Akal adalah anugrah dari Allah sebagai sarana manusia untuk beriman dan bertaat 
pada-NYa, untuk menjangkau Wahyu.  Lihatlah bedanya kita manusia dengan hewan 
yang tidak berakal. Tidak ada hewan yang beragama. 
   
  Akal memiliki keterbatasan terutama dalam hal mengindera hakikat dzat 
Tuhannya. Seperti apa rupa Tuhannya. Bila dia bisa mengindera bagaimana bentuk 
dan zat Tuhannya, saya yakin yang dia indera adalah makhluk,  bukan Tuhan yang 
layak disembah. 
   
   
  Hukum alam dan sunatullah, Pencipta harus lebih tinggi dan hebat dari hasil 
ciptaannya.  Lalu kenapa kita menentang dan menolak aturan dari Penciptanya 
manusia? Merasa lebih hebat? 
   
  Banyak kelemahan manusia, dia juga punya keterbatasan kekuatan fisik, tidak 
bisa menolak bencana yang datang, dan kematiannya sendiri.
   
  Seperti manusia yang menciptakan komputer, dia pasti lebih pintar daripada 
komputer. dan manusia juga -sebagai pencipta komputer- yang membuat aturan 
opresional agar komputer berjalan bagus. Manusia jugalah yang bisa memperbaiki 
komputer. Karena dia penciptanya. Sehingga kalau manusia hidup dengan aturan 
yang ia buat dari murni hasil pemikiran akal dia, maka dia hanya mengira-ngira 
kebaikan yang akan diperoleh. 
   
  Perkiraan ini dipengaruhi, kepentingan, hawa nafsu, kebutuhan hidup, 
pemahaman dia, pengetahuan, persepsi dia terhadap sesuatu dan lingkungan hidup 
dia tinggal. Bisa jadi satu orang dengan orang lain akan berbeda hasilnya. 
   
   
  Maka wajar dong , Allah pencipta manusia membuat aturan agar hidup manusia 
bahagia dunia akhirat.  Karena keterbatasan akal pulalah kadang manusia juga 
tidak memahami seluruh kemanfaatkan syariat Islam seluruhnya, sebelum 
diterapkan.
   
   Sepahaman saya, ISlam sendiri telah menggariskan suatu metode bagaimana 
supaya seorang manusia bisa menemukan jalan kebenaran. Yakni proses berpikir 
secara mendalam, memahami apa dibalik seluruh ciptaan TUhan........dan satu 
lagi, tidak sombong untuk menerima kebenaran. wallahu'alam bishawab
   
   
  

Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  iman dan ilmu,
wahyu dan akal.

menurut aris, itu tidak berjalan seiring, namun wahyu harus di atas akal.
meski yg dinamakan "wahyu" sudah berubah, menjadi hasil olah pikir manusia
dogmatis.


On 6/22/06, Nugroho Dewanto wrote:
>
>
> At 01:36 AM 6/22/06 -0700, you wrote:
>
> >Begitu pula saya, saya menyayangi Anda ilalillah, karna akidah Islam.
> >Karna Anda saudara saya semuslim, semua yang saya tulis dimilis, untuk
> itu
> >tanda sayang saya semuanya Insya Allah. Kritik, saran, nasehat-menasehati
>
> >adalah tanda cinta atau sayang sejati. Atau tanda benci sejati, tapi saya
>
> >memilih pilihan pertama.
> >
> >Saya berharap, suatu saat mas Dede berubah menerima syariat Islam dan tak
>
> >menolaknya lagi. Semoga Allah menyayangi Antum dan memberikan jalan
> >kebaikan yang diridhoi Allah. Amin
> >salam,
> >aris
> ============
>
> saya menyayangi semua mahluk ciptaan Tuhan tak peduli
> apa agamanya, warna kulitnya atau kebangsaannya.
>
> tapi sampai kapanpun saya tak akan menerima syariat
> islam yang dibuat manusia di abad ke-7 diterapkan di abad
> ke-21 ini.
>
> di abad ke-7 belum ada lampu lalu lintas --hasil akal budi
> manusia-- untuk mengatur ketertiban di jalan raya. kalau anda
> konsisten dengan syariat dari abad ke-7 mestinya anda
> tak perlu patuhi lampu lalu lintas. terabas saja karena itu
> cuma buatan manusia, bukan ciptaan Tuhan.
>
> seperti argumen anda menolak demokrasi yang mengatur
> ketertiban sosial dan politik manusia, karena itu cuma buatan
> manusia, bukan ciptaan Tuhan.
>
> semoga anda mau gunakan akal karunia tertinggi Tuhan yang
> membedakan manusia dengan mahluk lainnya itu.
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke