Setiap lelaki dianjurkan untuk disunat, sebab ini bukan saja sekedar baik
untuk kesehatan, tetapi bisa meningkatkan gairah maupun kenikmatan sex, agar
bisa jadi lebih perkasa dan tahan lama. Seperti juga pepatah: Pisang tanpa
Kulit itu jauh lebih enak!

Sunat atau khitan perempuan dlm bhs medisnya disebut Clitoridectomy. Kata
khitan diserap dari bahasa Arab (khatana-yakhtinu-khatnan-khitaanan) yg
berarti memotong. Sedangkan dalam bahas Inggris sunat perempuan itu lebih
dikenal dengan sebutan "Female Genital Mutilation" disingkat menjadi FGM.

Apabila kita punya istri atau anak perempuan sebaiknya di-HARUS-kan untuk
disunat! Kenapa?  Apabila mereka disunat kita sebagai suami atau bapa bisa
tidur lebih nyenyak dan tenang. Wanita yang tidak disunat bisa diibaratkan
sebagai kuda liar yang sukar dikekang. Tuh lihat cewek2 jaman sekarang
berapa banyak yang punya PIL ato jadi perek, maka wajarlah kalho mereka itu
sebaiknya diikat melalui sunat agar tidak jadi binal, toh ini demi
kebaikannya mereka sendiri.

Sunat perempuan bisa diibaratkan sebagai ikatan tali kendali bagi para cewek
agar mereka tidak mengumbar dan mengobral nafsunya seenak udel2. Kapan saja,
dimana saja dengan siapa saja! 

Melalui sunat tersebut gairah sex mereka akan mati dengan sendirinya. Wanita
tidak perlu gairah sex dan juga tidak perlu menikmati sex, sebab tugas
wanita adalah melayani pria agar betah dirumah begitu, yang penting kita
sebagai cowok bisa ON dan bergairah terus.

Tuh lihat berapa banyak cewek remaja melakukan mastrubasi. Orang di Eropa
sudah lama mengetahui, bahwa cewek yang melakukan mastrubasi itu haram dan
perves, bahkan bisa dinilai sakit jiwa. Oleh sebab itulah pada abad ke 19 di
England Dr Isaac Brown mengusulkan agar sebaiknya klitoris cewek itu
dipotong dan dibuang saja, mirip seperti usus buntu. Jadi sunat perempuan
ini juga sudah lama dipraktekkan di Eropa.

Pada jaman Rumawi para budak perempuan diharuskan sunat. Masalahnya budak
perempuan yang disunat nilainya jauh lebih tinggi, karena masih perawan.
Sunat bagi budak perempuan itu sama seperti juga segel, bahwa budak ini
masih gres belum dipakai begitu. Mereka memotong seluruh klitoris budak tsb
dengan menghilangkan bibir utama vagina. Lalu menempelkan kedua sisinya
dengan dijahit. Sehingga yang tersisa hanya lubang buatan sebesar batang
korek api. Ini dibutuhkan untuk menstruasi dan membuang air seni. Di
kemudian  hari pada saat perempuan ini mau dipakai atau menikah; jahitan
atau segelnya bisa di buka lagi.  Hal yang serupa dilakukan juga ketika
jaman Firaun dgn diketemukannya mumi perempuan yang telah disunat

Metode ini sebenarnya baik sekali bagi kita kaum pria, sebab dengan demikian
kita bisa mendapatkan garansi bahwa wanita yang kita nikahi ini masih benar2
gres atau perawan ting-ting tulen. Maklum masih ada segelnya githu.

Perlu diketahui oleh kaum wanita, bahwa sunat itu bisa mempercantik kalian
dan kedudukan kalian juga akan jadi jauh lebih terhormat dipandangan kita
sebagai suami maupun ayahnya. Yang ngomong ini bukannya mang Ucup lho,
melainkan berdasarkan hadits, jadi kebenarannya bisa dijamin dan juga bisa
dipertanggung jawabkan.

Hanya sayangnya kebanyakan kaum feminist maupun wanita kafir seperti Hillary
Clinton di konperensi kaum wanita sedunia di Beijing China (1995) menolak
sunat perempuan ini. 

Kita sudah tahu, bahwa kebanyakan cowok di Eropa maupun di Amerika termasuk
golongan cowok DKI semuanya alias Dibawah Kaki Istri. Oleh sebab itulah
mereka telah berhasil membuat undang2 larangan sunat perempuan. Di Belanda
diancam hukuman 12 tahun penjara dan di Canada merupakan salah satu alasan
untuk bisa mendapatkan asil untuk tinggal menetap disana.

Gobloknya WHO pun jadi ikut2an ketularan. Dimana mereka melarang sunat ini
dengan mengeluarkan pernyataan sebagai dalih bahwa Khitan perempuan ini bisa
dinilai merusak hak reproduksi kaum perempuan dan merampas kesehatan serta
kepuasan seksual. Emangnya Gw Pikirin (EGP) kalho istri Gw koit, tinggal
cari yang baru yg jauh lebih muda. Pernyataan WHO itu adalah pernyataan yang
munafik dan hiprokrit tulen, disatu pihak mereka menganjurkan KB dilain
pihak seakan-akan care terhadap reproduksi kaum wanita. Maka dari itu
pernyataan WHO ini tidak perlu ditanggapi anggap azah sebagai angin lalu!

Berdasarkan laporan dari Amnesty International sekitar 130 juta wanita yang
disunat dan setiap harinya bertambah dua juta. 

Sunat perempuan bisa dilakukan mulai dari saat masih bayi s/d usia
nenek-nenek. Jadi belum terlambat apabila Anda menganjurkan agar istri Anda
juga sebaiknya segera buruan disunat dgn motto sedia payung sebelum hujan
githu ato sebelumnya ia minggat dgn PIL nya githu!

Kalho di Afrika mereka melakukan sunat dgn memotong atau menghilangkan
klitoris dan juga bibir vaginanya. Sedangkan penyunatan Sunna (tradisionil)
yang kebanyakan dilakukan di Indonesia, hanya menghilangkan kulit serta
ujung klitoris jadi mirip dengan dgn sunat lelaki. 

Bedanya bagi cewek;  ujung klitoris ini merupakan antene ransangan seksual
mereka yang lebih dikenal dengan sebutan G-spot (G=gairah). Yg pertama kali
menemukan ini adalah Ginekolog Jerman Dr. E. Graefenberg. Dari sinilah
diambil singkatan dari huruf G tsb. Jadi dengan di potong dikit azah ini
sudah memenuhi persyaratan untuk mengekang mereka agar tidak jadi liar
mengumbar birahinya.

Menurut kaum feminist ini akan mengakibatkan cewek tsb tidak akan bisa
menikmati kehidupan seksualnya lagi, tetapi ini hanya sekedar dongeng mereka
saja. Kita sebagai cowok kan lebih tahu daripada mereka apa yang baik untuk
cowok. 

Mereka pun ngomong bahwa sunat itu merendahkan martabat dan harkat kaum
wanita. Ini juga bisa kita cuekin, mana ada orang tahu sih kalho istriku
disunat ato tidak, sebab ini hanya urusan antara Gw dgn dia. Jadi bukannya
urusan kaum feminist yg mo so ikut2an ngurusin rumah tangga orang. Jadi
cuekin azah Mas!

Prosedur sunat di daerah biasanya dilakukan oleh dukun dengan cara
meletakkan kunyit dibawah klitoris atau diantara labia dan klitoris yang
berfungsi sebagai landasan sekaligus antibiotika. Kemudian pemotongan atau
penggoresan dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti silet, pemes,
gunting atau welat (Jawa: bambu tajam).

Berdasarkan pemahaman mistik Jawa "kunyit" itu sendiri dipercayai sebagai
simbol PEMBEBASAN seseorang dari kesialan maupun kemalangan hidup!

Maka dari itu: Hai kaum wanita, apabila Lho ingin bebas dari segala macam
kemalangan maupun kesialan dalam kehidupan ini sebaiknya buruan di sunat
tuh!


Mang Ucup - Chauvinist Pig
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke