Di dalam agama manapun juga selalu ada beberapa gelintir umatnya yang  Egois
salah santu contoh nyata adalah Mang Ucup karena telah memanjatkan doa; agar
tim Jerman bisa keluar sebagai juara, ini tidaklah pantes dan dianggap
sebagai pelecehan. Untuk ini saya hanya bisa bilang Amin ! Walaupun demikian
tidak ada salahnya kalau kita menganalisa dan Ngaca bareng begitu: "Apakah
Anda juga termasuk umat Egois alias sami mawon seperti si Ucup ?"

Leo Tolstoy berkata: Bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh kita hanya
dengan satu tujuan saja ialah mencapai kebahagiaan pribadi. Pascal pun
mengaminkannya, bahkan ia menambah, bahwa orang bunuh diri sekalipun
sebenarnya hanya demi kebahagiaan dan kepuasannya dia semata-mata. 

Untuk mencapai tujuan inilah kita hidup dan menghalalkan segala macam cara
upaya,  sampai kita tega untuk memanfaatkan Allah demi kepentingan diri kita
pribadi. Memang kalho sesumbar keluar sih ngakunya sebagai hamba Allah,
tetapi kenyataannya yang kebalikannya terjadi dimana kita telah menurunkan
derajat Allah menjadi PRT alias Jongos kita ! 

Kagak percaya ?! Cobalah Anda analisa sendiri isi dari sederet permohonan
doa Anda yang berjibun ? Pertama minta agar perut kita jadi kenyang kedua
minta selamat, agar semua dosa-dosa Gue diampuni dengan digarnir pemanis
basa basi dikit, bahwa Gue juga mo mengampuni dosa orang lain, walaupun
kenyataannya boro-boro bisa melupakan; untuk memaafkan orang lain azah udah
sulit banget. 

Belum lagi permohonan-permohonan lainnya, dimana kita ingin jadi kaya, ingin
lulus ujian, ingin sehat waalfiat, ingin dapat pangkat, ingin dapat pasangan
hidup yang cocok (baca caem & kaya) dan sederet permohonan-permohonan
lainnya. Maka dari itu benarlah apa yang ditulis oleh Ken Blanchard bahwa
EGO itu adalah singkatan dari "Edging God Out"! (menomor duakan atau
menyisihkan Allah).

Berkat itu bisa didefinisikan untuk semua hal-hal yang dapat membuat hidup
kita jadi nikmat, harta, kesehatan, keselamatan dst-nya. Kita "menuntut"
berkat dari Allah, karena kita merasa sebagai hamba-Nya, jadi wajarlah kalau
Ia memberikan upah kepada kita berupa berkat ! Kalau permohonan kita tidak
dikabulkan, maka kita sering ngambek dan mempertanyakan keberadaan-Nya
Allah. Kita sesumbar dan ngakunya sih sebagai hamba Allah, tetapi kalho
ditanya berapa jam sehari Lho kerja ato melakukan sesuatu untuk Allah ?
Boro-boro beberapa jam kalho udah bersedia meluangkan waktu 10 menit  azah
udah bagus tuh ! Maka dari itu sebelumnya Lho ngambek tanya dulu, apakah Lho
layak mendapatkan berkat ini ?

Kita ini dilahirkan sebagai umat Egois, begitu kita brol di dunia ini, kita
sudah menuntut agar semua kebutuhan kita dilayani, kalho tidak terkabulkan
pasti kita akan menangis. Begitu juga pada masa kanak-kanak, kita ngambek,
bahkan terkadang menilai, bahwa ortu kita tidak sayang ama kita, karena
permohonan kita tidak dikabulkan, walaupun sebenarnya mereka lebih tahu apa
yang baik dan apa yang tidak baik bagi anaknya. 

Sifat manja dan sifat kekanak-kanakan tsb  masih tetap terbawakan terus
hingga kita dewasa; yang beda hanya sang pemeran pelengkap penderitanya
saja, kalau dahulu ortu kita, sekarang digantikan oleh Allah. Kita mencari
pengganti ortu yang bisa melayani, melindungi kita, maklum Jongos dirumah
baca "Ortu" udah bisa dipensiun, jadi wajarlah kalho kita butuh jongos baru
begitu ! 

Menurut Sigmund Freud manusia ini menciptakan agama dan illah itu sebenarnya
sebagai pengganti orang tua kita dengan harapan agar semua kebutuhkan kita
bisa terpenuhi. Ah moso sih ? Tanyalah kepada diri sendiri, kapankah kita
berdoa semakin rajin dan semakin khusuk, pada umumnya kalho ada maunya. Dan
tidak bisa dipungkiri kebanyakan orang menjadi semakin religius, apabila ia
sakit atau sedang kena musibah. Oleh sebab itulah kita lebih senang menyebut
Allah dengan panggilan  nama Bapa, agar lebih familier begitu.

Sebagai orang beragama seharusnya kita mau mengakui dan dapat menerima agar
kehendak-Nya  saja yang terjadi, maklum Ia kann Big Boss kita, tetapi
kenyataannya pada saat kehendak-Nya terjadi kita ngambek dan tidak bisa
menerima, karena tidak sesuai dengan keinginan maupun kehendak kita !

Apakah gempa bumi, meletusnya gunung ataupun Tsunami itu hasil dan
kehendaknya si setan ? Saya yakin tidak sebab Allah tidak bisa diperintah
oleh siapapun juga, sedangkan si setan tidak mempunyai kekuasaan maupun
kemampuan untuk melakukan ini. Jadi jelas semuanya ini adalah kehendak-Nya
oleh sebab itulah seharusnya kita bilang "Tenkyu dan Amin" azah kagak banyak
tanya ini maupun itu, bahkan yang lebih kurang ajar lagi dimana kita ingin
menggugat maupun menyalahkan Dia ! Kenapa kagak sekalian nge-demo Allah azah
!

Jadi sebenarnya kita ini masih seperti anak kecil dan secara rohani belum
dewasa. Kita ingin dilayani terus-menerus; merengek ataupun ngambek apabila
permohonan kita tidak dikabulkan, walaupun di dalam Doa sih kita komat-kamit
"Biarlah kehendak-Mu terjadi", tetapi wajarlah itu kan namanya juga sekedar
basa-basi ato rayuan gombal pemanis doa eh pemanis bibir ato lip-service
azah, Allah juga senang kok dirayu dan dipuji !

Kita ini sebenarnya udah jadi pengidap Narsis Rohani berat, dimana kita
menuntut agar kehendak Gue saja yang kudu terjadi sedangkan Allah adalah
hambanya Gue.  Jadi wajarlah kalho Dia kudu selalu mau mengabulkan
permohonan Gue. Kita merasa seakan-akan diri kita ini lebih tinggi daripada
Sang Pencipta dan ini namanya udah dosa berat tuh, karena ini berarti
menghujat Allah.

Walaupun demikan mang Ucup mo belajar untuk merobah pola hidup saya, dimana
Tuhan tidak akan di nomor duakan lagi dan arti kata EGO (Edging God Out =
Tuhan disisihkan) dirobah menjadi EGO (Exalting God Only = Hanya Tuhan saja
yang dimuliakan) - Amin 

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke