masalah manusia pindah agama, entah itu kristen ke islam 
atau islam ke kristen adalah hal yg manusiawi menurut saya...
itu adalah hak sepenuhnya yg menjalani, mau rugi atau tidaknya 
juga dia yg mengalami.
jadi tidak pernah ada gunanya mengganti2/ memaksa orang 
lain utk mengikuti agama yg kita anut, biarkanlah semua agama 
berjalan masing2 dengan penuh toleransi tanpa memaksa/ 
mengancam satu sama lain...

jualan kecap kristen ala salah satu sekte di indonesia, berjalan 
dengan sgt gencar dan kadang kurang ajar...mereka memang 
banyak memberikan iming2 segala macam utk mendapatkan 
pengikut...dan orang2 seperti mereka inilah yg sering membuat 
keruh suasana...bahkan banyak menganggu pengikut kristen yg 
lain...
karena mereka menganggap bahwa mendapatkan umat baru 
berarti menyelamatkan org tersebut dari api neraka...nyambung 
gak sich...

hhihihi....


--- In [email protected], "rio_armando89" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Setuju sama mas KM,
> Kristen maupun Islam memang bukan budaya asli bangsa 
Indonesia. So,
> baik kristenisasi maupun islamisasi adalah sah2 saja 
asalkan tidak
> disertai dengan kekerasan. Cuma masalahnya apakah hal ini 
bisa
> diterima oleh kaum fundies di kedua belah pihak?
> 
> Kaum fundies di kristen maupun islam itu ibarat 2 penjual 
kecap yang
> sedang berlomba2 utuk memasarkan dagangannya. 
> 
> Namun, posisi penjual kecap cap 'kristen' vs. cap 'islam' saat 
ini
> adalah 1-0. Buktinya, kristenphobia dengan slogan 
'kristenisasi ala 1
> dus indomie' laku keras di kalangan fundies kedua (bisa 
disaksikan
> dimilis2 ini). 
> 
> Sebaliknya bila ada cerita/hoax seperti padre/pendeta 
memeluk islam,
> mantan suster Irene Handono, Artis2 pindah islam malah 
dibesar2kan dan
> kalo perlu disorot tv sekalian.
> 
> Di sisi lain, fundies yang pertama bermain lebih elegan yaitu 
dengan
> diplomasi. Namun, tidak sedikit juga yang memanfaatkan trik2 
diatas
> demi menebalkan kocek. Isu2 seperti anak buya hamka 
masuk kristen-lah,
> mantan kyai pindah kristen, dsb sudah menjadi makanan 
beberapa kaum
> fundies kristen untuk menaikan pamornya diatas kristen2 
lainnya. Wong,
> satu-satunya paramenter yang diimani oleh kaum fundies tsb 
demi
> membuktikan kuasa Tuhan hadir di gereja-nya adalah berapa 
banyak jiwa
> yang sudah berhasil dikonvertkan :)
> 
> Well, selamat datang di negeri kecap hehehe...
> 
> 
> 
> 
> Salam,
> RIO
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Kartono Mohamad" 
<kmjp47@> wrote:
> >
> > Ikut nimbrung:
> > Kristenisasi, yang lebih diartikan sebagai mengajak orang 
Islam untuk
> > menjadi Keristen sering dihembuskan oleh tokoh Islam, 
meskipun di
> sisi lain
> > Islam juga ingin dan selalu berusaha mengajak orang 
agama lain (termasuk
> > Keristen) untuk masuk Islam. Hal ini tidak hanya terjadi di
> Indonesia tetapi
> > juga di Eropa dan Amerika.
> > Di Indonesia agama sudah dijadikan alat politik dan 
dijadikan urusan
> negara.
> > Sehingga soal mengakui suatu agama menjadi agama 
"resmi" lebih bernuansa
> > politik. Buktinya mengapa Kong Hu Cu (yang oleh Cina 
sendiri tidak
> dianggap
> > sebagai agama) sekarang diakui sbg agama resmi 
Indonesia. Mengapa tidak
> > sejak dulu-dulu? Bukankah KHC sudah hadir di Indonesia 
sejak kedatangan
> > masyarakat China ke Indonesia beratus tahun yang lalu? 
Pengakuan KHC
> sebagai
> > agam resmi baru-baru ini jelas lebih bernuansa politik 
daripada kepada
> > konsistensi terhadap gagasan meresmikan agama di 
Indonesia dan definisi
> > agama yang dibuat oleh pemerintah Indonesia.
> > Akibat terlalu bernuansa politik, dan dibayangi oleh 
tekanan-tekanan
> dari
> > mereka yang menggunakan agama sebagai alat politik, 
maka yang diakui di
> > Indonesia hanya lima (kini jadi enam termasuk KHC). 
Anehnya, semua yang
> > diakui adalah agama yang dibawa orang asing ke 
Indonesia. Sementara
> agama
> > yang sudah ada sejak sebelum kedatangan agama asing, 
tidak dianggap
> lagi.
> > Padahal katanya kita ingin mempertahankan identitas 
Indonesia dari
> > pengaruh-pengaruh asing. Termasuk pengaruh Timur 
Tengah. Selamat
> berdiskusi.
> > KM
> >  
> > -------Original Message-------
> >  
> > From: [email protected]
> > Date: 06/27/06 17:18:28
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: Balasan: [ppiindia] Re: Konghuchu diakui 
sebagai Â"agama
> > resmiÂ" . Bagaimana den
> >  
> > Bung Alvin....
> > justru yang sering terdengar adalah 'kristenisasi' dan 
bukannya
> 'islamisasi'
> > .bagaimana anda bisa mengatakan islam melakukan 
infiltrasi, kalo orang
> > kristen yang melakukannya? itu memang iya..lihat yang 
terjadi di
> aceh, belum
> > lagi di daerah2lainnya.
> > islam masuk ke negeri ini melalui cara yang damai dengan 
disebarkan oleh
> > pedagang2persi sedangkan kristen didoktrinkan oleh 
penjajah yang merusak
> > bangsa ini selama berabad - abad..
> > 
> > Alvin Daniel <alvindaniel_net@> wrote: agama asli memang 
sedikit2
> > hilang, hal ini diakibatkan oleh 
> > agresi dan infiltrasi agama2 islam dan kristen ke daerah yg 
> > belum terjangkau agar pengikut 2 sekte ini kian banyak...of 
> > course banyak latar belakang poltisnya daripada sosialnya.
> > lihat saja orang indian, yg sudah dibantai habis2an oleh 
militan 
> > negara spanyol dan portugis menyebarkan katolik...
> > itulah mengapa agama2 semit tidak pernah akur karena 
mereka 
> > hobby sekali melakukan agresi dan expansi utk membuat 
orang 
> > lain seagama dgn mereka.
> > 
> > --- In [email protected], Samsidar Situmorang 
> > <samsid4r@> wrote:
> > >
> > > wah, berarti selama ini berarti agama asli berangsur2 
hilang, 
> > apalagi nenek moyang kita kan dijajah lama oleh Belanda 
yang 
> > membawa agama kristen dan Portugis yang membawa 
ajaran 
> > katolik...
> > > aduuh, kasihan pemeluk agama yang asli..
> > > 
> > > RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@> menulis:
> > > Setujuuuu, dalam arti, tiap penganut agama yakin, 
> > agamanya berasal 
> > > dari Tuhan, dan tidak memproklamasikan kepada semua, 
> > semua penganut 
> > > harus mengakui hanya ada satu agama yang berasal dari 
> > Tuhan. Ini 
> > > beda lhoo
> > > 
> > > Salam
> > > 
> > > Danardono
> > > 
> > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" 
> > <linadahlan@> 
> > > wrote:
> > > >
> > > > Kesadaran Bhinneka Tunggal Ika memang harus 
> > dibangkitkan tapi
> > > > Anggapan hanya ada satu agama yang berasal dari 
Tuhan 
> > tak usah 
> > > > dilawan. Biarin saja anggapan2 seperti itu. Toh masing2 
> > didalam 
> > > hati 
> > > > penganut suatu agama akan punya keyakinan spt itu. 
> > Karena itulah 
> > > > mengapa mereka beragama A dan B. Kalu dilawan itu 
> > artinya 
> > > diajarkan 
> > > > untuk bermunafik ria.
> > > > 
> > > > Bhinneka Tunggal Ika itu kan juga berarti meskipun beda 
> > Agama, 
> > > beda 
> > > > suku, tetap satu Indonesia.
> > > > 
> > > > Tugas pemerintah dan bangsa adalah memahami dan 
> > menghormati 
> > > > perbedaan-perbedaan tsb. Tidak aneh kan kalo orang 
Islam 
> > > beranggapan 
> > > > agama Islam satu2nya agama dari Tuhan. Orang Kristen 
> > bilang hanya 
> > > > melalui Yesus akan sampe ke Bapa. Orang Budha 
bilang 
> > hanya percaya 
> > > > ajaran Sidharta yang akan menuju nirwana. Yang aneh 
itu 
> > kalo ada 
> > > > orang Kristen bilang ajaran Budha paling bagus...or 
agama 
> > satu2nya 
> > > > dari Tuhan...:-) ato sebaliknya.
> > > > 
> > > > "Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya"
> > > > 
> > > > wassalam,
> > > > 
> > > > 
> > > > --- In [email protected], "RM Danardono 
> > HADINOTO" 
> > > > <rm_danardono@> wrote:
> > > > >
> > > > > Ya Batara, ini adalah tugas pemerintah dan bangsa 
> > Indonesia, 
> > > untuk 
> > > > > membangkitkan kembali kesadaran bhineka tunggal 
ika 
> > kita, juga 
> > > > dalam 
> > > > > beragama.
> > > > > 
> > > > > Terutama dalam upaya beberapa Islamist untuk 
> > mendirikan negara 
> > > > Islam 
> > > > > alias Khalifah, maka kita harus tegakkan kesadaran ini.
> > > > > 
> > > > > Bangsa kita terdiri dari saudara saudara beragam 
Agama 
> > dan 
> > > Budaya.
> > > > > 
> > > > > Bangsa ini harus bangkit melawan anggapan, hanya 
ada 
> > satu agama 
> > > > yang 
> > > > > berasal dari Tuhan.
> > > > > 
> > > > > Semoga Tuhan melindungi bangsa yang bhineka ini.
> > > > > 
> > > > > Salam
> > > > > 
> > > > > danardono
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for 
ridiculously low
> rates.
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> >  
> >  
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke