Ngapain ya kita menanggapi orang-orang kafir seperti ini,
Mereka ini sudah budeg telinga dan mata hatinya....biasalah otaknya dah
dicekoki Zionis....
Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ada sekitar 20% investasi orang2 Saudi di AS, dan AS pun
sebaliknya...
jadi, dedengkot agama Islam alias Saudi pun adalah anteknya
Amerika...
kalo ada anti Yahudi dan Amerika, Islam mana nih?
paling2 cuma Iran dan Irak, plus beberapa orang Indonesia.
Saudi punya angkatan perang yg bisa membantu saudaranya
sesama Muslim di Palestine, tapi kenapa kok diem2 aja pura2
budeg?
hehe...
mbak Aris, kalo Amerika lengser...maka Indonesia pun akan
lengser....memang hutang kita mau dikemakanan?
salam malam minggu.
--- In [email protected], "Jimmy Okberto"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Benar juga Mas Danar,
> Sampai sekarang gak ada kok tindakan aksi dari Kerajaan
Saudi itu.
> Diam-diam saja padahal Negara tempat lahirnya umat Islam.
> Jadi sebenarnya ada apa yagh ???
>
> DJOkocopyright (c) 2006
> www.friendster.com/profiles/okberto
> A heart is not judged by how much you love,
> but by how much you are loved by others.
> (submitted by tranme)
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of RM Danardono HADINOTO
> Sent: Thursday, July 20, 2006 4:32 PM
> To: [email protected]
> Subject: [ppiindia] Re: dari Republika: Awal Kejatuhan Israel
dan AS
>
> Kerajaan Saudi Arabia, tempat umat Muslin naik haji, takkan
> menentang AS, apakah Saudi lalu dikatan tak membela
Islam?
>
> Juga negara negara ini TIDAK anti AS: Afganistan, Pakistan,
Mesir,
> Jordania, Libya, Emirat Arab, Brunei, Malaysia, Indonesia,
Bangla
> Desh, Azerbaijan, Uzbekistan, Tajikistan, Turki, kerajaan
Tunisia,
> kerjaan Marokko, Sudan, Yemen...
>
> mau disambung?
>
> salam anti yang anti kemanusiaan
>
> danardono
>
> --- In [EMAIL PROTECTED]
<mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com,
> Al-Badruuni Enterprise
> <al_badruuni@> wrote:
> >
> > Mbak Aris,
> >
> > Khan emang AS yang jadi dalang Israel dgn berbagai
kebijakan ttg
> Palestina dan Libanon. Nah siapa dibelakang AS? Jelas
antek2 Yahudi
> yang menjadi musuh besar Islam. Jadi kalau ingin membela
Islam ya
> jelas harus melawan Israel dan AS.
> >
> > Dah jelas koq.....
> >
> > Wassalam,
> > Ahmad
> >
> > aris solikhah <fm_solihah@> wrote:
> > Meski berulangkali mendengar bagusnya film Pearl Harbor
> baru tadi malam saya tonton. Sorry klo ketinggalan. Setelah
nonton
> film itu saya membayangkan betapa liciknya AS
memprovokasi Jepang
> untuk terlibat dalam PD II, sehingga Jepang menyerang
pangkalan As
> tersebut. dan hal tersebut mungkin menjadi dalih serang balik
> pengeboman di Nagasaki dan Hiroshima. Tiga keuntungan
yang diperoleh
> AS, menaklukan Jepang, ajang uji coba bom Nuklir dan awal
dimulainya
> negara adidaya baru bernama AS. Bom nuklir itu seakan-akan
berkata,"
> Pikir berulangkali klo ente nyerang AS."... Dunia berputar,
sudah
> saatnya negara adidaya itu lengser keprabon karena ulahnya
> sendiri.....kita tunggu saja. Cuma siapa negara adidaya
> berikutnya... sayang kan klo status quo. Negara yang
membawa harapan
> baru bagi seluruh dunia ^_^
> >
> >
> > salam,
> > aris
> >
> > ikra_twin <ikra@> wrote:
> > Republika, Rabu, 19 Juli 2006
> >
> > Awal Kejatuhan Israel dan AS
> > Oleh : Abdillah Toha
> > Anggota Komisi I DPR, Ketua Fraksi PAN
> >
> > Tulisan ini akan memaparkan mengapa penulis percaya
bahwa agresi
> > brutal Israel atas Palestina dan Lebanon merupakan awal
kejatuhan
> > Israel dan pendukung utamanya Amerika Serikat (AS). Bagi
AS,
> > setidaknya ini akan merupakan pelajaran terakhir tentang
gagalnya
> > politik luar negeri mereka yang didasarkan pada arogansi
kekuasaan
> > militer dan ekonomi dan unilateralis.
> > Pertama, Israel dan AS salah hitung tentang Hamas. Hamas
bukanlah
> > Fatah yang banyak dijangkiti korupsi dan pengkhianat yang
mudah
> > dibeli dengan uang. Hamas menang pemilu secara
meyakinkan dan
> > legitimate karena ketulusan, kejujuran, dan terbukti ikhlas
> berniat
> > membebaskan Palestina dari kesengsaraan dan
penindasan Israel.
> > Hamaslah yang berada di garis depan sejak awal intifadah.
> > Upaya mereka mencekik keuangan dan ekonomi Palestina
dengan segala
> > cara tidak berhasil. Maka untuk menghapuskan Hamas dari
peta
> > Palestina, Israel harus mengebom rata seluruh Palestina,
bila
> perlu
> > dengan bom nuklir yang mereka miliki. Tapi, kecuali
penguasa Tel
> > Aviv atau Washington terjangkit penyakit gila, penggunaan
senjata
> > nuklir hampir pasti tak akan terjadi, karena bisa menyulut
perang
> > dunia ketiga.
> > Berbeda dengan Fatah yang mengakui Israel, Hamas tidak.
Setiap
> > perundingan hanya akan dilakukan bila semua opsi terbuka,
tanpa
> > prakondisi harus mengakui Israel terlebih dahulu.
Pengeboman
> membabi-
> > buta ke Gaza dan sekitarnya tak akan mematahkan
perjuangan Hamas,
> > karena rakyat Palestina sudah terbiasa hidup sengsara
sejak
> > Israel 'dicangkokkan' di sana pada 1948. Hamas dan
pendukungnya
> akan
> > terus melawan sampai Israel kelelahan dan banyak jatuh
korban di
> > pihak Israel.
> > Kedua, Israel dan AS lagi-lagi salah hitung tentang
Hizbullah.
> Kali
> > ini lebih bodoh. Karena Hizbullahlah yang berhasil mengusir
AS
> dari
> > Lebanon pada 26 Februari 1984, setelah serangan
Hizbullah
> menewaskan
> > 264 marinir AS dan puluhan staf kedutaan AS di sana.
Hizbullah
> pula
> > yang membuat Israel kapok menetap di Lebanon Selatan
dan minggat
> Mei
> > 2000.
> > Goyah
> > Serangan-serangan balasan Hizbullah dengan rudal ke
kota-kota
> Israel
> > telah mulai menggoyahkan Israel dan sekutunya, AS.
Awalnya Bush
> > mendukung serangan Israel tanpa reserve. Belakangan
Menlu AS,
> > Condoleezza Rice, mulai meminta Israel 'menahan diri'
setelah
> > melihat makin banyak korban di pihak Israel.
> > Hizbullah adalah organisasi perlawanan yang didukung
ratusan ribu
> > pengikut militan, fanatik, dan terorganisasi rapi. Mereka juga
> > memiliki persenjataan lumayan, di antaranya 100 ribu lebih
roket
> > jarak dekat dan menengah yang bisa mencapai Tel Aviv yang
berjarak
> > kurang lebih 80 mil (120 km) dari Beirut. Untuk
menundukkan
> > Hizbullah, lagi-lagi Israel harus mengebom rata seluruh
Lebanon.
> > Atau melakukan serangan darat dan menduduki Lebanon,
seperti tahun
> > 1990-an. Kedua opsi ini jelas tidak visible. Pendudukan
Lebanon
> > diperkirakan akan menimbulkan korban besar di pihak
Israel.
> > Ketiga, serangan ke Gaza dan Lebanon ini bukanlah
sesuatu yang tak
> > terduga. Semuanya sudah diskenariokan Israel dan AS
> > untuk 'membersihkan' kawasan itu dari pejuang-pejuang
gigih Hamas
> > dan Hizbullah yang mereka juluki sebagai teroris.
> > Provokasi pertama tidak dilakukan Hamas, tapi oleh Israel.
Itu
> > terjadi pada pagi 9 Juni, ketika dunia sedang memusatkan
perhatian
> > pada pembukaan Piala Dunia di Berlin. Saat itu, kapal
perang
> Israel
> > membunuh satu keluarga Palestina (keluarga Ghalia) di tepi
Pantai
> > Gaza. Tujuh tewas: dua wanita, tiga anak-anak --satu
berusia satu
> > tahun. Sebanyak 40 orang luka-luka, 13 di antaranya
anak-anak.
> > Keempat, Israel dan AS telah berkali-kali membuat
pernyataan bahwa
> > aksi Hizbullah didukung Iran dan Suriah.
Pernyataan-pernyataan
> > tersebut bisa jadi dalih memperluas konflik, yang tujuan
akhirnya
> > adalah melakukan serangan. Tapi opsi inipun sangat kecil
> > kemungkinannya, karena Israel dan AS sadar bahwa Iran
punya
> > persenjataan yang cukup kuat, termasuk rudal-rudal jarak
jauh yang
> > dapat meluluh-lantakkan Israel.
> > Kelima, dunia, termasuk dunia Barat, sudah mulai muak
dengan
> > brutalitas Israel dan AS. Terbukti, dalam resolusi DK PBB
yang
> > bermaksud menghentikan agresi Israel, hanya AS yang
menolak dengan
> > veto. Sebagian besar mendukung dan sisanya --beberapa
negara
> > pengikut buta AS seperti Inggris-- abstain. Begitu pula dalam
> > pertemuan puncak G8 di Rusia, hampir semua negara
mengecam Israel,
> > kecuali AS.
> > Avonturisme Israel dan AS di Timur tengah juga dianggap
telah
> > mengancam kestabilan ekonomi dunia dengan melonjaknya
harga minyak
> > mentah yang belakangan telah mendekati 80 dolar AS per
barel.
> > Keenam, di AS saat ini banyak pihak mulai berani
menyuarakan
> terang-
> > terangan ketidakberdayaan AS menghadapi tekanan dan
pemerasan lobi
> > Israel. Belum lama ini tersebar luas tulisan panjang lebar
dua
> > profesor dari Universitas Harvard dan Chicago, yang
mengkritik
> keras
> > politik luar negeri AS yang dikendalikan oleh lobi Israel. AS
> > disebut lebih mementingkan melindungi kepentingan Israel
daripada
> > kepentingan jangka panjang AS.
> > Gagal
> > Dalam tulisannya berjudul How To Lose The War On Terror,
dua
> > peneliti AS meramalkan perang melawan terorisme akan
gagal tanpa
> > menyelesaikan masalah Palestina dan menciptakan
perdamaian abadi
> di
> > Timur Tengah. Perdamaian abadi di sana tak akan terjadi
tanpa
> > berdialog dan mendengar langsung keluhan (grievances)
Hamas dan
> > Hizbullah yang legitimate dan didukung konstituennya.
> > Ketujuh, AS dan sekutunya sudah sangat kelelahan di
Afghanistan
> dan
> > (terutama) di Irak. Ratusan miliar dolar AS telah dikuras dari
> > anggaran belanja AS dan ribuan tentara mereka telah tewas
tanpa
> > gambaran yang meyakinkan bahwa 'misi' mereka telah atau
menuju
> > berhasil. Justru sebaliknya, belakangan ini korban-korban di
> > kalangan sipil Irak terus berjatuhan dan 'demokrasi' yang
> dijejalkan
> > AS di sana sangat rapuh.
> > Posisi AS di Irak serba salah dan dilematis. Tetap bertahan
salah
> > dan rakyat AS sudah tidak sabar. Sedangkan meninggalkan
Irak dalam
> > keadaan sekarang berarti mengakui kekalahan. Kita
memperkirakan,
> > apapun kondisi di Irak, AS tidak akan mampu bertahan lebih
dari
> > setahun lagi.
> > Kedelapan, kekuatan-kekuatan progresif di dunia mulai
bermunculan
> > menentang secara terbuka hegemoni AS di dunia. Tidak di
Asia dan
> > Afrika saja, tapi juga di Eropa dan Amerika Latin. Di Asia, Iran
> dan
> > Korea Utara terang-terangan menantang dan melawan
tekanan AS. Cina
> > yang dianggap oleh AS sebagai potensi ancaman ekonomi
dan militer
> > terbesar di Asia, tinggal menunggu saat yang tepat untuk
unjuk
> gigi.
> > Di Eropa, Rusia telah mulai menunjukkan jati dirinya dengan
tidak
> > selalu setuju dengan AS, walau saat ini masih menjaga
keseimbangan
> > demi kepentingan ekonominya. Di Afrika, AS yang pernah
terusir
> dari
> > Somalia dan gagal mengendalikan Sudan, akan berpikir dua
tiga kali
> > sebelum mencoba berpetualang di sana.
> > Di Amerika Latin, di bawah pimpinan Presiden Hugo Chavez
dari
> > Venezuela dan Fidel Castro dari Kuba, satu persatu
hegemoni AS
> > runtuh di Bolivia, Chile, dan hampir saja di Meksiko yang
kandidat
> > presidennya dari kelompok kiri sampai sekarang masih
belum
> mengakui
> > kekalahan tipis dari lawan konservatifnya.
> > Akhirnya, bagaimana dengan posisi dan sikap Indonesia ke
depan?
> > Mudah-mudahan kita tidak salah baca lagi tentang apa yang
sedang
> > terjadi dalam geopolitik global sehingga kita akan
ketinggalan
> > kereta. Semoga.
> >
> >
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/