--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Penerapan syariat Islam di Indonesia dan negara-negara yang setuju malah memperkokoh bangsa Indonesia sendiri. DH: memperkokoh??? bukankah malah akan menghancurkan? Ini bangsa kan milik banyak agama? Buktinya sejagad ini tak ada yang memperaktekkannya tuh? pelepasan RMS bukan aspirasi rakyat malukku, namun beberapa orang yang pro Belanda. Tetapi, kalau Bali atau Minahasa tak mau ikut negara agama, ini SELURUH ryakyat lho > > 5) NKRI ini pun berawal dari wacana beberapa orang saja bukan? > > NKRI bukan saja wacana, namun keharusan sejarah. Dimulai > denganmundurnya negara negara penjajah dari seantero dunia, juga di > Pasifik, maka, suatu ketika akan timbul sebuah vakum politik > iuridis. belanda takkan mungkin terus menjajah, lihat saja, mereka > juga munduir dari negara tanpa peperangan, juga Inggris dan Perancis. > > Bahwa RI ini timbul dengan 17 Agustus dan lain lainnya, ini BUKAN > soal wacana, namun keadaan yang menentukannya. Yang mendorong > kemerdekaan Indonesia, bukanlah orang Indonesia, namun pimpinan > militer Jepang, yang memanggil Sukarno Hatta menghadapa pimpinan > balatentara Jerpang dekat sebelum bom atom jatuh. > > > > Aris: Kalau demikian mari kita tunggu keharusan sejarah yang menjadi moment penerapan syariat ISlam totalitas. Dan tokoh-tokoh yang menerapkan syariat ISlam layaknya Soekarno dkk. ^_^ > > Saya melihatnya, penerapan syariat Islam itu berbeda dengan negara yang apa adanya berdiri dalam waktu yang singkat. Namun butuh kesiapan yang sangat panjang serta bertahap. Semuanya bisa dimulai dari mewacanakan sekarang. Kalau dibilang tidak mungkin, itu rasionalitas mbah, tapi bukan rasionalitas saya ^_^. Penerapan syariat Islam di Indonesia dan negara-negara yang setuju malah memperkokoh bangsa Indonesia sendiri. > > BUkankah awal proklamasi banyak pula aksi ingin lepas dari Indonesia seperti RMS dll, semua butuh komunikasi sejak dari sekarang. Sehingga saat moment itu muncul, riak-riak dan gelombang itu bisa ditekan. > > salam, > 'aris > > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Izinkan beberapa tanggapan,mbak: > > --- In [email protected], aris solikhah > wrote: > > > 1) Membangun impian dari tahap per tahap... berlari ribuan kilo > dimulai satu langkah. Bagaimanakah syariat ISlam diterapkan jika > mendengarnya asing atau terjadi penolakan, maka saya mencoba > menghaturkannya disini. Bahkan untuk sekedar label syariat ISlam. > Next subtansinya. Kalau orang sudah fobi dengan makanan bakso > misalnya, mana mungkin dia akan mencicipinya. Mendengarnya aja kagak > mau. > > > DH: keliru mbak. kalau bakso adalah negara agama, tak perlu > dicicipi, karena selalu membuat orang sakit. Sejarah membuktikan. > > 2) Bagaimana dia mau menerimanya? Penerapaan syariat ISlam secara > totalitas masih panjang ke depan, tapi bukan tidak mungkin, apalagi > ngomong negara Islam. > > DH: penterapan hukum satu agama sebagai hukum negara yang total > ataupun sebagian, takkan mungkin dalam negara yang multibudaya. > dalam negara yang berbudaya Arab, monolitik saja sudah tak mungkin, > apalagi di negara seperti Indonesia. > > 3)Tapi memang butuh pengawalan untuk mulai mewacanakan. dan Anda tak > bisa menolak keluarnya Perda syariah beserta plus minusnya adalah > buah efek dari wacana syariat ISlam. > > DH: Menurut saya, apakah suatu produk hukum ddilhami oleh ajaran > agama, manapun, sebenarnya bukan masalah, selama perundangannya > demokratis, dan memperhatikan kepentingan semua. Misalnya anti > pelacur adalah didukung SEMUA agama. Tetapi formulasinya tidak boleh > kampungan. > > > > 4) Penerapan Syariat Islam diterapkan, semua itu juga terjadi karena > realitas carut-marutnya Indonesia, membuka peluang itu. Orang butuh > alternatif solusi. Yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi > Indonesia sejak berdiri hingga kini, tak ada perubahan atau malah > katakanlah makin parah. > > DH: memang, wacana pensyariatan ini datang dari kecarutmarutan > sosial. Tetapi, jangan dilupakan, kecarutmarutan ini BUKAN masalah > agama, atau masalah yang dapat diselesaikan secara agama, tetapi, > masalah sosial ekonomis, yang harus diselesaikan sesuai dengan > methoda sosial ekonomis. > Kesenjangan sosial, misalnya, TAK mungkin diatasi secara agama. > > > 6) Politik Islam adalah bukan barang baru yang seharusnya diketahui > secara alamiah oleh umat Islam, namun sayangnya politik Islam banyak > disalah banyak artikan dan dicampuradukkan dengan ilmu politik yang > berkembang di dunia. Sehingga politik Islam kabur bahkan umat Islam > jadi fobia, padahal Islam juga mencakup seluruh aspek kehidupan > termasuk politik. > > DH: Mohon bertanya? apakah definisi politik Islam? dan dimana pernah > diterapkan? oleh siapa? > > 7) Satu pertanyaan saya, menurut Anda kira-kira kenapa mbah Danar > atau mungkin orang seperti Anda menolak politik Islam, ah tapi > sudahlah karena mungkin politik Islam yang saya pahami tidak Anda > pahami. > > DH: Ini mudah dijawab, yakni karena bertumpu pada sejarah. Negara > yang multibudaya TAK mungkin dijadikan negara agama menurut satu > agama. Negara negara bependuduk Arab saja tak melakukannya, kita > yang Melayu beraneka agama ini mau coba? > > 8)Saya kan masih dianggap pupuk bawang di sini, oleh teman2 disini > saya diminta banyak belajar lagi. dan saya ndak nolak ko. Saya harus > sekolah di PT Fisip dulu baru diakui ngomong politik Islam. > Sedangkan teman-teman di sini tak dituntut untuk belajar politik > Islam seperti yang saya pahami. Meski jua seharusnya seorang muslim > yang saya pahami tak ada pengkotakan dalam memahami agama Islam. > > > > DH: KELIRU! > > Anda diminta memahami ilmu sosial politik, sebab anda BICARA > mengenai fenomena sosial politik, yakni pendirian negara agama. > Kita, yang lain TAK perlu belajar Islam, karena BUKAN ajaran Islam > yang dimasalahkan. Syariat Islam difahami oleh umat Islam, dan ini > OK. Yang bukan Islam tak perlu memahaminya, karena bukan urusan kita. > > jelas mbak? > > Salam > > danardono > > > > > > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > The great job makes a great man > pustaka tani > nuraulia > > > --------------------------------- > Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it free. > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

