Sdr. Satrio,
Bagi orang-orang beriman,hal ini merupakan suatu dosa besar yang sungguh akan
dimintai pertanggungjawabannya nanti di akhirat. Selain itu hal ini merupakan
cermin betapa rusaknya moral individu-individu dari pengelola Media tsb. Apakah
mereka tidak menyadari bahwa 'uang haram' tsb akan dimakan juga oleh keluarga
dan anak-anak mereka dan akan daging yg terbentuk dari uang haram itu akan
menjadi bahan api neraka???
Saya setuju dengan Anda untuk mengajak masyarakat luas untuk mengevaluasi
kembali niatan menyalurkan bantuan melalui Media yang tidak jujur dalam
menyalurkan dana masyarakat kepada korban bencana. Namun jika memang terpaksa
menyalurkan,maka tidak ada salahnya meminta transparansi yang benar-benar
otentik melalui lembaga audit yang capable dan jujur.
Semoga Allah membuka hati mereka yang telah menjerumuskan diri dan
keluarganya dengan memakan harta haram.
Wassalam,
Ahmad
Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
MEDIA SELEWENGKAN SUMBANGAN KORBAN BENCANA?
Bencana Tsunami di Aceh dan Nias tahun 2004, hingga
bencana gempa di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan terakhir
di Pangandaran, Jawa Barat, Juli 2006 ini, memberi
peluang pada sejumlah media untuk menggalang dana
masyarakat untuk korban bencana. Namun, betulkah
sumbangan itu sudah disampaikan secara utuh kepada
korban yang berhak menerimanya?
Celakanya, kontrol masyarakat terhadap media-media ini
tidak terlalu ketat. Sehingga sejumlah penyelewengan
dana masyarakat tampaknya telah terjadi, tanpa
terdeteksi.
Beberapa hari lalu, saya menjadi narasumber dalam
suatu acara pelatihan LSM di Cibogo, Jawa Barat. Dari
diskusi yang berkembang, saya mendapat kabar bahwa
grup Media Indonesia Metro TV, yang menggalang dana
masyarakat besar-besaran untuk korban Tsunami Aceh,
ternyata hingga saat ini TIDAK atau BELUM diaudit oleh
Ernst & Young. Padahal, sebelumnya digembar-gemborkan
tentang adanya audit ini. Kalau kabar ini benar,
berarti Ernst & Young, dan juga grup media pimpinan
Surya Paloh ini telah melakukan kebohongan publik.
Grup Media ini juga telah membentuk Yayasan Sukma
untuk mengelola penyaluran dana itu di Aceh.
Persoalannya, menurut kabar yang saya dengar, sejumlah
wartawan grup Media mendapat honor/upah dari Yayasan
ini, dengan menggunakan uang sumbangan masyarakat
untuk korban Tsunami tersebut!
Ini saya pikir adalah suatu penyelewengan uang rakyat.
Saya ingat, ketika dulu masih bekerja di Harian
Kompas, harian ini juga pernah menggalang dana
masyarakat untuk korban bencana. Namun, dana ini
disimpan dalam suatu account tersendiri dan tidak
diutak-atik.
Jika dana yang disimpan di bank itu ada bunganya,
bunganya itupun tetap menjadi hak korban bencana,
bukan lantas dimanfaatkan untuk institusi media dan
sejumlah oknum di dalamnya! Bahkan, jika dana itu
disalurkan ke korban bencana, semua biaya penyaluran
pun ditanggung oleh institusi media bersangkutan.
Media tidak boleh memotong satu sen pun dari dana
masyarakat yang terkumpul tersebut. Tentu ada
cost-nya, tetapi cost ini merupakan sumbangan sosial
dari media itu untuk masyarakat.
Saya membayangkan, bagaimana nasib milyaran rupiah
sumbangan masyarakat yang kini masih terkumpul di
sejumlah media, baik media cetak maupun elektronik
(TV)? Betulkah dana itu tidak diselewengkan? Kalau pun
sudah disalurkan, apakah sudah disalurkan secara
benar?
Misalnya: Ada dana yang digunakan untuk membuat
sekolah unggulan di Aceh. Tapi siapakah yang akan
mampu bersekolah di sana nantinya, kecuali anak
pejabat, bupati, dan pengusaha? Jadi, penyaluran dana
ini lebih bersifat elitis, tidak melihat kebutuhan
riil mayoritas masyarakat yang jadi korban bencana.
Mungkin berbagai komisi pengawas korupsi, media watch,
dan insan media yang masih jujur di media
bersangkutan, harus mulai mengawasi lebih serius,
tentang pengelolaan dan penyaluran dana masyarakat
ini.
Jakarta, 21 Juli 2006
Satrio Arismunandar
Buruh industri media TV
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2¢/min or less.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/