RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
 Ikut mengenang seorang Penyair dan Pejuang Aktivis HAM,  - WIJI THUKUL:
 ========================================================
 
 P E N Y A I R 
        jika tak ada mesin ketik 
        aku akan menulis dengan tangan 
        jika tak ada tinta hitam 
        aku akan menulis dengan arang 
 
        jika tak ada kertas 
        aku akan menulis pada dinding 
        jika aku menulis dilarang 
        aku akan menulis dengan 
        tetes darah! 
 sarang jagat teater 
        19 januari 1988
                
        . . . 
        apa guna punya ilmu tinggi 
        kalau hanya untuk mengibuli 
        apa guna banyak baca buku 
        kalau mulut kau bungkam melulu 
        di mana-mana moncong senjata 
        berdiri gagah kongkalikong 
        dengan kaum cukong . . . 
 
        . . . sajakku 
        adalah kebisuan 
        yang sudah kuhancurkan 
        sehingga aku bisa mengucapkan 
        dan engkau mendengarkan 
 
        sajakku melawan kebisuan 
                
 Nama:
       Wiji Thukul
        Lahir:
       Sorogenen Solo, 26 Agustus 1963
        Isteri:
       Dyah Sujirah alias Sipon
        Anak:
       Fitri Nganthi Wani dan Fajar Merah.
        Pendidikan:
       Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) jurusan tari, sampai kelas 
dua.
        Pekerjaan:
       Penyair dan Seniman
        Kelompok Teater Jagat
        Aktivis (Partai Rakyat Demokratik)
        Penghargaan:
       Wertheim Encourage Award 1999
        Yap Thiam Hien Award 2002
        Status:
       Hilang
  
 RedTOLERANSI.RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
 
 Kisah Keluarga Korban HAM:   Merasa Dipenjara 10 Tahun
   Ahmad Dani - detikcom
  Jakarta - 10 tahun menunggu tanpa ada kejelasan dimana keberadaan suami 
tercinta. 10 tahun itu pula hati Sipon, istri dari Wiji Thukul, penyair dan 
aktivis HAM, yang hilang pada 10 Januari 1998, merasa terpenjara. Namun meski 
tersiksa batin Sipon tetap tabah dan kuat. 
 
 Dan hanya satu yang membuatnya bisa gagah menghadapi cobaan tersbut yaitu 
pesan terakhir dari Wiji Thukul yang selalu diingatnya "Kamu jangan tunggu aku 
nanti aku akan pulang". Kata-kata itu diucapkan oleh Wiji sesaat sebelum 
dirinya meninggalkan keluarganya pada 1997. 
 
 Namun hati Sipon kini tetap bangga meski hidup menjadi seorang yang selalu 
mendapat tekanan. 
 
 "Sampai saat ini saya punya keyakinan bahwa suamiku hilang atau pergi bukan 
karena kemauan dirinya. Tapi karena masalah negara. Dia milik banyak orang, itu 
yang saya perjuangkan," tutur Sipon dengan lirih ketika ditemui di kantor 
Komnas HAM, Jl Latuharhary, Jakarta, Kamis (29/6/2006).
 
 Sipon pun harus mencoba memberikan pemahaman terhadap anaknya yang kini sudah 
mulai tumbuh dewasa. "Dulu saya tidak bisa jawab kalau tanya di mana ayah. Tapi 
sekarang sudah besar dan bisa baca buku. Jadi dia sudah mengerti. Malah 
kadang-kadang dia suka bercanda menggoda saya untuk menyerupai tingkah laku 
ayah "Ibu aku wuis mulih," canda sang anak seperti dituturkan Sipon.
 
 Kini Sipon hanya berharap kepada pemerintah untuk mencari dan memberikan 
keterangan di mana suami serta ayah dari anaknya itu berada. "Saya hanya butuh 
kejelasan di mana dia, kalau sudah mati kasih tahu di mana makamnya, kalau 
hidup ya di mana? tapi terus terang saya masih kecewa dengan pemerintah yang 
kurang merespons masalah ini dengan baik," imbuh Sipon dengan lunglai.(ary)

 Baca juga:
   Jadi Anggota Dewan HAM, Pemerintah Minim Perhatian
   Hendak Tinjau Lumpur Panas, Anggota Komnas HAM Meninggal
   Pemerintah Tak Kunjung Peduli Kasus Pelanggaran HAM Berat
   Panglima TNI Serahkan Polemik Retroaktif Pengadilan HAM pada Hukum
 



                
---------------------------------
Mails löschen war gestern:   Yahoo! Mail jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke