--- In [EMAIL PROTECTED], CSVI/ GPDI <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Suar Suroso:
KONGRES KE XVI PARTAI KOMUNIS TIONGKOK KEMENANGAN BARU MARXISME DI AWAL ABAD KE XXI. Kongres Bersejarah ¡°¡­. Komunisme sudah mampus ! ¡°. Demikianlah yang diproklamirkan Presiden George Bush dalam pedato kenegaraannya awal 1992. Itu terjadi, segera begitu URSS ambruk dan PKUS rontok. Kini, sekitar satu dasawarsa kemudian, baru saja berlangsung kongres ke-XVI PKT dengan sukses. Inilah kongres Partai Komunis terbesar di dunia. Beranggotakan 66 juta komunis, PKT memimpin negara dengan seperlima penduduk dunia. Berlangsungnya kongres ini, dan adanya sambutan dari partai-partai komunis sekian banyak negeri, menunjukkan bahwa jelas-jemelas, peri hal ¡°mampusnya komunisme¡± itu masih jauh panggang dari api ! Para sahabat dan lawan-lawan PKT sangat memperhatikan kongres PKT ini. Sahabat-sahabat PKT dengan tenang, penuh harapan menyambutnya dengan hangat. Antara lain dari berbagai partai komunis seperti Vietnam, Kuba, Federasi Russia, Moldavia, Bulgaria, Inggeris, Itali, Yunani, Uruguai, Bolivia, Argentina, Paraguai, Chili, Peru, Jepang, Sri Langka, Ceko dan Moravia, Israel, Siria, Yordania, ¡­; partai-partai sosialis, sosial-demokrat, partai-partai buruh, partai-partai nasionalis dan demokrat, partai rakyat revolusioner, dari semua benua. Termasuk dari tokoh pimpinan Partai Golkar Indonesia. Semua Kantor Berita di dunia bersuara mengenai kongres ini. Jauh menjelang kongres, apalagi selama dan sesudah kongres bermunculan tulisan memaparkan, mengulas, menganalisa, membikin ramalan, bahkan berspekulasi mengenai peristiwa bersejarah ini. Harian terkemuka burjuasi Perancis Le Monde menampilkan tulisan wartawannya, Frederic Bobin berjudul ¡°Tiongkok Komunis Menobatkan Kaum Kapitalisnya Naik Takhta¡±, Koran Russia Vremya Novosti menampilkan tulisan berjudul ¡°Bersatulah Kaum Proletar dan Kaum Kapitalis¡±, Erik Eckhom wartawan The New York Times menulis ¡°teori Tiga Mewakili adalah dimaksudkan untuk memasukkan kaum kapitalis ke kedudukan berkuasa¡±. Joseph Kahn dari The New York Times menampilkan tulisan berjudul ¡°Kongres Orang-Orang Kaya¡±, ¡°Kongres Kaum Kapitalis Kroni Tiongkok¡±, ¡°diktatur proletariat sudah gagal, dengan Tiga Mewakili memberi kesempatan pada plutokrasi¡±. Bruce Dickson dari Universitas George Washington bahkan mempersiapkan terbitnya buku ¡°Red Capitalists In China¡±. Tak ayal lagi, di Indonesia pun bermunculan tulisan mengenai Kongres PKT ini. Suwarno Adiwijoyo dalam internet memaparkan kekagumannya akan sukses besar Tiongkok dalam pembangunan ekonomi. Dia sampai menganjurkan, agar para pemimpin Indonesia berteladan pada Tiongkok. Tapi tulisannya disertai dengan dongeng dan fitnah, bahwa Mao Zedong membunuh 50 juta orang dalam revolusi Tiongkok. Rene L. Pattirajawane termasuk banyak menampilkan laporan dan tulisan yang menarik perhatian khalayak ramai dalam harian Kompas. Di antaranya berjudul ¡°Membuka Jalan Bagi Kelas Baru¡±. Begitu ¡°jelinya¡± R.L. Pattirajawane meliput peristiwa ini, hingga melaporkan bahwa ¡°pada pembukaan kongres PKC kali ini tidak seperti kongres sebelumnya, lagu Internasionale tidak diperdengarkan ¡­.¡± ¡°tapi diganti dengan lagu kebangsaan Cina¡±. Sesungguhnya, kongres PKT biasanya memang dibuka dengan lagu kebangsaan dan ditutup dengan himne Internasionale. Demikian juga dalam Kongres ke XVI ini. Dan pada hari pembukaan kongres itu, Kompas menampilkan poteret berwarna seorang pedagang jalanan menjajakan dagangan dalam keranjang, duduk melonjor di jalan dengan tangannya memegang timbangan dacing. Demikianlah Kompas melukiskan suasana Tiongkok menempuh kapitalisme dewasa ini. Lebih lanjut mengenai ¡°Tiga Mewakili¡± Pattirajawane menulis antara lain bahwa ¡°gagasan ini akan memutarbalikkan semua doktrin yang dianut Cina selama ini khususnya asas kediktatoran proletariat¡­¡± Tulisannya berjudul ¡°Nasib Komunisme Cina¡± dimulai dengan kalimat, bahwa kalau masih hidup di abad ke-XXI ini, ¡°Marx akan terkejut-kejut melihat pemikiran dan filsafat sosialismenya diobrak-abrik oleh ¡­Jiang Zemin.¡± Tentu saja tulisan-tulisan demikian tidak hanya menimbulkan banyak pertanyaan, bahkan sangat menyesatkan ! Begitulah, Kongres ke-XVI PKT menjadi ajang ¡°pengeroyokan¡± bertemakan ¡°Tiongkok menempuh jalan kapitalisme¡±. Tudingan terpusat pada gagasan ¡°tiga mewakili¡± yang dengan putusan Kongres dijadikan ideologi pembimbing bagi Partai, disamping Marxisme-Leninisme, Fikiran Mao Zedong dan Teori Deng Xiaoping. Fikiran Mao Zedong Penyempurnaan ideologi pembimbing partai bukanlah pertama kali ini terjadi dalam PKT. Dalam sejarahnya telah terjadi tiga kali perumusan ideologi pembimbing partai yang mengembangkan Marxisme. Pertama dalam Kongres Nasional ke-VII tahun 1945. Sebagai hasil penyimpulan pengalaman sejarah Partai, dirumuskan dan dicantumkanlah dalam Konstitusi Partai: Fikiran Mao Zedong sebagai fikiran pembimbing Partai. Untuk memenangkan revolusi demokrasi baru di Tiongkok, sesuai dengan kondisi sejarah Tiongkok, Mao Zedong mengajukan jalan revolusi ¡°dari desa mengepung kota¡±. Inilah salah satu isi dari Fikiran Mao Zedong dalam memenangkan revolusi demokrasi baru Tiongkok. Para lawan PKT mengkritik Fikiran Mao Zedong sebagai Marxisme kaum tani, Marxisme pedesaan. Setelah PKT dibimbing oleh Fikiran Mao Zedong, liwat perjuangan revolusioner yang sengit, revolusi demokrasi baru dimenangkan dengan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Fikiran Mao Zedong sebagai pengembangan Marxisme telah diuji kebenarannya dalam praktek revolusi Tiongkok. PKT merumuskan, bahwa Fikiran Mao Zedong adalah meliputi: 1.teori revolusi demokrasi baru ¨C revolusi anti-imperialisme anti feodalisme dan anti-kapitalisme birokrat dari masssa rakyat yang luas berbasiskan persekutuan buruh dan tani di bawah pimpinan proletariat; 2. tentang revolusi sodialis dan pembangunan sosialis, 3. pembangunan tentara revolusioner dan strategi militer; 4. arti penting politik dan taktik dalam perjuangan revolusioner; 5. pekerjaan ideologi dan politik dan pekerjaan kebudayaan; 6. mengenai pembangunan partai.. Jiwa hidup dari Fikiran Mao Zedong adalah pendirian, pandangan dan metode, dengan menggunakan materialisme dialektis dan historis, yaitu mencari kebenaran dari kenyataan. *) Dengan Fikiran Mao Zedong, maka Marxisme-Leninisme mendapat perkembangan, dan revolusi demokrasi baru mencapai kemenangan di Tiongkok. Teori Deng Xiaoping Kongres ke XV PKT tahun 1997 menampilkan Teori Deng Xiaoping sebagai fikiran pembimbing partai, disamping Marxisme-Leninisme, dan Fikiran Mao Zedong. Pada saat Teori Deng Xiaoping diperkenalkan, lawan-lawan PKT mengkritiknya habis-habisan. Tanpa mendalami hal-hal yang fundamental dari teori itu, yang secara vulgair ramai dikritik adalah: ungkapan ¡°membolehkan orang jadi kaya duluan¡±, dengan menyalahkan ungkapan ¡°menjadi kaya itu mulia¡±; dan pepatah rakyat Si Chuan yang pernah diucapkan Deng Xiaoping: ¡°biar kucing hitam atau kucing putih, asal menangkap tikus adalah kucing yang baik¡±. Ini dinilai sebagai pandangan pragmatis. Bahkan secara umum Deng Xiaoping dikritik sebagai penganut pragmatisme. Deng Xiaoping adalah tokoh Marxis yang besar, yang dalam karya-karyanya dengan konsekwen menggunakan pandangan dan metode materialisme dialektis dan historis. Dibawah pimpinan Deng Xiaoping lah, baru tercapai pengertian yang bening tentang hakekat dan tugas utama sosialisme, yaitu membebaskan dan mengembangkan tenaga produktif. Sesungguhnya, isi teori Deng Xiaoping adalah kaya raya. Mulai dari seruan untuk membebaskan fikiran; tentang pandangan dan metode cari kebenaran dari kenyataan, segala-galanya bertolak dari kenyataan; tentang menegakkan empat prinsip dasar -- menempuh jalan sosialis, menjalankan diktatur demokrasi rakyat, dibawah pimpinan Partai Komunis, ideologi pembimbing Marxisme-Leninisme dan Fikiran Mao Zedong --; tentang mencengkam pemahaman mengenai hakekat sosialisme: tentang tugas utama sosialisme, yaitu membebaskan dan mengembangkan tenaga produktif; tentang memegang patokan segala-galanya harus ¡®tiga menguntungkan¡¯ yaitu menguntungkan buat pengembangan tenaga produktif sosialis, menguntungkan untuk memperkuat negara sosialis, menguntungkan untuk meningkatkan penghidupan rakyat; tentang melakukan reform secara menyeluruh menggantikan semboyan ¡®perjuangan klas sebagai poros¡¯ menjadi pembangunan ekonomi sebagai pusat usaha; tentang menjalankan politik terbuka terhadap dunia luar; tentang mereform ekonomi berencana menjadi ekonomi pasar sosialis; tentang tak adanya kontradiksi dasar antara sosialisme dan ekonomi pasar; tentang penegakan hukum dalam sistim sosialis; tentang politik satu negara dua sistim untuk penyatuan kembali tanah-air; tentang modernisasi pendidikan; tentang melakukan reformasi politik seiring dengan reformasi ekonomi; tentang ¡®mencengkam dengan dua tangan¡¯ -- satu tangan mencengkam reform ekonomi dan politik pintu terbuka, tangan kedua mencengkam ¡®4 prinsip dasar¡¯; tentang tiga langkah strategis pembangunan ekonomi Tiongkok, tentang perdamaian dan perkembangan adalah dua masalah besar dunia dewasa ini, dan lain-lain.**) Tak diragukan lagi, Teori Deng Xiaoping yang dijadikan ideologi pembimbing PKT telah mengembangkan Marxisme dalam pembangunan sosialisme berciri Tiongkok. Dengan teori Deng Xiaoping sebagai ideologi pembimbing, PKT berhasil memimpin pembangunan sosialisme tingkat pertama Tiongkok yang mengagumkan dunia. Tepatnya teori Deng Xiaoping sebagai ideologi pembimbing partai telah teruji dalam praktek. Filsafat yang dianut Deng Xiaoping adalah materialisme dialektis dan materialisme historis, bukanlah pragmatisme. Sebagai hasil dari pembangunan sosialis dengan mempraktekkan teori Deng Xiaoping, masyarakat Tiongkok maju mencapai taraf yang belum pernah ada sebelumnya. Komposisi dan konstelasi masyarakat Tiongkok telah berobah. Situasi baru menyebabkan munculnya tugas utama baru, tuntutan-tuntutan baru bagi partai yang memimpin. Belajar dari sejarah gerakan komunis internasional, dapat dicatat bahwa Marx dan Engels mendirikan Liga Komunis dengan tugas utama menciptakan Partai klas buruh yang bebas dari burjuasi; Lenin membangun Partai Buruh Sosial Demokrat Russia yang di-Bolsyewikkan dengan tugas untuk memimpin revolusi menggulingkan Tsarisme Russia, Mao Zedong membangun Partai Komunis Tiongkok dengan tugas utama untuk memimpin revolusi bersenjata melawan kontra-revolusi bersenjata, Deng Xiaoping membangun kembali PKT dengan tugas mengatasi kekacau-balauan satu dasawarsa akibat kesalahan-kesalahan Revolusi Besar Kebudayaan Proletar dan melakukan pembangunan modernisasi sosialis. Tiap tingkat sejarah yang berbeda, memerlukan fikiran pembimbing Partai yang berbeda. Kini bagi Tiongkok, masalahnya bukanlah soal menerima para pengusaha yang bukan klas buruh masuk Partai, tetapi adalah masalah PKT agar bisa tetap menjadi pelopor dan inti pimpinan rakyat dan nasion Tionghoa membangun masyarakat yang cukup sejahtera. Partai yang bagaimana, dan bagaimana membangun Partai yang memenuhi syarat untuk bisa memimpin maju pembangunan sosialis selanjutnya di Tiongkok ? Fikiran Penting ¡°Tiga Mewakili¡±. Sebagai hasil pelajaran pengalaman sejarah dua dasawarsa terakhir, pimpinan PKT dibawah pimpinan Jiang Zemin menyimpulkan, bahwa disamping Marxisme-Leninisme, Fikiran Mao Zedong dan Teori Deng Xiaoping, partai harus memiliki ideologi pembimbing fikiran penting ¡°tiga mewakili¡±, yang dalam bahasa Tionghoanya disebut ¡±san ge dai biao¡±. ¡°Tiga mewakili¡± adalah: mewakili arah perkembangan tenaga produktif yang maju, mewakili orientasi maju kebudayaan Tiongkok yang progresif, dan mewakili kepentingan pokok rakyat Tiongkok yang paling luas. Maka dalam Kongres ke-XVI, Konstitusi PKT direvisi lagi dengan memasukkan fikiran penting ¡°tiga mewakili¡± sebagai ideologi pembimbing kegiatan Partai, disamping Marxisme-Leninisme, Fikiran Mao Zedong dan Teori Deng Xiaoping. Dicantumkan dalam Konstitusi PKT bahwa ¡°PKT adalah barisan pelopor klas pekerja, juga adalah barisan pelopor rakyat dan nasion Tionghoa, adalah inti pimpinan usaha sosialisme berciri Tiongkok; Partai mewakili tuntutan perkembangan tenaga produktif yang maju di Tiongkok, mewakili arah maju kebudayaan progresif Tiongkok, mewakili kepentingan dasar rakyat Tiongkok yang paling luas. Cita-cita tertinggi dan tujuan terakhir Partai adalah mewujudkan komunisme.***) Disamping perobahan konstitusi Partai, Kongres ke-XVI PKT juga mengajukan program pembangunan raksasa, mewujudkan tahap ketiga strategi pembangunan ekonomi menurut teori Deng Xiaoping, yaitu membangun masyarakat yang cukup sejahtera dalam jangka waktu dua puluh tahun. Diperhitungkan, dalam jangka waktu itu pendapatan nasional Tiongkok akan naik menjadi empat kali lipat dari sekarang ini. Ini berarti diperlukan pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 ¨C 8 % setahun. Sungguh satu program pembangunan raksasa yang mengagumkan ! Dibawah pimpinan CC PKT dengan Hu Jingtao sebagai sekretaris jenderalnya yang baru terpilih, rakyat Tiongkok yang seperlima penduduk dunia itu sedang gairah menyambut putusan-putusan Kongres ke-XVI PKT untuk mewujudkan tahap ketiga strategi pembangunan, yaitu cita-cita membangun masyarakat cukup sejahtera secara menyeluruh. Untuk mewujudkan program pembangunan yang grandios itu, pastilah tak sedikit kesulitan yang menghadang. Pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja yang berkisar sekitar jumlah penduduk Belanda dalam setahun, kesenjangan penghasilan yang kian melebar sebagai akibat ekonomi pasar, korupsi dan kriminalitas ekonomi yang menggunakan setiap kesempatan, para pejabat korup dan rusak moral yang mensalahgunakan kedudukan demi kepentingan pribadi, kekuatan reaksi luar dan dalam negeri yang selalu mencari kesempatan untuk menghancurkan kepemimpinan Partai Komunis, semuanya merupakan bahaya yang selalu mengancam. Tapi dengan Kongres ke-XVI PKT ini, tidaklah terjadi perobahan kwalitas kekuasaan politik di Tiongkok. Kedudukan memimpin dari Partai Komunis Tiongkok kian dipakukan. Kekuasaan negara dan sistim politik yang berlaku adalah tetap diktatur demokrasi rakyat, yaitu kekuasaan politik dari kerjasama multi-partai di bawah pimpinan Partai Komunis. Tentara Pembebasan Rakyat yang perkasa itu tetap berada dibawah pimpinan mutlak Partai Komunis. Kian ditekankan, bahwa dengan melaksanakan reform di bidang politik, demokrasi di Tiongkok tambah dikembangkan, tapi tak akan menempuh sistim trias-politika atau sistim parlementer multi-partai seperti di Barat. Ekonomi pasar digalakkan, tapi negara tetap melakukan makro-kontrol dalam bidang ekonomi. Perusahaan-perusahaan vital milik negara tidak diswastakan, tapi dikelola secara lebih efisien dan ekonomis. Negara mendorong dan melindungi pertumbuhan perusahaan milik swasta, tapi kedudukan perusahaan-perusahaan milik negara tetap berdominasi dalam perekonomian. Walaupun sementara unsur yang bukan dari klas buruh diterima masuk Partai Komunis, tapi mereka diikat oleh ketentuan-ketentuan konstitusi, disiplin partai yang harus ditaati. Ini tak akan merobah watak hakiki dari partai komunis, tapi akan memperluas pengaruh dan dukungan bagi Partai. Inilah jaminan bagi suksesnya usaha besar yang sedang ditempuh. Hasil gemilang yang sudah tercapai di bidang ekonomi, politik, diplomasi, ilmu dan tekhnologi dengan melaksanakan reformasi dan politik terbuka sampai kini, telah mengangkat Tiongkok menjadi negara yang terkemuka di dunia. Penghidupan rakyat meningkat dengan nyata. Dan program pembangunan raksasa yang dihasilkan Kongres ke-XVI PKT memberi harapan gemilang bagi masa depan rakyat dan nasion Tionghoa. Ini mendemonstrasikan suksesnya kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok memadukan Marxisme dengan kondisi kongkrit Tiongkok. Ini adalah kemenangan baru Marxisme di awal abad ke-XXI ! Keterangan: *). Baca dan pelajari Resolusi Tentang Beberapa Masalah Dalam Sejarah Partai Sejak Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, disahkan oleh Sidang Pleno ke-6 CC ke XI PKT pada 27-6-1981. **) DENG XIAOPING WENXUAN DI SAN JUAN XUEXI GANG YAO, Pokok-Pokok Untuk Mempelajari Jilid III Pilihan Tulisan Deng Xiaoping , Beijing 1994. ***) Konstitusi PKT sesudah direvisi Kongres ke-XVI. 20 November 2002. *************************************************************************** CSVI/ GPDI Coördinationgroup for Support the People's Resistance in INDONESIA/ Support Movement for Democratization in INDONESIA http://www.xs4all.nl/~peace Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/ http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ --------------------------------- Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

