kalau membaca phillip k. hitti, history of the arabs, salah satu rujukan
middle east literature yg otoritatif, sampai jaman napoleon menyerbu mesir.

negara negara di timteng saat itu banyak yg memberlakukan dzimmi dengan
kondisi seperti yg saya kutip dari kitab kitab tafsir, dalam diskusi
sebelumnya.  baru setelah eropa barat masuk, beberapa emir di timur tengah
memberikan persamaan hak pada warga negaranya.

dan itulah fakta yg terjadi.

ada yg mau baca history of the arabs yg tebelnya segede bantal itu
wekekekekeke, terjemahannya dalam bahasa indonesia oleh penerbit serambi
(edisi ke sepuluh)  silakan dicari ...



salam,
Ari Condro

On 8/14/06, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, aris
> solikhah <[EMAIL PROTECTED]>
>
> wrote:
> >
> >> Bukan hanya Jerman tapi seluruh wilayah negara ISlam. Btw mbah
> nggak nyinggung pajak kehidupan yang sangat tinggi? Apa betul
> begitu?
> >
> > salam,
> > aris
> >
> >
> Betul sekali mbak. tetapi ini belum apa apa dibanding negara negara
> Skandinavia, pajak pendapatan tinggi sekali. Pajak ini dipakai untuk
> membiayai kesejahteraan sosial: pendidikan, rmah sakit, rumah jompo,
> santunan bagi yang miskin dan menganggur, juga bagi para pendatang
> yang minta assylum, bagi pembiayaan highway, rehabilitasi mereka
> yang kena drug, kena kanker (karen amerokok, dl, karena itu pajak
> tembakau yang tiggi).
>
> Pajak pendapatan yang saya bayar inkl Social security adalah 60%!
> Tetapi ini tidak bagi semua orang, tergantung tangga pendapatan,
> mulai gaji dalam jumlah tertentu, yang masih dijenjang bawah, hanya
> bayar 20% an, sampai yang dibebaskan samasekali (misalnya mahasiswa
> yang nyambi).
>
> Tetapi, mereka yang berpendapatan rendah, mendapat pemotongan pajak,
> juga bantuan sewa rumah, bantuan biaya heater (ini tinggi sekali
> apalagi kalau winter sangat keras).
>
> Para manula mendapat jaminan istimewa, gratis untu banyak hal, atau
> potongan: naik kendaraan mum, karcis theater bukan bisokop), museum,
> dll.
>
> Ini semua dibiayai dengan pajak yang tinggi. dengan demikian,
> kesenjangan sosial dapat diatasi (tidak mungkin 100% tapi cukup
> besar). mba, disini ak ada kmplex rmah seperti di Pondok Indah,
> Kuningan, Cinere mas, Simpruk, dll. rata rata appartmenet besarnya
> antara 50 - 80 meter persegi.
>
> Direktur direktur kami (di Austria), naik bus atau metro. yang dapat
> mobil dinas hana anggauta dreksi (empat atau lima orang).
>
> Keadilan sosial,mbak, disini dijalankan, bukan sebagai lip service
> dalam Pancasila (upss saya menyinggung Pancasila nihh). Umat agama
> agama minoritas dilindungi. Di Austria tak ada larangan memakai
> busana sesuai agama masing masing.
>
> Bukankah ini, yang mbak akan namakan "islami"? Mohon terangkan pada
> bung Ahmad..
>
> Salam hangat
>
> Danardono
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke