alangkah indah aneka tafsir yang berbeda-beda.

kita bisa mempelajari perbedaan mazhab pemikiran,
konteks zaman pada saat itu, dsb....

alangkah kering dan gersang kalau kita cuma
boleh mengikuti tafsir hizbut tahrir atau ma'ruf amin.




At 07:22 AM 6/24/06 +0700, you wrote:

>nggak mengakui ya, kalo itu wahyu yg udah diotak atik akal manusia.
>nih, tambah satu lagi, wahyu yg di otak atik akal manusia. tanya kenapa
>umar ra pakai melepas jilbabnya si budak wanita ?
>
>TANYA KENAPA ???? !!!!
>
><<http://masarcon.multiply.com/>http://masarcon.multiply.com/>
>From: "Chae" 
><mailto:chairunisa_mahadewi%40yahoo.com>[EMAIL PROTECTED]
>To: <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>[email protected]
>Sent: Friday, August 05, 2005 9:44 AM
>Subject: [wanita-muslimah] Re: Jilbab
>
>Seketika sang Khalifah pun menegur keras dengan Nada
>marah "ya laka'! Atatasyabbahina bi al-hara-ir? Alqi
>al-qina'!"("perempuan celaka! Apakah engkau ingin menyerupai perempuan
>merdeka? Buka kerudung itu!).
>
>Peristiwa di atas dituliskan oleh Ibrahim bin `Umar al-Biqa'iy (w. 885
>H) dalam karangannya Nazhm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar
>(Beirut: Dar al-Kutb al-`Ilmiyah, 1415/1995, jilid VI, halaman 136).
>Pelarangan Umar itu diungkapkan lebih eksplisit dalam kitab Al-Mughni
>(Mesir: Al-Manar, 1348, tashhih oleh Sayed Rasyid Ridha, jilid I,
>halaman 643) karangan Ibnu Qudamah (w.603H):
>
>"Inna `umar ibn al-khattab kana la yad'u amah taqna'u fi khilafatihi
>wa qala innama al-qina' lil hara-ir."
>(`Umar bin Khattab tidak memberikan toleransi bagi budak perempuan
>untuk mengenakan kerudung di masa kekhalifahannya. `Umar berkata:
>`kerudung itu hanyalah bagi perempuan merdeka'.)
>
>Mengapa Umar bin Khattab menyatakan "kerudung itu hanyalah bagi
>perempuan merdeka"?
>
>Pada zaman Rasul dan Umar ra, Jilbab (please note*jenis pakaian yang
>disebutkan dalam Alquran Surah Al-Ahzab ayat 59) dan khimar (jenis
>pakaian yang disebutkan dalam Alquran Surah An-Nur ayat 24). Jilbab
>itu sebenarnya merujuk ke jenis pakaian yang dipakai oleh perempuan
>Iran saat ini, jubah hitam panjang yang menutupi tubuh pemakainya dari
>ujung kepala hingga ujung kaki, jadi sudah included Jilbab versi
>Indonesia yaitu penutup kepala) merupakan pakaian identitas secara
>simbolik membedakan wanita merdeka dari para wanita budak.
>
>Syahdan ketika para2 istri Nabi dan wanita2 lainya hendak membuang
>hajat atau keluar rumah pada malam hari , mereka sering mendapatkan
>gangguan dari para kelompok pemuda dan ketika mereka di tegur, mereka
>berkilah karena mereka tidak tahu kalau para perempuan itu bukan budak.
>
>memang para budak khususnya budak perempuan dalam budaya arab pada
>saat itu boleh di "ganggu" dalam arti bisa menjadi target pelecehan
>seksual.
>
>Jalal al-Din al-Suyuthi (w. 911 H) dalam kitabnya Al-Durr al-Mantsur
>fi al-Tafsir al-Ma'tsur (Beirut: Dar al-Fikr, 1414H/1993M, Jilid VI,
>halaman 659) menyatakan bahwa sebelum ayat ini diwahyukan, banyak
>laki-laki di Madinah yang mengikuti perempuan mukmin dan mengganggu
>mereka, jika laki-laki itu ditegur, maka mereka akan berkata: `saya
>kira dia budak perempuan' maka Tuhan memerintahkan perempuan-perempuan
>mukmin untuk membedakan pakaian mereka dari pakaian budak, dan
>mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka.
>
>kalimat dzalika adna an yu'rafna fala yu'dzaina (yang demikian itu
>supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak
>diganggu) dalam ayat di atas, Menjadi berkaitan dengan alasan2 yang
>dikemukakan di atas. Mereka di kenali sebagai apa? tidak di ganggu
>oleh siapa??
>
>Menjadi jelas ketika jilbab di pandang sebakai simbol dari identitas,
>kita bisa memahami mengapa Umar ra sama sekali tidak memberikan
>toleransi kepada para budak wanita untuk menggunakan atau memakai
>Jilbab.
>
>Keterangan yang lebih jelas mengenai kebijakan Umar itu dapat ditemui
>dalam kitab Al-Dzakhirah (Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1994, tahqiq
>oleh Muhammad Hajji, jilid 2, halaman. 103) karangan Syihab al-Din
>Ahmad ibn Idris al-Qarafi (w. 1285M/684H) yang menyebutkan:
>
>"Wa qad kana `Umar radhiyallahu anhu yamna'u al-ima' min al-izar, wa
>qala li ibnihi alam ukhbir anna jariyataka kharajat fi al-izari wa
>tasyabbahat bi al-harair, wa law laqaituha la awja'tuha dharban. Ma'na
>nahi `Umara radhiyallahu `anhu al ima' `an tasyabbihinna bil harair:
>anna al-sufaha' jarrat `adatuhum bi al-ta'arrudh lil-ima' duna
>al-harair, fa khasiya radhiyallahu `anhu an yaltabis al-amra
>fayata'arradha al-sufaha' lil harair dzawat al-jalalah, fa takunu
>al-mufsidatu a'zham; wa hadza ma'na qawlihi ta'ala: dzalika adna an
>yu'rafna fala yu'dzaina, ay an yatamayyazna bi `alamatihinna `an
>ghairihinna!"
>
>("Sesungguhnya `Umar r.a melarang budak perempuan dari [mengenakan]
>izar (secara harfiah dapat berarti sarung yang menutupi badan, atau
>pun jilbab), dan ia berkata kepada anaknya: "tidakkah benar berita
>bahwa budak perempuanmu keluar rumah dengan memakai izar dan
>menyerupai perempuan merdeka, jika aku menjumpainya akan kupukul dia.
>Makna `Umar r.a melarang budak perempuan dari menyerupai perempuan
>merdeka adalah karena kaum berandalan tetap melakukan kebiasaan mereka
>dalam hal mengganggu budak perempuan dan tidak kepada perempuan
>merdeka, oleh karena itu `Umar r.a khawatir akan terjadi
>ketidakjelasan [dalam hal pembedaan simbol pakaian- pen.] sehingga
>kaum berandalan itu pun lalu mengganggu perempuan merdeka yang
>memiliki kemuliaan, maka akan terjadi mafsadah yang besar; dan inilah
>pengertian perkataan Tuhan: `yang demikian itu supaya mereka lebih
>mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu', yaitu agar
>[perempuan merdeka] membedakan `alamat [karakteristik-karakteristik]
>mereka dari selain mereka!").
>
>Untuk lebih baiknya lagi kita bisa mengupas alasan2 kuat yang dimiliki
>Umar ra sebagai landasan pelarangan para budak wanita memakai jilbab.
>
>Pertama: dalam kondisi budaya sosial masyarakat pada waktu itu, wanita
>budak tidak memiliki hak-hak di mata hukum (harus di akui pada awal
>ajaran Islam, perbudakan tidak dilarang dan hanya berupa
>langkah-langkah untuk lebih membudayakan pelepasan atau memerdekan
>budak dan lebih menekankan hak2 individu budak karena pada saat itu
>menghapus perbudakan justru akan menimbulkan keburukan2 yang lebih
>besar daripada membiarkanya).
>
>Kedua: karena tidak adanya hak-hak yang dilindungi di dalam hukum atau
>keberadaanya di akui dan di lindungi oleh hukum maka siapa saja dari
>golongan non budak (orang-orang merdeka) bisa melakukan "gangguan"
>salah satunya adalah pelecehan seksual.
>
>ketiga: pelecehan seksual pada budak2 khususnya budak perempuan yang
>melakukan kegiatan di luar rumah pada malam hari bisa saja berujung
>pada pemerkosaan, baik perorangan ataupun masal.
>
>"Kana anas min fassaq ahl al-madinah bi al-layl hina yakhtalith
>al-zhulm, ya'tuna ila thuruq al-madinah fa yata'arradhuna li al-nisa',
>wa kanat masakin ahl al-madinah dhayyiqah, fa idza kana al-layl
>kharaja al-nisa' ila al-thuruq, fa yaqdhina hajatahunna, fa kana
>ulaika al-fassaq yattabi'una dzalika min hunna, fa idza ra-aw imraat
>`alaiha jilbab qalu: hadzihi hurrah fakaffu `anha, wa idza ra-aw
>al-mar-ah laysa `alaiha jilbab qalu: hadzihi amah fawatstsibu `alaiha."
>
>(Orang-orang fasik dari penduduk Madinah ketika petang menjelang
>gelap, datang ke jalan-jalan Madinah untuk mengganggu perempuan,
>[karena] rumah-rumah penduduk Madinah sempit, apabila malam
>perempuan-perempuan keluar ke jalan-jalan untuk membuang hajat, [dan]
>orang-orang fasik itu mengikuti mereka, jika mereka melihat perempuan
>berjilbab mereka berkata: `ini perempuan merdeka' lalu mereka
>menghindar dari perempuan itu, apabila mereka melihat perempuan tanpa
>mengenakan jilbab, mereka berkata: `ini budak perempuan' lalu mereka
>pun mengerubunginya.)
>
>Jika seandainya Jilbab tidak di bekukan dalam simbol identitas wanita
>merdeka atau Umar ra mentoleransi para budak wanita memakai jilbab
>tentunya Jilbab sebagai simbol identitas wanita merdeka akan samar
>bahkan hilang. Sehingga besar kemungkinan ada wanita merdeka yang
>mengalami "gangguan" pelecehan seksual hingga sampai kepada
>pemerkosaan. Kejadian seperti ini bisa menimbulkan peperangan antar
>kabilah seandainya ternyata perempuan yang mendapatkan gangguan tsb
>adalah salah satu anggota dari kabilah2 tertentu.
>
>Jadi Rujukan pertama (I)= JILBAB BUKANLAH PAKAIAN MUSLIMAH KARENA PADA
>KENYATAANYA SEORANG WANITA DARI GOLONGAN BUDAK WALAU STATUSNYA ADALAH
>MUSLIMAH TIDAK BOLEH MEMAKAI JILBAB, KARENA FUNGSI DAN KEDUDUKAN JILBAB
>HANYA SEBATAS SIMBOL IDENTITAS SEORANG WANITA MERDEKA.
>
>Rujukan kedua (II)= PERINTAH MENGUNAKAN JILBAB TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK
>MENUTUP AURAT, DALAM HAL INI AURAT TIDAK ADA HUBUNGANYA DENGAN
>PERINTAH MEMAKAI JILBAB TERHADAP WANITA MERDEKA DI ZAMAN NABI.
>
>Chae
>
>On 6/23/06, Tampubolon, Mohammad-Riyadi <
><mailto:Mohammad-Riyadi.Tampubolon%40unilever.com>[EMAIL PROTECTED]> 
>wrote:
> >
> > Menurut anda itu atas perintah wahyu..??? Mmmmmm mungkin wahyudin ari
> > condro...
> >
> > v (^_^)
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected] 
> <ppiindia%40yahoogroups.com> [mailto:
> > <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected] 
> <ppiindia%40yahoogroups.com>] On
> > Behalf Of Ari Condro
> > Sent: Friday, June 23, 2006 3:56 PM
> > To: <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected] 
> <ppiindia%40yahoogroups.com>
> > Subject: Re: [ppiindia] Re: Kompas: Depdiknas Pembunuh
> >
> > lha itu teroris bom bali :p
> >
> > On 6/22/06, Tampubolon, Mohammad-Riyadi <
> > 
> <mailto:Mohammad-Riyadi.Tampubolon%40unilever.com>[EMAIL 
> PROTECTED]<Mohammad-Riyadi.Tampubolon%40unilever.com>>
> > wrote:
> > >
> > > Wahyu yang sudah berubah menjadi hasil olah pikir manusia mana bisa
> > > disebut wahyu...?
> > > Manusia yang mengolah wahyu sesuai hasratnya saja yang menganggap itu
> > > masih wahyu.. :-p Lalu orang yang termakan omongan orang seperti itu
> > > mau disebut sebagai apa...
> > >
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected] 
> <ppiindia%40yahoogroups.com><ppiindia%40yahoogr
> > oups.com> [mailto:
> > > <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected] 
> <ppiindia%40yahoogroups.com><ppiindia%40yahoogr
> > oups.com>] On Behalf Of
> > > Ari Condro
> > > Sent: Thursday, June 22, 2006 4:26 PM
> > > To: <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected] 
> <ppiindia%40yahoogroups.com><ppiindia%40yahoogr
> > oups.com>
> > > Subject: Re: [ppiindia] Re: Kompas: Depdiknas Pembunuh
> > >
> > > iman dan ilmu,
> > > wahyu dan akal.
> > >
> > > menurut aris, itu tidak berjalan seiring, namun wahyu harus di atas
> > > akal.
> > > meski yg dinamakan "wahyu" sudah berubah, menjadi hasil olah pikir
> > > manusia dogmatis.
> > >
> > > On 6/22/06, Nugroho Dewanto
> > > <<mailto:ndewanto%40mail.tempo.co.id>[EMAIL PROTECTED] 
> <ndewanto%40mail.tempo.co.id>
> > <ndewanto%40mail.tempo.co.id>>
> >
> > > wrote:
> > > >
> > > >
> > > > At 01:36 AM 6/22/06 -0700, you wrote:
> > > >
> > > > >Begitu pula saya, saya menyayangi Anda ilalillah, karna akidah
> > Islam.
> > > > >Karna Anda saudara saya semuslim, semua yang saya tulis dimilis,
> > > > >untuk
> > > > itu
> > > > >tanda sayang saya semuanya Insya Allah. Kritik, saran,
> > > > >nasehat-menasehati
> > > >
> > > > >adalah tanda cinta atau sayang sejati. Atau tanda benci sejati,
> > > > >tapi saya
> > > >
> > > > >memilih pilihan pertama.
> > > > >
> > > > >Saya berharap, suatu saat mas Dede berubah menerima syariat Islam
> > > > >dan
> > >
> > > > >tak
> > > >
> > > > >menolaknya lagi. Semoga Allah menyayangi Antum dan memberikan jalan
> >
> > > > >kebaikan yang diridhoi Allah. Amin salam, aris
> > > > ============
> > > >
> > > > saya menyayangi semua mahluk ciptaan Tuhan tak peduli apa agamanya,
> > > > warna kulitnya atau kebangsaannya.
> > > >
> > > > tapi sampai kapanpun saya tak akan menerima syariat islam yang
> > > > dibuat manusia di abad ke-7 diterapkan di abad
> > > > ke-21 ini.
> > > >
> > > > di abad ke-7 belum ada lampu lalu lintas --hasil akal budi
> > > > manusia-- untuk mengatur ketertiban di jalan raya. kalau anda
> > > > konsisten dengan syariat dari abad ke-7 mestinya anda tak perlu
> > > > patuhi
> > >
> > > > lampu lalu lintas. terabas saja karena itu cuma buatan manusia,
> > > > bukan ciptaan Tuhan.
> > > >
> > > > seperti argumen anda menolak demokrasi yang mengatur ketertiban
> > > > sosial
> > >
> > > > dan politik manusia, karena itu cuma buatan manusia, bukan ciptaan
> > > > Tuhan.
> > > >
> > > > semoga anda mau gunakan akal karunia tertinggi Tuhan yang membedakan
> >
> > > > manusia dengan mahluk lainnya itu.
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > > **********************************************************************
> >
> > > **
> > >
> > > ***
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > > 
> <http://groups.yahoo.com/group/ppiindia>http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > > **********************************************************************
> > > **
> > > ***
> > > __________________________________________________________
> > > __
> > > Mohon Perhatian:
> > >
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> > > otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> > > dikomentari.
> > > 3. Reading only, <http://dear.to/ppi>http://dear.to/ppi
> > > 4. Satu email perhari:
> > > 
> <mailto:ppiindia-digest%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED] 
> <ppiindia-digest%40yahoogroups.com><ppiindia-digest%40yahoogroups.com>5.
> >
> >
> > > No-email/web
> > > only: 
> <mailto:ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>[EMAIL 
> PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> > <ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>6. kembali menerima email:
> >
> > > 
> <mailto:ppiindia-normal%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED] 
> <ppiindia-normal%40yahoogroups.com><ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> > ************************************************************************
> > ***
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > 
> <http://groups.yahoo.com/group/ppiindia>http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > ************************************************************************
> > ***
> > __________________________________________________________
> > __
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> > otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> > dikomentari.
> > 3. Reading only, <http://dear.to/ppi>http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: 
> <mailto:ppiindia-digest%40yahoogroups.com>[EMAIL 
> PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>5. 
> No-email/web
> > only: 
> <mailto:ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED] 
> <ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>6. kembali menerima email:
> > 
> <mailto:ppiindia-normal%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED] 
> <ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke