Menurut saya sih, kalau bang Jidan mengungkapkan apa yang dikatakan 
mat Rodji secara gamblang ke umum...itu bisa dijadikan alat mat 
Rodji untuk menuntut bahwa hal itu adalah bohong dan merusak nama 
baik mat Rodji, perlakuan tidak menyenangkan dll. Bisa menuntut 
balik, kalo istilah hukumnya... karena sulitnya membuktikan hal 
tersebut.

Meski lip reader tidak mempunyai versi yang pasti, tapi semua 
versinya menunjukkan bhw kata-kata yang keluar dari mulut mat Rodji 
adalah kata2 tak senonoh 'meyangkut' ibunya.

Mat Rodji berkelit dia tidak menghina ibunya. Oke memang dia tak 
berucap 'your mother' (Kalo itu yg dimaksud mat Rodji). Tapi dengan 
mengatakan 'kamu adalah ANAK dari..." sama aja kan artinya. Mau 
bermain kata, mungkin.

Bang Jidan memang salah dan dia telah dihukum dengan kartu merahnya. 
Itu sudah diakui bang Jidan. Dalam konteks peraturan persepakbolaan 
itu telah JELAS: bang Jidan bersalah dan telah dihukum. Jelas 
tandukannya itu mengecewakan fansnya. Dalam konteks lain, yaitu 
konteks pergerakan anti rasisme, ini menjadi sangat lain. Apakah mat 
Rodji akan mengakui apa yang sesungguhnya telah dia katakan? Apa 
perlunya dia berkelit? Dia memang perlu berkelit karena mat Rodji 
bukan lagi dalam peraturan persepakbolaan yang harus sportif dan 
jujur. Ini diluar itu semua. Dia bebas melakukan apapun sebebas 
mafia melakukan apapun, meski harus meng 'dorr!'.

--- In [email protected], Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Check this out..
>    
>   http://www.msnbc.msn.com/id/13835839/from/RS.1/
> 
>   Anehnya, Zidane ga mau bicara secara terus terang kalimat apa 
yang dilontarkan Materazzi.. dan para lip readers pun tidak punya 
versi yang pasti soal ucapan Materazzi.
>    
>   Jadi, tetap aja yang disalahkan Zidane karena melakukan aksi 
fisik. Sementara Materazzi bisa berkelit. 
>    
>   
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Ini versi Indonesia dari www.pialadunia.com. Kalau mau 
versi Inggris 
> coba aja di www.soccernet.com. Ini juga versi bang Jidan nelpon ke 
> aku...:-))
> 
> Kalau bener begini alasannya, no wonder bang Jidan ngamuk. Kalo 
ada 
> orang ibunya dihina berkali-kali, dan gak bereaksi...wah ada yang 
> putus ama urat syarafnya ato emang dia dah keturunan wali songo 
> kali...:-)
> 
> Saya sendiri pernah ngerasain ibu saya dihina orang. Saya marah 
> kayak singa betina ngamuk: mengaum...(padahal saya juga bandelnya 
> setengah mati ama ibu saya dulu). Sama kondisinya ama bang Jidan. 
> Ketika dihina sang ibu lagi berada dirumah sakit...sapa yang gak 
> senyo..coba! Langsung deh, "aummmm" (nyerocos maksute)...walaupun 
> ujung2nya 'gubrak' menangis. Pere bisanya kan nangis!! abis...Mo 
> nonjok, bukan petinju. Mo mukul, bukannya karatedo. Mo nendang, 
> bukan taekwando-in. Mo nyeruduk bukan matador (yang pasti sakit 
> sendiri deh soale yang dilawan laki2 pelatih bela diri). Mo bales 
> maki ibunya...kok gak bisa keluar juga kata2 begitu. hiks...
> 
> ****
> 
> Kamis, 13/07/2006 06:03 WIB
> Pengakuan Zinedine Zidane
> Andi Abdullah Sururi - detikSport 
> 
> AFP/Bertrand Guay Paris - Inilah petikan wawancara Zinedine Zidane 
> dengan stasiun televisi Prancis, Canal Plus, Rabu (12/7/2006), 
> mengenai insiden di pertandingan terakhirnya di final Piala Dunia 
> 2006 lalu, saat ia menanduk dada Marco Materazzi sehingga diganjar 
> kartu merah.
> 
> Tanya: Anda tahu pemain-pemain Italia telah mengenal Anda dengan 
> baik karena Anda bermain di Italia selama lima tahun. Sebelum ini, 
> apakah Anda pernah punya masalah dengan mereka?
> 
> Zidane: Sama sekali tidak. Anda selalu punya friksi dengan pemain-
> pemain tertentu... itulah permainan, selalu seperti itu. Tapi aku 
> tak pernah bertikai dengan siapapun.
> 
> Tanya: Termasuk Materazzi?
> 
> Zidane: Tidak. Tak pernah ada apa-apa dengan dia sampai dia 
menarik 
> bajuku. Aku minta dia berhenti menarik bajuku. Kukatakan padanya, 
> kalau mau baju ini kita bisa tukaran di akhir pertandingan.
> 
> Saat itulah dia mengatakan kata-kata yang sangat kasar, yang lebih 
> kasar daripada isyarat tubuh. Dia mengulanginya beberapa kali. Ini 
> terjadi sangat cepat dan dia mengatakan sesuatu yang betul-betul 
> melukai perasaanku.
> 
> Tanya: Semua orang ingin tahu persisnya kata apa yang dia 
ucapkan...
> 
> Zidane: Sangat serius. Sangat menyangkut pribadi.
> 
> Tanya: Tentang ibu dan saudara perempuan Anda?
> 
> Zidane: Ya. Kata-kata itu sangat kasar. Anda mendengarnya satu 
kali, 
> lalu mencoba pergi. Tapi Anda mendengarnya lagi untuk kedua 
kalinya, 
> lalu ketiga kalinya. Aku juga manusia dan beberapa kata-kata bisa 
> lebih sulit untuk didengarkan daripada perbuatan. Lebih baik 
wajahku 
> yang dipukul ketimbang mendengar hal itu."
> 
> Tanya: Dia menyingung ibu dan saudara perempuan Anda dua atau tiga 
> kali?
> 
> Zidane: Ya. Aku bereaksi yang sesungguhnya tak boleh dilakukan. 
Aku 
> harus menegaskan itu. Kejadian itu ditonton dua-tiga miliar orang 
> lewat televisi dan jutaan anak-anak.
> 
> Perbuatanku tidak dapat dibenarkan dan oleh karena itu, kepada 
anak-
> anak dan mereka yang memberi pelajaran kepada anak-anak tentang 
apa 
> yang boleh dan tidak boleh dilakukan, aku minta maaf.
> 
> Tanya: Anda minta maaf kepada mereka, tapi betulkah Anda menyesal 
> karena melakukan hal ini?
> 
> Zidane: Aku tidak bisa menyesalinya karena itu berarti aku 
mengakui 
> bahwa dia (Materazzi) berhak ngomong begitu, padahal tidak.
> 
> Kita selau bicara soal reaksi, dan tentu saja tindakan(ku) harus 
> dihukum. Tapi kalau tidak ada provokasi, pasti tak ada reaksi.
> 
> Provokasi dia sangat serius. Tindakanku memang salah, tapi pelaku 
> kejahatan yang sebenarnya adalah orang melakukan provokasi. 
> 
> Apakah Anda membayangkan bahwa di final Piala Dunia seperti itu, 
> dengan 10 menit tersisa dari penghujung karirku, aku akan 
melakukan 
> sesuatu seperti itu karena membuatku senang?
> 
> Tanya: Dan kalau itu terjadi lagi, apakah Anda akan bereaksi sama?
> 
> Zidane Aku sudah mengutarakan apa yang kupikirkan.
> (a2s) 
> 
> 
> 
>          
> 
>               
> ---------------------------------
> How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low  PC-to-Phone 
call rates.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke