Tua Bukan Berarti Mati
Oleh: Christoph Heinzle dari Bremen
Paradigma lama yang menganggap usia tua berarti mulai hilangnya produktivitas
mulai ditentang. Berbagai penelitian menunjukkan, bahwa kebanyakan orang tua
masih beraktifitas secara normal.
Kaum manula yang masih bisa mengurus dirinya sendiri, tidak ingin tinggal di
Panti Jompo. Saya contohnya masih bisa beraktivitas. Saya masih dapat makan dan
minum tanpa bantuan. Saya tidak butuh seseorang yang menjaga saya. Jika saya
tinggal di panti Jompo, maka itu hanya akan menjadi beban tambahan bagi
anak-anak
Huang yang kini berumur 80 tahun, hidup di ibukota Cina, Beijing. Dengan
usianya yang relatif tua, Huan termasuk kaum manula yang masih mampu melakukan
aktifitas sehari-hari.
Seperti Huang sendiri, banyak kaum manula yang khawatir harus menggantungkan
hidup selain kepada keluarga sendiri. Hampir di setiap media, kaum manula kerap
disandingkan dengan kata-kata seperti lemah, rapuh, dan rentan terhadap
penyakit. Padahal kenyataannya, banyak orang tua yang masih sehat dan dapat
beraktivitas normal, bahkan hingga sesaat sebelum meninggal.
Enste: Untuk waktu yang lama, banyak orang beranggapan bahwa menjadi tua
berarti juga menjadi lemah dan rapuh. Saya kira, paradigma kuno ini harus
diluruskan. Lagipula banyak penelitian yang menunjukkan, bahwa kondisi keuangan
kaum manula sangat baik.
Peter Enste adalah seorang peneliti masalah sosial di Insitut Gerontologi di
Dortmund. Enste memang lebih banyak meneliti kaum manula di Jerman, akan tetapi
penelitian yang digelar PBB pun menunjukkan hasil yang sama, bahwa sebagian
besar kaum manula di seluruh dunia tetap beraktivitas secara normal.
Akan tetapi kecendrungan untuk tetap bekerja di kalangan manula bukan
disebabkan hasrat atau kesenangan belaka, melainkan lantaran kondisi yang
memaksa. Demikian menurut Robert Venne dari institut sosial politik di PBB.
Venne: Orang tua ternyata sangat produktif. Mereka merawat cucu-cucunya
seperti misalnya di negara-negara dengan kasus penyebaran penyakit AIDS yang
tinggi. Dan beberapa diantaranya juga tetap aktif menggerakkan bisnis sendiri.
Banyak pula yang juga tetap harus bekerja di usia yang sangat tua. Tapi itu
karena di beberapa negara berkembang, tidak ada kesempatan untuk melakukan
pensiun, seperti yang sudah biasa di negara maju.
Dari sekitar 650 juta kaum manula yang ada di seluruh dunia, 400 juta
diantaranya hidup di negara-negara berkembang. Kebanyakan kasus menunjukkan,
bahwa perawatan bagi orang tua kerap diacuhkan.
Struktur keluarga tradisional yang biasa terdapat di pedesaan, seringkali
babak belur akibat bencana atau arus migrasi. Misalnya saja masalah yang biasa
muncul di Afrika, di mana kaum manula harus merawat cucu-cucunya lantaran
mereka terinfeksi penyakit Aids. Kembali Robert Venne dari PBB
Venne: Jika masalahnya adalah Aids, maka banyak kaum manula perempuan yang
harus bertanggung jawab atas pendidikan dan perawatan cucu-cucunya. Mudah saja,
karena sebagian dari generasi menengah di banyak negara Afrika sub Sahara
pelan-pelan punah. Jadi mereka tidak hanya harus mengatasi masalah sendiri yang
biasanya merupakan masalah penuaan, tapi juga tanggung jawab atas cucu-cucunya.
Memang harus diakui, kepedulian besar kaum manula terhadap cucu-cucunya, yang
meskipun telah terinfeksi penykit Aids, adalah prestasi tersendiri. Namun
sayangnya prestasi itu tidak mendapat perhatian cukup.
Apa yang selama ini diperhatikan hanyalah biaya dan kebutuhan perawatan bagi
kaum Manula. Padahal, demikian tandas Robert Venne, kaum manula adalah makhluk
hidup yang paling berpengalaman, dan dapat menyumbangkan sesuatu yang positif
bagi masyarakat.
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1¢/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/