Apa yang menjadi tolok ukur kesuksesan?

Katanya SI pernah berjaya, selain jamannya Nabi SAW membangun 
Madinah menjadi sebuah kepemerintahan yang berhasil, ada juga 
Khalifah Harun al Rasyid konon menggunakan SI diteruskan Khalifah Al 
Makmun ketika Imperium Islam mengalami masa kejayaan. Ini fakta 
sejarah. Dan masa itu menjadi salah satu lembaran emas sejarah umat 
manusia.

Meski akhirnya Khilafah2 tersebut tidak juga benar-benar disebut 
sukses karena kediktatorannya. Mana ada negara/pemerintahan yang 
dinilai benar2 sukses (kita keluarkan saja contoh Nabi SAW tsb, 
karena orang semacam Nabi SAW ini memang stoknya cuma satu). Sama 
seperti Singapore, yang dianggap sukses, namun Lee Kwan Yeuwnyapun 
dianggap diktator.

Gimana dong?



--- In [email protected], "Yohanis Komboi" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Mbak Aris,
> Satu pertanyaan saya yg sudah basi. Dimana sih ada kisah sukses SI 
seperti> yang mbak Aris impikan?
> 
> Salam,
> 
> Komboi
> 
> 
> On 7/26/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   ___
> >
> > Tulisan yang menarik, bolehkah saya menganalogikan kisah ini 
dengan
> > syariat Islam.
> >
> > Begitu pula dalam syariat ISlam yang saya pahami jika pencuri 
mencuri
> > karena alasan kelaparan maka dia tidak dihukum. Ini pernah 
terjadi pada masa
> > khilafah Umar bin Khattab. Hukuman potong tangan tidak berlaku 
pada masa
> > paceklik dan kelaparan. Batas atau nishab pencuri yang dipotong 
tangan
> > adalah 1/4 dinar atau sama dengan 1,25 gram emas atau sekarang 
mungkin 200
> > ribu. Begitu jelas bukan hukum dalam Islam mengenai pencuri.
> >
> > Lebih dari 1/4 dinar dan dengan alasan bukan lapar maka dia di 
potong
> > tangan. Tapi yang terjadi saat ini orang kecil mencuri ayam 
seharga 40 ribu
> > digebukin hingga mati sedangkan korupsi yang menyengsarakan 
seluruh
> > masyarakat... hidup mewah di prodeo. :(((. Hendaklah keadilan 
juga tidak
> > memilah si kaya dan miskin, karena manusia dinilai dari 
ketakwaannya. Cuma
> > untuk menuduh mencuri harus menghadirkan saksi yang benar2 
melihat ia
> > mencuri dan barang curiannya.
> >
> > "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah 
tangan
> > keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan 
sebagai
> > siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" 
(Al
> > Maa-dah:38)
> >
> > Kalau kita tidak mencuri, kenapa musti takut menerapkan ini 
kecuali.....
> >
> > Kira-kira kalau potong tangan ini diberlakukan apa yang 
terjadi... Insya
> > Allah sulit sekali ditemukan orang yang mencuri, kecuali mencuri 
hati he he
> > he he
> >
> > Sorry mas Ambon , intermezo juga.
> >
> >
> > Ambon <[EMAIL PROTECTED] <sea%40swipnet.se>> wrote:
> > http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=6758&jenis=Ananda
> >
> > Selasa, 25-07-2006
> >
> > Raja dan Pencuri
> > Oleh : Kak Satri
> >
> > Dahulu kala ada seorang raja yang kaya raya. Sang Raja begitu 
yakin akan
> > keadilan aturan dan keputusan yang dibuatnya.
> >
> > Suatu hari seorang pengawal kerajaan memergoki seorang pengemis 
yang
> > sedang mengendap-endap bermaksud mencuri nasi dari dapur 
kerajaan.
> > Sang raja murka dan memerintahkan supaya pencuri itu dihukum 
gantung
> > karena begitulah hukuman bagi seorang pencuri.
> > "Ah.., sayang sekali,"keluh pencuri itu ketika dalam perjalanan 
di hadapan
> > pengawal kerajaan.
> > "Mulai sekarang sebuah rahasia besar dari ayahku akan mati 
bersamaku. Tapi
> > saya senang bahwa saya tidak membocorkannya di hadapan Sang 
Baginda Raja."
> > "Jika Sang Baginda Raja menanam *biji buah salak*, maka biji 
salak itu
> > akan tumbuh dan berbuah hanya dalam semalam. Kalau tidak ada 
saya, dapatkah
> > itu terjadi ? Itulah rahasia yang telah diajarkan ayahku 
kepadaku dan aku
> > harus terus merahasiakannya," katanya dengan pandangan sayu.
> > Sang Raja pun ternyata ingin tahu. "Tentang rahasia itu kamu 
harus
> > menunjukkan kepadaku," kata Sang Raja tidak percaya lalu 
memerintahkan
> > pengawalnya memetik buah salak dari kebun kerajaan.
> > Bersama dengan Pegawai Kerajaan, Pengawal Kerajaan dan Sang Raja 
pergilah
> > Si Pencuri malang itu ke kebun kerajaan.
> > Si Pencuri mulai menggali tanah dan membuat kubangan kecil untuk 
biji buah
> > salak di tangannya.
> > Namun ia tidak segera meletakkan biji salak tersebut ke kubangan 
kecil
> > yang telah di buatnya. Selanjutnya ia berdiri dan berkata, "Saya 
bisa
> > membuat sebuah mukjizat, jika orang lain yang meletakkan biji 
salak ini ke
> > kubangan kecil itu. Saya sendiri tidak boleh meletakkan biji 
salak ini ke
> > kubangan kecil itu. Hanya seorang yang belum pernah mencuri atau 
mengambil
> > sesuatu dari orang lain, apa yang bukan menjadi haknya boleh 
meletakkan biji
> > salak ini.
> > Karena saya seorang pencuri maka harus salah satu dari kalian 
yang
> > melakukannya.
> > Pegawai Kerajaan, Pengawal Kerajaan dan Sang Raja terdiam. 
Situasi menjadi
> > hening. Yang terdengar hanyalah suara burung berkicau dan lebah 
yang
> > mendengung.
> > Si Pencuri menoleh ke Pengawal Kerajaan dan memohon, "Sudikah 
Tuan
> > meletakkan biji salak ini ?"Pengawal Kerajaan itu mulai gemetar 
dan berkata
> > lirih, "Biji salak itu tidak akan tumbuh, jika aku yang 
meletakkannya. Dulu
> > ketika saya masih muda, saya pernah mencuri."
> > Lalu Si pencuri itu berpaling ke Pegawai Kerajaan dan 
berkata, "Sudikah
> > Tuanku melakukannya?"
> > Pegawai Kerajaan itu tampak pucat lalu menundukkan 
kepalanya, "Saya juga
> > tidak bisa melakukannya," katanya lirih,
> > " Saya juga pernah mencuri."
> > Kini Tinggal Sang Baginda Raja. Kata si Pencuri itu, "Tuanku 
Baginda Raja,
> > Tuankulah satu-satunya orang yang belum pernah mengambil barang 
milik orang
> > lain yang bukan menjadi hak, Baginda.
> > Jadi, sudikah Tuanku Raja meletakkan *biji buah delima* ini ?"
> > Tiba-tiba saja wajah Sang Raja menjadi pucat pasi. Ia terdiam 
membisu lalu
> > menggoyangkan pundaknya.
> > "Saya juga pernah mengambil barang milik kerajaan tanpa 
sepengetahuan
> > siapapun.
> > Lalu Si pencuri memecah keheningan dengan berkata,"Sang Baginda 
Raja,
> > Tuanku adalah seorang yang berkuasa dan kaya raya. Tak satu pun
> > berkekurangan. Dan sekarang tak satu pun di antara kalian mampu 
menumbuhkan
> > biji buah salak ini. Oh... malang sekali nasibku. Aku yang baru 
akan
> > mengambil nasi, supaya rasa laparku hilang akan digantung," 
keluhnya.
> > "Kamu sungguh bijaksana!" sahut Sang Raja tiba-tiba sambil 
menatap Si
> > Pencuri yang kelihatan sangat sedih.
> > "Kamu telah menunjukkan kepada kami bahwa tak seorang pun 
sempurna.Sayamembatalkan keputusan hukum gantungmu. Kamu bebas. Dan 
sebagai tanda terima
> > kasihku, saya menghadiahi kamu kalung permata kerajaan milik 
ayahandaku.
> > Pergilah sekarang ! Kamu telah membuka mataku.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
_____________________________________________________________________
__
> >  .
> >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke