REFLEKSI:Mantan presiden RI, Jeneral Haji Muhammad Soeharto tidak dipilih untuk 
 ditebang?

http://www.gatra.com/artikel.php?id=97110


Presiden: Tak Ada "Tebang Pilih" Berantas Korupsi


Jakarta, 16 Agustus 2006 11:26
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pemerintah sama sekali tidak akan 
pilih kasih dalam memberantas korupsi yang sering disebut dengan istilah 
"tebang pilih", apalagi terhadap kasus-kasus korupsi berskala besar yang 
merugikan keuangan negara dan menyengsarakan rakyat.

"Tidak akan pernah ada istilah "tebang pilih" dalam menindak pelaku korupsi, 
apalagi korupsi yang berskala besar besar yang nyata-nyata merugikan keuangan 
negara dan menyengsarakan masyarakat," kata Presiden di Jakarta, Rabu dalam 
Pidato Kenegaraan menyambut Proklamsi RI serta mengantar RUU-APBN Tahun 
Anggaran 2007.

Pada acara Sidang Paripurna DPR yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono dan 
dihadiri pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, oleh Presiden diakui bahwa sikap 
tegas ini bisa saja menimbulkan kekhawatiran bahkan ketakutan yang berlebihan 
di sebagian kalangan pengambil keputusan dan aparat pelaksana di lapangan.

"Saya ingin menegaskan bahwa kekhawatiran dan ketakutan itu tidak perlu ada, 
sepanjang semua tindakan dilakukan sesuai dengan prosedur dan 
ketentuan-ketentuan yang berlaku," tegas Yudhoyono pada acara yang dihadiri 
para anggota DPR, para menteri, pimpinan lembaga-lembaga negara serta pejabat 
tinggi lainnya.

Sekalipun Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan bersikap pilih kasih 
dalam menangani berbagai kasus korupsi terutama yang besar-besar, Yudhoyono 
meminta aparat penegak hukum untuk bersikap hati-hati dalam menerima dan 
mempelajari setiap laporan, agara jangan salah bertindak.

"Kita harus mencegah timbulnya fitnah dan pencemaran nama baik seseorang, yang 
dapat merendahkan harkat dan martabat seseorang yang belum tentu bersalah," 
tegas Presiden.

Sementara itu, ditegaskannya pula bahwa semua aparat penegak hukum telah 
diperintahkan untuk melakukan koordinasi secara baik, agar tidak terjadi 
pemeriksaan terhadap kasus yang sama secara berulang-ulang oleh berbagai 
instansi sehingga bisa menganggu efektivitas bekerja dan berusaha.

"Untuk memperkuat komitmen memberantas korupsi dan dalam rangka meningkatkan 
citra bangsa dan negara kita kepada dunia internasional, maka kita telah 
meratifikasi Konvensi PBB untuk Melawan Korupsi atau United Nations Convention 
Against Corruption. Kita juga harus meningkatkan kerja sama regional dan 
internasional dalam menanggulangi tindak pidana korupsi," katanya.

Budaya takut korupsi
Ketika berbicara tentang hasil upaya pemberantasan korupsi, Presiden mengatakan 
usaha tersebut telah mulai membuahkan hasil, karena telah timbul sikap takut 
melakukan korupsi.

"Selain memelihara momentum ini, pemerintah juga terus meningkatkan kemampuan 
aparatur penegak hukum untuk menuntaskan kasus-kasus tindak pidana korupsi yang 
telah terjadi," katanya.

Pemerintah telah berhasil mewujudkan sinergi dengan Komisi Pemberantasan 
Korupsi (KPK)-- sebagai badan independen yang berada di luar pemerintah-- dalam 
menanggulangi korupsi, kata Presiden sambil menyebutkan proses hukum terhadap 
berbagai kasus korupsi bisa diikuti baik di pengadilan tindak pidana korupsi 
maupun peradilan umum.

Sementara itu, Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi(Timtas 
Tipikor) yang dibentuk pada awal tahun 2005 juga telah melaksanakan 
langkah-langkah tegas dalam menangani tindak pidana korupsi.

Sambil memerangi tindak pidana korupsi, maka pemerintah juga terus melakukan 
tindakan pencegahan terutama membenahi birokrasi dan memperbaiki gaji aparatur 
negara.

"Perbaikan sistem birokrasi kita lakukan dengan lebih berorientasi pada 
prestasi dan kinerja. Reformasi ini sejalan dengan reformasi sistem pengelolaan 
keuangan negara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2004," 
kata Yudhoyono.

Kepala Negara juga memanfatkan forum Sidang Paripurna DPR ini untuk menyoroti 
masalah penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan berbahaya dengan mengatakan 
bahwa pemerintah terus melakukan penegakan hukum .

"Kejahatan narkoba tetap menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup generasi 
bangsa di masa depan. meskipun perang terhadap kejahatan narkoba telah kita 
lakukan tanpa henti, aksi-aksi kejahatan tersebut masih terus berkembang," kata 
Presiden sambil menyebutkan pada tahun 2006 ini, Polri berhasil membongkar 
sejumlah pabrik yang memproduksi narkoba dan obat-obatan berbahaya lainnya 
dalam jumlah yang sangat besar. [TMA, Ant

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke