Ibu Carla,
   
  Saya tidak akan menceritakan kembali mengenai sejarah Khilafah Islam karena 
sudah banyak informasi dari rekan2 yang lain (seperti portingan dan reply 
antara Mbak Aris Solihah dan Masarcon ataupun Nugroho Dewanto), meski dengan 
berbagai versi dan kepentingannya masing2.
   
  Benar apa yang disampaikan oleh Mbak Aris bahwa bahasan negatif mengenai 
aplikasi syariah Islam adalah cerita lama dan dihembuskan oleh orang atau pihak 
itu-itu saja (Ulil cs bersama JIL-nya).
   
  Sekarang mari kita refresh dahulu pemikiran kita untuk mencoba mendengar 
dahulu apa dan bagaimana sebenarnya syariah Islam itu. Syariah Islam 
melandaskan hukumnya pada 2 hal :
  1. Al Quran Al Karim
  2. Sunnah Nabi Muhammad SAW
   
  Untuk hal diatas,tentunya tidak layak bagi saya untuk memaksakan kepada 
selain Muslim untuk pengaplikasiannya kecuali dalam hal muammalah dan hubungan 
manusia dan manusia.
   
  Rasulullah pernah memberikan contoh dengan ditandatanganinya Piagam Madinah 
yang berisi perjanjian-perjanjian dengan umat selain Islam. Secara umum 
perjanjian tersebut berjalan sangat baik terkecuali tragedi ingkarnya beberapa 
klan kaum Yahudi yang melanggar perjanjian.
   
  Bagaimana aplikasi syariah Islam di Indonesia?
   
  Saya cukup bangga dan salut bahwa meski terbagi dalam beberapa aliran dan 
pemikiran, umat Islam Indonesia cukup pandai untuk menentukan dan menempatkan 
apa yang menjadi pegangan hidupnya. Sehingga perbedaan pandangan dalam beberapa 
hal (ilmu fikih) tidak akan menjadi masalah. Kecuali jika ada aliran islam yang 
telah menyimpang akidahnya,tentu akan menimbulkan reaksi yang keras dari 
masyarakat Islam itu sendiri.
   
  Keadaan yang beragam dari segi pemahaman dan kultural di Indonesia memberi 
warna tersendiri dalam aplikasi syariah Islam,sehingga meski mayoritas Islam 
dan terbesar di dunia, wajah Islam di Indonesia sangat berbeda dengan negeri 
Muslim lainnya. 
   
  Karena memang sejalan dengan fitrah manusia, lambat laun syariah Islam pasti 
akan mengemuka dengan bentuknya yang khas di Indonesia. 
   
  Terima kasih,
  Ahmad
   
   
   
  

carla annamarie kneefel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          > Pak Badrun said : Dan saya yakin suatu saat nanti wacana Khilafah 
Islamiyah bisa terealisasi nyata dan menebarkan kedamaian, kedamaian, dan 
keselamatan dimuka bumi.

just curious aja...neh pak...bagaimana cara konkrit nya khilafah islamiyah bisa 
secara real menebarkan kedamaian dan keselamatan di muka bumi?

is it by converting all 6 billion ppl in the world into Islam?..ditambah lagi 
didalam internal islam juga saling2 berantem n bunuh2an sampai sekarang? 

n pls provide contoh konkrit satu aja..gak usah banyak deh..satu contoh suatu 
negara yang menganut sistem khilafah islamiyah misalnya Iran, yang memang dalam 
realisasinya telah menebarkan kedamaian dan keselamatan diseluruh dunia..di 
seluruh dunia loh pak..

saya tunggu jawabannya yaa..pak badrun..




Al-Badruuni Enterprise <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekan Indunisi,

Khilafah Islamiyah adalah term yang paling mendekati dari implementasi ajaran 
dan syariah Islam, baik dalam hal-hal muammalah terlebih ubudiyyah. Ajaran dan 
nilai-nilai Islam tidak akan dapat terealisasi optimal jika tidak didukung 
Khilafah Islamiyah. 

Bagi pemeluk Islam, penerapan syariah Islam adalah mutlak dan wajib dijalankan. 
Dan saya kira kesadaran kearah sana sudah mulai berkembang seiring dengan 
pengetahuan dan pemahaman Islam yang telah sedikit demi sedikit dimiliki oleh 
umat Islam Indonesia. Dan saya yakin suatu saat nanti wacana Khilafah Islamiyah 
bisa terealisasi nyata dan menebarkan kedamaian, kedamaian, dan keselamatan 
dimuka bumi.

Wassalam,
Ahmad 

---=GuN=-- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.harianbangsa.com/main.php?aksi=berita&categories=Aktual&idnews=6507

Aktual 

---------------------------------

Rabu 6 September 2006 13:48:33 WITKhilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi 
PolitikJakarta-HARIAN BANGSA
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta warga 
nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) dan umat Islam pada umumnya untuk waspada 
atas munculnya wacana Khilafah Islamiyah yang kerap dihembuskan kelompok Islam 
radikal. Wacana itu pada dasarnya tak lebih dari gerakan politik, bukan gerakan 
keagamaan.
“Khilafah Islamiyah itu sebenarnya gerakan politik, bukan gerakan agama. Karena 
di situ lebih kental aspek politiknya daripada aspek agama, ibadah, 
ubudiyah-nya. Yang difokuskan itu kan sistem kenegaraan, bukan bagaimana 
membuat madrasah, masjid, menciptakan kesejahteraan umat, dan sebagainya,” 
ungkap Hasyim saat bersilaturrahim dengan para petinggi Pimpinan Pusat (PP) 
Lembaga Dakwah (LD) NU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/9).
Kiai Hasyim, begitu panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, 
Jawa Timur itu, sistem ketatanegaraan berikut sistem kepemimpinannya, 
sebagaimana tertuang dalam konsep Khilafah Islamiyah, cukuplah mengacu pada 
sistem yang berlaku di negara masing-masing. 
“Siapapun yang jadi kepala negara, yang telah diproses secara sah, baik menurut 
ukuran agama maupun negara, ya dia itu kholifah (pemimpin, red). Nggak usah 
cari model-model yang lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mencermati tumbuh-suburnya kelompok-kelompok 
Islam radikal berikut gerakannya di Indonesia. Padahal, katanya, hampir di 
sebagian besar negara-negara di Eropa dan Timur Tengah, kelompok-kelompok Islam 
garis keras itu tidak menemukan tempat, bahkan dilarang hidup. 
“Di Eropa, Timur Tengah, seperti Yordania dan Syria, mereka (kelompok Islam 
radikal, red) nggak punya tempat. Tapi di Indonesia, mereka bisa hidup leluasa 
dan semakin merajalela,” tuturnya.
Kepada para pimpinan LDNU, mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini 
mengingatkan, persoalan yang cukup mengkhawatirkan itu harus segera mendapat 
sikap dari NU. LDNU, katanya, sebagai sebuah wadah yang memiliki tugas 
mendakwahkan serta menyosoialisasikan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) 
ala NU, dituntut tanggungjawabnya. Jika tidak, maka NU akan terikut ke dalam 
arus gerakan kelompok Islam radikal itu.

Tak Mampu Bikin Masjid Sendiri

Pengamatan Hasyim juga tak luput dari fenomena diambilalihnya sejumlah masjid 
milik warga nahdliyin oleh kelompok Islam ekstrim “kanan”. Menurutnya, hal itu 
dilakukan karena kelompok yang kerap dengan mudah mem-bid’ah-kan bahkan 
mengkafirkan warga nahdliyyin itu tak mampu membangun masjid sendiri. Sehingga 
kemudian mengambilalih masjid-masjid yang selama ini dibangun dan dikelola oleh 
warga nahdliyyin berikut takmir masjid dan tradisi ritual peribadatannya.
“Karena mereka tidak mampu membuat masjid sendiri, kemudian mengambilalih 
masjid milik orang lain (masjid milik warga nahdliyyin, red), terus dipidatoin 
di situ untuk politisasi. Kan maksudnya begitu. Yang dirugikan akhirnya kan 
NU,” terang Hasyim. (rif

---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2¢/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.

[Non-text portions of this message have been removed]


---------------------------------
Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small 
Business.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1¢/min.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke