RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR Komentar oleh: Sdra. Anwari Doel Arnowo dan Sdra. Ir. Koentyo Soekadar. =========== Yang berikut ini sudah sering diulang-ulang. Mereka adalah pahlawan devisa. Di Philipina mereka ini disebut *the little angels. *Dulu di Terminal Tiga lapangan terbang Cengkareng Sukarno-Hatta, pernah mereka digarong oleh petugas keamanan, oleh polisi oleh money changer dan lain-lain. Itu kalau sesudah selesai kontrak kerja dan sepulangnya mereka ke Indonesia. Sebelum pergi mereka digarong oleh perusahaan-perusaha an PJTKI yang sebagian besar dimiliki oleh orang Arab Indonesia. Bagaimana menggarongnya? Mulai mendaftar didesa saja sudah tertipu sekian juta Rupiah, kemudian dalam proses memperoleh paspor dan penempatan. Ada yang ditampung ditempat penampungan yang tidak manusiawi, berbulan-bulan lamanya dan ternyata toh kalau jadi berangkat, bisa saja menggunakan paspor orang lain. Berarti selama ditempat kerjanya dia memakai yang bukan namanya sendiri.
Sebenarnya sudah capai juga ngomel seperti ini. Sekarang pemerintah saya anjurkan agak pindah/menambah cara pikir. Bukan hanya pembantu rumah tangga saja, tetapi satu perangkat manager , tenaga I T , tenaga kerja industri yang satu paket, diekspor. Misalnya saja di Kanada ini ada daerah yang kekurangan pekerja tertentu. Saya yakin kalau Indonesia dapat menyiapkan paket seperti yang saya maksud, menerobos urusan ketenaga kerjaan dan immigrasi dan pajak dan lain-lain yang terkait, maka industrialis Kanada akan senang hati mempekerjakan paket managemen dan industri dari Indonesia, karena dapat dibayar dengan murah. Biarpun murah, harus dijamin bermutu dan jangan lupa di Kanada ada Undang-undang UMR dan HAM yang dilaksanakan dengan sunguh-sungguh. Kanada sudah lima tahun terakhir ini menerima immigrant sebanyak 100.000lebih setiap tahunnya, dan 60% selalu di Ontario. Di Ontario ini misalnya masuk sebanyak seribu orang Indonesia, apalagi yang bermutu, seperti halnya menggarami laut alias tidak terlihat. Immigrant di Toronto pada akhir 2007 nanti akan berjumlah 54% dari jumlah penduduk yang ada. * * Di Ontario ini sudah jelas kekurangan tenaga dokter. Soal ijin praktek kirim orang ahli kita yang bisa berunding soal ini. Dengan demikian maka dokter-dokter di Indonesia bisa mulai menghentikan kolusinya dengan Pabrik Obat dan berkosentrasi meningkatkan pengetahuan menyejajarkan diri setingkat dokter bukan hanya di Kanada tetapi dinegeri lain yang kekurangan dokter. Demikian juga akuntan. Di Jakarta banyak akuntan yang nyata-nyata asal India, kenapa orang Indonesia sendiri tidak bisa mengisi jabatan tersebut. Kurang becus bahasa Inggris? Salah sendiri. Dulu di SMA kelas dua saja saya sudah mampu les bahasa Jerman dengan pengantar memakai bahasa Inggris, karena gurunya tidak bisa bahasa Indonesia. Saya bukan orang luar biasa, yang luar biasa adalah mereka yang malas belajar itu. Mau dinina bobokkan lagi seperti jaman penjajahan Belanda? Kirimlah orang pemerintah yang handal, jangan cuma mengandalkan orang Depatemen Luar Negeri saja yang telah terbukti tidak handal. Menerobos masalah immigrasi, ketenaga kerjaan dan soal-soal hukum lainnya inilah tugas Pemerintah, bukan dapat dilakukan oleh saya atau orang swasta lain. Jangan cuma jadi jago kandang saja. *Nglurug lah keluar negeri.* Buat gerakan yang offensive melawan establishment, buatlah orang lain gentar terhadap kepiawaian Indonesia. Anwari Doel Arnowo Toronto, Ontario. 18 Agustu Sdri/Sdra sekalian, Bung Anwari telah menyinggung masalah yang cukup peka, yaitu bagaimana pemerintah memandang para TKW / TKI, yang walaupun telah digarong, diperas, ditipu dll, masih tetap dipandang sebagai sapi perah oleh pemerintahnya sendiri. Karena pendidikan mereka terbatas, maka mudah ditipu, diperas, digarong dll. Coba kalau memang pemerintah serius mengharapkan devisa dengan "menjual" tenaga kerja Indonesia, kalau berani, urusi tenaga kerja yang berpendidikan paling tidak menengah (misalnya suster dan setingkatnya) dan keatas (akademisi). Menurut pengalaman saya diluar Indonesia, orang-orang Indonesia itu sebenarnya bukan orang bodoh, hanya saja kalau tinggal dirumah (ditanah air), menjadi malas dan maunya cari uang dengan mudah, yaitu dengan korupsi. Tetapi kalau diluar, karena tidak bisa korupsi dan aturannya tidak memungkinkan untuk korupsi, maka mereka akan kerja beneran untuk mengeluarkan kepandaiannya. Dibanding dengan bangsa-bangsa lain (dari Asia, Timur Tengah, Afrika dll) orang Indonesia disukai oleh masyarakat yang ditempati. Setuju dengan bung Anwari. Kerahkan TKI kelas menengah keatas. Salam Koentyo Soekadar di Eropah. (Foto: . . . dhuafa di Jakarta). RedTOLERANSI.RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR Pekerja Migran RI Akan Kirim uang $20 Miliar Lima Tahun Mendatang *Kuala Lumpur (ANTARA News)* - Para pekerja migran Indonesia diperkirakan akan mengirimkan uang ke tanah air senilai 20 miliar dolar pada lima tahun mendatang, seiring dengan semakin pentingnya peranan mereka dalam perekonomian Indonesia, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno menyatakan. Erman mengemukakan ada 2,7 juta pekerja Indonesia kini bekerja di luar negeri dan angka tersebut diharapkan akan meningkat menjadi 3.0 juta orang pada tahun ini. "Mereka memberikan uang kiriman (remittance) senilai 2,4 milar dolar per tahun," katanya. "Kami mengharapkan dalam lima tahun nilai kumulatif remittance tersebut akan mencapai sekitar 20 miliar dolar," kata Erman kepada AFP, dalam wawancara saat berkunjung ke Kuala Lumpur baru-baru ini. "Tentu saja ini akan membawa dampak positif kepada ekonomi negara saya," tambahnya. Pengiriman tenaga kerja ke negara lain dalam beberapa tahun belakangan ini telah menjadi bagian penting perekonomian negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Filipina saja, dengan pekerja migran sebanyak delapan juta orang, menerima uang remittance yang mencapai rekor dengan nilai 10,7 miliar dolar kepada keluarga mereka di tanah air pada 2005. Menurut Erman meningkatnya pekerja migran Indonesia di luar negeri akan mengurangi pengangguran di dalam negeri dan mereka diharapkan akan menjadi pekerja terampil sekembali ke Indonesia. "Kami telah menargetkan di masa mendatang ada kenaikan satu juta pekerja ke negara lain per tahun," katanya. "Ini penting sekali bagi kami, karena akan mengurangi angka pengangguran di negara kami." *Bantuan pemerintah* Pemerintah merencanakan akan menawarkan bantuan kepada pekerja yang kembali guna membantu mereka membuka usaha kecil, katanya. "Begitu mereka pulang, mereka akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang memadai yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha skala kecil," kata Erman. "Pemerintah akan memberikan sejumlah modal kepada para pekerja yang pulang setelah mereka menyelesaikan kontrak untuk memulai bisnis." (*) http://www.antara.co.id/seenws/?id=40062 [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

