http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/8/11/o2.htm
Sebetulnya apabila kita ingin curiga adalah ketika genderang reshuffle kabinet ditabuh kembali oleh beberapa kelompok yang memiliki kepentingan dengan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu. Mereka adalah orang-orang yang sangat bernafsu untuk menguasai kursi kebinet hingga 2009. ------------------------ Wacana ''Reshuffle'' Bertopeng Kepentingan Parpol Oleh Moh. Yamin MENCUATNYA kembali wacana perampingan dan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dari parlemen dan partai politik secara tiba-tiba menghentakkan kita. Publik dikagetkan kembali dengan isu politis yang seolah sudah ada sekelompok orang ingin memainkan bola pemerintahan Indonesia; menuju rumah yang carut-marut dan koyak-moyak. Mereka; sekelompok orang itu, dengan sengaja mengembuskan angin panas tersebut agar Kabinet Indonesia Bersatu goyang sehingga selanjutnya atmosfer politik di dalam pemerintahan panas dengan suhu yang sangat tinggi. ---------------------------------- Eskalasi perpolitikan dalam negeri terseret pada konflik kepentingan yang mengantarkannya pada aksi sikut-sikutan, intrik-mengintrik dan jatuh-menjatuhkan. Kendatipun ungkapannya terlalu bernuansa politis ekstrem, namun itulah realitas sebenarnya. Tanpa harus memungkiri pula, ada beberapa pihak yang mengatakan diperlukannya perampingan kabinet karena selama ini kinerja dan kerja para menteri terkait tidak begitu maksimal sekaligus optimal. Seolah yang ada hanyalah tumpang-tindih pekerjaan dan wewenang. Jajaran Kabinet Indonesia Bersatu terlalu gemuk sehingga semuanya ingin menangani banyak pekerjaan. Karena kegemukannya pula, kebanyakan menteri yang nganggur dan mencari-cari pekerjaan kendatipun itu bukan wilayah pekerjaannya. Cukup ironis kita melihatnya. Selain itu, perampingan kabinet merupakan jawaban bagi efisiensi dana negara yang semakin menipis. Dana negara yang semakin sedikit, maka jalan terbaik adalah dengan mengurangi jatah jumlah para menteri di kabinet. Oleh karenanya perampingan menjadi jalan utama agar pemerintahan Indonesia bisa berjalan secara kondusif dan lancar. Perampingan adalah jembatan bagi terbentuknya pemerintahan yang sehat. Ini sebuah terobosan alternatif dan mungkin terburuk kendatipun harus dikatakan demikian. Terobosan alternatif dan terburuk dalam pemahaman ini adalah menteri kabinet Indonesia harus banyak yang terbuang dan dibuang demi menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan. Dengan adanya perampingan kabinet menyebabkan orang-orang di kabinet semakin sedikit, maka ini membawa pada sebuah pemerintahan yang bekerja secara cepat, tangkas dan cekatan. Menteri-menteri dapat dikoordinasikan secara solid dan terarah. Suasana semacam ini kemudian membangkitkan etos kerja menteri-menteri untuk bekerja secara giat dan bersemangat tinggi. Dengan kata lain, jumlah kabinet yang sedikit sangat berpengaruh pada komunikasi politis pemerintahan yang cepat dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk melakukan dialog di internal kementerian maupun di internal pemerintahan yang selanjutnya diejewantahkan dalam ranah praksis. Proses komunikasi dalam rapat pun tidak banyak orang, yang biasanya mereka selalu berargumentasi dengan berbusa-busa. Artinya, hal semacam itu menjadi satu harapan bersama agar pemerintahan ini tidak didomisili oleh beberapa orang yang tujuannya hanya ingin mendompleng, mencari keuntungan tertentu dan mendapatkan kekuasaan semata demi kepentingan pribadi dan golongan. Oleh karena itu, perampingan harus segera dibumikan dan sesegera mungkin digelar agar terbentuk kabinet yang proporsional dengan tugas masing-masing. Hal semacam ini adalah tujuan ideal dalam sebuah pemerintahan menuju civil government. Perbaiki Kinerja Bukan berarti bahwa kita kemudian mengiyakan beberapa kelompok yang mengatakan itu. Namun, ketika ditelaah dengan secermat dan seakurat mungkin, perampingan kabinet adalah sebuah keharusan. Jika tidak, jangan harap akan mampu memperbaiki kerja dan kinerjanya secara cepat dalam rangka memberikan pelayanan terbaiknya bagi rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Artinya, kecurigaan bertopeng politik tidak terlalu dipentingkan dan menjadi sebuah pertimbangan par excellence. Yang penting adalah, apabila perampingan kabinet merupakan jalan terbaik guna menuntaskan persoalan bangsa, mengapa harus menunggu-nunggu waktu? Mengutip pernyataan SBY saat kampanye, ''bersama kita maju''. Sebetulnya apabila kita ingin curiga adalah ketika genderang reshuffle kabinet ditabuh kembali oleh beberapa kelompok yang memiliki kepentingan dengan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu. Mereka adalah orang-orang yang sangat bernafsu untuk menguasai kursi kebinet hingga 2009. Kecurigaan ini kian kentara tatkala partai besar, seperti Golkar mengembuskan wacana itu. Mengutip pendapat Agung Laksono, Wakil Ketua Umum DPP Golkar, beberapa waktu lalu, ''reshuffle kabinet adalah perlu demi meningkatkan kinerja KIB, namun itu pun tetap menjadi hak prerogatif presiden. Namun, bila menteri baru dibutuhkan, maka Partai Golkar siap dengan orang-orangnya''. Karenanya, dengan mencermati pendapat tersebut, kita sangat yakin bahwa reshuffle lagi-lagi menjadi kue politik untuk diperebutkan oleh golongan tertentu. Reshuffle tersebut menjadi komoditas politik yang bisa didapat, dibeli dan diraih selama golongan tersebut mampu memainkan isu tersebut. Menggoyang sana-sini, memprovokasi sana-sini dan menyikut sana-sini adalah pintu utama untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Pertanyaannya kemudian, apakah reshuffle kabinet akan membawa perbaikan kinerja menteri yang sudah diganti? Jangan-jangan ini akan memperburuk kinerjanya saat sudah menjabat sebagai menteri lantaran masuknya mereka hanyalah pesanan partai politik dari luar rumah pemerintahan Indonesia. Andaikan demikian jawabannya, maka pemerintahan Indonesia di bawah nakhoda SBY-JK adalah pemerintahan berkedok partai politik, bukan lagi berwajah rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Penulis, peneliti pada FKIP Univ. Islam Malang ----------- * Perampingan kabinet harus merupakan jawaban bagi efisiensi dana negara yang semakin menipis. * Perampingan kabinet untuk memperbaiki kerja dan kinerjanya secara cepat dalam rangka memberikan pelayanan terbaiknya bagi rakyat, bangsa dan negara Indonesia. * Pemerintahan tidak boleh didomisili oleh beberapa orang yang tujuannya hanya ingin mendompleng, mencari keuntungan tertentu dan mendapatkan kekuasaan semata demi kepentingan pribadi dan golongan. * Apakah reshuffle kabinet akan membawa perbaikan kinerja menteri yang sudah diganti? [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

