KOMPAS
Jumat, 28 Juli 2006 

 
Kebangsaan
Ideologi Pancasila Makin Jauh 




Jakarta, Kompas - Saat ini ideologi Pancasila menjadi semakin jauh dari Bangsa 
Indonesia. Banyak tingkah laku yang tidak lagi mencerminkan nilai Pancasila. 
Bahkan sering kali, hal-hal kecil diributkan dan melupakan hal besar yang 
justru hilang dari kita. Misalnya saja sumber daya alam yang semakin menipis 
karena dijual ke perusahaan asing. 

Demikian terungkap dalam Dialog Publik bertema "Penegasan Sikap Kebangsaan 
Kita" yang diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-4 Partai 
Nasional Banteng Kemerdekaan, Kamis (27/7). Hadir sebagai pembicara dalam 
dialog itu mantan Ketua MPR Amien Rais, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan 
pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto. Selain itu hadir pula Gubernur DKI 
Sutiyoso dan tokoh partai politik lainnya. 

Akbar Tandjung mengungkapkan ada tiga masalah kebangsaan saat ini, yaitu 
ideologi, kelembagaan, dan aktor. "Ada hal-hal yang tidak mencerminkan 
nilai-nilai Pancasila. Kalau sudah begitu, bagaimana bisa menjadi bangsa yang 
besar kalau tidak mampu menghormati keberagaman kita," kata Akbar. 

Begitu pula dengan kelembagaan, lanjut Akbar, yang sudah banyak berubah karena 
perubahan UUD 1945 tetapi tidak sesuai dengan aturannya. Ia mencontohkan 
presiden yang dipilih langsung oleh rakyat dengan sistem pemerintahan 
presidensial, tetapi dalam membentuk kabinet masih seperti parlementer. 

"Seharusnya presiden bisa membentuk kabinetnya tanpa ragu-ragu dengan 
mengandalkan orang-orang yang mampu, bukannya malah bergantung pada parlemen. 
Akibatnya dalam menjalankan tugas-tugasnya, orang- orang parpol itu banyak yang 
terlibat konflik parpol," ujar dia. 

Sementara itu, Amien Rais menyoroti banyaknya sumber daya alam di Indonesia 
yang sudah dijual ke pihak asing. Akibatnya, Indonesia pun tetap miskin. 

"Banyak pertanyaan yang kalau dijawab, ujungnya pasti karena kita tidak 
mempunyai uang. Kenapa tidak punya uang padahal mempunyai banyak sumber daya 
alam? Karena dari masa ke masa, pemimpin bangsa telah menggadaikan kekayaan 
alam, dihadiahkan kepada perusahaan asing," jelas Amien. 

Sebenarnya, menurut Amien, di situlah persoalan bangsa, yaitu dijualnya sumber 
daya alam kepada asing, bukan lalu banyak hal-hal kecil yang diributkan. 

"Saya sudah lama mencari sebab mengapa bangsa ini mundur, ditinggal negara 
lain, bahkan oleh negara yang lebih muda. Kemudian banyak perdebatan, misalnya 
tentang RUU Antipornografi dan Pornoaksi, padahal bukan di situ masalahnya," 
ujar dia. (SIE) 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke