Ada data GAM yang bersenjata dan melakukan pemberontakan ga..??? Dari
Indonesia timur gimana..? Misalnya OPM dan kawan-kawan..?

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Ambon
Sent: Tuesday, June 20, 2006 5:02 AM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [ppiindia] Aneka Ragam Laskar Jalanan

http://www.gatra.com/artikel.php?id=95557


Aneka Ragam Laskar Jalanan




Front Pembela Islam (FPI)

Tidak Kebal Hukum
Deklarasi : 17 Agustus 1998
Markas : Jalan Petamburan III Nomor 83, Jakarta Pusat Klaim jumlah
anggota : 15 juta simpatisan Syarat keanggotaan : Ahlul Sunnah
Wal-Jamaah Donasi : Swadaya dan donatur tidak tetap Ketua Umum :
Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

Sebagai organisasi, umur Front Pembela Islam (FPI) bisa dibilang masih
kanak-kanak. Namun gemanya lebih nyaring ketimbang gerakan Islam lain
yang lebih tua. Berulang kali FPI menyita perhatian publik dan menyesaki
pemberitaan media pers. Perkumpulan ini bahkan telah menyandang predikat
khas: gerakan antimaksiat. Memang ada pula yang mencapnya sebagai kaum
anarkis.

Dari sebuah tablig akbar di Pesantren Al-Um, Kampung Utan, Ciputat,
selatan Jakarta, FPI dideklarasikan oleh belasan habib, kiai, mubalig,
dan ratusan santri dari seantero Jabotabek. Hadirnya FPI adalah bagian
dari apa yang populer disebut "ledakan partisipasi" dalam era reformasi.
Saat elemen masyarakat lain menyerukan reformasi politik, ekonomi, atau
hukum, FPI mengumandangkan reformasi moral. "Krisis bangsa ini
berpangkal pada krisis moral," kata Ketua Umum FPI, Habib Rizieq.

Habitat Jakarta yang sarat tempat maksiat memberikan suntikan spirit
tersendiri bagi aksi-aksi FPI. Menurut Rizieq, FPI muncul sebagai
respons spontan dari umat Islam yang prihatin terhadap maksiat di
sekitarnya. Sejumlah aksi FPI seringkali memang harus berhadapan dengan
kelompok-kelompok masyarakat yang menentang aksi-aksi mereka. Apalagi,
''sweeping'' yang dilakukan FPI seringkali berujung aksi kekerasan.
"Karakter gerakan kami jelas, yaitu lugas dan tanpa kompromi," ujarnya.

Namun Rizieq berkilah, kekerasan yang dilakukan bukan kekerasan sebagai
cermin kebengisan hati dan kekasaran sikap. Sebab, dalam Islam, hal itu
sangat dilarang. Yang sesungguhnya, itu lebih merupakan cermin ketegaran
prinsip dan sikap.

Apa yang dilakukan FPI, kata Rizieq, karena telah terjadi kemandulan
dalam sistem penegakan hukum. "Kalau hukum sudah ditegakkan, baru FPI
akan mundur," Rizieq menambahkan.

Toh, FPI sendiri, menurut Rizieq, selalu siap menerima konsekuensi hukum
dari apa yang dilakukannya. Pada aksi menolak majalah Playboy, misalnya,
ada dua komandan FPI yang ditahan hingga sekarang. Begitu pula di
Bekasi, ada 21 anggota FPI yang ditahan. Malah kantor FPI pernah
disatroni polisi. "Tak ada yang kebal hukum," Rizieq menegaskan.



Forum Betawi Rempug (FBR)

Tidak Ada Cat Tergores
Deklarasi : 29 Juli 2001
Markas : Pondok Pesantren Yatim Ziyadatul Mubtadi'ien, Jalan Raya
Penggilingan Pedaengan Nomor 100, Cakung, Jakarta Timur Klaim jumlah
anggota : 1,7 Juta orang Syarat keanggotaan : Etnis Betawi. Etnis lain
wajib sudah tiga tahun menetap di Jakarta Donasi : Hasil usaha, swadaya,
dan donatur tidak mengikat Ketua Umum : H. Fadholy El Muhir

Meski berbasis kedaerahan, sepak terjang Forum Betawi Rempug (FBR)
''beken'' hingga seantero Nusantara. Sikapnya yang tegas mendukung
Rancangan Undang-Undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) membuat
organisasi yang digagas mantan anggota Dewan Pertimbangan Agung, H.
Fadholy El Muhir, ini dicap sebagai organisasi preman jalanan. Bahkan
belakangan FBR harus berhadapan dengan polisi.

Padahal, menurut Lutfi Hakim, 33 tahun, Sekjen FBR, pendirian organisasi
ini dipicu rasa prihatin akan nasib warga Betawi. Penduduk asli Jakarta
itu kini semakin tersingkir di pinggiran kota Jakarta. Sebagian tergilas
roda-roda pembangunan di tanahnya sendiri. "Ide pokoknya adalah
memberdayakan masyarakat Betawi," ujar Lutfi.

Sejumlah upaya dilakukan FBR. Antara lain membentuk lembaga pengembangan
sumber daya manusia, mendirikan PT Fajar Berkah Restu yang bergerak di
bidang perdagangan umum dan jasa, serta perusahaan jasa layanan
keamanan. "Belum efektif. Tapi ke depannya, setiap wilayah akan memiliki
koperasi anggota," kata mantan aktivis PDI kubu Soerjadi itu.

Belakangan, FBR menggeliat menjadi organisasi masa yang tidak saja
melulu mengurusi soal Betawi. FBR juga meneropong isu-isu global yang
ada di masyarakat. Menurut alumnus IAIN Ciputat itu, aksi FBR mendukung
RUU APP, misalnya, adalah bagian dari dinamika organisasi yang memang
bertujuan menegakkan amar ma'ruf nahyi munkar.

Tapi semua itu, menurut Lutfi, dilakukan dalam koridor hukum. Dalam
kasus Inul, misalnya, pernyataan Inul yang siap berpose bugil di majalah
Playboy mengusik FBR. Hal ini yang memicu FBR meluruk ke rumah Inul
untuk berdemonstrasi. "Kami dituding anarkis, padahal tak ada cat di
rumah Inul yang tergores sedikit pun," kata Lutfi.

Toh, beberapa kali sejumlah oknum FBR juga melakukan aksi anarkis yang
berujung ke meja hijau. Pada 31 Maret 2003, misalnya, tujuh anggota FBR
divonis bersalah karena menganiaya anggota Urban Poor Consortium
pimpinan Wardah Hafidz di kantor Komnas HAM pada 28 Maret 2002. Mereka
juga divonis karena merusak sejumlah perlengkapan kantor Komnas HAM di
Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat.

Tak mengherankan jika ada yang menyebut FBR sebagai kelompok preman
berjubah. Menurut Lutfi, komentar jelek tentang FBR adalah hal biasa.
Apalagi bila hal itu keluar dari para elite politik. "Wajar mereka
berkomentar buruk. Otak mereka saja sudah kotor," tutur Lutfi.



Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi)

Menghindari Elemen Anarkis
Deklarasi : 18 April 2001
Markas : Jalan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat Klaim jumlah anggota : 1
juta orang, tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi Syarat
keanggotaan : Siapa saja yang mencari nafkah di Jakarta Donasi :
Swadaya, pemerintah, dan donatur tak mengikat Ketua Umum 2005-2010 :
Husein Sani

Dibandingkan dengan sebagian ormas lain yang berkibar-kibar, Forum
Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) boleh dibilang lebih adem-ayem. Jarang
bikin aksi ingar-bingar. Ini diakui sang ketua, Husein Sani, 66 tahun.
''Forkabi memang agak slow dan konservatif,'' ujar pengusaha real estate
ini.

Pasalnya, kata Husein, Forkabi didirikan justru dengan semangat
menghindari anarkisme. Lagi pula, tokoh di belakang ormas berbasis
kedaerahan ini kebanyakan kaum intelektual dan pejabat di Jakarta.
''Makanya, kami harus jaga aset ini. Kalau kami ugal-ugalan, nggak
mungkinlah mereka masuk ke kami,'' kata Husein lagi.

Berikut petikan wawancara wartawan Gatra Eric Samantha dengan Husein:

Anda tidak setuju anarkisme menjadi satu cara meningkatkan popularitas
ormas?
Saya kira, organisasi mana pun tidak mau tenar karena hal yang tidak
baik, sehingga dicap tidak baik. Masalahnya, apakah dalam menjalankan
aksi itu terkendali atau tidak. Itu yang harus menjadi perhatian.

Dengan anarkis, tidak menyelesaikan masalah. Justru menimbulkan masalah.
Citra organisasi memburuk. Ketenteraman umum jadi terganggu. Itu yang
selalu kami jaga. Organisasi harus mewaspadai masuknya elemen-elemen
yang menjurus ke anarkis.

Aksi turun ke jalan Forkabi seperti apa?
Demonstrasi selalu kami pikirkan. Setting lapangan seperti apa. Kalau
tidak mengganggu kepentingan umum, polisi juga senang, kan? Bahkan,
kalau ada keributan, polisi sering minta Forkabi untuk meredam.

Forkabi ikut masuk ke masalah tanah?
Masalah kasus tanah, kami cek dulu lewat bagian hukum. Kalau layak, kami
perjuangkan. Forkabi bisa ikut membantu penyelesaian lewat LBH Forkabi.
Baik anggota Forkabi maupun bukan, silakan memanfaatkan. Kalau kerja
sama dengan Forkabi, artinya benar dah. Sudah melalui jalur hukum.

Sudah terlaksana semua?
Memang belum seluruhnya. Yang penting, kan, nawaitunya. Kalau niat baik,
kan, insya Allah.

Ada yang bilang, ormas-ormas seperti yang Anda pimpin adalah preman
terselubung. Tanggapan Anda?
Forkabi merupakan satu organisasi yang berjuang untuk masyarakat Betawi,
dalam mengangkat harkat dan martabatnya. Tapi kami bermitra juga dengan
pemda, polisi, dan TNI. Tujuannya, supaya Jakarta bisa kondusif. Kami
tidak mau Jakarta diobok-obok oleh hal-hal tidak kondusif. Anda lihat
saja di lapangan, insya Allah, Forkabi nggak (bikin onar)-lah.



Forum Ukuwah Islamiah (FUI) Cirebon

Siap Menanggung Risiko Buruk
Deklarasi : 17 Maret 2004
Markas : Jalan Pesayangan 15, Cirebon, Jawa Barat Klaim jumlah anggota :
Ribuan orang, tidak ada sistem keanggotaan Syarat keanggotaan : Umat
Islam yang ingin berjuang bersama FUI Donasi : Swadaya, donatur tak
mengikat Ketua Umum : Prof. Dr. Salim Badjri

Meski baru berumur dua tahun, FUI cukup diperhitungkan di Cirebon, Jawa
Barat. Apalagi kalau bukan karena aksi gencarnya turun ke jalan. Ormas
beratribut agama ini tak segan melabrak tempat-tempat yang ditengarai
sebagai sarang maksiat. Rumah judi diobrak-abrik, pelacur jalanan
dirazia.

Mulanya, sesuai namanya, organisasi ini diarahkan menjadi perekat
antar-umat Islam. Ukhuwah berarti mempersatukan umat. ''Kami ingin umat
bersatu,'' ujar ketua umum sekaligus penggagas FUI, Prof. Dr. Salim
Badjri, 63 tahun. Sehari-hari, Salim mengajar di Sekolah Tinggi Agama
Islam Cirebon.

Menurut lelaki gemuk berjenggot lebat itu, FUI diharapkan bisa mewadahi
semua keinginan ulama dan umat Islam. Termasuk keinginan terhadap
pentingnya penertiban kemaksiatan tanpa pandang bulu. Karena itu, saat
baru berdiri, organisasi yang rutin mengadakan pengajian ini langsung
melakukan langkah kongkret.

Mula-mula menempuh jalur formal dengan melaporkan ke polisi
berkali-kali. Contohnya soal adanya kegiatan judi mesin di Jalan
Pasuketan 18. Tapi, kata Salim, seperti biasa, aparat kepolisian tak
bersikap. ''Sampai mutung kami tunggu, nggak ada langkah penutupan,''
Salim menuturkan kepada Sulhan Syafi'i dari Gatra.

Apa boleh buat, akhirnya massa FUI turun tangan menertibkan,10 Mei tahun
silam. Lokasi judi disegel, mesin ketangkasannya dirusak. Kota Cirebon
heboh dibuatnya. Itulah aksi terbesar FUI. Di luar itu, mereka kerap
melakukan sweeping atas penjualan kupon togel serta aktivitas esek-esek.

Salim menyatakan sebenarnya enggan melakukan tindakan destruktif. Namun,
bila polisi tak bergerak, pihaknya terpaksa melakukan itu. Ia paham
langkah ini memiliki risiko tinggi dan menimbulkan banyak musuh. ''Saya
siap menanggung apa pun risikonya,'' ia menegaskan.



Forum Pemuda Peduli Kamtibmas (FPPK) NTT

Membantu Aparat Polisi
Deklarasi : 2001
Markas : Jalan Banteng, Kuanino, Kupang, Nusa Tenggara Timur Klaim
jumlah anggota : 15.000 orang Syarat keanggotaan : Ijazah minimal SMA
Donasi : Swadaya, donatur tak mengikat Ketua : Sam Haning

Ada yang unik setiap kali perayaan hari besar keagamaan di wilayah Nusa
Tenggara Timur (NTT). Ketika Idul Fitri, Natal, ataupun Nyepi,
tempat-tempat ibadah ketiga agama itu selalu dijaga pemuda berkostum
hijau tua kebiruan. Alhasil, perayaan hari besar itu pun berlangsung
tertib dan aman.

Para pemuda berseragam tadi adalah anggota FPPK, ormas yang dibentuk
untuk membantu pengendalian keamanan di wilayah NTT. ''Semua event besar
pasti kami jaga keamanannya,'' kata Sam Haning, Ketua FPPK, yang juga
Wakil Ketua DPD Partai Golkar NTT, kepada Antonius Un Taolin dari Gatra.

Keberadaan ormas ini cukup menenteramkan masyarakat. Polisi pun senang.
''FPPK terdata di polisi. Tindakannya positif dan sering membantu aparat
keamanan,'' kata Komisaris Marten Radja, Kepala Bidang Humas Kepolisian
Daerah NTT.

Anggota ormas ini berasal dari beragam suku dan agama. Ada suku Timor,
Jawa, Sumatera, Papua, dan sebagainya. Menurut Sam Haning, mereka
melebur dengan satu tekad: menjaga keamanan dan sedapat mungkin menjauhi
anarkisme.



Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB)

Perilaku Premanisme Haram
Deklarasi : 6 Juli 1998
Markas : Jalan Yos Sudarso Kavling 32 Nomor 3A, Jakarta Utara Klaim
jumlah anggota : 8 juta di 16 provinsi Syarat keanggotaan : Usia di atas
17 tahun, tidak melakukan tindak pidana Donasi : Sumbangan anggota dan
donatur tidak tetap Ketua Umum : H. Noer Indradjaja

Momentum reformasi tahun 1998 dihayati betul oleh sejumlah tokoh
masyarakat Banten. Setelah sukses ''memerdekakan'' Banten dari Provinsi
Jawa Barat, mereka berinisiatif mendirikan sebuah organisasi bagi
warganya. "Organisasi ini diharapkan menampung aspirasi masyarakat
Banten, baik di dalam Banten maupun yang berada di luar Banten," kata
Haji Noer Indradjaja, ketua umum sekaligus penggagas BPPKB.

Meski demikian, menurut tokoh asal Tangerang berusia 50 tahun itu, BPPKB
juga terbuka bagi etnis dan masyarakat di luar Banten. Setidaknya ada 30
etnis di Indonesia yang bergabung ke BPPKB. Menurut ayah dua anak itu,
BPPKB memiliki misi mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan
mengurangi pengangguran.

Caranya, mendirikan Pesantren Qiroatul Quran untuk anak-anak yatim
piatu, yang sebagian besar anggota BPKKB, di Balaraja, Tangerang. Selain
itu, BPPKB juga menyalurkan anggota BPPKB yang menganggur ke sejumlah
perusahaan. Posisinya disesuaikan dengan keterampilan mereka.

Namun, diakui Indradjaja, anggota BPPKB sebagian dipekerjakan sebagai
tenaga keamanan. Selain di sejumlah perusahaan, mereka juga menjadi
tenaga keamanan di pasar, terminal, dan lahan-lahan kosong. Bahkan
sering diterjunkan dalam sejumlah aksi demonstrasi. "Tugas mereka
sebatas mengamankan aksi demonstrasi dari tindakan anarkis dan onar,"
kata Indradjaja, yang juga menjabat sebagai salah satu Direktur PT Agung
Podomoro Group.

Nah, pekerjaan keamanan itulah yang sering memicu persinggungan dengan
kelompok lain. Menurut Indradjaja, massa BPPKB terkadang harus
berhadapan dengan sejumlah ormas lain, termasuk organisasi onderbouw
partai politik. April 2005, misalnya, massa BPPKB bentrok dengan massa
FBR di Sunter, Jakarta Utara. Mereka juga sempat bentrok dengan kelompok
Hercules di bilangan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,
pertengahan 2005.

Toh, kata Indradjaja, dalam melaksanakan tugas pengamanan, BPPKB selalu
mengkaji dan mempelajari terlebih dahulu efek sosial, hukum, dan
ekonominya. Tujuannya, agar tidak anarkis. "Perilaku premanisme kami
haramkan," ujar Indradjaja.



Ikatan Masyarakat Madura (Ikamra)

Tidak Ada Aksi Balas Dendam
Deklarasi : 1998
Markas : Jalan Gembir 3, Wonokromo, Surabaya Klaim jumlah anggota : 9
juta, tersebar di seluruh Tanah Air Syarat keanggotaan : Warga Madura
Donasi : Swadaya dan donatur tak mengikat Ketua/penggagas : H. Raden Ali
Badri Zaini

Seandainya waktu itu pengurus Ikamra berpangku tangan atau malah
ngompori, boleh jadi bentrokan berdarah antara suku Madura dan Dayak
meluas ke Surabaya. Warga Madura kala itu sudah siap-siap hendak
membalaskan dendam kepada warga Dayak di ''kota buaya'' itu.

Untunglah, jajaran pengurus cekatan. Mereka mengupayakan perdamaian.
Kepala daerah Kalimantan dan Jawa Timur, tokoh masyarakat, wakil
presiden, Menko Kesra, dan Menko Polhukkam dihadirkan untuk duduk
bersama dalam bingkai ''Kita Adalah Saudara''.

Akhirnya, pada 3 Maret 2001, kesepakatan damai antara kedua etnis
tercapai. ''Tidak ada aksi balas dendam dari warga Madura terhadap warga
Kalimantan di Surabaya,'' papar Ketua Ikamra, H. Raden Ali Badri Zaini,
kepada Arif Sujatmiko dari Gatra.

Ikamra adalah ormas cukup besar dan disegani di wilayah Jawa Timur, yang
merupakan basis masyarakat Madura. Organisasi ini dibentuk atas dasar
kekeluargaan. Tujuannya, ''Menyatukan orang Madura untuk membangun
bangsa," kata Ali Badri, yang juga Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda
Indonesia.

Ikamra pernah bersinggungan dengan ormas lain, FBR, beberapa waktu lalu.
Menurut Ali Badri, itu terjadi karena provokasi sekelompok orang saja.
Lelaki 48 tahun ini menegaskan akan memecat anggota yang anarkis atau
meresahkan masyarakat. ''Ini tidak main-main,'' ujarnya.



Hendri Firzani, Taufik Alwie, Eric Samantha, Deni Muliya Barus [Laporan
Utama, Gatra Nomor 31, Beredar Kamis, 15 Juni 2006] 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/U0DZdC/lOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

************************************************************************
***
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
************************************************************************
***
________________________________________________________________________
__
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web
only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links



 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/R0DZdC/gOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke