http://www.harianposkota.com/news_baca.asp?id=24654&ik=2


Puluhan ABG Dijadikan Pelacur di Malaysia 

Rabu 16 Agustus 2006, Jam: 6:52:00 

JAKARTA (Pos Kota) - Sindikat penjualan cewek ABG ( anak baru gede) ke Malaysia 
dibongkar Polda Metro Jaya. Mereka dipaksa menjadi pelacur harus melayani 150 
lelaki hidung belang. Lima tersangka yang terlibat dalam bisnis esek-esek ini 
ditangkap di Jakarta dan Entikong, Kalimantan Barat. 

Selain menciduk kelima germo yang mengatur pengiriman cewek ABG tersebut, Senin 
(14/8) malam, petugas Renakta (Remaja Anak dan Wanita) juga berhasil 
menyelamatkan empat cewek ABG yang dipaksa jadi pelacur di Malaysia. Dua 
korban, Ris, 14, dan Lu, 16, sudah dibawa ke Jakarta dan dikembalikan ke rumah 
orangtua mereka di Tangerang. Sedangkan, Ja, 16 tahun, dan Yin, 16 tahun, masih 
berada di Malaysia. Keduanya diamankan di KBRI Kualalumpur. 

Kelima anggota sindikat pengiriman cewek ABG ke Malaysia yang ditangkap, YH, 40 
tahun, JK 32 tahun, TS, 37 tahun, SS, 31 tahun, dan AZ, 30 tahun. Tersangka YH 
adalah WN Malaysia dan pemilik Able Maids Training Center SND Berhad, sebuah 
perusahaan penampungan tenaga kerja di Malaysia. YH ditangkap Polis Diraja 
Malaysia bekerja sama dengan petugas Polda Metro Jaya. 

" Dari hasil pemeriksaan terhadap kelima tersangka ini terungkap, selama tiga 
bulan beroperasi, mereka sudah mengirim dua puluh lima cewek Indonesia ke 
Malaysia yang dipaksa jadi pelacur, " kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro 
Jaya, Kombes Pol Drs. Moch. Jailani, Selasa siang. 

DIPAKSA MELACUR 
Dalam aksinya, kawanan ini berbagi tugas. Tersangka JK mencari cewek ABG di 
Tangerang dan daerah lainnya. Setelah mendapat cewek, dengan dalih akan menjadi 
tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia dan dirayu tanpa mengeluarkan uang 
sepeser pun untuk biaya paspor, tiket pesawat, dan dokumen lainnya, korban yang 
tertarik diserahkan kepada tersangka TS, di penampungan, Entikong dan mengatur 
pemberangkatan ke Serawak kemudian ke Kualalumpur. 

Kepada petugas, korban Ris dan Lu bercerita, 20 Juni lalu, setibanya mereka di 
Kualalumpur, dijemput tersangka SS, yang ditangkap di Entikong dan kini ditahan 
di Polda Metro Jaya. Oleh SS, keempat cewek itu ditampung di rumah penampungan 
milik YH. Seminggu di penampungan, korban tidak juga dipekerjakan sebagai 
pembantu rumah tangga. 

Hari ke delapan di Malaysia, datang dua orang pria kemudian mengajak Lu, Ris, 
Yin, dan Ja ke salah satu rumah bordil. Di tempat pelacuran ini, keempat korban 
dipaksa melayani lelaki hidung belang. Jika menolak, korban dianiaya. " Jika 
ingin kembali ke Indonesia, kami diharuskan melayani seratus lelaki untuk 
mengganti biaya perjalanan. Setelah itu baru boleh pulang, " kata petugas 
mengutip pengakuan korban. 

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs Moh Jaelani menjelaskan, 
terungkapnya kasus penjualan wanita di bawah umur ini berawal ketika beberapa 
orangtua korban yang tinggal di Tangerang mengadu ke Polda Metro Jaya. Mereka 
mengaku anak-anaknya yang masih muda belia diberangkatkan ke Malaysia tanpa 
diketahui keberadaannya. 

Sebelumnya, korban dijanjikan oleh JK dipekerjakan sebagai pembantu rumah 
tangga di Jakarta. Karena korban berasal dari keluarga miskin, permintaan JK 
dikabulkan. Atas informasi itu, Satuan Reserse Renakta Polda Metro Jaya 
dipimpin AKBP Rivai membentuk tim. Pengiriman TKW illegal yang jumlahnya 
puluhan ini mulai diusut polisi dari awal rekrutmen yang dilakukan JK hingga 
dipekerjakan YH sebagai pelacur di Malaysia. 

Menurut Rivai, korban tidak hanya melayani lelaki di Kualalumpur, tapi juga di 
Kucing, Malaysia. Anggota sindikat yang ditangkap di Jakarta mengaku mendapat 
imbalan uang Rp 2 juta hingga Rp 2, 5 juta untuk satu cewek. " Kami akan 
koordinasi dengan Mabes Polri untuk mencari puluhan wanita Indonesia yang kini 
dipaksa jadi pelacur di Malaysia, " kata Rivai

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke