mbakyu aris, seperti itu juga orang lain memahami agama dan pilihannya. kalau panjenengan mbakyu, memilih hidup sesuai ajaran yg anda yakini, demikian juga orang lain. meski sama islamnya, namun cara yang dipilih belum tentu sama.
kamu pengen jadi guru, fine ... saya percaya bahwa semua orang beragama apapun punya hak yg sama di negara ini. dan saya percaya kalau orang yg berbeda beda ini bisa diatur dengan suatu aturan yg commond bisa diterima oleh banyak orang lain. bisa beribadah tanpa harus memaksa maksa orang lain ikut aturan tertentu dari kalangan tertentu. kenapa kamu sulit memahami hal itu ? udah baca kan tafsir dari ibnu katsir ttg kafir dzimmi ? terus terang saya tidak bisa menerima tafsiran semacam itu. kaena manurut saya sangat tidak islami. dan karena itu bertentangan dengan nurani saya. salam, Ari Condro === Sekarang, mari kita simak keterangan dalam *tafsir Ibn Katsir*, tafsir yang paling banyak dirujuk oleh kalangan Islamis-fundamentalis-salafi di mana-mana. Ibn Katsir berkata: Ketika urusan orang-orang musyrik sudah selesai dan dapat diatasi, dan ketika masyarakat sudah berbondong-bondong masuk Islam, dan ketika jazirah Arab sudah dapat dibereskan, maka Allah memerintahkan (kepada Nabi) untuk memerangi dua kelompok ahli kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Kristen. Perintah ini turun pada tahun kesembilan (hijrah). Karena itu, Rasul SAW kemudian bersiap-siap untuk memerangi orang-orang Romawi, dan mengajak orang-orang untuk itu. Tentang firman Allah "wa hum shaghirun", artinya, mereka (tunduk dalam keadaan) hina dina. Karena itu, tidak boleh memberikan penghormatan kepada orang-orang dzimmi, juga tidak boleh mengangkat mereka di atas derajat orang-orang Islam. Sebab mereka adalah orang-orang yang hina dan celaka (adzilla', asyqiya'), sebagaimana (ditunjukkan) oleh sebuah hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasul SAW bersabda, "Jangan memulai mengucapkan salam kepada orang Yahudi dan Kristen. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, maka kalian harus menydutkan mereka (agar terpojok) ke tempat yang paling sempit". Kemudian Ibn Katsir mengutip dengan lengkap surat perjanjian (khithab) antara Khalifah Umar b. Khatthab dengan orang-orang Kristen di kawasan Syam (Syria). Surat itu mengandung banyak poin yang isinya membatasi hak-hak orang Kristen begitu rupa sehingga kedudukan mereka benar-benar dalam keadaan terhina seperti perintah ayat dalam surah Al-Taubah itu. Salah satu isi syarat itu, antara lain: - orang Kristen berjanji pada diri mereka sendiri untuk tidak membangun gereja, kapel atau biara yang baru, juga tidak akan memperbaiki yang sudah rusak, dan tidak mengambil dan menghidupkan kembali gereja, kapel atau biara yang sudah dipakai oleh orang Islam. - tidak akan mencegah orang Islam untuk masuk atau mampir di gereja, baik siang atau malam. - tidak akan meniru orang Islam, baik dalam hal pakaian (peci, sorban atau sandal), atau pun gaya potong rambut. - tidak akan meniru gaya bicara orang Islam. Dan syarat-syarat lain yang jumlahnya banyak. Yang hendak mengetahui lebih lanjut, silahkan membaca sendiri tafsir Ibn Katsir. => Kesimpulan: Dari keterangan-keterangan ini, dapat disimpulkan bahwa orang-orang politeis, Yahudi, dan Kristen harus diperangi, sehingga mereka takluk, membayar jizyah, dan mengikuti aturan/hukum yang membuat mereka terhina. Mereka, dengan kata lain,* menjadi orang-orang dzimmi yang harus dihinakan. Menurut sebuah hadis, mereka bahkan harus disudutkan ke pinggir jalan. * On 7/5/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Masalahnya mas Ari, ini proses, orang suka dan menginginkan yang instan > dan > cepat. Mas melihatnya yang berdarah-darah melulu, segi positifnya ndak > sama sekali. Yang saya baca di website Hidayatullah malah Jurbir HT dibunuh > di Irak gara-gara menentang agresi militer Amerika. Seseorang bisa rela > mengorbankan apa saja demi prinsip dan keyakinannya serta kebaikan umat > manusia meski orang melihatnya sebagai hal sia-sia. Karena dia yakin akan > Tuhannya. Dan Mas sendiri tahu hal ini. > > Mas Ari, saya tidak membanggakan diri sebagai orang lulusan di Departemen > terbaik di IPB . Saya merasa biasa-biasa aja, sungguh, orang-orang dan Anda > saja yang terlalu melebih-lebihkan. Cukup hentikan itu. Saya tidak suka. > Bahkan sejak dulu saya tidak tahu saya telah memasuki sebuah Departemen > terbaik kata orang, kecuali orang yang berlebih-lebihan dengan hal tersebut. > Semua lulusan di IPB dan semua PT saya anggap sama saja, itu kehendak Allah. > Plis.... > > Siapa bilang sudah PNS, saya selalu bilang... saya hanya menjalani hidup > dan menjemput rejeki saya, kalau Anda tahu malah saya ingin jadi guru > (biologi atau matematika atau fisika) saja plus penulis lepas he he he, > impian yang sederhana bukan. Semua pilihan hidup baik asal halal dan ridhoi > Allah^_^. > > Kalau membumikan keyakinan saya, adakah yang salah? Lha banyak orang > tertarik ko. Ya ...iyalah banyak orang tua melihat betapa signifikannya > anak-anak makin berakhlak baik pada semua orang, makin religius tapi juga > berprestasi bagus ^_^, mungkin kecuali Anda yang tak tertarik kali ya.hehe > he. Makin religius anak-anak mereka maka makin jauh dari narkoba, > kriminalitas dan free sex. ^_^ Insya Allah > > Kata orang berusaha bertawazun dunia akhirat..., makin religius maka > prestasi kuliahnya makin bagus. Ini lagi nge-trend di IPB ko mas Ari meski > beda-beda organisasi Islamnya..., trend yang akan juga digulirkan di > Indonesia... mimpi ya kata mas Ari ^_^,. Kata saya yang penting usaha > dulu.... > > Dada mas sesak itu pilihan mas, saya ndak. Jadi hargailah saya dan pilihan > orang-orang seperti saya... karena saya juga menghargai pilihan Antum. > > Jadi mas Ari, saya pengen tahu agama lain mengatur tentang perzinaan? > jangan membelokkan arah pembicaraan ya plis.... > salam, > aris > > > <[EMAIL PROTECTED] <masarcon%40gmail.com>> wrote: > masalahnya, mbak yu aris. > > sudah berkali kali terjadi, contoh contohnya adalah contoh contoh yg > berdarah darah, sifatnya set back peradaban. bukan kemajuan peradaban > sebagaimana yg dicita citakan HT. buktinya saudi, afghan di jaman taliban, > iran, bukan dianggap negara yg menjalankan syariah oleh HT. > > padahal mbakyu sendiri bilang, di dunia ini tidak ada yang sempurna. > > kalau saya sih menerima, kita hidup di dunia yg dtidak sempurna. jadi > bikin > perbaikan aja di apa yg sudah kita punya. masalah mimpi bikin negara dan > lain lain, nanti dulu lah, di simpan dulu dalam almari. :D > > yah, pilihan orang emang beda beda dalam hal ini. > > tapi terus terang saya agak nyesek kalau lihat, orang brilian lulusan > fakultas teknologi pangan dan gizi seperti mbakyu aris, memilih jadi pns > di > ipb, sekedar supaya bisa mengideologisasi lingkungan kampus dan mahasiswa > baru. > > menurut saya, inilah korban ideologi. tapi setiap orang bisa punya > pendapat > yg berbeda dengan saya. dan it's fine, silakan saja. > > === > > saya kira mbak aris bisa menilai, kenapa saya memilih tidak memperjuangkan > ideologi seperti anda secara formal dan struktural ... dengan mengubah > negara misalnya ... :p > > On 7/5/06, aris solikhah wrote: > > > > Berarti itu labelnya doang perda Syariah Islam, isi atau subtansinya > > belum. Sehingga kita perlu mencermati secara mendalam subtansinya, > sebelum > > menolak atau menerima Perda Syariah atau melihatnya dahulu..., Selain > itu > > perlu dilihat aplikasinya. Apakah aplikasi sudah sesuai dengan konsep > Perda > > Syariah. Penerapan syariat Islam itu baru efektif kalau tidak parsial > saja, > > tapi seluruhnya diaplikasikan baik dibidang sosial, ekonomi, > pemerintahan, > > dll. Kalau berbicara Syariah ISlam yang saya pahami masih jauh Perda > Syariah > > tersebut. > > > > Tapi saya bertasamuh atau mentoleransi hal demikian...., sebab saya tak > > bisa berbuat apa-apa lha itu kesepakatan masyarakat Tangerang. Saya > orang > > Bogor sekarang bukan. Sikap saya netral dan mendukung saja. Selain itu > saya > > ndak mau ribut-ribut sesama muslim sendiri, apalagi mengatakan Perda > syariah > > Tersebut sebagai perbuatan orang Bodoh. Kan sebenarnya tinggal > sosialisasi > > bagaimana supaya subtansinya disesuaikan dengan Syariat Islam bukan. > Kalau > > mereka mau dan sudah sangat rindu dengan SI ^_^. Kan sama-sama rindunya > > harus saling menghargai dan menyayangi...^_^ > > > > salam, > > aris > > > > > > > > > > @gmail.com> wrote: > > siapa bilang, yg di tangerang itu, baru di duga pelacur, udah langsung > > ditangkap. bahkan suaminya datang, untuk membebaskan danmemberi > > keterangan, > > malah disuruh bayar macam macam ... > > > > On 7/5/06, aris solikhah wrote: > > > > > > Btw untuk kasus perzinaan dalam syariat Islam, harus ada saksi 4 orang > > > yang melihat 'adegan'nya langsung atau si pelaku mengakuinya. Sehingga > > sulit > > > juga orang sembarang menuduh berzina kalau tidak bisa menampilkan 4 > > saksi. > > > Seorang yang menuduh orang lain berzina pun tanpa bukti akan dikenai > > sangsi > > > 80 kali cambuk. > > > > > > Tapi bagi muslim yang bertakwa yang kemudian khilaf melakukan zina > akan > > > menyerahkan diri untuk dihukum karena dia sadar, hukuman dalam Islam > > > berfungsi ganda selain mencegah kemaksiatan yang akan terjadi juga > > penebus > > > dosa di akhirat nanti. hal ini pernah terjadi pada masa Rasulullah > yakni > > Al > > > Ghamidiah dan Maiz. Keduanya mengadu diri mereka sendiri dan minta > rajam > > > karena telah melakukan berzina. JAdi penerapan Islam akan makin > sempurna > > > bila dilaksanakan karena dilandasi keimanan > > > > > > Islam sangat menjaga kehormatan manusia. BIla ada suami atau istri > > menuduh > > > pasangannya selingkuh maka bila kemudian keduanya disumpah tidak mau > > > mengakui maka proses perceraian sudah terjadi. Jadi hati-hati nuduh > > orang > > > melakukan perbuatan mesum. ^_^ > > > BTW bagaimana dengan hukuman bagi pezina dalam agama nasrani atau > > kriten? > > > bagaimana dalam kitab suci Injil mbak bolehkah saya tahu? terima kasih > > > > > > salam, > > > aris > > > > > > aris solikhah > wrote: > > > Kalau ditimbang sesuai syariat ISlam, perlu di lihat dia (atau > laki-laki > > > siapapun arab atau tidak, termasuk non muslim yang setuju SI) sudah > > nikah > > > atau belum. Kalau sudah nikah dirajam hingga mati, kalau belum nikah > di > > > cambuk 80 kali. Perempuannya juga sama. Sehingga dijamin akan sulit > > > menemukan pelacuran di Indonesia, kalau pelacuran terjadi karena > alasan > > > ekonomi maka tugas negara menyantuni warganya seperti di UUD 45 ^_^. > > Karena > > > dalam syariat Islam, fungsi negara adalah pelayan masyarakat. > > > > > > Tapi berhubung syariat Islam belum diterapkan yah... gimana ya mbak... > > > mengelus dada, karena dalam pasal KUHP Indonesia.. perzinaan suka sama > > suka > > > tidak bisa dihukumi...CMIIW > > > > > > Carla Annamarie wrote: > > > > > > mba aris.. > > > > > > tanggapannya laki2 arab berwisata sex di indonesia, gimana mba..? > > > > > > aris solikhah > > > .com> To > > > Sent by: [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com> > > > > > > [EMAIL PROTECTED] cc > > > ups.com > > > Subject > > > Re: [ppiindia] Bagaimana nih mbak > > > 07/05/2006 09:45 Aris? Re: Ini Dia Gaya Berlibur > > > AM Turis Arab > > > > > > Please respond to > > > [EMAIL PROTECTED] > > > ups.com > > > > > > Beberapa hari lalu saya membaca opini di koran tempo mengenai perda > > > syariah... waduh saya lupa siapa namanya namun beliau ahli sosiologi > > yang > > > sekarang sekolah di Amrik.. ada beberapa hal yang ingin dikritisi > > terkait > > > perda syariah pertama.. labelisasi Perda syariah.... > > > > > > Bahwa namanya Perda syariah namun isinya jauh dari syariah. Kedua > > namanya > > > umum namun subtansinya syariah. Namanya umum tanpa membawa embel-embel > > > syariah namun isinya berisi nilai moralitas yang disarikan dari > syariah. > > > Ketiga, namanya syariah dan isinya sesuai syariah. > > > Kadang orang alergi dengan label, meski saya sendiri menganggap label > > dan > > > subtansi sama-sama pentingnya. Nah Perda di Indonesia kategori yang > > mana? > > > > > > Maka sejauh ini saya sendiri kurang memahami fakta secara mendalam > > > perda-perda yang dikatakan perda syariah itu sendiri. Misalnya, apakah > > > aturan memakai rok panjang adalah sudah sesuai syariah, saya > menyatakan > > > tidak atau belum.^_^, namun demikian saya mendukung segala sesuatu > yang > > > sifatnya mengarah pada perlindungan dan penghargaan pada aurat wanita > > > meski > > > baru bisa tahap demikian. > > > > > > Sisi lain, di Arab, Irak dan beberapa negara yang dikatakan contoh > > > menerapkan syariat Islam sejatinya itu hanya parsial, mereka sendiri > > masih > > > agak alergi terhadap penerapan syariat Islam secara totalitas. > Terbukti > > > dari aktivis muslim yang memperjuangkan SI secara totalitas meski > dengan > > > cara damai, ditangkap bahkan diantaranya di bunuh. Penjara-penjara > > penuh, > > > jadi kasus Abu Bakar Ba;asyir sudah biasa terjadi di sana. Sehingga, > > > negara > > > tersebut yang selalu disinggung disini, tak layak menjadi contoh > > penerapan > > > SI secara totalitas. > > > > > > Walau penerapan SI secara parsial diterapkan di sana, ada sebuah > > > informasi yang unik mengenai tingkat kriminalitas di negeri yang > > > diterapkan > > > SI dibanding negara AS. Tingkat kriminalitasnya jauh lebih sedikit > > > dibanding AS. Saya lupa sumber informasi ini. Anda bisa mengeceknya > > > sendiri. > > > > > > Saya katakan demikian, bukan berarti menunjukkan bahwa SI buruk, tapi > > > umat ISlam sendirilah yang kadang perlu merenung kenapa mereka menolak > > > syariat ISlam secara totalitas, apakah mereka meragukan SI itu > sendiri? > > > Bahwa ketika SI diterapkan, terjadi penghancuran kaum minoritas dan > > > ketakutan-ketakutan yang tak beralasan? > > > > > > Apakah mereka mau sedikit memahami pemahaman orang yang kadang > dikatakan > > > radikal dalam memperjuangkan SI Islam secara totalitas? Ajaklah > > berdialog > > > dengan baik-baik, dekati mereka, jangan menilai dari jarak jauh dan > > > menuduhnya tanpa dasar. > > > > > > Padahal orang-orang yang dikatakan Islam Radikal, selalu berusaha > > > menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, menjalin hubungan baik, sopan > > dan > > > adil terhadap umat non muslim dan beda agamanya. Apakah mereka > melakukan > > > korupsi, zina, illegal logging, menerima suap untuk SI, ikut terlibat > > > lobi-lobi penjualan aset negara, suka goyang erotis dan kemaksiatan > > lain? > > > > > > Yang mereka peroleh hanyalah cacian, labelisasi radikal, bodoh, > teroris, > > > bego, dan nisbat terhadap label yang buruk? Benarkan mereka sebodoh > itu? > > > > > > Karena mereka berusaha memahami Al Quran dan Hadis yang memerintahkan > > > demikian, karena mereka memahami dan yakin 100 % bagaimana Syariat > Islam > > > mengatur seluruh aspek kehidupan dan berusaha hidup dengan taat > > dengannya > > > walau sangat penuh tantangan . Mereka hanya sangat tegas terhadap > > > kemaksiatan dan penyimpangan yang menghancurkan hakikat Islam itu > > sendiri. > > > > > > Jika seandainya mbah tahu 1,2 juta umat Islam bisa berkumpul dalam > aksi > > > mengawal RUU APP kemarin, sungguh yang mereka lakukan demi sebuah > > > kebenaran > > > yang mereka yakini. Mereka rela mengeluarkan uang swadaya untuk sebuah > > > kegiatan tersebut. Berpanas ria, berjalan berkilo-kilo demi sebuah > > > keyakinan akan suatu kebenaran. Mungkin orang yang tidak memahami akan > > > berkata, perbuatan sia-sia saja. Namun tidak, itu adalah suatu mata > > rantai > > > dari sebuah proses yang panjang...... > > > > > > Impian yang tinggi dimulai dari satu langkah demi satu > > langkah......pelan > > > namun pasti...alon-alon asal kelakon kata orang jawa ^_^.. > > > wallahu'alambishawab > > > > > > salam, > > > aris > > > > > > RM Danardono HADINOTO wrote: > > > **** bagaimana nihh mbak Aris? Kita tertibkan dengan perda syariat? > > > > > > maju mbak, saya ikut dibelakang... > > > > > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com> > > > , muhkito > > > afiff > > > wrote: > > > > > > > > Source: http://www.majalahtrust.com/indikator/gaya_hidup/149.php > > > > > > > > Ini Dia Gaya Berlibur Turis Arab > > > > > > > > Di Puncak, turis-turis Timur Tengah menemukan surga dunia: > > > pemandangan > > > > hijau, banyak bunga, air mengalir, dan bidadari berseliweran. > > > > > > > > Sen Tjiauw dan A. Sidarta > > > > > > > > Bunyi musik terdengar dari sebuah vila: bising, sejenis musik > > > keras > > > > dengan irama dan lirik padang pasir. Sebuah jendela yang gordennya > > > > terbuka mengungkapkan suasana ruang tamu vila yang bising itu. Di > > > bawah > > > > lampu nan terang, seorang perempuan berdiri di hadapan seorang > > > pria > > > > sambil meliuk-liukkan badannya seirama nada. Kedua tangannya > > > terentang > > > > ke atas, pinggulnya diputar-putar. Memang, tak sedahsyat goyang > > > Inul, > > > > penyanyi dangdut yang ngetop akhir-akhir ini. > > > > > > > > Tapi ada yang lebih memicu aliran darah dari sekotak pemandangan > > > lewat > > > > jendela itu: setidaknya, tubuh bagian atas penari itu tak ditutup > > > apa > > > > pun. Sebelum segalanya jelas, rupanya penghuni vila menyadari > > > gorden > > > > yang terbuka. Tiba-tiba jendela itu pun ditutup. > > > > > > > > Para pengintip yang berada di teras sebuah kamar di lantai dua > > > Hotel > > > > Jayakarta, Puncak, Jawa Barat, pun kecewa. Mereka adalah wartawan > > > TRUST. > > > > Di pertengahan Februari lalu itu, mereka meliput kawasan tersebut, > > > desa > > > > yang dikabarkan pada bulan tertentu menjadi Kampung Arab dengan > > > segala > > > > gaya berlibur turis Timur Tengah. > > > > > > > > Kampung Arab? Nama asli kampung itu sendiri yakni Kampung Sampay, > > > satu > > > > dari tiga kampung di Desa Tugu Selatan, satu kilometer di atas > > > Taman > > > > Safari, Cisarua, Bogor. Dari Jakarta, jarak menuju kampung ini > > > sekitar > > > > 84 kilometer. > > > > > > > > Tapi, kalau Anda bertanya kepada penduduk sekitar tentang Kampung > > > Arab, > > > > mereka tampak terbengong-bengong. Satu atau dua orang yang tiba- > > > tiba > > > > memahami arah pertanyaan akan menjawab: "O, maksudnya Warung > > > Kaleng?" > > > > > > > > Benar, lebih dari Kampung Sampay, lebih dari Kampung Arab, nama > > > Warung > > > > Kaleng dikenal bukan saja oleh warga setempat, tapi juga sopir > > > taksi di > > > > Bandara Soekarno-Hatta. Masuklah ke sembarang taksi, lalu sebut > > > Warung > > > > Kaleng; dijamin Anda akan sampai ke Desa Sampay, Kelurahan Tugu > > > Selatan, > > > > Kecamatan Cisarua, Bogor. > > > > > > > > Warung Kaleng sebenarnya adalah sepotong Jalan Jakarta-Puncak di > > > > kilometer 84, tak lebih dari 50 meter panjangnya. Di kanan-kiri > > > jalan, > > > > berjajar 30-an warung. Ini yang unik, papan-papan nama warung itu > > > bukan > > > > hanya berhuruf latin dengan kata-kata bahasa Indonesia, tapi juga > > > > (bahkan ada yang hanya) papan nama berhuruf Arab, dari wartel > > > sampai > > > > toko roti, dari toko kelontong sampai rumah makan. Dan yang juga > > > khas > > > > dibandingkan kampung lain, di sini banyak terlihat warga > > > bertampang > > > > Timur Tengah. > > > > > > > > BIDADARI-BIDADARI > > > > Nama Warung Kaleng sudah menjadi nama alternatif bagi Kampung > > > Sampay > > > > sejak zaman kolonial Belanda. Dulu, kawasan itu secara > > > administratif > > > > adalah tanah partikelir, yang kemudian dijadikan basis perdagangan > > > oleh > > > > pedagang pendatang dari Cina. Lambat laun, para pedagang itu > > > > berasimilasi dengan penduduk setempat, lantas masuklah Islam. > > > > > > > > Kata penduduk setempat, riwayat nama Warung Kaleng bermula dari > > > > warung-warung yang didirikan oleh para pedagang Cina itu: hampir > > > semua > > > > warung beratap seng atau kaleng. Jadilah sepetak lahan itu > > > kemudian di > > > > sebut Warung Kaleng. > > > > > > > > Nama itu tetap melekat meski suasana Cina praktis tak tercium lagi > > > dan > > > > atap seng tak lagi terlihat. Kini, warung-warung itu bertembok dan > > > sudah > > > > beratap genteng. Suasananya pun berganti ke-Arab-Araban. > > > Belakangan, > > > > muncul sebutan baru itu: Kampung Arab?bukan hanya untuk sepetak > > > Warung > > > > Kaleng, tapi juga untuk seluruh Kampung Sampay. > > > > > > > > Jadi, melihat lokasinya, bolehlah dibilang Warung Kaleng merupakan > > > > gerbang Kampung Arab. Di kawasan warung itulah pusat lalu lintas > > > turis > > > > Arab (kebanyakan dari Arab Saudi, Bah-rain, Kuwait, dan Qatar). > > > Soalnya, > > > > sejauh ini, hanya di warung-warung itu tersedia segala kebutuhan > > > turis > > > > Arab yang khas: mulai dari minuman (vodka yang didatangkan dari > > > > Jakarta), tembakau dan bumbunya (yang langsung diimpor dari Timur > > > > Tengah) untuk merokok gaya Arab, sampai roti arab (buatan lokal). > > > > > > > > Alkisah, di awal 1990-an, ketika Irak diserbu Amerika dan > > > sekutunya, > > > > banyak turis Timur Tengah datang ke Kampung Sampay. Mereka > > > menginap di > > > > vila-vila selama kira-kira satu minggu hingga satu bulan. Di tahun- > > > tahun > > > > sebelumnya, turis Arab juga sudah datang ke Kampung Sampay, namun > > > tak > > > > banyak. > > > > Dikenalnya Kampung Sampay oleh turis Arab tentunya dimakcomblangi > > > > biro-biro pariwisata, terutama biro yang berkantor di sepanjang > > > Jalan > > > > Raden Saleh, Jakarta Pusat. Di kawasan ini, para turis itu boleh > > > merasa > > > > setengah di rumah sendiri, setidaknya dalam hal makan, karena di > > > jalan > > > > ini ada dua rumah makan khas Timur Tengah. > > > > > > > > Tapi kenapa Kampung Sampay? Konon, turis-turis dari padang pasir > > > itu > > > > merindukan suasana yang berbeda dengan negeri mereka yang panas > > > dan > > > > berpantai. Mereka mengidamkan berlibur di kawasan pegunungan yang > > > sejuk > > > > dan hijau. Lalu, dibawalah mereka ke kawasan Puncak, dari Cisarua > > > sampai > > > > Cipanas. Bila kemudian Warung Kaleng menjadi terpopuler di antara > > > turis > > > > Arab, ada ceritanya. > > > > > > > > Menurut Syaiful Idries, Kepala Urusan Administrasi Desa Tugu > > > Selatan, > > > > gambaran orang Arab tentang surga dunia itu adalah jabal ahdor > > > atau > > > > gunung hijau. Di Kampung Sampay, kata Syaiful, mereka menemukan > > > jabal > > > > ahdor itu. "Di Puncak ini kan banyak bunga, air mengalir, > > > lingkungannya > > > > hijau dan indah," tuturnya. > > > > > > > > Tapi kalau hanya gunung hijau, bukan hanya Kampung Sampay yang > > > punya. > > > > Kampung ini menjadi istimewa buat turis Arab karena "banyak > > > bidadari", > > > > dan secara sosial lingkungan di sini "longgar", warganya tak > > > begitu > > > > peduli dengan urusan orang lain. "Jadi (Syaiful melanjutkan > > > ceritanya > > > > sambil tertawa), bagi orang Arab, Warung Kaleng bukan hanya jabal > > > ahdor, > > > > tapi juga jabal al jannah, gunung surga. `Bidadari-bidadari' itu > > > > didatangkan dari desa lain yang cukup jauh," paparnya. > > > > > > > > MERACUNI ANAK-ANAK > > > > Singkat cerita, kerasanlah turis-turis itu berlibur di jabal al > > > jannah. > > > > Bahkan, secara sosial keagamaan, suasana di sini pun okey: ada > > > suara > > > > azan berkumandang saat menjelang salat wajib. Di Kampung Sampay, > > > ada > > > > tiga pondok pesantren, dan ada pula satu pesantren baru yang > > > sedang > > > > dibangun. > > > > > > > > Warga setempat pun menyambut para turis Arab dengan terbuka. Apa > > > boleh > > > > buat, secara nyata, mereka memang mendatangkan fulus. Penginapan > > > terisi, > > > > makanan terjual, sumbangan pun mengalir. Lihatlah Haji Samsudin, > > > 65 > > > > tahun, yang sedang memimpin pendirian sebuah pondok pesantren baru > > > di > > > > Kampung Sampay ini, namanya Pondok Sikoyatun Najah. > > > > > > > > Menurut Wak haji ini, sebagian biaya calon pesantrennya diperoleh > > > dari > > > > sumbangan turis Arab. Di sebuah lorong di belakang Warung Kaleng, > > > > terpasang spanduk dalam tulisan dan bahasa Arab, yang artinya > > > kurang > > > > lebih begini: "Kami sedang membangun gedung untuk pondok pesantren > > > di > > > > sini, mohon sumbangannya." Dengan bahasa dan huruf Arab, jelaslah > > > > sasaran spanduk itu. Lantas, Nanang Supriatna, salah seorang Ketua > > > RT di > > > > Kampung Sampay, mengatakan: "Enggak ada Arab, enggak hidup ekonomi > > > > orang-orang sini." > > > > > > > > Nanang yang sehari-hari berjualan kambing, pada Idul Adha yang > > > lalu > > > > berhasil menjual 11 kambing. "Kalau enggak ada Arab, kambing saya > > > > paling-paling laku dua ekor," tuturnya kepada TRUST. Dan ternyata > > > bukan > > > > hanya 11. Begitu ia selesai bertransaksi untuk kambing yang ke-11 > > > dengan > > > > Samid (mahasiswa Arab Saudi yang menginap di Vila Barita), datang > > > > pesanan dua kambing lagi dari turis Arab yang menginap di Aldita, > > > vila > > > > pertama di daerah itu. > > > > > > > > Tapi tak seluruh penduduk mengangguk-angguk dan mengucapkan ahlan > > > > wasahlan kepada tamu-tamu Timur Tengah itu. Haji Ichwan Kurtubi, > > > 55 > > > > tahun, seorang tokoh masyarakat Kampung Sampay, merasa tak enak > > > melihat > > > > perilaku para turis itu. Para ulama, katanya, pasti tidak setuju > > > warga > > > > di sini memfasilitasi para turis itu ber-dugem ria alias berdunia > > > > gemerlapan. "Mereka itu enggak bener. Masa sih ada Arab kawin, > > > walinya > > > > diambil dari sekitar-sekitar sini," ucapnya. > > > > Menurut Haji Ichwan, pernikahan baru sah bila dihadiri wali yang > > > sah > > > > menurut Islam. "Mereka itu meracuni anak-anak muda di sini," > > > katanya > > > > seraya melampiaskan kemarahannya. > > > > > > > > VODKA DI TANGAN KANAN > > > > Tapi, anak-anak muda yang dijaga oleh Haji Ichwan itu sendiri tak > > > > peduli. Mereka dengan senang mengadakan ini dan itu untuk para > > > turis. > > > > Dan dengan begitu?mulai sebagai pemandu wisata, mencarikan kambing > > > > korban, mengantar si turis dengan ojek, mencarikan vila, sampai > > > menjadi > > > > preman penjaga keamanan?mereka mendapatkan penghasilan. Kata Haji > > > > Ichwan: "Ulama di sini sudah kalah sama anak-anak muda itu." > > > > > > > > Sedangkan Zaki al-Habsy, pengelola gerai penukaran uang di Warung > > > > Kaleng, mencoba bersikap realistis. "Yang tidak suka dengan turis- > > > turis > > > > Arab itu hanya orang-orang yang tidak berbisnis melayani mereka," > > > kata > > > > Zaki yang juga agen perjalanan itu. > > > > > > > > Sebenarnya, di balik ketenangan hijaunya bukit dan pepohonan > > > Kampung > > > > Sampay, ada keresahan yang tersembunyi. Perilaku dan gaya berlibur > > > > lelaki-lelaki dari padang pasir itu?yang eksklusif dan tertutup > > > bagi > > > > siapa saja, kecuali terhadap orang-orang yang mereka butuhkan? > > > selain > > > > melahirkan kecemburuan, juga menimbulkan ketersinggungan. > > > > > > > > Benar, wanita-wanita yang mereka datangkan bukan warga Tugu > > > Selatan. > > > > Yang terlihat dari jendela itu, misalnya yang diminta menari > > > striptease > > > > atau tari perut, konon, adalah perempuan dari Cianjur, 20-an > > > kilometer > > > > dari Tugu. Tapi, menurut Haji Ichwan, suasana seperti itu di depan > > === message truncated === > > The great job makes a great man > pustaka tani > nuraulia > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

