http://www.harianposkota.com/news_baca.asp?id=24609&ik=6


Lima Aktifis Buruh Indonesia Jadi Unsur Pimpinan ITF 

Selasa 15 Agustus 2006, Jam: 14:34:00 

JAKARTA (Pos Kota) - Lima aktivis serikat buruh transpor Indonesia terpilih 
menjadi unsur pimpinan ITF (International Transport Workers Federation) dalam 
Kongres ITF ke-41 di Durban, Afrika Selatan awal Agustus lalu. 

Hanafi Rustandi (Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia) selain terpilih menjadi 
satu-satunya Penasehat Dewan Eksekutif ITF, juga terpilih sebagai anggota Fair 
Practice Committee ITF dalam Joint Committee Seafarers & Dockers Section 
wilayah Asia Pasifik bersama Dardo Pratistyo (Ketua SP JICT - Jakarta 
International Container Terminal). 

Sedang Krisna Dewi (Koordinator Women KPI) terpilih sebagai anggota Women 
Committee ITF dan Sonny Pattiselano (KPI) terpilih sebagai Wakil Ketua Sektor 
Perikanan Asia Pasifik, Zaenudin Malik (Ketua Ikagi - Ikatan Awak Kabin Garuda 
Indonesia) sebagai Wakil Ketua Seksi Penerbangan Sipil Asia Pasifik. 

Dalam kongres yang berlangsung 2-9 Agustus 2006 dan dihadiri 112 dari 135 
negara anggoa ITF, Rendel Howard dari Afrika Selatan terpilih sebagai Presiden 
ITF periode 2006-2010. Sedangkan Sekjen tetap dipegang oleh David Cocroft dari 
Inggris. 

TANTANGAN BERAT 
"Kepercayaan dunia terhadap Indonesia menjadi pimpinan di ITF merupakan 
tantangan berat di tengah banyaknya kasus buruh transpostasi di Indonesia yang 
belum diselesaikan," ujar Hanafi Rustandi, Koordinator ITF Indonesia, kemarin. 

Namun ia juga menilai kepercayaan dunia ini sekaligus merupakan "kado" bagi 
bangsa Indonesia menjelang peringatan HUT RI Ke-61. 

Menurutnya, prioritas masalah yang akan ditangani adalah soal kemelaratan buruh 
sektor transportasi yang upahnya umumnya masih di bawah garis kemiskinan. 
Misalnya, tenaga kerja (buruh) bongkar muat pelabuhan yang upahnya terendah di 
dunia, penyelesaian kasus karyawan PPD dan karyawan PT KAI yang masih 
terkatung-katung. 

Semua ini terjadi karena pemerintah tidak cepat tanggap terhadap penderitaan 
buruh transport yang berkepanjangan. Penyebab utamanya karena belum adanya 
standar upah yang memadai, termasuk belum adanya standar upah nasional bagi 
pelaut. 

Karena itu, Hanafi berpendapat semua serikat buruh/pekerja di Indonesia harus 
bersatu. Jangan terkotak-kotak seperti sekarang, sehingga perjuangan buruh 
tidak mencapai hasil maksimal. "Kalau semua serikat buruh bersatu, pemerintah 
dan pengusaha akan berfikir dua kali untuk tidak mensejahterakan pekerja," 
ujarnya

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke