Perang Nuklir di Ambang Mata, Mengungkap Kekuatan Nuklir AS dan Israel (bagian 
4)<?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" />


Senin, 11 Sep 06 16:46 WIB 

 

  <outbind://466/cid:[email protected]>   
<outbind://466/cid:[email protected]> Dalam tulisan sebelumnya 
dikisahkan bagaimana seorang ilmuwan muda Israel bernama Mordechai Vanunu, 
terdorong untuk memberitakan pada dunia tentang betapa berbahaya program nuklir 
yang sedang dikembangkan Israel. Setelah berhasil mengumpulkan bukti-bukti, 
Vanunu terbang ke Inggris untuk bertemu dengan Peter Hounam, seorang jurnalis 
dari surat kabar The Sunday Times yang akan menuliskan hasil penemuan Vanunu di 
koran tempatnya bekerja.

Di Inggris, Vanunu berdiam diri hampir selama setahun, sebelum memproses berita 
dan foto-foto yang ia miliki. Di dalam kepalanya, berbagai skenario perburuan 
akan dilakukan oleh Mossad, dinas rahasia Israel. Tapi nyatanya, ia seolah tak 
diburu oleh siapapun. Dan itu membuatnya lengah.

Dalam sebuah film dokumenter yang berjudul CIA The Shocking Story Behind the 
Headline, seorang mantan pejabat Mossad mengatakan, bahwa hal tersebut memang 
disengaja. Menurut pejabat yang identitasnya disembunyikan ini, untuk seorang 
seperti Mordechai Vanunu, sangatlah mustahil bisa membawa rahasia negara 
sepenting nuklir keluar tanpa diketahui. Dengan cara seperti itu, pejabat 
Mossad tersebut menerangkan, diharapkan dunia akan mengetahui, khususnya 
negara-negara di jazirah Arab, bahwa Israel tak main-main dengan masalah 
keamanannya.

Sementara itu, Vanunu yang mulai bosan, menghabiskan waktunya untuk 
berjalan-jalan di kota London. Tanpa sepengetahuannya, agen-agen Mossad telah 
bekerja menyusun rencana.

Dan suatu hari, ketika Mordechai Vanunu berjalan-jalan dan memesan minuman di 
kedai kopi, ia bertemu dengan seorang perempuan, mengaku bernama Cindy. Pada 
Vanunu, Cindy bercerita bahwa dirinya adalah seorang ahli kecantikan dari 
Amerika yang sedang berlibur ke Eropa. Tak makan waktu lama, keduanya langsung 
akrab. Fakta bahwa dirinya yang mendekati Cindy terlebih dulu, membuat Vanunu 
merasa aman.

Pada Peter Hounam Vanunu bercerita ia bertemu dengan seorang perempuan luar 
biasa di kedai kopi hari itu. Sang sahabat sempat memperingatkan, "Hati-hati, 
siapa tahu ia agen Mossad." Namun sejak itu, Vanunu sering kali bertemu Cindy 
secara diam-diam.

Benar saja, ternyata Cindy adalah agen Mossad yang menjadi umpan. Dan Vanunu, 
sudah nyaris dalam genggaman. Tapi Vanunu yang tak sadar, pada Peter Houman 
mengatakan, jangan terlalu paranoid, semuanya wajar saja.

Vanunu dan Cindy memang langsung akrab dalam beberapa hari. Mereka saling 
mengunjungi, pergi ke bioskop bersama dan melakukan banyak hal berdua. Dan itu 
hanya butuh waktu enam hari bagi Cindy untuk menaklukkan Vanunu. Di akhir 
pekan, Cindy mengajukan usul agar mereka pergi ke Roma dan menghabiskan minggu 
di ranjang, di apartemen milik adik Cindy. Dan Vanunu pun bersedia. Ia masih 
juga tak sadar bahwa perangkap sedang menganga untuknya.

Dan benar saja, sesampainya di Roma, ketika hendak masuk apartemen, Vanunu 
ditangkap oleh dua orang agen Mossad. Ia di borgol. Disuntik dengan sedatif, 
dibungkus dengan karung dan dibawa ke tepi pantai. Di pantai, telah menunggu 
perahu kecil yang siap membawa Vanunu ke sebuah kapal Israel yang berjaga di 
lepas pantai berjaral 12 mil. Vanunu pun menghilang. (na-hn/dari berbagai 
sumber)

Selanjutnya: The Sunday Times Terbitkan Artikel Rahasia Nuklir Israel, Duniapun 
Gempar

 



[Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke