RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

Tol dan Lumpur yang Mengering
 Fotografer: Budi Sugiharto


Lumpur yang menggenangi ratusan rumah penduduk Desa Renokenongo Kecamatan
Porong Kabupaten Sidoarjo, Senin (4/9), sudah mengering.

Ada baiknya jika secara terbuka diungkapkan struktur-kimia nya
Lumpur Lapindo itu. Supaya bisa diperhitungkan apa akibatnya
jika nanti memang dibuang ke laut . . .

Bagaimana pendapat Bung Rovicky ?

RedTOLERANSI*RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

LINGKUNGAN  [image: spacer]
Penilaian PKSPL IPB
Buang Lumpur ke Laut, Kebijakan Gegabah

Bogor, 4 September 2006 11:24   (Gatra)
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor menilai,
membuang lumpur panas PT Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo, ke laut, adalah
kebijakan gegabah dan akan menyebabkan petaka baru di bidang ekologis.

"Kebijakan (lumpur Lapindo) dibuang di laut itu gegabah karena karakteristik
dari laut itu berinteraksi dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain,
sehingga walaupun sudah memenuhi kriteria baku mutu tetap bahwa sedimennya
akan berdampak pada kehidupan laut," kata Kepala Pusat Kajian Sumberdaya
Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) Prof Dr Ir Tridoyo
Kusumastanto, MS di Bogor, Senin.

Menurutnya, pihaknya tetap menentang proses membuang limbah itu dibuang ke
laut, karena akan menambah problem baru lingkungan, yang semula terjadi di
darat, dan dengan gegabah kemudian akan dialihkan ke laut.

Ia mengemukakan, kalau persoalan limbah terjadi di darat, maka itu akan
berhenti di satu tempat, sedangkan kalau di laut, maka dinamika perairan
akan dibawa ke berbagai wilayah.

"Padahal kita belum memiliki data memadai untuk mengetahui akan ada dampak
atau tidak ke wilayah laut di sekitar Surabaya, Selat Madura atau bisa
keluar dari Selat Madura. Nah, implikasinya, yang dekat ke situ kan Bali,
itu kawasan wisata," katanya.

Ketika ditanya apakah dengan demikian, bila limbah lumpur itu dibuang ke
laut bisa sampai ke kawasan perairan di pulau Bali, ia menjawab, "Kita belum
tahu arah arus karena data untuk mengetahui dinamika perairan kan masih
sangat terbatas, sehingga saya tetap menyatakan menentang proses limbah itu
dibuang ke laut," kata guru besar Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan IPB
itu.

Sementara itu, ketika menjawab pertanyaan mengenai apakah terjadi persoalan
di tingkat *policy* pemerintah dalam kasus lumpur Lapindo itu, mengingat ada
pejabat di dalam kabinet yang mempunyai saham di perusahaan itu, ia
menegaskan bahwa hal semacam itu tidak boleh menjadi gangguan untuk meminta
pertanggungjawaban pihak yang mencemari lingkungan.

"Proses pengambilan kebijakan kan selalu didasarkan kepada bagaimana
kebijakan tadi memberikan manfaat terbesar untuk rakyat, bukan kepada
kepentingan institusi dalam artian bisnis," katanya.

Dalam kaitan itu, kata dia, seharusnya pada saat terjadi lumpur panas itu,
pemerintah harus segera mengambil inisiatif membuat kebijakan sehingga
kepentingan rakyat tidak terabaikan.

Dengan demikian, fungsi-fungsi institusi seperti presiden, departemen
terkait, seharusnya dapat memberikan suatu terobosan bagi kebijakan yang
aman dan ramah secara lingkungan dan juga tidak mengganggu kesejahtreraan
masyarakat. "Saya kira fungsi dari lembaga tadi seharusnya kembali pada
semangat petaka yang timbul tadi diminimumkan kerugiannya bagi masyarakat,"
katanya.

Tak hanya sampai di situ, menurut Tridoyo Kusumastanto, karena terkait
dengan pemerintah daerah (Pemda), maka Pemda juga harus dilibatkan, dan
sebetulnya proses-proses pengolahan limbah itu sudah bisa dilakukan.

"Tinggal apakah yang mencemari itu bertanggung jawab kan? Seharusnya *poluter
must pay*, jadi yang membuat polusi ya. Dia harus membayar," tegasnya. *[TMA,
Ant]*

-- 
****************************************************
"Ada dua hal yang tidak terbatas, yaitu: Alam Semesta ini dan Kebodohan
Manusia;
namun mengenai Alam Semesta tersebut masih saya ragukan . . ." (Albert
Einstein)
****************************************************


[Non-text portions of this message have been removed]






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke