Mas Boejang...(masih bujangan gak nih....hehehe)
Sedikit pendapat saya mengenai hal dibawah, yang sedikit banyak saya juga
reply ke Ibu Carla. Saya tidak mewakili HT atau ormas Islam yang lain. Saya
mewakili diri saya dan mungkin sebagian muslim yang berusaha mengaplikasikan
hukum/syariah islam sesuai kemampuan dan pemahaman yang dimiliki.
Non Muslim ada 2 golongan, yang pertama adalah golongan non muslim yang
bersifat keras permusuhannya dan non muslim yang bisa hidup bersanding dengan
damai dengan Muslim. Saya belum bisa memastikan apakah non muslim diIndonesia
termasuk golongan pertama atau yang kedua. Saya berharap, non muslim
diIndonesia adalah golongan yang kedua,sehingga bisa duduk bersama mencari
solusi.
Selanjutnya proses aplikasi syariah islam dalam konstitusi di Indonesia
termasuk unik karena melibatkan berbagai konflik politik dan kepentingan
golongan. Sejarah diatas juga yang secara tidak langsung mewarnai ide syariah
Islam hingga saat ini.
Posisi non muslim saya kira adalah sejajar,karena punya hak dan kewajiban
yang sama sebagai warga negara. Beberapa aturan yang kelihatannya tidak
adil,menyangkut kaum perempuan atau yang lainnya saya kira akan diatur sesuai
dengan kaidah yang disetujui demi kebaikan bersama.
Ahmad
Boejang Palala <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
Perkenalkan saya, Boejang Palala, a new kid on the block.
Untuk Mas Robertus,
Mari kita berdiskusi pada level ide. Nggak usah bawa-bawa popok segala ...
Saya pikir semua kita tahu bahwa sejarah dunia memang selalu diwarnai
pertempuran ideologi dan perang memperebutkan pengaruh. Bahkan sampai hari ini,
fenomena itu masih terjadi, dan saya yakin hal ini akan terus berlanjut sampai
kiamat menjelang. Suka atau tidak, kita harus berhadapan dengan kompetisi
memperluas lingkaran pengaruh itu. Karena sepertinya hal itulah salah satu yang
membuat kita tetap semangat untuk hidup (termasuk semangat berdiskusi dalam
milis ini :))
Diskusi tentang khilafah bagi saya menarik. Khilafah adalah sebuah cita-cita
besar kaum muslimin yang tentu saja tidak mudah untuk direalisir. Saya
menghormati kawan2 HT yang menjadikan tema ini sebagai agenda utama gerakan
mereka. Tentu saja kawan2 HT perlu memberikan penjelasan yang lebih "membumi"
dan "lebih mudah dipahami" terkait cita-cita ini, agar tidak dikatakan sebagai
suatu utopia.
Pertanyaan paling mendasar menurut saya yang harus dijelaskan adalah bagaimana
sistem khilafah itu menempatkan kaum non-muslimin dalam posisi yang "setara"
dengan ummat Islam dalam sistem khilafah itu.
Karena, hemat saya, penjelasan tentang khilafah Islamiah yang selama ini
beredar cendrung menempatkan kaum non-muslim sebagai sub-ordinat dari kaum
muslimin ketika khilafah itu benar-benar tegak. Maka dari kacamata non-muslim,
tentu penempatan seperti ini susah diterima, karena instinctively tak ada
satupun manusia yang ingin jadi sub-ordinat, apalagi kalau diposisikan sebagai
"pecundang". Akibatnya, mudah dipahami yang akan terjadi kemudian adalah
resistensi atau bahkan perlawanan.
Jadi kembali ke pertanyaan saya, bagaimana kawan2 HT menjelaskan posisi kaum
non-muslim dalam sistem itu. Apakah ada penjelasan yang bernada "win-win
solution" antara muslim/non muslim dalam sistem khilafah itu? Apakah kaum
non-muslim punya akses, hak dan kewajiban yang sama dalam sistem itu?
Mbak Aris (dan yang lain) mungkin bisa tolong dijawab ...
Terima kasih,
Salam,
NKOTB
Robertus Budiarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak Aris,
Salah logika lagi... gue juga kagak suka imperialisme, neoliberalisme, tapi
tetap menganggap khilafah sbg momok dunia... Momok? Momok atau Popok?
he.he.he...
Begitulah pendukung Khilafah itu berpikirnya memang kilaf ... he.he.he. cocok
dgn namanya. Mereka angkuh ... die pikir die sendiri yang tau apa itu
neoliberalisme. .he.he.he. .
Kacian deh lu
Bobby B
aris solikhah <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
....deleted. ..
Karena khilafah memang amat menjadi momok dunia, bagi negara yang melakukan
imprealisme baik terbuka ataupun terselubung. Mereka tak ingin kepentingan
ekonominya diutak-atik. ekonomi lebieral atau neoliberal atau apapun.
......deleted. ......... ..
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1ยข/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/