Anak Lebih Taat kepada Bunda, Tanya Kenapa?  Oleh Bayu Gawtama    
11 Jul 06 06:21 WIB   
   Kirim teman   Gunawan -bukan nama sebenarnya- mengeluh lantaran Bobby (5), 
anaknya, lebih mau mendengar kata-kata bundanya tinimbang dirinya. Bahkan 
ketika ia harus mengeluarkan perintah dengan nada yang lebih keras pun, Bobby 
tetap tak menggubrisnya, bahkan berlari mencari perlindungan ke Soffie, sang 
bunda.
  Sebagai Ayah, Gunawan merasa 'cemburu' kepada Soffie karena tidak dipatuhi, 
ditaati bahkan mungkin tidak lebih dicintai oleh Bobby, buah hatinya sendiri. 
Haruskah Gunawan menghukum Bobby? Adakah andil Soffie yang membuat Bobby tak 
patuh kepada Ayahnya? Benarkah keadaan seperti ini kesalahan sepenuhnya 
dialamatkan kepada si kecil Bobby? Atau memang sangat wajar dan demikian 
adanya, bahwa anak-anak sudah sepantasnya lebih dekat dan lebih patuh kepada 
bunda sebab kedekatannya selama dalam kandungan, melahirkan dan menyusui.
  Masalah yang dihadapi Gunawan, hanyalah satu dari sekian banyak kasus yang 
terjadi. Tidak sedikit Ayah yang memiliki problem yang sama, dan sangat mungkin 
ini menjadi permasalahan bersama para Ayah di banyak tempat. Tetapi sebelum 
mengalamatkan telunjuk kesalahan kepada isteri atau anak-anak akibat keadaan 
ini, mari melihat apa yang sudah kita lakukan kepada anak-anak.
  Untuk kasus Gunawan misalnya. Ia pernah didatangi Bobby saat tengah sibuk 
memperbaiki kendaraannya. Bobby yang sering memperhatikan Ayahnya mengutak-atik 
kendaraan menganggap sang Ayah adalah montir handal dan karenanya pastilah bisa 
pula memperbaiki mobil-mobilan kesayangannya yang rusak. Namun ketika ia 
meminta bantuan Ayahnya untuk memperbaiki mainannya, kekecewaan lah yang 
didapatinya dari kalimat, "Pergi sana ke bunda, apa kamu nggak lihat Ayah 
sedang sibuk." Bobby yang patah hati pun mendatangi sang bunda. Soffie mencoba 
memperbaiki mainan kesayangan anaknya, dan berhasil!
  Boleh jadi, kerusakan mobil kesayangan Bobby bukan sesuatu yang parah. 
Mungkin saja hanya battery-nya yang habis dan tidak akan menyita waktu banyak 
untuk memperbaikinya. Pada saat Bobby mendatangi Ayahnya untuk meminta bantuan, 
itu lah kesempatan terbaik sang Ayah untuk berdekatan dengan anaknya, itulah 
saat-saat emas menunjukkan perhatian terbaik kepada anak-anak. Nampaknya 
Gunawan tak menyadari dan melewatkan kesempatan berharga tersebut. Persepsi 
Bobby pun berubah, "Bunda lebih handal."
  Contoh lain ada di malam hari. Suatu kali Bobby meminta Ayahnya untuk 
menemani tidurnya dengan mendongeng. Lagi-lagi Bobby tak menangkap isarat, 
bahwa Bobby ingin mendapat perhatian lebih dari sang Ayah. "Sama bunda saja ya, 
Ayah lelah sekali," ujar Gunawan. Barangkali memang Bobby tak tahu kalau 
Ayahnya lelah setelah seharian kerja, tetapi Bobby juga seorang anak kecil yang 
ingin merasa memiliki Ayah. "Bobby juga punya Ayah kan? Bobby tidak hanya punya 
Bunda kan?" barangkali kalimat ini yang bisa menggambarkan perasaan seorang 
anak seperti Bobby.
  Keberadaan Ayah pada saat dibutuhkan, kehadirannya ketika dinantikan, 
seringkali menjadi mimpi bagi anak-anak. Terutama bagi anak-anak yang 
orangtuanya super sibuk. Jangan heran jika Anda mendengar cerita tentang 
anak-anak yang lebih dekat kepada pembantunya, atau anak-anak yang setiap kali 
menangis justru berlari ke pelukan babby sitter dan bukan orangtuanya. Salahkah 
anak-anak memiliki perasaan seperti itu?
  Ketika buah hati Anda tak lebih dekat kepada Anda sebagai Ayahnya, tak lebih 
mendengar kata-kata Anda dibanding ucapan sang Bunda, bahkan tak lebih sayang 
seperti yang Anda inginkan? Cobalah beri perhatian lebih kepada mereka. 
Anak-anak akan berlari mendekat kepada Anda, saat Anda berjalan mendekatinya. 
Saat Anda menciumnya di kening, mereka akan mencium Anda di kening, pipi, 
mulut, hidung dan dagu Anda. Ketika Anda mau mendengarkan mereka barang sedetik 
saja, mereka akan melakukan apa saja yang Anda inginkan. Cobalah.
  Bayu Gawtama ([EMAIL PROTECTED])


The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Next-gen email? Have it all with the  all-new Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke