Hermawan Kartajaya :
Ekonomi Islam itu Adil dan Indah

Guru marketing Hermawan Kartajaya sudah beberapa lama
bergaul dengan praktisi keuangan syariah. Ia mulai
fasih mengatakan ajaran Islam sebagai rahmatan lil
alamin. Beragama Katolik, Hermawan malah berniat
ikut dalam mengembangkan nilai marketing Islami.
Berikut petikan wawancara sesaat setelah peluncuran
buku Sharia Marketing di Jakarta pekan lalu.

Sebetulnya apa beda marketing syariah dan
konvensional?

Dalam dunia marketing itu ada istilah kelirumologi.
Itu lho sembilan prinsip yang disalah artikan.
Misalnya marketing diartikan untuk membujuk 
orang belanja sebanyak-banyaknya. Atau marketing yang
yang pada akhirnya membuat kemasan sebaik-baiknya
padahal produknya tidak bagus. Atau membujuk
dengan segala cara agar orang mau bergabung dan
belanja. Itu salah satu kelirumologi ( merujuk istilah
yang dipopulerkan Jaya Suprana).
Marketing syariah itu mengajarkan orang untuk jujur
pada konsumen atau orang lailn.
Nilai syariah mencegah orang (marketer) terperosok
pada
kelirumologi itu tadi. Ada nilai-nilai yang harus
dijunjung oleh seorang pemasar. Apalagi jika ia
Muslim.

Apakah nilai marketing syariah bisa diterapkan umat
lain?

Lha ya nilai Islam itu universal. Rahmatan lil alamin.
Begitu kan istilahnya. Nabi Muhammad itu menyebarkan
ajaran Islam pasti bukan hanya untuk umat Islam saja.
Jadi tidak apa-apa jika nilai marketing
syariah ini inisiatif orang Islam supaya bisa
menginspirasikan orang lain.
Makin banyak non-Muslim yang ikut menerapkan nilai
ini, makin bagus. Saya ikut mengendorse marketing
syariah. Soal jujur itu kan universal.
Jadi marketing syariah harus diketahui orang lain
dalam rangka rahmatan lil alamin itu.

Apa nilai inti marketing syariah?

Integrity atau tak boleh bohong. Transparansi. Orang
kan tak boleh bohong. Jadi orang membeli karena butuh
dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan,
bukan karena diskonnya. Itu jika konsep marketing
dijalankan secara benar.

Bagaiman muasal perkembangan nilai spiritual dalam
marketing

Sejalan dengan perkembangan dunia. Setelah September
attack, orang melihat IQ dan EQ saja tidak cukup.
Harus ada SQ, spiritual quotient. Orang melihat

Apakah nilai marketing syariah ini akan bertahan?

Ya pasti sustain. Karena prinsip dasarnya kejujuran.
Ini yang dibutuhkan semua orang. Apalagi setelah kasus
seperti Enron, Worldcom dan lainnya.
Orang melihat bisnis itu harus jujur.

Lalu di mana peran ilmu marketing dalam konsep syariah

Syariah mengendorse marketing dan marketing
mengendorse syariah. Ilmu marketing menyumbangkan
profesionalitas dalam syariah. Karena jika orang
marketing tidak profesional, orang tetap tidak
percaya. Lihat saja
bagaimana investor Timur Tengah belum mau investasi di
Indonesia, meski negara ini populasinya mayoritas
Muslim. Karena mereka tidak yakin dengan
profesionalitas kita. Jadi, jujur saja tidak cukup.

Bukankan nilai kejujuran dan transparansi itu
diajarkan semua agama

Ya. Memang semua agama mengajarkan nilai itu. Tapi
jangan lupa bahwa islam itu rahmatan lil alamin. Jadi,
ada titik singgung. Bukankah lebih baik mencari yang
serupa dari pada memperkarakan yang berbeda.
Jika begitu hidup kita damai. Menurut saya, tak
mengapa kita sebut marketing syariah.
Karena mayoritas populasi di Indonesia itu Muslim.
Jadi nilai syariah yang kita kedepankan. Kita mulai di
sini, di Indonesia. Ada bagusnya jika yang
mengendorse itu orang Islam, bukan yang lain.

Setelah nilai spiritual konsep apa lagi yang akan
mengemuka dalam dunia bisnis?

Millenium. Orang mencari keseimbangan. Maksudnya orang
berbisnis itu harus menjaga kelangsungan alam, tidak
merusak lingkungan. Berbisnis juga ditujukan untuk
menolong manusia yang miskin dan bukan menghasilkan
keuntungan untuk segelintir orang saja. Nilai-nilai
ini ke depan akan mengemuka. Sekarang pertemuan para
praktisi marketing mulai mengarah ke sana.

Setelah mengenal Islam, apa pendapat Anda tentang
nilai yang diajarkan

Islam agama yang universal dan komprehensif.
Guidance-nya lengkap. Ada petunjuk untuk seorang
pedagang, kepala negara, seorang anak, panglima perang
dan semuanya. Ada diatur secara lengkap. Di atas semua
itu saya melihat Islam itu ajaran yang damai dan
indah. Ajaran Islam bisa dipakai semua orang. Itu
kesan saya dan mengapa saya mau mempelajari nilai
Islam untuk dikembangkan dalam konsep marketing. Saya
sekarang menjadi
aktivis lingkungan dan nilai-nilai. (Republika / tid )


===============================================
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Mohon maaf jika sudah pernah mendapatkan, suatu kajian
unik dari Hermawan Kertajaya master of marketing
tentang Islam. 

THE 10 CREDOS OF COMPASSIONATE MARKETING
oleh : Hermawan Kartajaya

"CAN YOU PRACTICE WHAT YOU PREACH, AND WOULD YOU TURN
THE OTHER CHEEK ?
WHERE IS THE LOVE, BLACK EYED PEAS"

Saya merasa terhormat ketika diundang untuk berceramah
bersama
dengan KH Abdullah Gymnastiar. Bagi saya, Aa Gym
adalah asset nasional.
Dan
kalau kalau orang di seluruh dunia tahu, sebetulnya Aa
Gym sudah
merupakan asset dunia.

Karena itu ketika saya mendapat undangan untuk mengisi
ceramah
bersama AaGym, saya langsung membentuk tim di
MarkPlus&Co yang terdiri
dari
teman - teman Muslim. Saya minta mereka mempelajari
buku - buku Aa Gym,
berkonsultasi dengan pakar bisnis Islam, dan
mempelajari kitab suci
untuk
memperkaya konsep yang sedang saya kembangkan.

Inilah konsep Compassionate Marketing yang pertama
kali saya share
bersama Aa Gym di Bandung beberapa waktu yang lalu.

Saya melihat, dengan berkembangnya IT yang semakin
meningkat,
informasi semakin banyak, ternyata orang menjadi
semakin bingung. Tidak
seperti yang dulu diharapkan, kalau informasi semakin
banyak, kita
semakin
pasti.
Akibatnya, sekarang orang lebih membutuhkan
spiritualitas dari pada
dulu.

Dalam pikiran saya ada tiga era perkembangan
spiritual.

Era pertama ketika orang melakukan polaris, antara
spiritual itu
sendiri dan bisnis. Saya masih ingat ada salah satu
bos yang tidak
perlu
saya sebutkan namanya. Dia adalah salah satu bos besar
dalam bisnis di
Indonesia.
Bos ini mengatakan pada saya "Hermawan, kalau kamu mau
berbisnis jangan
berpikir soal agama. Bisnismu itu di kiri, agama itu
di kanan. Kalau
kamu
mau mendalami agama, pelajarilah betul - betul,
jadilah kiai, jadilah 
pendeta,
jadilah biarawan."

Inilah yang saya sebut sebagai era pertama ketika
orang benar- benar
memisahkan antara urusan spiritual dengan urusan
bisnis.

Kemudian muncul era kedua, yang dimulai ketika keadaan
makin tidak
menentu. Ketika lanskap bisnis semakin berubah terus,
tidak stabil,
orang
mulai bingung, orang mulai melakukan yang namanya
balancing. Mereka
berbisnis dengan cara dunia, mereka tidak segan -
segan meminta -
minta,
berkolusi ataupun melakukan tindakan - tindakan yang
tidak etis. Tidak
malu - malu, karena pada umumnya semua pebisnis
melakukan hal seperti
itu.
Bahkan kalau pebisnis tidak melakukan hal seperti itu,
mereka dianggap
bukan pebisnis.

Namun ada sejumlah pebisnis yang menyumbangkan
sebagian hasil
binisnya yang dilakukan secara kurang etis tersebut
untuk kepentingan
spiritual.
Jadi semacam Robin Hood. Di era tersebut orang akan
berpikir, saya
binisnya boleh menyuap, boleh menerima hasil korupsi
asal uangnya
disumbangkan lagi untuk kegiatan - kegiatan
kemanusian, social dan 
keagamaan.

Saya melihatnya era ini sudah berlalu. kita mesti
masuk pada era
ketiga, bukan lagi era balancing tetapi masuk pada era
integration.
Menurut
pendapat saya sekarang sudah tiba saatnya, bahwa kita
harus melakukan
100%
bisnis, 100% spiritual.

Jadi tidak perlu lagi ada polarisasi : kalau saya
berbisnis, tidak
perlu
spiritualitas, kalau saya mandalami spiritualitas,
tidak boleh lagi
berbisnis. Atau dengan cara kedua, balancing, saya
berbisnis dengan
cara yang tidak spiritual. Boleh korupsi asal hasilnya
saya sumbangkan
untuk kegiatan spiritual.

Menurut saya, sekarang the ultimate stage adalah stage
ketiga. Kita
bisa melakukan 100% bisnis dan spiritual sekaligus.
Dan kalau kita
persempit dalam dunia marketing, orang akan bertanya -
Tanya, apa bisa
kita
menjalankan 100% marketing 100% spiritual?

Keraguan ini muncul karena banyak orang salah
mengerti, yang
dimaksud dengan marketing hanyalah selling. Dan
kebanyakan salesman
adalah
orang yang omong besar dan manis. Yang dijanjikan
seperti ini, tapi yang
diserahkan bukan itu. Hal ini membuat banyak orang
salah mengerti.
Marketing
diidentikkan dengan selling. Sedangkan selling itu
diidentikkan dengan
cheating. Ini yang keliru!

Kalau kita telusuri lebih mendalam akar - akar
marketing yang
sebenarnya, saya menemukan sepuluh hal yang saya piker
sama sekali
tidak
boleh dipertentangkan, bahkan tidak boleh
diseimbangkan, tetapi harus
diintegrasikan dengan nilai - nilai spiritual. Dari
telusuran saya
bersam tim, ternyata di dalam Kitab Suci dan Hadist
banyak sekali
ditemukan nilai - nilai spiritual dalam bisnis.
Perkenankanlah saya
untuk
mengutarakan konsep "The 10 Credos of Compassionate
Marketing" berikut
ini
satu per satu, mudah - mudahan ada inspirasi untukkita
semua.

PRINSIP # 1 LOVE YOUR CUSTOMER, RESPECT YOUR
COMPETITOR

Cintailah pelanggan Anda, dan hormatlah pada
competitor Anda. Tim saya
menemukan ada disuatu hadist: "Allah tidak akan
berbelas kasih pada
seseorang bila ia tidak mengasihi sesamanya," Hadist
riwayat
Bukhari, dan Thabrani. Dan tim saya juga menemukan
suatu quotation,
"Dan
janganlah sekali - sekali kebencianmu terhadap kamu
untuk berlaku tidak
adil," Al Qur'an surat Al Maidah : 8

Aa Gym sudah jelas mengatakan, mengapa harus takut
bersaing?
Bersaing itu bagus. Kalau tidak ada lawannya kita
selalu menjadi juara,
tapi apa artinya juara? Bagi orang marketing kita
harus melihat hal -
hal 
sebagai
berikut :

Pertama, competitor akan memperbesar pasar, sebab
tanpa competitor
industri tidak akan berkembang. Sebagai contoh, orang
yang menjual
martabak
di suatu tempat, kalu tidak ada orang yang menjual
martabak di sebelah
-
sebelahnya, maka pasar permartabakan mungkin tidak
akan besar. Jadi
your
competitor will increase your market.

Kedua, competitor Anda sebetulnya perlu dibenchmark,
mana yang
bagus dan mana yang jelek. Yang bagus harus ditiru,
namanya
benchmarking.
Dalam istilah manajemen, mempelajari competitor itu
tidak ada yang
salah,
malah dianjurkan.

Ketiga, kalau Anda tahu competitor Anda melakukan
strategi,
barangkali belum tentu Anda harus meniru dia. Ada yang
perlu ditiru,
tapi
justru ada yang harus dilakukan diferensiasi, yakni
dengan menciptakan
hal 
yang
berbeda dengan apa yang telah dimiliki oleh
competitor.

PRINSIP # 2 BE SENSITIVE TO CHANGE AND BE READY TO
TRANSFORM

Dunia tidak akan selamanya seperti ini. Lanskap bisnis
akan terus
berubah.
Kompetisi yang semakin sengit tidak mungkin dihindari
lagi.
Globalisasi dan teknologi akan membuat pelanggan
semakin pintar. Kalau
kita
tidak sensitive dan tidak cepat - cepat mengubah diri,
maka kita akan
habis. 
Tim
saya menemukan, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah
keadaan suatu kaum
sehingga mereka akan mengubah keadaan yang ada pada
mereka sendiri," Al
Qur'an Surat Ar - Ra'd : 11.

Dan saya ingat cerita yang indah Nabi Nuh yang
dibisiki Tuhan bahwa
akan ada banjir besar, tapi Nabi adalah orang yang
sensitif. Lalu Nabi
Nuh
membuat kapal. Kita bukan Nabi, tidak munngkin Tuhan
itu dengan gampang
membisiki kita kalau kita tidak sangat dekat dengan
Tuhan. Karena itu
kita
harus mendekatkan diri pada Tuhan secara terus menerus
mengasah
sensitifitas
terhadap perubahan, sehingga kita lebih siap
menghadapi persaingan.

PRINSIP # 3 GUARD YOUR NAME, BE CLEAR WHO YOU ARE

Aa Gym sebelumnya telah mengatakan dengan jelas
tentang pentingnya
menjaga nama baik. Menajdi koruptor termasuk orang
yang tidak bisa
menjaga
nama baik. padahal di dalam marketing diajarkan,
"brand name is every
thing".
Seringkali orang membeli barang yang brand name bagus,
walaupun secara
kualitas, barang tersebut sama dengan yang lain. Guard
your name be
clear 
of who your are.

Tim saya melihat, menyelidiki, dan memaparkan kepada
saya bahwa
sebelum diangkat menjadi rasul, profesi Nabi adalah
berdagang yang dia
lakukan sejak usia 12 tahun. Dalam berdagang Nabi
dikenal jujur
sehingga
mendapat julukan Al Amien. Mister Clean, Mister
Trusty. Jadi dengan
demikian 
Nabi
Muhammad sudah memberikan contoh, bahwa positioning
dan diferensiasinya
berbeda disbanding dengan pedagang - pedagang lain.

PRINSIP # 4 CUSTOMER ARE DIFFERS, GO FIRST TO WHOM
REALLY NEED YOU

Sebetulnya ini adalah prinsip segmentation. Anda tidak
perlu pergi
ke semua orang yang businessman, tetapi pergilah ke
orang yang betul -
betul membutuhkan Anda. Tim saya menemukan ayat : "Hai
manusia
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki -
laki dan
perempuan,
dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku -
suku, supaya saling

kenal
mengenal," Al-Qur'an Surat Al Hujuraat : 13

Jadi kita berbisnis harus menetukan siapa target pasar
kita. Be honest
kalau Anda tidak bisa melayani suatu segmen karena
Anda tidak mampu,
jangan
masuk ke situ. Layanilah orang - orang yang betul -
betul menjadi
priority target market Anda.

PRINSIP # 5 ALWAYS OFFER GOOD PACKAGE AT A FAIR PRICE

Dalam prinsip ini, kita tidak boleh menjual barang
jelek dengan harga
yang
tinggi, Sekali lagi tim saya menemukan kata - kata
yang sangat bagus
sekali, "Tidak dihalalkan bagi seorang muslim menjual
barang yang cacat,

kecuali
ia memberitahukannya," Hadist Riwayat Ibnu Majah dan
IbnuHanbal.

Saya juga membaca sendiri cerita di mana Nabi Muhammad
menemukan
ada seorang pedagang menjual jagung basah yang ditaruh
tersembunyi.
Nabi
menyuruh pedagang itu menaruh jagung tersebut di luar
supaya orang tahu 
kalau
jagung itu basah.

Dan karena itu saya pikir, marketing yang benar adalah
marketing
yang fair, di mana harga dan produk harus sesuai.
Kalau kita menipu
orang
dengan memberikan produk yang jelek lama - lama akan
ketahuan dan
akhirnya
kita akan ditinggalkan orang. Nabi sudah mengajarkan
itu sejak dulu
ketika
beliau masih menjadi seorang pedagang.

PRINSINP # 6 ALWAYS MAKE YOURSELF AVAILABLE, AND
SPREAD THE GOOD NEWS

Pada dasarnya, marketing harus menyebarkan kabar
gembira, tapi kabar
gembira yang baik. Tim saya menemukan suatu kata -
kata yang bagus,
"Ketika
Rasulullah mengutus sahabatnya untuk menyelesaikan
suatu urusan,
beliau
akan bersabda, sampaikanlah kabar gembira dan
janganlah menakut -
nakuti, serta permudahlah jangan mempersulit," Hadist
riwayat Abu Musa
ra.
Tim saya juga menambahkan, pada Al Qur'an terdapat
ayat : "Dan
tiadalah 
Kami mengutus
kamu melainkan rahmat bagi semesta alam," Al Qur'an
surat Al Anbiyaa :
107.

Bagi saya, marketing adalah good news. Anda jangan
menjual dengan
menodong, janganlah menjual dengan surat rekomendasi.
Kalau Anda
melakukan 
monopoli,
atau mendapatkan proyek dengan surat rekomendasi
pejabat, ya mereka
akan membeli tapi Karena todongan. Dan yakinlah, hal
itu tidakakan
bertahan lama.

PRINSIP # 7 GET YOUR CUTOMER, KEEP, AND GROW THEM

Sekali Anda mendapatkan pelanggan, peliharalah
hubungan yang baik
dengan mereka. Anda harus memastikan bahwa mereka
selalu puas dengan
layanan yang Anda berikan, sehingga mereka menjadi
loyal kepada Anda.
Ini
yang namanya keep the customer. Keep the customer saja
tidak cukup, 
seterusnya
Anda juga harus grow the customer. Artinya, Anda harus
meningkatkan
value
yang Anda tawarkan sehingga pelanggan berkembang, maka
otomatis value
yang
Anda terima dari mereka juga akan berkembang.

Tim saya menemukan kata - kata yang juga sering
dikutip oleh Aa Gym :
"Barang siapa ingin dimudahkan rezekinya dan
dipanjangkan umurnya,
maka hendaklah dia bersilahturahmi," Hadist riwayat
Muttafaqun Alaih.
Itu yang dinamakan customer relationship marketing
atau apa yang kita
sebut
CRM.

PRINSIP # 8 WHATEVER YOUR BUSINESS, IT IS A SERVICE
BUSINESS

Service business bukan hanya diterapkan pada bisnis
hotel. Service
business bukan hanya diterapkan pada bisnis retoran,
tapi what ever
your
business Anda harus mempunyai jiwa melayani pelanggan.

Tim saya menemukan lagi : "Karena tangan yang di atas
atau yang
memberi lebih utama dari tangan yang dibawah, atau
yang menerima. Dan
mulailah dengan orang yang kau tanggung," Hadist
riwayat Abu Hurairah
ra. di 
dalam
marketing, customer satisfaction Anda tidak melakukan
marketing.

PRINSIP # 9 ALWAYS REFINE YOUR BUSINESS PROCESS IN
TERM OF QUALITY,
COST,
AND DELIVERY

Tugas sebagai marketer adalah untuk selalu
meningkatkan QCD :
Quality, Cost, and Delivery. Kasihan pelanggan kalau
kita memberikan
barang
yangrongsokan.

Tim saya menemukan : "Dan penuhilah janji, karena
janji itu pasti
diminta
pertanggungjawabannya," Al Qur'an Surat Al Israa : 34.
Saya membaca,
di
dalam Islam, dilarang melakukan tadlis, yaitu
penipuan. Dalam bisnis,
penipuan itu banyak macamnya, baik yang menyangkut
kualitas,
kuantitas,
dan waktu penyerahan serta harga.

PRINSIP # 10 GATHER RELEVANT INFORMATION, BUT USE
WISDOM IN FINAL
DECISION

Prinsip ini mengingkatkan kita untuk terus menerus
belajar, belajar,
dan
belajar. Karena dunia ini berubah terus, Anda tidak
bisa menjadi
businessman, atau seorang marketer yang hanya
menggunakan pendekatan -
pendekatan lama, walaupun pendekatan itu dulunya
bagus. Tapi sekarang,
pendekatan - pendekatan itu harus terus - menerus
diubah atau
diperbaharui.

Tim saya menemukan bahwa : "Allah akan meninggikan
orang - orang yang
beriman di antaramu dan orang - orang yang diberi ilmu
pengetahuan
beberapa derajat," Al Qur'an surat Al Mujadalah : 11

Menurut tim saya, dalam hadist juga disebutkan bahwa,"
Menuntut ilmu
hukumnya wajib bagi muslim", Hadist riwayat Ibnu Majah
dan Baihaki.
Bahkan Nabi pernah bersabda "Tuntutlah ilmu walau
sampai ke Negeri
Cina."

Saya belum berani mengatakan bahwa saya berbisnis
dengan jujur itu
karena iman, karena saya merasa iman saya belum sekuat
Aa gym. Tapi
dalam
bahasa marketing, saya sering mengatakan begini kepada
140 orang anak
buah
saya, MarkPlus&Co harus benar - benar menjadi
konsultan yang
mendapatkan
proyek tidak boleh menyuap.

Dan saya berani menjamin bahwa dalm mendapatkan klien,
MarkPlus&Co
selalu mendapatkan proyek dengan bersih, termasuk di
banyak BUMN.
setiap
saat saya selalu menekankan pentingnya kejujuran.
Kalau harus sampai
kalah
dalam tender, tidak menjadi masalah, karena kita sudah
berani bermain 
secara
fair.
Tetapi saya belum berani mengataka bahwa hal itu
karena iman, tapi
lebih
karena apa yang kita sebut sebagai diferensiasi.

Di dalam marketing kita mengatakan bahwa to be
different is very
important,
jadi jangan menjadi me too atau peniru. Sebetulnya
ajaran marketing
terbesar bukan berarti berjualan dengan menipu. ajaran
marketing
terbesar 
adalah
kenalilah competitor Anda, dan jadilah different. Dan
jagalah
diferensiasi
Anda kepada pelanggan sehingga mereka menghargai
diferensiasi Anda.
Dia membeli dengan jujur. Dia membeli dengan senang.

MarkPlus&Co sudah dikenal barangkali karena sudah 15
tahun berkiprah
di
Indonesia. MarkPlus&Co menjadi pioneer marketing sejak
15 tahun yang
lalu,
ketika Pak Harto masih memiliki power. Saat itu tidak
ada orang yang
percaya pada marketing, karena berbisnis itu gampang
asal dekat dengan 
kekuasaan.

Tetapi kondisi persaingan telah membuat orang butuh
marketing. Karena
MarkPlus&Co yang memulai terlebih dahulu, dari
positioningnya jelas,
tidak
boleh menyuap dalam bentuk apapun. Akhirnya semua
orang tahu.

Jadi orang yang menghubungi kami sudah tahu, walaupun
dia kepala
proyek dia tidak bakal mendapatkan apa - apa. Kalau
dia menginginkan
sesuatu dari proyeknya karena kebetulan dia memgang
anggaran besar,tak 
mungkin mereka
minta dari kami.

Saya melihat tren dunia sebetulnya juga ke arah itu.
Walupun mungkin
terdapat 70% atau bahkan lebih orang yang melakukan
bisnis dengan
mengikuti arus. Di dalam bisnis internasional, kita
harus belajar dari
kasus keterpurukan Enron.

Good corporate governance (GCG) saat ini sudah menjadi
syarat mutlak
perusahaan, apalagi perusahaan public. Kalau
perusahaan tidak
menjalankan
GCG dengan bagus, tidak transparan kepada shareholder,
main - main di
belakang dengan melakukan pembukuan ganda dan
sebagainya, makaharga
sahamnya akan turun.

Dan pada waktu kami beberapa tahun yang lalu diminta
membantu
sebuah bank syariah untuk merancang strategi
marketingnya, ketika bank
syariah untuk pertama kalinya dibuka untuk umum, saya
percaya bahwa bank

syariah
sesudah momen krisis ini saatnya muncul. Hal ini
mengingat positioning
dari
bank syariah sebagai bank yang jujur, bank yang
menerima simpanan orang
tetapi diusahakan secara jujur, dan keuntunganbersama.

Karena itu sekarang kita lihat di Indonesia bank
syriah itu berkembeng
dengan pesat. Itu berkaitan dengan kebutuhan setiap
orang untuk
berhubungan dengan bank - bank yang jujur. Jadi
menurut keyakinan saya,
sudah saatnya kita melakukan bisnis dengan dilandasi
semangat spiritual.

Jadi
100% bisnis, 100% spiritual, bukan balancing, bikan
juga polaris,
tetapi
integrasi antara bisnis dan spiritual.

Kalau kita betul - betul menjalankan integrasi,
menjalankan bisnis
kita
dengan cara jujur, secara iman mungkinseperti yang
dikatakan Aa Gym,
akan
mendapatkan rezeki dari Tuhan. Tetapi secara marketing
benar,
karena kita sedikit dari sekian orang yang melakukan
itu. Kita akan
menjadi
different, menjadi semacam berlian dalam Lumpur.

Terakhir saya ingin menambahkan, bahwa semua topic
yang menjadi
tema Aa Gym keyword-nya adalah hati. Hati yang bening
hati yang bersih,
karena hati kelihatannya sudah banyak yang hilang
untuk saat ini.

Dan itu bukan Cuma tren Indonesia atau tren agama -
agama tertentu
tapi saya kira tren universal. Sehingga salah satu
lagu yang menjadi
hit di
dunia dinyanyikan oleh kelompok Black Eyed Peas, anak
- anak muda
dengan
gaya R&B berjudul "Where is the love." Dimanakah
cinta? Katanya,
kebenaran
masih tersimpan di bawah karpet, jika kita tidak
mengerti tentang
kebenaran, maka kita tidak akan pernah menemukan
cinta. Kebenaran,
cinta
dan moralitas, bermuara pada hati. Mudah - mudahankali
ini Anda
menemukan 
hati
itu kembali. Dan mulai berbisnis dengan hati.

Salam


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke