REFLEKSI:  Pertumbuhan Ekonomi perlu supaya bisa bikin hutang lebih banyak lagi 
:-)


http://www.hariansib.com/index.php?option=com_content&task=view&id=11098&pop=1&page=0#akoinputforum


      Pemerintah Diminta Tidak Kejar Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan 
Lapangan Kerja    
      Ditulis oleh Redaksi     
      Wednesday, 16 August 2006  

      Jakarta (SIB)
      Pemerintah diminta tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang 
direncanakan mencapai 6,3 persen pada 2007 tanpa...............adanya dampak 
terhadap perluasan lapangan kerja, sehingga sangat penting bagi pemerintah 
mengarahkan kebijakan lebih mendukung tumbuhnya sektor riil.

      "Pertumbuhan ekonomi harus diikuti perluasan lapangan kerja. Kalau hanya 
sektor makro yang dikejar dalam mencapai pertumbuhan tersebut, seperti 
investasi portofolio, maka kepentingan nasional berupa kesempatan bekerja bagi 
masyarakat banyak tidak tercapai," ujar Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan 
Indonesia (API) Benny Sutrisno kepada ANTARA di Jakarta, Rabu. 

      Pernyataan tersebut dikemukakannya menanggapi pidato Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono mengenai Nota Keuangan dan RAPBN 2007 yang menargetkan 
pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen pada 2007. 
      Benny menilai realistis atau tidaknya target pertumbuhan itu, tergantung 
pada upaya pemerintah menekan pengangguran yang terus meningkat, akibat 
pertambahan lapangan kerja lebih sedikit dibandingkan jumlah pengangguran dan 
angkatan kerja terus bertambah setiap tahunnya.

      "Kalau pertumbuhan ekonomi tidak mampu menciptakan lapangan kerja, maka 
akan semakin banyak 'super rich man' (orang sangat kaya) dan 'super poor man' 
(orang sangat miskin), sehingga terjadi kesenjangan yang semakin tinggi, 
padahal pemerintah harus bertanggung jawab terhadap rakyat miskin tersebut," 
katanya.
      Ia khawatir jika semakin banyak rakyat miskin yang tidak mendapat 
pekerjaan, maka akan terjadi gejolak sosial dan berkurangya rasa aman, yang 
biayanya cukup besar.     "Orang tidak punya pekerjaan kan mudah marah, itu 
jadi PR (pekerjaan rumah) pemerintah, menciptakan lebih banyak lapangan kerja 
bagi mereka," katanya.

      Selain itu, lanjut Benny, dalam anggaran pendapatannya untuk membiayai 
belanja negara, pemerintah pasti sebagian besar mengandalkan pajak dari dunia 
usaha.  

      Oleh karena itu, ia menilai pemerintah harus lebih agresif menyelesaikan 
berbagai kebijakan yang bisa mendorong tumbuhnya sektor riil sebagai salah satu 
sektor yang mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. 
      Sayangnya, Benny menilai pemerintah sampai saat ini masih lamban 
menyelesaikan sejumlah kebijakan yang bisa mendorong tumbuhnya kinerja dan 
investasi dunia usaha, seperti terus diambangkannya penyelesaian revisi 
Undang-Undang Ketenagakerjaan.
       
      "Sampai sekarang tidak ada elit politik yang menyentuh hal itu, agar 
revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan itu segera dituntaskan, padahal penting 
agar investasi masuk ke negeri ini," ujarnya. (Ant/i) 
     


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke