Meski berulangkali mendengar bagusnya film Pearl Harbor baru tadi malam saya 
tonton. Sorry klo ketinggalan. Setelah nonton film itu saya membayangkan betapa 
liciknya AS memprovokasi Jepang untuk terlibat dalam PD II, sehingga Jepang 
menyerang pangkalan As tersebut. dan hal tersebut mungkin menjadi dalih serang 
balik pengeboman di Nagasaki dan Hiroshima. Tiga keuntungan yang diperoleh AS, 
menaklukan Jepang, ajang uji coba bom Nuklir dan awal dimulainya negara adidaya 
baru bernama AS. Bom nuklir itu seakan-akan berkata," Pikir berulangkali klo 
ente nyerang AS."... Dunia berputar, sudah saatnya  negara adidaya itu lengser 
keprabon karena ulahnya sendiri.....kita tunggu saja. Cuma siapa negara adidaya 
berikutnya... sayang kan klo status quo. Negara yang membawa harapan baru bagi 
seluruh dunia ^_^
   
   
  salam,
  aris

ikra_twin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Republika, Rabu, 19 Juli 2006

Awal Kejatuhan Israel dan AS 
Oleh : Abdillah Toha
Anggota Komisi I DPR, Ketua Fraksi PAN


Tulisan ini akan memaparkan mengapa penulis percaya bahwa agresi 
brutal Israel atas Palestina dan Lebanon merupakan awal kejatuhan 
Israel dan pendukung utamanya Amerika Serikat (AS). Bagi AS, 
setidaknya ini akan merupakan pelajaran terakhir tentang gagalnya 
politik luar negeri mereka yang didasarkan pada arogansi kekuasaan 
militer dan ekonomi dan unilateralis.
Pertama, Israel dan AS salah hitung tentang Hamas. Hamas bukanlah 
Fatah yang banyak dijangkiti korupsi dan pengkhianat yang mudah 
dibeli dengan uang. Hamas menang pemilu secara meyakinkan dan 
legitimate karena ketulusan, kejujuran, dan terbukti ikhlas berniat 
membebaskan Palestina dari kesengsaraan dan penindasan Israel. 
Hamaslah yang berada di garis depan sejak awal intifadah. 
Upaya mereka mencekik keuangan dan ekonomi Palestina dengan segala 
cara tidak berhasil. Maka untuk menghapuskan Hamas dari peta 
Palestina, Israel harus mengebom rata seluruh Palestina, bila perlu 
dengan bom nuklir yang mereka miliki. Tapi, kecuali penguasa Tel 
Aviv atau Washington terjangkit penyakit gila, penggunaan senjata 
nuklir hampir pasti tak akan terjadi, karena bisa menyulut perang 
dunia ketiga.
Berbeda dengan Fatah yang mengakui Israel, Hamas tidak. Setiap 
perundingan hanya akan dilakukan bila semua opsi terbuka, tanpa 
prakondisi harus mengakui Israel terlebih dahulu. Pengeboman membabi-
buta ke Gaza dan sekitarnya tak akan mematahkan perjuangan Hamas, 
karena rakyat Palestina sudah terbiasa hidup sengsara sejak 
Israel 'dicangkokkan' di sana pada 1948. Hamas dan pendukungnya akan 
terus melawan sampai Israel kelelahan dan banyak jatuh korban di 
pihak Israel. 
Kedua, Israel dan AS lagi-lagi salah hitung tentang Hizbullah. Kali 
ini lebih bodoh. Karena Hizbullahlah yang berhasil mengusir AS dari 
Lebanon pada 26 Februari 1984, setelah serangan Hizbullah menewaskan 
264 marinir AS dan puluhan staf kedutaan AS di sana. Hizbullah pula 
yang membuat Israel kapok menetap di Lebanon Selatan dan minggat Mei 
2000.
Goyah
Serangan-serangan balasan Hizbullah dengan rudal ke kota-kota Israel 
telah mulai menggoyahkan Israel dan sekutunya, AS. Awalnya Bush 
mendukung serangan Israel tanpa reserve. Belakangan Menlu AS, 
Condoleezza Rice, mulai meminta Israel 'menahan diri' setelah 
melihat makin banyak korban di pihak Israel.
Hizbullah adalah organisasi perlawanan yang didukung ratusan ribu 
pengikut militan, fanatik, dan terorganisasi rapi. Mereka juga 
memiliki persenjataan lumayan, di antaranya 100 ribu lebih roket 
jarak dekat dan menengah yang bisa mencapai Tel Aviv yang berjarak 
kurang lebih 80 mil (120 km) dari Beirut. Untuk menundukkan 
Hizbullah, lagi-lagi Israel harus mengebom rata seluruh Lebanon. 
Atau melakukan serangan darat dan menduduki Lebanon, seperti tahun 
1990-an. Kedua opsi ini jelas tidak visible. Pendudukan Lebanon 
diperkirakan akan menimbulkan korban besar di pihak Israel. 
Ketiga, serangan ke Gaza dan Lebanon ini bukanlah sesuatu yang tak 
terduga. Semuanya sudah diskenariokan Israel dan AS 
untuk 'membersihkan' kawasan itu dari pejuang-pejuang gigih Hamas 
dan Hizbullah yang mereka juluki sebagai teroris.
Provokasi pertama tidak dilakukan Hamas, tapi oleh Israel. Itu 
terjadi pada pagi 9 Juni, ketika dunia sedang memusatkan perhatian 
pada pembukaan Piala Dunia di Berlin. Saat itu, kapal perang Israel 
membunuh satu keluarga Palestina (keluarga Ghalia) di tepi Pantai 
Gaza. Tujuh tewas: dua wanita, tiga anak-anak --satu berusia satu 
tahun. Sebanyak 40 orang luka-luka, 13 di antaranya anak-anak. 
Keempat, Israel dan AS telah berkali-kali membuat pernyataan bahwa 
aksi Hizbullah didukung Iran dan Suriah. Pernyataan-pernyataan 
tersebut bisa jadi dalih memperluas konflik, yang tujuan akhirnya 
adalah melakukan serangan. Tapi opsi inipun sangat kecil 
kemungkinannya, karena Israel dan AS sadar bahwa Iran punya 
persenjataan yang cukup kuat, termasuk rudal-rudal jarak jauh yang 
dapat meluluh-lantakkan Israel.
Kelima, dunia, termasuk dunia Barat, sudah mulai muak dengan 
brutalitas Israel dan AS. Terbukti, dalam resolusi DK PBB yang 
bermaksud menghentikan agresi Israel, hanya AS yang menolak dengan 
veto. Sebagian besar mendukung dan sisanya --beberapa negara 
pengikut buta AS seperti Inggris-- abstain. Begitu pula dalam 
pertemuan puncak G8 di Rusia, hampir semua negara mengecam Israel, 
kecuali AS.
Avonturisme Israel dan AS di Timur tengah juga dianggap telah 
mengancam kestabilan ekonomi dunia dengan melonjaknya harga minyak 
mentah yang belakangan telah mendekati 80 dolar AS per barel.
Keenam, di AS saat ini banyak pihak mulai berani menyuarakan terang-
terangan ketidakberdayaan AS menghadapi tekanan dan pemerasan lobi 
Israel. Belum lama ini tersebar luas tulisan panjang lebar dua 
profesor dari Universitas Harvard dan Chicago, yang mengkritik keras 
politik luar negeri AS yang dikendalikan oleh lobi Israel. AS 
disebut lebih mementingkan melindungi kepentingan Israel daripada 
kepentingan jangka panjang AS.
Gagal
Dalam tulisannya berjudul How To Lose The War On Terror, dua 
peneliti AS meramalkan perang melawan terorisme akan gagal tanpa 
menyelesaikan masalah Palestina dan menciptakan perdamaian abadi di 
Timur Tengah. Perdamaian abadi di sana tak akan terjadi tanpa 
berdialog dan mendengar langsung keluhan (grievances) Hamas dan 
Hizbullah yang legitimate dan didukung konstituennya.
Ketujuh, AS dan sekutunya sudah sangat kelelahan di Afghanistan dan 
(terutama) di Irak. Ratusan miliar dolar AS telah dikuras dari 
anggaran belanja AS dan ribuan tentara mereka telah tewas tanpa 
gambaran yang meyakinkan bahwa 'misi' mereka telah atau menuju 
berhasil. Justru sebaliknya, belakangan ini korban-korban di 
kalangan sipil Irak terus berjatuhan dan 'demokrasi' yang dijejalkan 
AS di sana sangat rapuh.
Posisi AS di Irak serba salah dan dilematis. Tetap bertahan salah 
dan rakyat AS sudah tidak sabar. Sedangkan meninggalkan Irak dalam 
keadaan sekarang berarti mengakui kekalahan. Kita memperkirakan, 
apapun kondisi di Irak, AS tidak akan mampu bertahan lebih dari 
setahun lagi.
Kedelapan, kekuatan-kekuatan progresif di dunia mulai bermunculan 
menentang secara terbuka hegemoni AS di dunia. Tidak di Asia dan 
Afrika saja, tapi juga di Eropa dan Amerika Latin. Di Asia, Iran dan 
Korea Utara terang-terangan menantang dan melawan tekanan AS. Cina 
yang dianggap oleh AS sebagai potensi ancaman ekonomi dan militer 
terbesar di Asia, tinggal menunggu saat yang tepat untuk unjuk gigi. 
Di Eropa, Rusia telah mulai menunjukkan jati dirinya dengan tidak 
selalu setuju dengan AS, walau saat ini masih menjaga keseimbangan 
demi kepentingan ekonominya. Di Afrika, AS yang pernah terusir dari 
Somalia dan gagal mengendalikan Sudan, akan berpikir dua tiga kali 
sebelum mencoba berpetualang di sana.
Di Amerika Latin, di bawah pimpinan Presiden Hugo Chavez dari 
Venezuela dan Fidel Castro dari Kuba, satu persatu hegemoni AS 
runtuh di Bolivia, Chile, dan hampir saja di Meksiko yang kandidat 
presidennya dari kelompok kiri sampai sekarang masih belum mengakui 
kekalahan tipis dari lawan konservatifnya.
Akhirnya, bagaimana dengan posisi dan sikap Indonesia ke depan? 
Mudah-mudahan kita tidak salah baca lagi tentang apa yang sedang 
terjadi dalam geopolitik global sehingga kita akan ketinggalan 
kereta. Semoga.







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it free. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke