mang ucup, ada salah satu ucapa Sigmund F yg cukup lucu tapi kadang logis: Religion... comprises a system of wishful illusions together with a disavowal of reality, such as we find in an isolated form nowhere else but in amentia, in a state of blissful hallucinatory confusion
--- In [email protected], "MANG UCUP" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Di dalam agama manapun juga selalu ada beberapa gelintir umatnya yang Egois > salah santu contoh nyata adalah Mang Ucup karena telah memanjatkan doa; agar > tim Jerman bisa keluar sebagai juara, ini tidaklah pantes dan dianggap > sebagai pelecehan. Untuk ini saya hanya bisa bilang Amin ! Walaupun demikian > tidak ada salahnya kalau kita menganalisa dan Ngaca bareng begitu: "Apakah > Anda juga termasuk umat Egois alias sami mawon seperti si Ucup ?" > > Leo Tolstoy berkata: Bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh kita hanya > dengan satu tujuan saja ialah mencapai kebahagiaan pribadi. Pascal pun > mengaminkannya, bahkan ia menambah, bahwa orang bunuh diri sekalipun > sebenarnya hanya demi kebahagiaan dan kepuasannya dia semata-mata. > > Untuk mencapai tujuan inilah kita hidup dan menghalalkan segala macam cara > upaya, sampai kita tega untuk memanfaatkan Allah demi kepentingan diri kita > pribadi. Memang kalho sesumbar keluar sih ngakunya sebagai hamba Allah, > tetapi kenyataannya yang kebalikannya terjadi dimana kita telah menurunkan > derajat Allah menjadi PRT alias Jongos kita ! > > Kagak percaya ?! Cobalah Anda analisa sendiri isi dari sederet permohonan > doa Anda yang berjibun ? Pertama minta agar perut kita jadi kenyang kedua > minta selamat, agar semua dosa-dosa Gue diampuni dengan digarnir pemanis > basa basi dikit, bahwa Gue juga mo mengampuni dosa orang lain, walaupun > kenyataannya boro-boro bisa melupakan; untuk memaafkan orang lain azah udah > sulit banget. > > Belum lagi permohonan-permohonan lainnya, dimana kita ingin jadi kaya, ingin > lulus ujian, ingin sehat waalfiat, ingin dapat pangkat, ingin dapat pasangan > hidup yang cocok (baca caem & kaya) dan sederet permohonan-permohonan > lainnya. Maka dari itu benarlah apa yang ditulis oleh Ken Blanchard bahwa > EGO itu adalah singkatan dari "Edging God Out"! (menomor duakan atau > menyisihkan Allah). > > Berkat itu bisa didefinisikan untuk semua hal-hal yang dapat membuat hidup > kita jadi nikmat, harta, kesehatan, keselamatan dst-nya. Kita "menuntut" > berkat dari Allah, karena kita merasa sebagai hamba-Nya, jadi wajarlah kalau > Ia memberikan upah kepada kita berupa berkat ! Kalau permohonan kita tidak > dikabulkan, maka kita sering ngambek dan mempertanyakan keberadaan-Nya > Allah. Kita sesumbar dan ngakunya sih sebagai hamba Allah, tetapi kalho > ditanya berapa jam sehari Lho kerja ato melakukan sesuatu untuk Allah ? > Boro-boro beberapa jam kalho udah bersedia meluangkan waktu 10 menit azah > udah bagus tuh ! Maka dari itu sebelumnya Lho ngambek tanya dulu, apakah Lho > layak mendapatkan berkat ini ? > > Kita ini dilahirkan sebagai umat Egois, begitu kita brol di dunia ini, kita > sudah menuntut agar semua kebutuhan kita dilayani, kalho tidak terkabulkan > pasti kita akan menangis. Begitu juga pada masa kanak-kanak, kita ngambek, > bahkan terkadang menilai, bahwa ortu kita tidak sayang ama kita, karena > permohonan kita tidak dikabulkan, walaupun sebenarnya mereka lebih tahu apa > yang baik dan apa yang tidak baik bagi anaknya. > > Sifat manja dan sifat kekanak-kanakan tsb masih tetap terbawakan terus > hingga kita dewasa; yang beda hanya sang pemeran pelengkap penderitanya > saja, kalau dahulu ortu kita, sekarang digantikan oleh Allah. Kita mencari > pengganti ortu yang bisa melayani, melindungi kita, maklum Jongos dirumah > baca "Ortu" udah bisa dipensiun, jadi wajarlah kalho kita butuh jongos baru > begitu ! > > Menurut Sigmund Freud manusia ini menciptakan agama dan illah itu sebenarnya > sebagai pengganti orang tua kita dengan harapan agar semua kebutuhkan kita > bisa terpenuhi. Ah moso sih ? Tanyalah kepada diri sendiri, kapankah kita > berdoa semakin rajin dan semakin khusuk, pada umumnya kalho ada maunya. Dan > tidak bisa dipungkiri kebanyakan orang menjadi semakin religius, apabila ia > sakit atau sedang kena musibah. Oleh sebab itulah kita lebih senang menyebut > Allah dengan panggilan nama Bapa, agar lebih familier begitu. > > Sebagai orang beragama seharusnya kita mau mengakui dan dapat menerima agar > kehendak-Nya saja yang terjadi, maklum Ia kann Big Boss kita, tetapi > kenyataannya pada saat kehendak-Nya terjadi kita ngambek dan tidak bisa > menerima, karena tidak sesuai dengan keinginan maupun kehendak kita ! > > Apakah gempa bumi, meletusnya gunung ataupun Tsunami itu hasil dan > kehendaknya si setan ? Saya yakin tidak sebab Allah tidak bisa diperintah > oleh siapapun juga, sedangkan si setan tidak mempunyai kekuasaan maupun > kemampuan untuk melakukan ini. Jadi jelas semuanya ini adalah kehendak-Nya > oleh sebab itulah seharusnya kita bilang "Tenkyu dan Amin" azah kagak banyak > tanya ini maupun itu, bahkan yang lebih kurang ajar lagi dimana kita ingin > menggugat maupun menyalahkan Dia ! Kenapa kagak sekalian nge-demo Allah azah > ! > > Jadi sebenarnya kita ini masih seperti anak kecil dan secara rohani belum > dewasa. Kita ingin dilayani terus-menerus; merengek ataupun ngambek apabila > permohonan kita tidak dikabulkan, walaupun di dalam Doa sih kita komat-kamit > "Biarlah kehendak-Mu terjadi", tetapi wajarlah itu kan namanya juga sekedar > basa-basi ato rayuan gombal pemanis doa eh pemanis bibir ato lip-service > azah, Allah juga senang kok dirayu dan dipuji ! > > Kita ini sebenarnya udah jadi pengidap Narsis Rohani berat, dimana kita > menuntut agar kehendak Gue saja yang kudu terjadi sedangkan Allah adalah > hambanya Gue. Jadi wajarlah kalho Dia kudu selalu mau mengabulkan > permohonan Gue. Kita merasa seakan-akan diri kita ini lebih tinggi daripada > Sang Pencipta dan ini namanya udah dosa berat tuh, karena ini berarti > menghujat Allah. > > Walaupun demikan mang Ucup mo belajar untuk merobah pola hidup saya, dimana > Tuhan tidak akan di nomor duakan lagi dan arti kata EGO (Edging God Out = > Tuhan disisihkan) dirobah menjadi EGO (Exalting God Only = Hanya Tuhan saja > yang dimuliakan) - Amin > > Mang Ucup > Email: [EMAIL PROTECTED] > Homepage: www.mangucup.org > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

