bagaimana jika kesalahan itu adalah diletak manusia yang dia tidak mau diatur sama aturan Tuhan-NYa. Tuhan hanya ditengok waktu shalat, puasa, ramadhan saja. Tuhan berserta aturan yang dibawanya, disimpan dalam saku saat korupsi, saat bermaksiat, saat dalam tatanan politik, sosial, budaya, ekonomi, dan budaya. Bagaimana mungkin akan berpengaruh, agama bila ia dipaksa dipisahkan dalam kehidupan dan seluruh aspek kehidupan? BAgaimana mungkin kita minta agama berpengaruh dalam kehidupan sedang kita menolak dan menjauhkan diri dari nilai dan aturan Agama, memintanya untuk memperbaiki kehidupan? Demokrasi bukan hanya ditujukan suara mayoritas akan menang akan tetapi lebih dari sekedar itu, suara kebenaran pun sebagaimana pun kecilnya tidak ada gunanya. Mungkin Anda perlu baca demokrasi liberal untuk Islam Liberal opini Luthfi Syaukani di Media Indonesia, yang mengatakan sendiri bahwa definisi demokrasi untuk kebebasan hidup. Bebas nilai. Kalau bebas nilai, apalah bedanya kita dengan makhluk yang tidak berakal lainnya seperti hewan misalnya. Beliau sendiri menyalahkan umat Islam yang memandang keliru tentang makna demokrasi yang diagungkan selama ini...... salam, aris
abdi christ <[EMAIL PROTECTED]> wrote: I'm just a stupid person, jadi kaga tau logika berpikir. Demokrasi = Demos + Kratos, artinya pemerintahan ditangan rakyat. Kalau mayoritas rakyat Indonesia yang muslim memilih agar syariat Islam diterapkan, apakah dengan mengizinkan itu terjadi, negara ini telah menjalankan demokrasi? Konsep anda tentang demokrasi = pemerintahan menurut mayoritas? Apakah demokrasi selalu tunduk pd Mayoritas suatu bangsa? Saya ngga pernah menolak Islam menjadi besar, tetapi menolak Negara ini menjadi negara Islam. Akankah suara saya diperhitungkan, karena saya non-Muslim yg notabene minoritas? Persetan dengan janji2 menjaga minoritas, bila negara ini jadi negara Islam! Belum jadi negara Islam saja, FPI sudah berani bikin rusuh sana-sini, dan Pemerintah diam saja. Kemerdekaan untuk berbeda agama dengan mayoritas akan menjadi terancam. Pancasila itu sudah rumah kita yang terbaik. Jangan salahkan Pancasila, kalau umat kita jauh dari ideal. Kalau umat kita menjadi kapitalis (sesuai imajinasi liar anda), itu hanya menunjukkan lemahnya pengaruh nilai2 agama terhadap kehidupan umatnya. Mau dijejal dengan sinetron2 religius, tayangan2 religius, bahkan syariat sekalipun, tidak akan kebobrokan itu hilang. Itu cuma akan membikin bertambah orang2 yg pura2 taat dengan kemauan pemuka agama (jilat2 pantat mereka), sekaligus tetap melakukan dosa ditempat terselubung. Di negara apa sih TKW-TKI kita banyak diperkosa dan diperlakukan tidak senonoh? > >--- In [EMAIL PROTECTED], Satrio Arismunandar > > wrote: > > > > > > http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=252197&kat_id=16 > > > Rabu, 14 Juni 2006 > > > > > > Mencegah Sekularisasi Pancasila > > > > > > Oleh : KH Ma'ruf Amin, Ketua MUI > > > Hak umat Islam untuk menjalankan syariat agamanya selalu > > > saja dibenturkan dengan Pancasila dan UUD 1945. > > > Karena itu, maklumat atau logika-logika sejenisnya > > > hanyalah tafsiran nisbi, bahkan (maaf) sangat absurd. > > > Tapi selalu dipaksakan segelintir orang kepada > > > mayoritas rakyat di negeri ini. Aneh, memang, mereka > > > memaksakan tafsirannya atas kebenaran. Bahkan > > > memonopoli tafsiran itu dan dipaksakan kepada orang > > > lain. > > > Ini bentuk inkonsistensi cara berfikir. Tapi, bagi > > > mereka, justru ini merupakan bentuk konsistensi, > > > konsistensi menolak Islam. Karena itulah, hubungan > > > antara agama --khususnya Islam-- dengan negara tak > > > pernah solid karena adanya pihak yang terus-menerus > > > membenturkan agama dan negara. > > > Ketika bangsa yang mayoritas Muslim ini berhasil > > > menyelenggarakan pemilu, mereka berteriak lantang > > > bahwa demokrasi kompatibel dengan Islam. > > > Tapi giliran umat Islam menuntut syariatnya > > > diterapkan, mereka menolak dengan menggunakan tafsir > > > kebenaran sendiri yang (maaf) sudah klise. > > > Cara berpikir seperti ini tentu picik dan tidak > > > jujur. Picik, karena selalu menggunakan Pancasila dan > > > konstitusi sebagai pelarian. Tidak jujur, karena > > > orang-orang itu tidak mau menerima kenyataan, bahwa > > > demokrasi yang mereka agung-agungkan mengajarkan vox > > > populi, vox dei (suara rakyat suara tuhan). Jika > > > rakyat yang mayoritas menginginkan kehidupan > > > mereka diatur syariat, mengapa mereka harus menolak? > > > Kalau kepicikan dan ketidakjujuran ini terus > > > dipraktikkan, kalangan Muslim yang masih menerima > > > demokrasi pun pada akhirnya akan muak. Pada > > > akhirnya, umat Islam akan membuktikan sendiri bahwa > > > demokrasi hanyalah jargon kaum kapitalis-sekuler untuk > > > mempertahankan kepentingan mereka. > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links The great job makes a great man pustaka tani nuraulia --------------------------------- Do you Yahoo!? Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

