Bagi yang mau bergabung demo, silahkan!
Bagi yang tidak mau demo, tapi ingin menghindari
kemacetan lalu lintas, perlu baca juga karena rute dan
lokasi demo sudah jelas di bawah!
Bagi wartawan yang mau mewawancarai organizer demo, di
sini jelas nama dan nomor HP-nya!
Bagi polisi yang mau menangkap aktivisnya, juga sudah
jelas!

Ini betul-betul demo yang profesional. SEmuanya
terencana dan terdata jelas!

Hidup rakyat!
Satrio


=================================================
--- DPN SRMK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Ayo hadiri aksi bersama Kaum Miskin Kota (SRMK) dan
Sektor rakyat lainnya
Rezim SBY-Kalla :
GAGAL
MENSEJAHTERAKAN RAKYAT !!!
Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK),
Serikat Pengamen Merdeka (SPM),
Laskar Pemuda Rakyat Miskin (LPRM),
Posko Perjuangan Rakyat Miskin (POPRAM)
dgn Massa :2000
Massa sektor rakyat lainnya : 500
Humas
0817.536.137 (Marlo Sitompul-Ketum SRMK)
081807570703 (Zainal Abidin—Ketum LPRM)
0866979691 (Beni Napitupulu Pjs.Ketum SPM)
0813.111.78146 (Dika M.N Div.Humas & Publikasi POPRAM)
W A R T A    P O S K O
EDISI VII
 
CARI DUIT MAKIN SULIT; HARGA-HARGA TERUS NAIK; PELUANG
KERJA MAKIN SEMPIT; AYO BERSATU ! 
TUNTUT TANGGUNG JAWAB SBY-KALLA !
 
Saat ini, negeri-negeri kaya yang menerapkan sistem
KAPITALIS sedang mengalami kebangkrutan. Semakin
sempitnya peluang kerja, gaji yang tidak sesuai,
sampai meningkatnya masalah pengangguran serta
bangkrutnya perusahaan-perusahaan besar memang telah
menjadi pemandangan yang biasa. Untuk mengatasi
keadaan tersebut ekonom-ekonom mereka membuat sistem
ekonomi baru yang disebut: NEOLIBERALISME . 
Sudah banyak diberitakan oleh berbagai media bahwa
cara kerja dari sistem ekonomi baru tersebut selalu
saja merugikan dan mengorbankan nasib sebagian besar
rakyat miskin di mana-mana. Lalu bagaimana sistem
ekonomi tersebut berlaku di Indonesia, apakah
pemerintahan SBY-Kalla menerapkan-nya? Bagaimana nasib
rakyat Indonesia di bawah sistem ekonomi tersebut?
Hutang dan pengawasan ekonomi lewat IMF (Dana Moneter
Internasional), Bank Dunia dan WTO (organisasi
Perdagangan Dunia) adalah cara sistem tersebut
mememeras rakyat di negeri-negeri berkembang seperti
Indonesia. 
Masih di ingat dalam pikiran kita, menjelang pemilihan
umum, SBY-KALLA, begitu gencar menebarkan janji-janji
perubahan. Rakyat cilik dijanjikan akan diperhatikan
nasibnya sehingga menjadi sejahtera. Sekarang hampir
dua tahun sudah SBY-KALLA memimpin negeri ini,
nyatanya, cara SBY-KALLA memerintah bukannya membuat
ekonomi rakyat makin sejahtera justru sebaliknya malah
menambah sengsara rakyat, keadaan ekonomi rakyat tidak
meningkat, tidak membaik. 
Rakyat semakin tak punya daya beli karena
pendapatannya rendah, sulit mencari uang, sementara
rakyat sulit mencari nafkah/pekerjaan, dan uang
semakin sulit dicari Tapi orang-orang yang mencuri
uang besar-besaran dengan korupsi, menyelewengkan uang
dan harta negara, masih saja dibiarkan, tak ada
penyelesaian¾yang diadili cuma yang recehan, atau
pura-pura diadili lalu dibebaskan, atau dihukum
ringan, atau malah sama sekali tak diutak-utik. 
          Itu lah yang tejadi bila pemerintah
melepaskan diri dari tanggung jawabnya untuk
menegakkan hukum dan memenuhi kebutuhan pokok
rakyatnya. Kekayaan yang seharunya dikelola dan dapat
menjadi pemasukan besar, seperti minyak bumi, barang
tambang, dan lain-lain, malah diserahkan begitu saja
pada pihak swasta (asing). Sumberdaya alam dan
kekayaan bangsa lebih banyak dinikmati oleh
orang-orang asing ketimbang masuk ke kas negara kita. 
Uang yang dahulunya dijatahkan untuk membantu rakyat
miskin  (dalam bentuk subsidi) agar Bensin Murah,
Minyak Tanah Murah, Beras Murah, Kesehatan/Obat-obatan
Murah, Pendidikan Murah, Perumahan Murah, Listrik
Murah dan lain sebaginya, satu demi satu dicabut, tak
dijatahkan lagi untuk membantu atau mensubsidi rakyat
miskin, subsidi satu demi satu dicabut. Akibatnya
biaya hidup menjadi mahal, tak terjangkau dan terus
memberatkan beban ekonomi rakyat.
Rakyat dibiarkan banting tulang sendiri tanpa bantuan
pemerintah, padahal pendapatan rakyat tak mencukupi,
dan mencari nafkah/pekerjaan susah, mencari uang
susah¾terutama bagi pemuda/i yang sekarang sulit
mencari pekerjaan.  Subsidi untuk rakyat miskin
dicabut karena, kata pemerintah, itu pemborosan dan
membuat rakyat malas¾rakyat tidak malas, rakyat lebih
rajin dari orang kaya dan pejabat, tapi memang cari
uang dan nafkah/pekerjaan itu susah, dan pemerintah
lepas tangan, tak mau membantu rakyat yang sedang
susah. 
Tapi bila membantu orang-orang kaya, yaitu membantu
para pemilik bank yang bangkrut, gampangnya bukan
main, mereka diberi bantuan yang namanya BLBI (bantuan
Likuiditas Bank Indonesia), yaitu bantuan dari
pemerintah/Bank Indonesia agar bank-bank yang bangkrut
bisa punya uang lagi dan bisa berusaha lagi¾padahal
sebagian besar dari pemilik bank itu tidak membayar
kembali uang pinjaman tersebut dan, walaupun tidak
membayar utangnya kepada pemerintah, walaupun banyak
uangnya yang dibawa kabur, atau tak jelas kenapa tak
bisa bayar pinjaman pemerintah/Bank Indonesia, mereka
banyak yang tidak diadili. 
Juga pemerintah dengan gampangnya membayar utang luar
negeri sebanyak puluhan trilyun rupiah sehingga banyak
menghabiskan uang negara kita (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara/APBN)¾padahal waktu negara kita
meminjamnya dari luar negeri tujuannya adalah untuk
dipakai mensejahterakan rakyat miskin, bahkan para
penasihat pembangunannya pun berasal dari
lembaga-lembaga asing yang meminjamkan uang tersebut
(yaitu penasihat-penasihat asing dari lembaga-lembaga
keuangan dan pembangunan asing/dunia, seperti Dana
Moneter Internasional dan Bank Dunia).
Kenyataannya: rakyat tidak makin sejahtera dengan
adanya para penasihat asing itu; para penasihat
keuangan dan pembangunan dari badan-badan luar negeri
tersebut tak becus menasihati negara kita untuk
mensejahterakan rakyatnya, tapi tetap saja mereka
menuntut utangnya dibayar oleh kita. Dan negara kita
manut saja pada keinginan para rentenir asing itu.
Para pejabat negara kita manut saja bukan karena bodoh
tapi karena bila ada utang mereka bisa meng-korup uang
utangnya (30% uang utang luar negeri kita dikorup
mereka). Pemerintah SBY-JK memang kaki-tangannya,
bonekanya, para pemilik bank dan RENTENIR ASING.
Pemberian program BLT (selain tidak merata) ternyata
tidak membuat rumah tangga miskin menjadi sejahtera,
rumah tangga miskin yang telah menerima program BLT
PUN tetap menjadi miskin. Dan parahnya, BLT tidak
sanggup mengatasi kebutuhan akan SEMBAKO yang semakin
naik harganya. Setelah BBM dinaikan, Harga-harga
SEMBAKO tiba-tiba melonjak cukup tinggi dan membuat
beban ekonomi rumah tangga semakin berat.
Program atau upaya memberikan pendidikan gratis hingga
SMP oleh pemerintah SBY-KALLA terbukti bohong.
Buktinya, sebagian besar TK, SD, dan SMP masih
memungut biaya dari murid, dan program pendidikan
gratis ini tidak menggratiskan seluruh biaya
pendidikan (transportasi, buku-buku, asrama, pakaian
seragam dan sebagainya tidak digratiskan). Selain itu
juga, lulusan SMP, bahkan lulusan SMA pun, bila
dilihat dari kepandaiannya, sebenarnya belum pantas
untuk masuk ke dalam lapangan pekerjaan yang layak,
apalagi turut membantu membangun perindustrian
nasional yang modern yang dapat mengatasi kemiskinan,
mereka belum bisa dengan segera dijadikan modal
bangsa.
Meski teknologi kedokteran untuk mengatasi segudang
penyakit yang sering menimpa rakyat miskin sudah lama
ada, nyatanya di sana-sini masih saja kita saksikan
anak-anak dari keluarga miskin yang terserang gizi
buruk, demam berdarah, muntaber, dan polio. Kemudian
kita juga masih banyak mendengar dari para tetangga
kampung; tentang keluarga miskin yang kesulitan dalam
mendapatkan layanan kesehatan gratis, meski SBY-KALLA
telah mengeluarkan kebijakan kesehatan Gratis.  
Selain itu: sekarang ini, terutama di kampung-kampung
kumuh kota-kota besar, selalu ada ancaman penggusuran;
rumah rakyat miskin tinggal menunggu waktu saja untuk
digusur. Pembangunan modern (yang tidak memperhatikan
rakyat miskin) selalu pertama-tama menggusur tempat
tinggal rakyat miskin. Kita tahu bahwa PEMDA  beserta
pemerintah pusat telah bersepakat dengan
lembaga-lembaga keuangan dan pembangunan asing
(seperti Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia)
untuk melaksanakan kebijakan KOTA TANPA PEMUKIMAN
KUMUH (City Without Slump). Dalam prakteknya nanti, di
Jakarta atau kota-kota besar lainnya tidak boleh ada
lagi pemukiman-pemukiman kumuh.
Persoalan lain yang juga memberatkan orang miskin
adalah terlalu mahal dan sulitnya dalam mendapatkan
layanan administrasi kependudukkan (KTP, KK, AKTE
LAHIR, DAN AKTE PERKAWINAN). Oleh karena itu sudah
saatnya kita bangkit berjuang untuk menuntut :
 
<!--[if !supportLists]-->1.     <!--[endif]-->SEMBAKO
MURAH (dengan Subsidi Negara);
<!--[if !supportLists]-->2.    
<!--[endif]-->PERPANJANG PROGRAM BLT DAN RATAKAN
PEMBERIAN BLT UNTUK SELURUH RUMAH TANGGA MISKIN;
<!--[if !supportLists]-->3.    
<!--[endif]-->PERUMAHAN MURAH YANG LAYAK DAN SEHAT
(rumah susun          harus ditambah); 
<!--[if !supportLists]-->4.     <!--[endif]-->TIDAK
ADA PENGGUSURAN. Harus ada Jaminan hukum bahwa warga
dapat bertempat tinggal dimana pun di Indonesia; 
<!--[if !supportLists]-->5.    
<!--[endif]-->PELAYANAN KESEHATAN GRATIS: kesehatan
semua golongan harus di-gratis-kan, dari mulai
pemeriksaan, tindakan dokter, rawat inap, operasi,
sampai obat-obatan;
<!--[if !supportLists]-->6.     <!--[endif]-->HARUS
ADA JAMINAN MAKANAN BERGIZI BAGI ANAK-ANAK (hingga
usia 12 tahun). Maksudnya agar tidak terjadi lagi
kasus gizi buruk yang sekarang sedang marak, karena
Posyandu tidak bisa diharapkan, jumlahnya sedikit dan
pelaksanaannya terlalu          lama (2 minggu
sekali); 
<!--[if !supportLists]-->7.    
<!--[endif]-->PENDIDIKKAN GRATIS HARUS DIBERIKAN
SAMPAI TINGKAT PERGURUAN TINGGI, SAMPAI TINGKAT
UNIVERSITAS. Pendidikan harus dianggap sebagai alat
dan cara agar rakyatnya bisa pandai dan mampu
menghilangkan kemiskinannya, bisa mensejahterakan/
memakmurkan bangsanya; 
<!--[if !supportLists]-->8.    
<!--[endif]-->PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKKAN
SECARA GRATIS         (KTP, KK, Akte Lahir, Akte
Perkawinan); 
<!--[if !supportLists]-->9.     <!--[endif]-->Lapangan
Kerja dengan gaji yang layak;
Untuk mengatasi semua persoalan pokok diatas, sudah
saatnya pemerintah membangun INDUSTRIALISASI NASIONAL
yang modern dan yang dimiliki/diawasi/dijalankan oleh
rakyat (banyak) Indonesia sendiri. 
 
Landasan untuk membangun industrialisasi nasional yang
modern adalah: 
Alih-teknologi dikembangkan/dimajukan; 
<!--[if !supportLists]-->2.    
<!--[endif]-->Upah/gaji/pendapatan masyarakat dengan
SEGERA harus dinaikan batas minumnya (Rp.1.250.000,-
tanpa kena pajak dan tanpa potongan jaminan sosial); 
Jaminan sosial (terutama kesehatan/obat-obatan dan
pendidikan sampai tingkat universitas) harus
di-gratis-kan; 
modal/teknologi produksi dan harga hasil produksi
petani harus disubsidi; 
Usaha rakyat yang masih kecil-kecil digabungkan dan
modal/teknologinya disubsidi; 
Perbaikan lingkungan (yang sudah banyak yang rusak)
agar bisa kembali digunakan untuk kesejahteraan
rakyat; 
Ekonomi dan produksi harus bisa diawasi/dikontrol
langsung oleh rakyat sejak di tingkat kampung (maupun
oleh lingkungannya) hinga tingkat nasional; 
dan lain sebagainya. 
 
Sedangkan pembiayaan/pendanaan untuk Industrialisasi
Nasional yang modern: 
Tolak pembayaran utang (karena pembayaran utang
membuat negara/APBN tidak mampu mensejahterakan
rakyatnya lagi); atau batalkan utang-utang yang tidak
syah (baik selama masa kediktatoran Sieharto maupun
hingga sekarang);
Adili dan sita harta-harta koruptor sejak berdirinya
Orde Baru (sejak tahun 1966); 
Nasionalisasikan perusahaan-perusahaan pertambangan,
dan perusahaan-perusahaan vital bagi kepentingan
publik lainnya yang dimiliki/dikuasai oleh modal asing
(dan, setelah itu, dipertimbangkan lagi yang bisa
dikontrak ulang); dalam kontrak ulang, bagi hasilnya
85 sampai 90% (untuk rakyat Indonesia) dan 10 sampai
15% (untuk modal asing), serta harus mencantumkan
alih-teknologi; 
Pajak usaha/ pendapatan/ kekayaan progresif (makin
besar penghasilan/ pendapatan maka makin besar pula
pajaknya) (yang berpenghasilan di bawah Rp.4.000.000,-
tidak dikenakan pajak); 
Dan lain sebagainya
 
JANGAN TUNGGU LAGI, SEGERA BERGABUNG DAN BERJUANG
 
TANGGAL 29 JUNI, 2006; PUKUL 08.00 SUDAH BERKUMPUL
 
DIKAMPUNG MASING-MASING, UNTUK MENUJU MENKOKESRA,
ISTANA,
 
DAN GUBERNUR.
 
WARTA POSKO adalah terbitan berkala yang dikeluarkan
oleh POSKO PERJUANGAN RAKYAT MISKIN. POSKO ini
terbentuk berkat kerja-sama Serikat Rakyat Miskin Kota
(SRMK), Laskar Pemuda Rakyat Miskin (LPRM), Serikat
Pengamen Merdeka (SPM), dan Sanggar Belajar Rakyat
Msikin Kota (SBRMK). WARTA POSKO direncanakan terbit 2
minggu sekali sebagai media informasi dan komunikasi
antar sesama warga (masyarakat) dalam menyebarkan
gagasan-gagasan yang berpihak pada rakyat miskin,
cinta demokrasi dan anti penghisapan manusia terhadap
manusia (Exploilatar I’LL long par I’ long).
Redaksi menerima segala tulisan berupa artikel,
kritik, caci-maki dan segala hujat maupaun arahan
selama tidak menyimpang dengan garis perjuangan
sebagaimana telah ditetapkan, serta dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah (akal sehat) pada
perjuangan demokrasi ekonomi politik dan sosial
budaya.
 
Alamat Redaksi :
Jl. Kampung Guji Baru Rt 004/002 No 19 Kel. Duri Kepa
Kec. Kebon Jeruk Jakareta 11510 Telp : 021 928.59600
Email : [EMAIL PROTECTED] /
[EMAIL PROTECTED]
Alamat Posko Cabang:
 
Posko Pengaduan Jakarta Barat 
 
- Kecamatan Kebun Jeruk                 : Jl.Kampung
Guji Baru Rt 04/Rw 02, No.19, Kel Duri Kepa, Kec.
Kebun Jeruk Jakarta 11510 Telp : (021) 92859600
Cp : 081316358923 (Robi), 081384531656 (Rio),    
081314590286 (Andi).  
 
- Kecamatan Cengkareng            : Jl. Persada
Pinggir Kali  Rt 004/Rw 04 No.19, Kel Rawa Buaya  Kec
Cengkareng Jakarta barat Cp : 081807570703 (Zaenal) 
081315946665 (Maesaroh).
 
- Kecamatan Tambora                : 081511321710
(Yanuar Gantenk) / 0813.81146669 (Iwan)
 
            Posko Pengaduan Jakarta Utara 
 
- Kecamatan Cilincing                         :
Jl.Tanah Merdeka Rt 12/Rw 12 Kel Kali Baru Kec
Cilincing 
  CP: 021-68623365 (Hendry)/ 081384134592 (Dedy)
Posko Pengaduan Jakarta Timur 
 
- Kecamatan Pulo Gadung                       : Jl.
Pedongkelan Rt 07/Rw 15 Kel. Kayu Putih Kec.  
  Pulogadung  08882609512 (Lamun)
 
Posko Pengaduan Jakarta Selatan         
- Kecamatan Cilandak Barat                    : Jl.
Tridarma Raya Kamp. Pulo Rt 003/06 Kel. 
  Pondok Labu Cilandak Barat Telp : 021-7695794
 
Penaggung Jawab 
Marlo Sitompul
 
Dewan Redaksi 
Marlo Sitompul, Sukandar, Zainal Abidin, Robik
Maulana, Imam CS
 
Editor
Dika MN, Daniel IK
 
Kontributor Basis
Hendry Anggoro, Toro, Agus Susanto, Nur Panjul, 
Nasrulah, Andi Begik, Ami, Lindung, Arifin, Agus
Sutrisno.
 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke