http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=7273
Kamis, 17 Agt 2006, Tanggul Jebol, Warga Bentrok Sempat Blokade Tol dan Jalur KA SIDOARJO - Semburan lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo, yang tak teratasi hingga hari ke-80 kemarin, memicu aksi anarkisme warga. Gara-gara tiga titik tanggul jebol, warga Desa Besuki, Kecamatan Jabon, dan warga Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, terlibat bentrokan. Massa kedua desa itu terkonsentrasi hingga mencapai ribuan orang. Pemicu bentrokan adalah perbedaan kepentingan warga kedua desa tersebut. Warga Besuki berusaha membuka gorong-gorong di tol agar lumpur mengalir ke seberang. Tapi, aksi warga Desa Besuki ini dipergoki warga Desa Renokenongo. Ratusan orang kemudian ganti nglurug ke lokasi yang sama untuk menutup gorong-gorong. Perselisihan pun tidak terelakkan. Warga yang sebenarnya sama-sama jadi korban banjir lumpur justru terlibat baku hantam. Mereka saling memaki, mendorong, bahkan melempar batu. Ratusan aparat keamanan dari polisi maupun TNI sempat kewalahan melerai mereka. Situasi begitu tegang. Di tengah jalan tol yang terendam dan tanggul yang diluberi lumpur panas, warga terlibat gontok-gontokan. Polisi menyetop wanita dan anak-anak agar tidak mendekati kerumunan massa. Akibat bentrokan ini, dikabarkan tiga warga Desa Besuki terluka akibat terkena lemparan batu. Mereka mundur. Bentrok antarwarga ini juga diwarnai pembakaran ban di tengah jalan tol. Asap membubung tinggi dan kian menarik perhatian ribuan warga hingga terus berduyun-duyun datang. Kapolres Sidoarjo AKBP Utomo Heru Cahyono membujuk warga Renokenongo yang tampak lebih agresif agar menjauh dari warga Besuki. Warga Besuki juga diminta menjauh dari lokasi tanggul. Usaha Kapolres ini membuahkan hasil sekitar pukul 17.00. Warga Renokenongo berangsur-angsur kembali ke kampung lewat jalan tol dan persawahan. Akibat bentrokan ini, jalan tol Gempol-Surabaya yang mulai digenangi lumpur sempat ditutup total sekitar pukul 15.20. Penutupan jalan tol ini berlangsung hingga tadi malam. Sekitar pukul 19.25, jalan tol ruas Surabaya-Gempol sudah dibuka lagi. Kemudian jalur Gempol-Surabaya juga dibuka pada pukul 20.05. Kepala PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol Bachriansyah menyatakan, jalan tol dibuka lagi setelah dibersihkan dari luberan lumpur. Tadi malam terus dilakukan perbaikan tanggul yang jebol agar lumpur tidak meluber. "Sekarang (tadi malam, Red) sudah normal lagi," kata Bachriansyah yang berada di lokasi Km 39 kemarin. Memang, kondisi tanggul penahan luapan lumpur panas Lapindo Brantas makin kritis. Sedikitnya tiga titik tanggul jebol kemarin. Tanggul-tanggul yang jebol itu berada di sekitar jalan tol Km 39, yaitu dekat pond 1 dan 2, tepatnya perbatasan Desa Besuki, Kecamatan Jabon; serta Kelurahan Jatirejo. Tanggul ini juga berdekatan dengan Desa Renokenongo dan hanya dipisahkan jalan tol. Selasa (15/8) lalu, tanggul di tempat ini juga ambrol. Jebolnya tanggul kemarin memicu kepanikan warga Desa Besuki. Puluhan warga Desa Besuki pun nglurug ke tanggul kolam penampungan lumpur (pond) 1 dan 2 di dekat jalan tol. Tanggul yang jebol kali pertama berada di dekat jalan tol Km 39,200 sekitar pukul 01.00. Jalan tol Gempol-Surabaya mulai terhambat dan hanya berfungsi satu lajur. Operator alat berat berhasil menutup kebocoran tanggul sekitar pukul 02.00. Namun, sekitar pukul 05.00 tanggul di sebelah selatannya juga jebol. Kejadian itu berlangsung hingga sore kemarin. Air lumpur masuk jalan tol. Jebolnya tanggul kedua ini memaksa PT Jasa Marga menutup total jalur Gempol-Surabaya. Kepala PJR Tol Jatim AKP Sartono menyatakan, saat terjadi kebocoran tanggul pertama, lalu lintas di tol Gempol-Porong masih berjalan meski satu lajur. Namun, ketika kebocoran kian parah dan jalan tol tergenang, ruas tol Gempol-Porong ditutup dua lajur. "Kami tutup khawatir kendaraan sleeding," kata Sartono yang ditemui di lokasi. Sementara itu, di Jatirejo, luberan lumpur panas dari tanggul yang jebol membuat warga lari tunggang-langgang. Poniman, 40, operator pompa yang berada sekitar 10 meter dari tanggul yang jebol, mengaku lari pontang-panting. Begitu takutnya, pria asal Desa Keboguyang, Kecamatan Jabon, ini sempat lupa membawa motornya. Poniman cepat-cepat kembali mengambil motor dan memarkirnya jauh-jauh begitu lumpur ditangani backhoe. "Saya dan teman-teman bingung membawa lari pompa," ujar Poniman. Menurut dia, jebolnya tanggul berawal dari lumpur yang meluber ke atas tanggul. Lumpur yang masih panas itu menggerus tanggul. Hanya dalam beberapa menit, tanggul jebol. Ratusan rumah di Kelurahan Jatirejo pun terendam lumpur panas. Mereka pun berbondong-bondong mengungsi. Beberapa warga yang ditemui di lokasi tampak bingung harus berbuat apa. Wajah mereka pucat dan panik. Begitu melihat anak-anak dan wanita masih berada di jalanan, para pria langsung meminta mereka segera berkemas. Sebab, rumah-rumah dan jalanan telah tergenang lumpur setinggi lutut. Warga menyelamatkan barang apa saja yang tersisa, seperti pakaian, tempat tidur, maupun peralatan dapur. Mereka bergegas menyelamatkan diri menuju penampungan Pasar Porong Baru. Para pemuda pun bahu-membahu mengungsikan barang-barang tetangga yang masih bisa diselamatkan. Mereka mengangkutinya dengan sepeda angin, motor, becak, atau truk bantuan TNI. "Ayo, dicongkel saja kuncinya, supaya barang-barang bisa diselamatkan," ujar Choirul Anam, warga Jatirejo, yang melihat rumah tetangganya tertutup rapat. Begitu dibuka, ternyata rumah itu sudah kosong. Sementara yang lain melakukan evakuasi, sebagian warga berlari ke belakang perkampungan, ke arah tanggul yang jebol. Mereka memantau apakah backhoe berhasil mengatasi luberan lumpur. Hingga sekitar pukul 16.30, tanggul yang jebol mulai teratasi. Lumpuhkan Transportasi Paginya, ribuan warga gabungan dari Kelurahan Siring, Jatirejo, dan Gedang, Kecamatan Porong, berunjuk rasa di Jl Raya Siring, Porong. Mereka berangkat dari desa masing-masing dan bertemu di selatan jembatan tol Porong. Mereka memblokade jalan yang biasanya jadi alternatif utama ketika tol ditutup. Blokade itu berlangsung lebih dari satu jam. Akibatnya, jalur Surabaya-Malang lewat Sidoarjo lumpuh total. Kemacetan terjadi hingga wilayah Kabupaten Pasuruan. Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Andi Yudianto menyebarkan anggotanya ke titik-titik jalan alternatif. Arus lalu lintas dari Gempol ke Sidoarjo maupun sebaliknya dialihkan melalui kawasan Krembung, Tulangan, dan Tanggulangin. Sebagian melalui Mojoasari, Mojokerto, menuju Krian. Bukan hanya jalan raya yang diblokade warga. Rel kereta api (KA) pun diportal dengan batang kelapa seukuran tubuh orang dewasa. Batang kelapa itu dipasang membentang menutup rel. Warga lantas mendudukinya beramai-ramai. KA Penataran jurusan Blitar-Surabaya pun terhenti di utara perlintasan KA Siring. Hadi, masinis KA bernomor lokomotif CC 20171 itu, tidak berkutik. Blokade rel KA ini berjalan sekitar 30 menit. Setelah polisi dan anggota TNI bernegosiasi dengan warga, KA Penataran akhirnya diperbolehkan lewat. "Kami mau buka kalau tuntutan dipenuhi. Datangkan Lapindo," teriak warga. Sambil memblokade jalan, warga lantas berorasi dan membentangkan berbagai poster. Rata-rata isinya menghujat Lapindo Brantas yang dituding sebagai penyebab banjir lumpur. Namun, ada juga spanduk yang berbeda. Biasanya spanduk warga dibuat dari kertas dan kain ala kadarnya. Kemarin muncul beberapa spanduk dari kain yang cukup bagus. Tulisan dan catnya pun tertata. Isi spanduk itu meminta lumpur dibuang ke laut agar tidak menenggelamkan rumah warga. Aksi gabungan warga ini berhenti sekitar pukul 10.05. Ini setelah perwakilan Lapindo, Sebastian Jakfar, datang dan menyanggupi bertemu warga. Pertemuan dilakukan sekitar pukul 14.00 di Pendapa Delta Wibawa. (roz [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

