Ini penjelasan dari madzab HTI yg udah agak tercerahkan untuk bisa
beraktivitas sosial. :p

On 7/5/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Saya kira sudah jelas mas...Abu bakar sebagai seorang individu boleh
> beraktivitas sosial boleh kan bahkan harus. Yah mungkin kalau Jurbir HTI dia
> mendirikan sekolah atas nama pribadi ya boleh-boleh saja tho, BUkan sekolah
> yang didirikan lembaga HTI lho ya. Tapi atas nama pribadi.
>
> Kalau saya dulu misalnya ngajar TPA anak-anak di sekitar kampus
> boleh-boleh saja... wong mau nambah amal ibadah masing-masing ko. Siapa yang
> melarang, kali antum dapet pemahamannya separo-paro belum tuntas hingga
> akar-akarnya. Dan belum tuntas pus antum sudah nolak duluan....Maaf ya
> mas^_^ jangan marah lho ya. Nanti cepat tua ^_^
>
> Kadang penjelasan diberikan sesuai dengan kadar penerimaan 
> orang.Kecualimungkin yang di Aceh, dan Yogya itu beda lagi itu Tabanni 
> masalih... Lihat
> kasusnya, seberapa dampak besarnya hal tersebut bagi masyarakat. TM tidak
> juga selalu aktivitas sosial, aksi menyerukan penurunan BBM juga termasuk
> TM...semoga tidak pusing ya... ^_^ CMIIW. Dilihat seberapa besar dampak
> kasus itu pada masyarakat yang luas. Tabanni masalih kan artinya mengadopsi
> kemaslahatan masyarakat yang besar dan diabaikan oleh pemerintah dalam
> proses pengelolaannya. Intinya pemerintah lalai dalam tugasnya pada kasus
> itu.
>
> Ini perlu penjelasan yang cukup panjang mau diskusi via japri saja?
>
>
> salam,
> aris
>
> Ari Condro <[EMAIL PROTECTED] <masarcon%40gmail.com>> wrote:
> kalau pakai gak ngaku bahwa HTI dulu melarang anggotanya terlibat dalam
> aktivitas sosial, ini baru boong.
>
> ===
>
> ini diskusi ttg aktivitas sosial yg akhirnya jadi boleh tsb
>
> ===
>
> Demikian pula tentang bantuan sosial untuk korban bencana alam.
> Simplifikasi
> dan overgeneralisasi sering menyebabkan kekaburan pemahaman tentang hal
> ini.
> Selama ini kita sering menggunakan dalil tentang sirah nabawiah peristiwa
> pembebasan budak bilal yang dilakukan oleh Abu Bakar dan tidak dilakukan
> secara terorganisir oleh Rasulullah sebagai dalil tidak diperbolehkannya
> aktivitas sosial bagi sebuah partai politik. Penarikan kesimpulan bagi
> saya
> pribadi tentang peristiwa ini hanyalah....Rasul tidak mengajarkan
> PERUBAHAN
> ISLAMI melalui aktivitas sosial.
>
> Dalam realitanya, rasul saat itu maupun kita saat ini tidak hanya
> dihadapkan
> pada agenda-agenda perubahan yang terencana namun juga dihadapkan pada
> kondisi darurat akibat makar kaum kufar maupun musibah. Secara jujur,
> pernahkah kita menelaah kembali pemahaman terhadap peristiwa boikot yang
> dilakukan oleh kaum musyrik pada bani hasyim dan bani abdul mutholib
> selama
> dua atau tiga tahun? Boikot selama dua-tiga tahun tentu secara fisik
> memukul kehidupan kaum muslim, pangan, pakaian, obat2an. Dari mana mereka
> memperoleh bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya? Ada beberapa
> fakta disini yang perlu kita ingat:
>
> 1. Dalam kondisi boikot, jelas dibutuhkan pengorganisiran bantuan
> sosial maupun pangan. Mustahil hal tersebut dilakukan secara sporadis,
> karena akan terjadi kekacauan distribusi.
> 2. Boikot tersebut terjadi karena persoalan dakwah Muhammad SAW
> 3. Muhammad SAW adalah seorang yang paling dipercaya saat itu dan
> menjadi informal leader bagi bani hasyim maupun bani abdul mutholib.
>
> Hingga saat ini (karena ilmu yang terbatas) saya tidak tahu apa yang
> dilakukan Rasul saat itu. Apakah berdiam diri saja? Ataukah ikut membantu
> mendistribusikan bantuan? Silakan kawan2 yang mumpuni bantu saya untuk
> menemukan jawabnya.
>
> Saya tidak bermaksud mencari justifikasi bagi tabbani maslihul aceh atau
> jogya, namun yang ingin saya tekankan disini adalah upaya untuk tidak
> terjebak dalam overgeneralisasi atau simplifikasi dengan menjustifikasi
> bahwa ini boleh…itu tidak boleh…tanpa berusaha melacak kembali pada
> pemahaman dasar kita.
>
> On 7/5/06, aris solikhah wrote:
> >
> > Lho piye tho mas Jenengan itu, saya cinta IPB, cinta Bogor, lha di sini
> > saya lagi latihan nulis, latihan banyak hal ^_^..... latihan dewasa,
> > dimanapun bumi pijak idealisme itu ya akan mengitari hidup saya Insya
> > Allah... Klo jadi guru juga... mungkin akan saya kombinasikan sains
> dengan
> > nilai religiusitas (idealisme saya) plus aplikasi ilmu Toto Chan ^_^.
> >
> > Emang jadi penulis sains dan religiusitas juga salah, membantu orang
> yang
> > butuh informasi juga salah, membantu teman-teman wartawan buat press
> release
> > juga salah... jenengan ko gitu sih. Mau jadi pedagang pun idealitas itu
> > Insya Allah tetap ada. Lha wong status saya muslim kebetulan bekerja di
> sini
> > ko. Jenengan ko maksa sih... suka atau tidak ini kan pilihan hidup saya.
> > saya juga bukan istri mas, jadi jangan membandingkan dengan istri mas.
> Dan
> > sekali-kali membandingkan saya dihadapan istri mas, pasti cemburu beliau
> he
> > he he ...
> >
> > Sebagai Individu bukan hal yang tabu seorang muslim terlibat aktivitas
> > sosial... malah sudah sewajarnya...wah.. jenengan itu beberapa hal
> kurang
> > memahami teman-teman HTI dan metode dakwahnya yang sudah baku
> rupanya....
> > maaf lho mas. Maka saya sarankan ya mas, ngobrol banyak dengan
> teman-teman
> > yang beda harakah.. biar ada jembatan komunikasi yang baik dan tidak
> > su'udzan terus.
> >
> > Kalau individu suatu organisasi Islam tidak ikut serta terlibat
> aktivitas
> > sosial masyarakat bagaimana mungkin dia mau beramal tho mas. Sepehaman
> saya
> > dalam Islam ada tiga kewajiban, kewajiban individu, kewajiban anggota
> sebuah
> > ormas (ini kalau ada orang yang tergabung dalam ormas Islam) dan
> kewajiban
> > negara.
> >
> > Yah.. kalau masing-masing individu mau HTI, mau PKS, mau FPI, MMI, mau
> > Muhamadiyah, Persis, Mau NU, Salafi, tablig semuanya hendaknya
> beraktivitas
> > sosial...sebagai individu. Kalau ternyata aktivitas sosial
> mengatasnamakan
> > organisasi masa tertentu itu beda lagi. Kali saja memang tujuan
> pendirian
> > organisasinya begitu.... terserah yang membuat organisasi. Jadi double
> deh
> > aktivitas sosial di masyarakat atas nama ormas dan pribadi. Gitu
> > mas...CMIIW.
> >
> > Kalau suatu saat juga semisalnya saya nggak jadi guru, tapi buka
> training
> > dan konsultan emang nggak boleh... ya suka-suka saya tho. Kalau impian
> > pekerjaan saya suatu saat ganti, apa juga nggak boleh...^_^
> > salam,
> > aris
> >
> >
> >
> > Ari Condro > wrote:
> > justru kalau mbak aris mengejar impian menjadi guru, saya akan lebih
> > menghargai.
> >
> > HT kan punya SDIT di Bogor ? belum yg punyanya tarbiyah, iya kan...
> > sekolah senada semacam SMU dwi warna di parung ... kan juga ada. terus
> > kenapa masih stack di sana ?
> >
> > istri saya tidak bekerja di perusahaan. dia memilih aktif di masyarakat,
> > mengelola posyandu dan PADU - Pendidikan Anank Dini Usia, konsep swadaya
> > pre
> > school ala posyandu/dep kesehatan. aktif bikin jaringan dan meningkatkan
> > kualitas keluarga dan para ibu. Dan inilah yang saya sebut sebagai
> gerakan
> > feminisme yang membumi.
> >
> > dia yang memilih, dia yang menjalani, dan dia bermanfaat buat orang
> > banyak.
> >
> > ===
> >
> > dan untuk melakukan itu, tidak perlu merubah negara terlebih dahulu.
> dulu
> > HT menolak sama sekali untuk terlibat aktif dalam aktivitas sosial,
> namun
> > HT
> > sekarang mulai berubah, ikutan membantu orang dalam bencana aceh dan
> > jogja,
> > bikin sekolah dan lain lain, saya memujiken untuk aktivitas sosial tsb.
> >
> > ===
> >
> > salam,
> > Ari Condro
> >
> > On 7/5/06, aris solikhah wrote:
> >
> > kalau Anda tahu malah saya ingin jadi guru (biologi atau matematika atau
> > fisika) saja plus penulis lepas he he he, impian yang sederhana bukan.
> > Semua
> > pilihan hidup baik asal halal dan ridhoi Allah^_^.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> >
> ***************************************************************************
> > __________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
>
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
>
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL 
> > PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
>
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> > The great job makes a great man
> > pustaka tani
> > nuraulia
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> 6. kembali menerima email: [EMAIL 
> PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> The great job makes a great man
> pustaka tani
> nuraulia
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke