Mbak Aris, mas Satrio dr (dan rekans),

Biasanya statistic sampling tidak berdiri sendiri, dengannya ada penelitian
ethnographic yg disajikan secara bersamasama sebagai komplement yg satu
terhadap lainnya. Dari bbrp kasus yg sempat saya tahu terkait dng
pemberitaan, ada kecenderungan reporter untuk menghindari bagian qualitatif
dari report. Mereka hanya mengambil mudahnya dengan mengcopy bbrp angka dan
kesimpulan. Akibatnya publik dibiarkan dlm bingung. Bukankah diskusi dan
saling tuding yg kemudian terjadi biasanya ikut 'memperbesar' peran media
massa ... paling tidak dari kacamata bisnis?

yk

On 9/1/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Terima kasih infonya mas. Meski saya awam dunia statistik (dan paling
> pusing tentang metode-metode statistika). Tapi kebetulan dulu penelitiannya
> tentang survei. Memang benar sekali kevalidan dan dan rasionalitas hasil
> survei tergantung dari.
>
> 1. jumlah sampel (apakah sudah mewakili dari populasi). Ada rumus
> matematikanya sendiri. Sepahaman saya sampel minimal 10 persen dari jumlah
> total populasi itu artinya agar datanya valid korespondennya MINIMAL 22 juta
> orang. Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia 220 juta. Sedangkan sampel
> LSI 700 orang.
>
> 2. Kevalidan dan realilbilitas pertanyaan kuesioner (untuk melihat tingkat
> kesonsistenan responden menjawab). Ini pun perlu diuji dulu. Pengujian
> diulang dua kali dengan jumlah sampel minimal 10 persen dari total sampel.
> Disamping apakah responden benar-benar tah dan paham makna pertanyaan yang
> diajukan dan tidak bias. dalam pengertian pemahaman yang diinginkan penanya
> sama dengan pemahaman responden.
>
> 3. Siapa respondennya. Latar belakang responden berpengaruh terhadap hasil
> penelitian.
>
> 4. Tingkat galatnya
> 5. Metode penelitian dan metode penghitungan pakai metode parametrik atau
> non parametrik? Dan didalam metode itu banyak sekali metode penghitungan
> lagi wah pusing saya...
>
> Seperti yang pernah mas Satiro posting terdahulu juga.
> Lebih dari semuanya, menurut hemat saya, penelitian ini penuh dengan
> muatan kepentingan ^_^.
>
> Jadi selayaknya Kompas (media yang sangat teruji akan kevalidan
> informasinya) menghindarkan diri dari informasi ini karena belum teruji
> kevalidannya, tapi sayang Kompas malah memuatnya. Tapi tak apalah sebagai
> bahan informasi yang lumayan.
>
> salam,
> aris
>
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke