dari milis tetangga......

From: Tom Saptaatmaja <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [mediacare] Ada lho Yahudi Anti Zionis dan Pro Palestina
>
>
>Di tengah kebiadaban Israel atas warga sipil Palestina
>dan Lebanon, kemarin saya talkshow dengan Pro Syafik
>Mugni, Ketua MUhamadiyah Jatim. Beliau omong, kita
>jangan suka menggebyah uyah (menggeneralisir) umat
>beragama lain. Semisal Yahudi, ada pula yg baik. Saya
>jadi ingat salah satu tulisan saya yang dimuat Sinar
>Harapan waktu mengiringi kepergian Arafat:
>
>http://www.sinarharapan.co.id/berita/0411/18/opi01.html
>
>Harun Yahya, cendekiwan muslim Turki yang memiliki
>banyak pembaca di Tanah Air juga pernah menghimbau
>agar kita bisa membedakan antara zionisme dan Yahudi.
>zionisme muncul pada abad ke-19. Dalam masa di antara
>dua perang dunia, berbagai kelompok teroris Zionis
>melakukan serangan berdarah terhadap masyarakat Arab
>dan Inggris. Di tahun 1948, menyusul didirikannya
>negara Israel, strategi perluasan wilayah zionisme
>telah menyeret keseluruhan Timur Tengah ke dalam
>kekacauan. Dan zionisme seringkali memanfaatkan agama
>Yahudi (Yudaisme) dengan mengutip Taurat untuk
>melegitimasi. Dengan mengaitkan sepak terjang biadab
>dengan agama itu, zionisme sebenarnya malah
>membahayakan agama Yahudi dan masyarakat Yahudi di
>seluruh dunia, dan menjadikan warga Israel atau Yahudi
>diaspora sebagai sasaran orang-orang yang ingin
>membalas terhadap zionisme.
>
>Kelompok Neturei Karta
>Arafat tidak ingin orang-orang Yahudi, yang justru
>mendukung perjuangannya ikut dikorbankan, karena
>disamakan dengan Zionis. Mengapa? Karena dalam hidup
>dan perjuangan Arafat, dia mengalami sendiri sering
>berkontak dengan orang-orang Yahudi yang pro dengan
>nasib Palestina. Misalnya Neta Golan dan para pemuda
>Yahudi yang tergabung dalam International Solidarity
>Movement. Bayangkan mereka justru rela menjadi tameng
>hidup sewaktu para serdadu Israel mencoba mengepung
>Istana Arafat. Selama 34 hari Neta, perempuan berdarah
>Yahudi itu bertahan di Muqatta, kantor pusat
>pemerintahan Palestina di Ramallah. Coba simak
>pengakuan perempuan 30 tahun yang ayahnya merupakan
>pendukung Ariel Sharon: "Saya menjalani hidup dengan
>kata hati, bangsa Palestina berhak untuk memiliki
>negara!"(AFP, 7/5/02)
>
>Masih segar juga ingatan kita akan kasus pengunduran
>diri secara terbuka dari 27 pilot Israel karena
>menolak perintah yang mereka anggap amoral dan
>ilegal.Dalam sebuah surat terbuka kepada panglima
>Angkatan Udara, ke-27 pilot tersebut menulis, AU
>Israel telah menyerang warga sipil yang tak bersalah
>di wilayah Palestina (Deutzche Welle, 27/9/03).
>Sekitar 200 dosen universitas Israel juga
>menandatangani petisi solidaritas terhadap para
>penerbang tempur yang membangkang terhadap keputusan
>Tel Aviv dalam menjalankan operasi militer memburu
>para kader perlawanan bersenjata Palestina.
>
>Yang menarik, kelompok religius Yahudi pun ada yang
>membenci kebijakan para pemimpin Israel yang mendukung
>zionisme. Contohnya adalah kelompok Neturei Karta.
>Rabbi E. Schwartz dari kelompok ini pernah menulis:
>"Menurut Taurat, umat Yahudi tidak diizinkan untuk
>menumpahkan darah, mengganggu, menghina atau menjajah
>bangsa lain". Mereka menekankan lebih jauh bahwa,
>"Para politikus Zionis dan rekan-rekan mereka tidak
>berbicara untuk kepentingan masyarakat Yahudi, nama
>Israel telah dicuri oleh mereka". (Rabbi E. Schwartz,
>Advertisement by Neturei Karta in New York Times, May
>18, 1993). Kelompok ini juga menandaskan, menjadi
>Yahudi harus tunduk pada ketentuan Taurat yang
>merupakan ketentuan Yahwe (Allah) dan berani menolak
>zionisme yang merupakan rekayasa manusia belaka.
>
>Yudaisme hanya untuk Etnik Yahudi
>Menurut Neturei Karta, zionisme adalah rekayasa Yahudi
>Eropa dalam konggresnya di Basel Swiss 1897 dipimpin
>Theodore Herzl, didukung Inggris lewat dekalarasi
>Balfour (1917) untuk membentuk sebuah Tanah Air bagi
>bangsa Yahudi yang tersebar di seluruh dunia. Semula
>Uganda yang dipilih untuk Tanah Air itu, tetapi
>akhirnya yang kita lihat adalah Israel, berdiri pada
>1948 di atas bumi Palestina. Berdirinya negara Zionis
>itu tentu saja dengan tumbal darah dan tangis bangsa
>Palestina yang terusir dari Tanah Airnya. Sedangkan
>Yudaisme adalah ajaran monoteisme pertama sebelum
>Kristen dan Islam, diwahyukan pada Musa sekitar abad
>ke-13 SM. Lagi pula Yudaisme bukanlah agama seperti
>Kristen atau Muslim yang punya motif misioner. Sebab
>Yudaisme hanya untuk orang-orang beretnis Yahudi,
>meskipun setiap Yahudi tidak selalu beragama Yudaisme.
>
>Dua tahun lalu Neturei pernah mengumpulkan 20 ribu
>orang di New York untuk berunjuk rasa mengutuk
>kekejaman Israel atas Palestina, sebuah demo
>anti-Israel yang terbesar sepanjang sejarah Amerika.
>Bukan cuma kelompok Yahudi sipil atau religius, para
>pemikir besar Yahudi pun banyak yang jengah dengan
>langkah serta kebijakan yang diambil pemerintah sejak
>kemerdekaan Israel pada 1948. Albert Einstein misalnya
>pernah menulis bahwa dia lebih setuju dengan prinsip
>saling menghormati dengan bangsa-bangsa Arab daripada
>terus memperluas negara Israel. Bagi ilmuwan terbesar
>abad ke-20 versi majalah Time (27/12/99), hakikat dari
>Yudaisme sebenarnya sangat bertentangan dengan prinsip
>berdirinya negara Israel. Karena bagi fisikawan yang
>menolak dicalonkan jadi presiden Israel pada 1952 itu,
>Yudaisme selalu tanpa batas, sedang negara Israel
>selalu terbatas.
>
>Profesor Erich Fromm, penulis dan pemikir Yahudi
>ternama juga menyatakan kaidah hukum internasional
>telah dilanggar oleh pemerintah Israel, sebab mereka
>telah merampas tanah dan hak milik orang-orang
>Arab/Palestina. Bagi Fromm, orang-orang Arab/Palestina
>lebih memiliki legitimasi atas tanah mereka daripada
>orang-orang Israel yang baru datang kemudian. Jadi
>klaim bahwa orang Yahudi lebih legitimate dan berhak
>atas tanah mereka di bumi Palestina sebenarnya tidak
>realistis. Masih banyak fakta tentang orang-orang
>Yahudi yang tidak sepaham dengan kebijakan pemerintah
>Israel seperti nama filsuf Martin Buber, Noam Chomsky,
>Adam Shapiro, Prof Ze'ev Sternhell dan sebagainya.
>Pemerintah Israel sudah sejak 1948 sampai sekarang
>berusaha menutupi fakta bahwa ada orang-orang Yahudi
>yang tidak sepaham dengan kebijakan pemerintah dan
>malah berjuang untuk kepentingan Palestina, tetapi era
>internet saat ini membuat mereka tidak berdaya. Dengan
>adanya fakta-fakta tersebut, semoga kita yang di sini
>tidak akan gampang terjebak lagi dalam sikap
>menggeneralisasi. Mudah-mudahan kita akan punya cara
>pandang baru yang memberi kesadaran bahwa konflik yang
>terjadi antara Israel dan Palestina lebih merupakan
>konflik rebutan tanah, bukan konflik agama antara
>Yahudi melawan Kristen dan Muslim. Hal ini juga
>ditekankan oleh Arafat.
>
>Penulis adalah Teolog dan Pegiat Lintas Agama, Alumnus
>Seminari St Vincent de Paul.
>




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke