HARIAN KOMENTAR
03 July 2006
Hidup Terancam, Ribuan Kristiani Irak Melarikan Diri
Lebih dari 3.500 keluarga Kristiani Irak telah melarikan diri ke Kurdistan
beberapa minggu terakhir. Mereka menyingkir karena ketakutan terhadap berbagai
ancaman dan semakin meluasnya konflik sekta-rian antara Muslim Shia dan Sunni
di negeri itu.
"Kami tidak punya pilihan," kata Imad Matti, dengan murung. Ia baru saja
mengungsikan istri dan anaknya ke sebuah rumah yang ia bangun di sebuah
pekuburan Kristiani di kota Inkawa, Kurdistan.
Irak dan seluruh dunia khawatir akan nasib kaum Shia dan Sunni yang terpaksa
meninggalkan rumah mereka karena kekerasan yang terus meningkat. Namun, menurut
AFP, eksodus umat Kristiani dari Irak, tidak mendapat perhatian yang sama.
Seorang pejabat Kurdish me-ngaku telah melihat sekitar 70 keluarga Kristiani
tiba di Inkawa dalam beberapa ming-gu ini. Mereka menghadapi si-tuasi yang
suram di Baghdad, dimana ancaman dari kelompok bersenjata dan serangan kepada
pelaku bisnis mulai dari toko makanan sampai salon sering terjadi.
Sekarang Matti dan keluarga-nya tinggal di pondok yang dulunya digunakan
sebagai tempat berjaga-jaga penjaga kuburan. Sementara keluarga Haval Emmanuel
yang tinggal berdekatan mengimprovisasi rumah-nya diantara kubur-kubur yang
bertebaran.
Menurut AFP, para pemimpin Kristiani enggan mengungkapkan permasalahan yang
dihadapi jemaatnya ini. Malah, salah seorang wakil Liga Arab di Irak, Mokhtar
Lamani dari Morokko, yang mengungkapkan bahwa perang telah mempengaruhi semua
agama minoritas, tidak hanya Kristiani.
Ia menyatakan bahwa sekitar 3.500 keluarga Kristiani telah melarikan diri ke
Kurdistan. Besarnya jumlah pengungsi yang tiba-tiba berdatangan ke Inkawa
membuat mereka sangat sulit untuk mempunyai akomodasi yang layak. Saat ini
apartemen paling biasa disewakan dengan harga 5 juta rupiah.
Pihak berwenang Kurdish memberikan sekitar 1 juta kepada tiap keluarga, namun
tidak cukup bagi seorang Imad Matti untuk menyewa rumah. "Sekitar tiga sampai
enam kepala keluarga datang kesini se-tiap harinya untuk mencari tempat
tinggal, dan setiap hari kian terasa sulit mencari sesuatu untuk dapat mereka
tinggali," kata agen perumahan Kameran Matti.
Romo Saliwa Hibi dari Gereja St. Yusuf di kota itu mengatakan, setiap hari
gerejanya membantu mereka yang bukan saja datang dari Baghdad tapi juga dari
kota Mosul di sebelah utara Irak. Dipercayai sekitar 800.000 umat Kristiani
masih berada di Irak, yang umumnya penganut Katolik Chaldean. Banyak dari
mereka yang tidak bisa pergi karena sudah meng-habiskan biaya saat eksodus
kejatuhan rezim Saddam Hus-sein pada April 2003.(chr-pst)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/