[jurnalisme] Nama asli, untuk Mbak Aris Solikhah
Demi Allah Ya Rasulullah, namaku asli Mbak Aris...
Mbok sekali-sekali sampeyan sempetin waktu untuk ngobrol denganku....
jangan sibuk cari duit saja...
Kalau ketemu nanti saya kasih tunjuk KTP ku...biar lebih percaya getu lho
bahwa Radityo Djadjoeri adalah nama asli, bukan anonim bukan nama samaran..:))
Mau ketemuan di kampus Darmaga deket danau atawa Jambu Dua? Di Dunkin
Donuts juga oke tuh...
ARIS -> FG
Sebagai seorang moderator mediacare, saya kira beliau perlu dan sangat
perlu untuk mendapatkan pencerahan yang berkualitas seperti di milis
Jurnalisme.
RD
Berkualitas itu relatif Mbak, menurut siapa? Pencerahan? Indoktrinasi
maksudnya? Ya ampun Mbak, hidup itu indah kalau tak diseragamkan. Masing-masing
milis punya corak dan gaya masing-masing. Makanya si embak musti dukung itu
gerakan pluralisme demi masa depan negeri Indonesia yang lebih indah. Kalo mbak
maunya nempel HTI terus, yo sampek tuek pun tetep anti pluralisme, anti gus
dur, anti JIL, anti kristen, anti cino, anti yahudi, anti israel, dan lain
sebagainya....
(konon kabarnya dulu yang mensponsori HT mbalah antek yahudi untuk
memecah belah umat. Piye iki mbak? Kok jadi malah mbulet gitu..)
ARIS
Saya kepikiran dengan pernyataan mas Rio, yang mengatakan apa-apa yang
dilakukan mas RD adalah aktivitas layaknya intel. Mirip sekali bukan dengan
analisa mas Rio? Tugasnya intel mengadu domba ^_^, ups maaf bagi yang bekerja
sebagai intel. Semoga ada intel yang baik hati ya.
RD
Weleh, weleh...kok mbalah jadi kepikiran tho. Analisa kacangan hasil imajinasi
dari pengembangan teori konspirasi kok dipercaya. Sudah nggak zaman yang begitu
mbak.
Lha kalau aku intel, tak perlu capek-capek posting di milis, langsung
saja Mbak Aris dan Bung Satrio aku culik pas lagi naik angkot. Lalu
matanya aku tutup pake kain hitam, terus dibawa ke sebuah tempat yang
gelap. Kalo nggak ngaku disundut pake rokok, atau dicabut kukunya seperti
di film-film spy. Seminggu kemudian, mayat sampeyan mengambang di Ciliwung,
atau dibuang ke pinggir jalan tol Jagorawi. Tapi itu kayaknya kerja
intel melayu atawa intel zaman Uni Soviet dulu. Yo tho?
Adu domba? Kalau sampeyan bukan domba ya jangan mau kalo diadu. Yang mau
diadu domba cuma orang yang bodoh bin bebal. Kata Gus Dur, gitu aja kok refot.
ARIS
Untuk Moderator Mediacare, terimakasih atas postingannya. Semoga Allah
memberikan hidayah, rahmat, petunjuk, kasih sayang-Nya dan menunjuki
pada kebenaran Islam yang sebenarnya. Sehingga moderator bisa
memperbaiki milis Anda sebaik-baiknya. Ingatlah senantiasa baik
ucapan, tulisan, postingan semuanya nanti kelak akan dimintai
pertanggungjawabnya di hadapan Allah.
Maka berhati-hatilah dalam memposting, menulis, berucap, berkata, ada
Allah yang Maha Melihat dan Penghisab segala amal perbuatan. Janganlah
membuat kemurkaan dengan memposting, menulis, berkata, berucap yang
menyakiti orang lain, mengadu domba orang-orang lain, membuat orang
saling berbantah-bantahan, saling menghina, saling memfitnah, apalagi
menzalimi orang lain. Doa orang yang terzalimi sangatlah makbul mas.
dan ingatlah pula, semua yang Anda lakukan saat ini, suatu saat Anda
akan menuai. Jika saat ini Anda memfitnah, menyakiti oran lain,
menzalimi, suatu saat hal itu akan kembali pada diri Anda sendiri.
Anda akan merasakan kepedihan dan luka yang sama. Semoga mas bisa
berubah saat ini juga, jadikanlah diri mas orang-orang yang diridhoi
Allah dengan mensyiarkan Islam secara elegan, penuh kasih sayang dan
kecerdasan. Jangan sekali-sekali membuat murka Allah mas.
RD
Matur nuwun untuk khotbahnya Mbak...
wass,
rd
Tue, 22 Aug 2006 01:01:48 -0700 (PDT)
From: "aris solikhah" <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: Tentang "Wartawan
Bodoh"
To: "radityo djadjoeri" <[EMAIL PROTECTED]>
Mas Radityo,
Ada satu hal yang menggelitik dalam diri saya, apakah nama Radityo
Djadjoeri itu juga nama anonim dalam artian nama samar ^_^.
Mas Radityo, saya ingin tahu sekali kenapa Anda melakukan semua
postingan yang sifatnya berisi hal-hal yang menurut saya provokasi
dll. Apa tujuan Anda sebenarnya? apa yang Anda inginkan? Apakah tiada
rasa takut sedikit pun dengan Allah, bahwa Anda sedang mempermainkan
agamanya?
salam,
aris
radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak Aris nan solikhah...
Terima kasih untuk emailnya. Saya cuma mau meluruskan. Email yang
semalam dikirim dari MEDIACARE itu lebih dulu daripada "case closed:
wartawan bodoh" di jurnalisme.
Mungkin FG lagi stress, semua yang pakai ID Yahoo aneh-aneh dikira
punya saya. Yang berbau-bau saya mau dibanned..Saya kok jadi kasihan,
kenapa dia bisa seperti itu? Saya sih cuek saja, mau dibanned dari milisnya
kek,
terserah dia yang punya milis. Saya juga tak kenal dia secara pribadi.
Coba saja dekati atau tanya-tanya wartawan bodoh, siapa dia sebenarnya. Saya
juga tak tahu menahu soal Lapindo Brantas, kesana juga belum pernah.
Tentang IP address, bisa saja mirip-mirip, karena itu IP address nya
Indosat. Kan jaringannya nasional.
salam,
rd
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/