Untuk TV lain gimana ya? Ngomong" soal grup DKI, saya sendiri dulu penah menanyakan langsung hal ini dalam satu acara 'seminar santai'; dijawab (Alm) Kasino, klo gak salah bunyinya gini: 'anda ini seperti gak ngerti aja.. ya gimana lagi, itu kan (pesanan/)maunya produser'..
Ternyata memang kapital lebih berkuasa dari idealisme.. padahal, AFAIK, mereka itu kan pelawak intelek juga ya.. lulusan UI(?).. Klo di jaman sebelum 2000-an, mirip grup lawak Bagito.. :-) Suka sental-sentil kritik sosial gitu deh.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K ---------- Forwarded message ---------- From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 16 Jul 2006 11:05:24 +0700 Subject: [jurnalisme] KPI PUSAT MINTA RCTI TIDAK MENAYANGKAN KEMBALI FILM WARKOP http://www.kpi.go.id/index.php?categoryid=51&p2_articleid=166 SIARAN PERS Nomor : 31/K/KPI/SP/05/06 KPI PUSAT MINTA RCTI TIDAK MENAYANGKAN KEMBALI FILM WARKOP Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPIP) meminta dengan tegas kepada RCTI untuk menghentikan dan tidak lagi menyiarkan film-film komedi Nasional (Warkop) bernuansa seks pada pukul 13.00, yang sudah berlangsung sepanjang masa liburan murid sekolah ini (sejak 3 Juli 2006), baik untuk waktu sekarang maupun yang akan datang di kemudian hari. KPI menilai Film-film Warkop yang disiarkan tersebut sangat jelas mengeksploitasi seks, mengandung banyak adegan mesum dan cabul, melecehkan perempuan sebagai objek seks serta bertentangan dengan nilai-nilai agama. RCTI bahkan secara tidak bijaksana menempatkan film-film tersebut sebagai tontonan anak-anak di seluruh Indonesia. Adapun beberapa adegan maupun dialog yang termuat dalam beberapa contoh film tersebut yang menurut KPIP sangat tidak pantas antara lain film Warkop berjudul "Bisa Naik Bisa Turun" edisi Rabu, 5 Juli 2006 yaitu : * Terdapat adegan Dono, Kasino dan Indro yang mengintip celana dalam Kiki Fatmala. Pada saat itu, Kiki Fatmala mengenakan rok mini sedang menunduk untuk mengganti saluran televisinya. * Kemudian, adegan Dono meraba paha seorang wanita yang ditemuinya sedang duduk ditaman. * Adapula adegan dan dialog yang mengajak pemirsa membayangkan ukuran payudara wanita. Adegannya, seorang wanita gemuk tetangga Indro menanyakan tempat untuk meletakkan gula. Tetangganya tersebut menyodorkan bra-nya kepada Indro. Indro menuangkan gula dari toples hingga gula dalam toples tersebut habis. Pada saat itu, gambar film sedang meng-close up belahan payudara dan bra yang dijadikan tempat gula. Indro berkata, "Ampe kosong, nomor berape BH-nye?" * Pengambilan gambar secara close up pada wanita yang berpakaian bikini. * Setelah itu, adegan Dono, kasino dan Indro mengganggu wanita berbikini di pantai. * Terdapat juga dialog yang intinya mengajak pemirsa berasosiasi pada alat kelamin laki-laki. Adegannya, seoarang wanita gemuk sedang membeli sayur dan tiba-tiba dikagetkan oleh tetangganya hingga wanita gemuk itu terperanjat dan lantah. Wanita A: "Eh, bukan punya lu!", Wanita B: "Punya lu panjang (menunjuk pada tukang sayur laki-laki), Eh panjang! Punya lu panjang kan (kembali menunjuk tukang sayur). Eh panjang lagi, bagaimana sih (menepuk wanita A yang tertawa). Punya lu panjang kan (menunjuk sekali lagi). Eh panjang lagi au deh ah". Kemudian, Wanita A bertanya kepada tukang sayur: "Nggak ada yang lebih matang bang?" Wanita B spontan menyela: "Nggak ada yang lebih panjang?" Kemudian, satu contoh lagi dalam film Warkop berjudul "Depan Bisa Belakang Bisa" yang ditayangkan pada Kamis, 6 Juli 2006 yaitu: * Percakapan antara Dono dan Michiko yang intinya berasosia pada payudara. Percakapan tersebut dilakukan di atas ranjang dengan menggunakan pakaian piama. Dialognya, Michiko: "Dono san, susu saya ", Dono: "Iya kenapa susu kamu?" (sambil melihat ke arah payudara di Michiko), Michiko: "Bukan susumu. Maksud saya, saya biasa minum susu sebelum tidur." * Kemudian, cara berpakaian Penny (sekretaris biro penyidik) dan Michiko sering kali memperlihatkan pahanya masing-masing. Selanjutnya, KPIP meminta dengan sungguh-sungguh pada RCTI untuk membenahi dengan segera muatan siaran tersebut. Perlu dicatat, bahwa sejumlah stasiun televisi lain sudah menunjukkan upaya serius untuk terus membenahi kualitas tayangannya sehingga tidak merugikan kepentingan masyarakat. Dalam kesempatan ini, KPIP masih percaya pada pengelola RCTI bahwa mereka tidak akan menyalahgunakan frekuensi siaran yang dipercayakan kepadanya untuk menyebarkan materi-materi siaran yang bertentangan dengan kepentingan dan nilai-nilai masyarakat luas. Namun demikian, KPIP perlu mengingatkan jika seandainya RCTI tidak menunjukkan perubahan berarti dalam isi siarannya, KPIP akan mempertimbangkan sikap tersebut dalam proses pemberian Izin Penyelenggaraan Penyiaran serta akan membawa bukti-bukti rekaman pelanggaran yang selama ini dihimpun KPIP kepada pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Jakarta, 14 Juli 2006 Ade Armando Koordinator Isi Siaran [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

