Mbak Aris,
   
  Mungkin saya bertanya tidak pada saat yang tepat. Lagi "terbakar" ya. Maaf 
deh kalau gitu! Silahkanlah dulu berisitirahat. Kalau perlu mandi sekalian, 
biar segar gitu n kembali berdiskusi d sini dalam suasana yang lebih adem :)
   
  Btw, benaran lho mbak kalau saya 'nkotb'. Jadi bukan orang yang gonta ganti 
email untuk "membakar" siapa2. Apalagi untuk 'membakar' mbak Aris. Emangnya gue 
kurang kerjaan. Saya emang masih "polos" tentang issue khilafah itu d milis 
ini. Karena tiduk ikut dari awal.
   
  Jujur, pertanyaan saya lebih karena saya awam tentang cita-cita besar 
khilafah itu? Anyway, thank deh atas infonya. Saya coba search sendiri. Ntar, 
kalau nggak ketemu, saya tanyain lagi ya.
   
  Salam,
  

aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mas Boejang,
Tidak enak rasanya saya selalu berdiskusi dengan orang yang saya tidak 
kenal.Terutama nama aslinya. Berulangkali orang berganti nama hanya untuk 
berusaha (mengutip mas Ahmad), 'membakar' saya. Saya pun tak kenal siapa itu 
mas Ahmad dan orang-orang yang mengitari saya dengan mengatakan utopis, tidak 
rasional, dll. Termasuk Anda sendiri. 

Beberap orang mengganti emailnya berulangkali hanya untuk mengatakan hal yang 
sama tentang khilafah. Utopis, ide tidak membumi dll.

Sedangkan saya sejak bergabung di milis ini entah sudah berapakali menjelaskan 
tentang posisi non muslim dalam syariat Islam. Haruskah saya ulang terus. Maka 
jika Anda berkenan bukalah arsip PPIINDIA. 

Kalau Anda ingin tahu posisi non muslim dalam syariat ISlam, Anda bisa meng 
search di internet. Atau kalau anda ingin tahu tentang Hizbut tahrir ada 
websitenya sendiri bukan.Atau perlu bantuan mensearch. www.hizbut-tahrir.or.id 
atau wikipedia disana juga ada posisi umat non muslim dalam syariat islam. 
Tentang khilafah dll yang Anda bicarakan.

Sebenarnya kalau via japri, darat, via telpon, beberapa orang disini ada yang 
bisa menjelaskan tentang khilafah dan lain-lain. Tapi saya yang jadi kena 
sasaran tembak^_^. Curang! ^_^. Yah mereka sibuk, saya jadi ingin menyibukkan 
diri juga he he he. Ingin membumikan langsung aja, biar lebih heboh. 

Saya hanya heran, kenapa orang-orang capek membuat postingan khilafah itu 
utopis, gila, ko ya tetap saja mau menulis untuk menentang ide khilafah, 
capek-capek nolak, capek-capek buat momok dan popok, menulis disurat kabar, 
membuat penelitian dsb. Lha kalau ide gila, tidak mungkin, ya sudah cuekin saja 
bukan, atau ide yang menajubkan? jadi orang repot-repot mengcounter, memposting 
sana sini, gitu aja ko repot. he he he

mas maaf, izinkan saya menghirup nafas sebentar.....deadline menantiku ada yang 
bisa bantu.. kalau ada saudaranya yang minta bantuan, bantuin dong. 

salam,
aris





Boejang Palala <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,

Perkenalkan saya, Boejang Palala, a new kid on the block.

Untuk Mas Robertus,

Mari kita berdiskusi pada level ide. Nggak usah bawa-bawa popok segala ... 

Saya pikir semua kita tahu bahwa sejarah dunia memang selalu diwarnai 
pertempuran ideologi dan perang memperebutkan pengaruh. Bahkan sampai hari ini, 
fenomena itu masih terjadi, dan saya yakin hal ini akan terus berlanjut sampai 
kiamat menjelang. Suka atau tidak, kita harus berhadapan dengan kompetisi 
memperluas lingkaran pengaruh itu. Karena sepertinya hal itulah salah satu yang 
membuat kita tetap semangat untuk hidup (termasuk semangat berdiskusi dalam 
milis ini :))

Diskusi tentang khilafah bagi saya menarik. Khilafah adalah sebuah cita-cita 
besar kaum muslimin yang tentu saja tidak mudah untuk direalisir. Saya 
menghormati kawan2 HT yang menjadikan tema ini sebagai agenda utama gerakan 
mereka. Tentu saja kawan2 HT perlu memberikan penjelasan yang lebih "membumi" 
dan "lebih mudah dipahami" terkait cita-cita ini, agar tidak dikatakan sebagai 
suatu utopia.

Pertanyaan paling mendasar menurut saya yang harus dijelaskan adalah bagaimana 
sistem khilafah itu menempatkan kaum non-muslimin dalam posisi yang "setara" 
dengan ummat Islam dalam sistem khilafah itu. 

Karena, hemat saya, penjelasan tentang khilafah Islamiah yang selama ini 
beredar cendrung menempatkan kaum non-muslim sebagai sub-ordinat dari kaum 
muslimin ketika khilafah itu benar-benar tegak. Maka dari kacamata non-muslim, 
tentu penempatan seperti ini susah diterima, karena instinctively tak ada 
satupun manusia yang ingin jadi sub-ordinat, apalagi kalau diposisikan sebagai 
"pecundang". Akibatnya, mudah dipahami yang akan terjadi kemudian adalah 
resistensi atau bahkan perlawanan.

Jadi kembali ke pertanyaan saya, bagaimana kawan2 HT menjelaskan posisi kaum 
non-muslim dalam sistem itu. Apakah ada penjelasan yang bernada "win-win 
solution" antara muslim/non muslim dalam sistem khilafah itu? Apakah kaum 
non-muslim punya akses, hak dan kewajiban yang sama dalam sistem itu? 

Mbak Aris (dan yang lain) mungkin bisa tolong dijawab ...

Terima kasih,

Salam,

NKOTB
Robertus Budiarto wrote:
Mbak Aris,

Salah logika lagi... gue juga kagak suka imperialisme, neoliberalisme, tapi 
tetap menganggap khilafah sbg momok dunia... Momok? Momok atau Popok? 
he.he.he...

Begitulah pendukung Khilafah itu berpikirnya memang kilaf ... he.he.he. cocok 
dgn namanya. Mereka angkuh ... die pikir die sendiri yang tau apa itu 
neoliberalisme. .he.he.he. .

Kacian deh lu
Bobby B

aris solikhah wrote:
....deleted. ..
Karena khilafah memang amat menjadi momok dunia, bagi negara yang melakukan 
imprealisme baik terbuka ataupun terselubung. Mereka tak ingin kepentingan 
ekonominya diutak-atik. ekonomi lebieral atau neoliberal atau apapun. 
......deleted. ......... ..

---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates 
starting at 1¢/min.

[Non-text portions of this message have been removed]

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links

The great job makes a great man
pustaka tani 
nuraulia


---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! MessengerÂ’s low PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke