http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/8/16/n1.htm
Nasionalisme Indonesia-- Bagaimana Bentuknya? Indonesia pernah berjaya di belantika dunia internasional. Itu terjadi ketika Bung Karno berhasil mencari jati diri bangsa dan melawan kekuatan neokolonialisme. Bung Karno berhasil membuat konsep jati diri bangsa Indonesia sebagai perwujudan dari nasionalisme bangsa yakni Pancasila dan UUD 1945. Lalu, bagaimana nasionalisme bangsa ini di era reformasi ini. Ada tiga tokoh yang berkomentar tentang itu. Bagaimana pandangannya? Rahmawati menilai Pancasila harus menjadi bintang panduan bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila jangan hanya dijadikan slogan dan jargon tanpa makna. Ini terjadi di era reformasi. Justru di era reformasi ini para pemimpin bangsa kehilangan arah. Mereka telah kehilangan jati diri sebagai bangsa. Mereka justru meninggalkan Pancasila, tidak mengimplementasikan Pancasila sebagaimana mestinya, dan meninggalkan Trisakti. Ini bisa dilihat dari banyaknya campur tangan asing dalam menentukan kehidupan bangsa ini. Aset-aset bangsa dijual dan UUD 1945 diamandemen dengan memasukkan kepentingan-kepentingan neokolonialisme, kapitalisme. Para pemimpin bangsa ini justru bangga sebagai komprador kekuatan asing. Azyumardi Azra, pengamat politik, mengatakan nasionalisme Indonesia sudah mengalami kemerosotan yang tajam. Hal itu karena beberapa faktor seperti desentralisasi, otonomisasi. Itu menunjukkan bahwa semangat kebangsaan kita merosot. Negara dan bangsa Indonesia harus segera menyelamatkan kemerosotan ini. Caranya ialah memperkuat kembali nasionalisme dengan membangun kembali state building, membangun kembali keindonesiaan bangsa dan negara ini. Tetapi, jangan lupa, nasionalisme tidak bisa hidup dengan baik apabila pada saat yang sama kita melupakan membangun state building. Kita harus membangun state building. Membangun kembali negara ini. Kemerosotan nasionalisme kita itu antara lain karena negara kita mengalami kemerosotan dalam kapasitasnya sejak masa reformasi, yaitu negara tidak mampu menjalankan fungsi-fungsi pokoknya. Misalnya, negara tidak mampu melindungi warga negaranya ketika banyak kelompok yang bertikai dan banyak kelompok melakukan dengan caranya sendiri, menyerang kelompok lain. Negara sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Itu sebenarnya kapasitas negara dan negara semakin menyurut. Sementara itu, Abdul Madjid, tokoh nasionalisme tiga zaman, menyatakan nasionalisme Indonesia bersumber dari budaya bangsa Indonesia. Nasionalisme yang merdeka untuk memerdekakan, nasionalisme yang hidup untuk menghidupkan. Hal ini diwujudkan Bung Karno dalam Konferensi Asia Afrika. Itulah nasionalisme khas Indonesia. Nasionalisme yang antipenjajahan yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Nasionalisme Indonesia sekarang ini rusak. Pemerintah berperan merusak nasionalisme Indonesia ini. Amandemen UUD 1945 yang dilakukan empat kali telah merusak nasionalisme Indonesia, merusak kekhasan nasionalisme kita. Nasionalisme kita menjadi seperti nasionalisme Amerika karena demokrasi Indonesia telah diubah menjadi demokrasi Amerika dengan mengadopsi liberalisme, kapitalisme, neokolonialisme (dalam bentuk dan wajah baru). Dalam demokrasi, tiga kata penting adalah demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Demokrasi di seluruh dunia seperti itu. Tetapi, demokrasi Indonesia memiliki satu hal yang sangat istimewa, karena demokrasi lebih dititikberatkan pada untuk rakyat. Meski dari rakyat dan dipilih oleh rakyat, tetapi jika tidak berbuat yang terbaik untuk rakyat, itu bukan demokrasi Indonesia. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

