam suatu persatuan kekal-abadi dan
bertindak-maka disana akan ada kesejahteraan, kemenangan, dan suatu
prinsip mantap yang kokoh dalam kebenaran di dalam segala lapangan
kehidupan.

On 6/19/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Mbah,
> Ini mewakili anspirasi hati mbah ya. ^_^ Kota kelahiran mbah. Solo kini
> berbeda dengan masa mbah dulu. Saya optimis, suatu saat keputusan Wakil
> Walikota (baru wakil ya, belum walikotanya) ini akan berubah. Poro pinisepuh
> sampun digantosaken tiyang anom (orang-orang tua telah digantikan
> orang-orang muda)....., orang-orang muda yang Insya Allah berkeinginan tak
> jauh berbeda dengan impian saya. ^_^ Just matter of time...
>
> Sayang sekali wakil walikota ini perlu menafsirkan ulang Sila I
> pancasila... Ketuhanan Yang Maha Esa....Benarkah Syariat ISlam bertabrakan
> dengan sila I tersebut. Apalagi Abu Bakar mengatakan tidak akan memaksa
> pemeluk lain untuk melaksanakan syariat ISlam ^_^.
>
> NIlai Ketuhanan yang Maha Esa dimasukkan dalam sila pertama, spirit
> Ketuhanan adalah spirit of life semua manusia yang mewadahi kenyataan
> plural....nggih kan mbah. BUkan spirit of pluralism.
>
> salam,
> aris
>
>
>
>
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED] <rm_danardono%40yahoo.de>>
> wrote:
> Kota Solo Tak Tertarik Usulan Ba'asyir
> Minggu, 18 Juni 2006 | 17:41 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Solo:Pemerintah Kota Solo tidak tertarik membahas
> usulan pengasuh Pesantren Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir yang
> menginginkan adanya peraturan daerah bernafaskan Islam di kota itu.
>
> Menurut Wakil Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo, peraturan seperti itu
> akan bertabrakan dengan UUD 1945 yang secara tegas menyebutkan Negara
> Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. "Kemajukan
> masyarakat Kota Solo harus juga menjadi pertimbangan. Jadi rasanya
> kami tidak akan membuat Perda Syariat Islam," kata Rudyatmo, Minggu
> siang.
>
> Kalangan DPRD setempat juga sependapat dengan
> Rudyatmo. Menurut Ketua Fraksi Persatuan Demokrat,
> Supriyanto, Kota Solo tidak memerlukan adanya peraturan
> yang mengatur agama tertentu. Menurut dia, masyarakat
> Kota Solo sangat majemuk dan pluralis. Dia justru
> khawatir bila ada peraturan yang mengatur agama tertentu
> akan membuat persoalan bagi agama yang lain.
> "Biarkan masyarakat yang majemuk ini tetap dalam
> koridor agamanya masing-masing," kata dia.
>
> Ba'asyir yang baru saja bebas dari penjara mengajukan
> usul agar Pemerintah Kota Solo membuat peraturan
> daerah yang mengatur tentang keharusan melaksanakan
> syariat Islam pagi para pemeluknya. Kepada sejumlah pejabat yang
> mengunjunginya di Pondok Pesantren Al
> Mukmin, Ngruki, Sabtu lalu, Ba'asyir
> mengatakan hal itu.
>
> "Misalnya kewajiban menjalankan salat lima waktu, bila
> ada umat Islam yang tidak mengerjakannya polisi harus
> menindaknya. Perda juga harus memuat ketentuan lain
> seperti kewajiban puasa di bulan Ramadan, kewajiban
> haji bagi yang mampu, mengenakan jilbab bagi muslimah.
> Juga dilarang menjalankan judi, minum keras dan
> sebagainya,'' ujarnya.
>
> Amir Majelis Mujahidin Indonesia ini juga mengatakan
> alasan usulannya lantaran umat Islam merupakan mayoritas penduduk
> Indonesia. Adapun kewajiban bagi setiap mukmin adalah saling
> mengingatkan dan saling menasehati. ''Saya
> tidak mungkin mengusulkan ini di Amerika Serikat yang
> warga muslimnya hanya sedikit. Perlu ditegaskan,
> terhadap kaum non-muslim kita tidak boleh memaksa
> mereka melakukan ajaran Islam,'' kata Ba'asyir.
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> 6. kembali menerima email: [EMAIL 
> PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> The great job makes a great man
> pustaka tani
> nuraulia
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups gets better. Check out the new email design. Plus there's
> much more to come.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/Q0DZdC/hOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke