HARIAN ANALISA
Edisi Sabtu, 12 Agustus 2006 

Dubes Lebanon: Kami Belum Butuh Pejuang dari Luar 

Jakarta, (Analisa) 



Duta Besar Lebanon untuk Indonesia Hassan Muslimani menyatakan, Lebanon saat 
ini belum membutuhkan pejuang dari luar Lebanon karena rakyat Lebanon sendiri 
masih mampu berjuang untuk tanah airnya menghadapi agresi Israel. 

"Kami sangat menghargai semangat warga Indonesia yang ingin berjuang. Tetapi 
yang kami butuhkan adalah dukungan moril dari bangsa lain di dunia," kata 
Hassan Muslimani kepada pers yang juga dihadiri Dubes Palestina Fariz N 
Mehdawi, Dubes Suriah Moh Darwish Baladi, dan Dubes Iran Behrooz Kamal Vandi di 
Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Jumat. 

Pihaknya juga berterimakasih atas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia 
serta negara-negara tetangga dan umat Islam yang diberikan kepada Lebanon 
selama ini. 

Sementara itu, Duta Besar Suriah Moh Darwish Baladi, mengatakan, Suriah sangat 
mendukung perjuangan rakyat Lebanon untuk mempertahankan diri dari agresi 
Israel, baik moril, politik dan kemanusiaan. 

Namun demikian Suriah belum turut memberi dukungan pasukan ke Lebanon karena 
pemerintah Lebanon masih mampu membela diri dan belum memerlukan personil 
militer dari luar. 

Pihaknya, lanjutnya, juga sangat mendukung rakyat Palestina berjuang menghadapi 
tekanan dan siksaan terus-menerus dari Israel, bahkan Suriah telah turut 
terlibat dalam 10 perang selama 60 tahun pendudukan Israel di Timur Tengah. 

Ia juga menyayangkan militer Israel yang sampai hati menghalang-halangi 
berbagai bantuan kemanusiaan ke Lebanon, padahal korban tewas akibat serangan 
Israel itu sudah ratusan jumlahnya dan ribuan luka. 

Ia juga menyatakan keheranannya, AS selalu menghalang-halangi upaya penghentian 
agresi Israel kepada negara-negara tetangganya, setidaknya sudah 40 kali veto 
dijatuhkan AS di PBB demi kepentingan Israel. 

"Israel menjadikan alasan dua serdadunya yang ditangkap ketika dalam kondisi 
perang sebagai alasan agresi, padahal Israel sendiri menculik delapan Menteri 
Palestina dan sekian puluh anggota Dewan Tingginya dari rumah-rumah mereka, 
bukan dalam keadaan perang," katanya. 

Sementara itu, Dubes Palestina Fariz N Mehdawi mengatakan, agresi Israel 
terhadap negara-negara tetangganya bukan merupakan yang pertama kalinya, 
kebetulan saja Lebanon saat ini mendapat giliran. 

"Padahal Lebanon termasuk negara yang paling tidak mau terlibat dengan 
perlawanan terhadap Israel," katanya. 

Menurutnya, Israel tak pernah tulus melakukan perdamaian dengan Palestina dan 
negara tetangganya, sehingga inisiatif apa pun, sampai solusi terakhir, peta 
jalan damai (roadmap), selalu gagal. (Ant


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke