Surat Mawar Merah Café Bandar:

HALIM HD MASIH SEORANG PEMIMPI SETIA


1.

Tak banyak kesempatanku berjumpa fisik dengan Halim HD. Bisa dihitung dengan 
jari sebelah tangan. Sekali pun demikian hubungan pribadi kami boleh dibilang 
sangat intens.   Ketika ia bekerja di Amerika Serikat, aku pernah menunggunya 
di bandara JFK New York  tapi akhirnya terpaksa kutinggalkan karena mengejar 
pesawat yang ke Washington DC.; Kemudian ia katakan ia terhalang menepati janji 
ketemu karena masalah  kenderaan.  


Berkali-kali aku datang ke Solo mencarinya, tapi ia selalu tidak ada di rumah. 
Sedang bepergian kedaerah-daerah dan berbagai pulau. Tapi Halim selalu saja 
mencariku. Waktu aku bekerja di Palangka Raya, ia menelponku dan mengajakku 
serta dalam kegiatan sastra  internasional yang sedang diselenggarakan di 
Makassar. Karena kegiatan yang cukup padat di Kalteng, ajakan ini tak bisa 
kupenuhi. Aku baru bisa menjumpainya beberapa jam di Solo saat balik kampung. 


Masih kuingat situasi waktu pertama kali bertemu. Aku mengucapkan "kulonuwun" 
karena karena kudengar ada suara air mengalir di belakang. Seorang lelaki 
langsing, berkulit kuning keluar setelah "kulonuwon" kuucapkan. Aku katakan 
bahwa aku mencari Halim HD. 


"Halim HD sedang mencuci pakaiannya", jawab lelaki setengah baya yang sedang 
menyambutku. "Tapi suara Anda seperti kukenal", ujar lelaki itu yang tak segera 
memperkenalkan dirinya.

"Bagaimana Anda mengenalnya?"

"Karena akulah orang yang Anda cari itu". 

"Buset". Kami berpelukan kuat.


Itulah pertemuan pertama kami semenjak berttahun-tahun berkorespondensi dan 
sempat bersama-sama mengusulkan agar Wiji Thukul mendapatkan Wertheim Award 
berdasarkan kumpulan puisi stensilan Wiji. Dan  berhasil.   Pertemuan kedua 
kali kami berlangsung waktu peluncuran buku Agustus 2005 tahun lalu  di Solo. 
Itu pun hanya beberapa jam karena kemudian, Halim HD, malam itu juga harus ke 
Malang menggunakan bus malam. Dan aku meneruskan perjalananku. Berapa banyakkah 
sastrawan-seniman yang berbuat seperti Halim HD di negeri ini? Perlukan manusia 
budayawan seperti ini? Bagiku sendiri jika sikap dan tindakan serta 
langkah-langkah Halim HD ini dipandang "gila", barangkali justru kita  
kekurangan "orang gila" seperti ini. Untuk Republik dan Indonesia yang 
benar-benar Republiken dan berkindonesiaan, kita justru memerlukan orang-orang 
"gila" seperti Halim HD.Barangkali! Republik Indonesia pun bisa berdiri karena 
adanya orang-orang "gila" yang sanggup menabur benih ide "merdeka sekarang 
juga" , "merdeka atau mati" di hadapan kekuatan kolonial yang masih tangguh. 
Halim HD secara nyata memperlihatkan dan mempraktekkan jalan lain tak jamak 
bagi sastrawan-seniman dan budayawan. Bukan tidak mungkin usaha Halim HD ini,  
tak obah sepercik bunga api yang cepat atau lambat akan membakar padang 
ilalang. Memberi dasar budaya tanggap dan apresiatif  bagi republik dan 
Indonesia yang sesungguhnya.  Yang menarik bahwa dalam kegiatan-kegiatannya di  
berbagai pulau dan daerah, Halim HD tidak menggantungkan diri pada dana luar 
tapi bersandar pada kekuatan komunitas-komunitas daerah dan pulau. Artinya , 
uang bukan segala-galanya baginya. Walau pun tidak berarti ia tidak memerlukan 
dana. Dalam sejarah kegiatannya, lelaki setengah baya ini pun tidak mengejar 
nama. Tapi lebih kepada kerja melaksanakan mimpinya tentang apa yang dinamakan 
sastra-seni dan kebudayaan republiken dan berkindonesiaan. 


Bepergian dari pulau ke pulau, dari daerah ke daerah  adalah salah satu ciri 
Halim HD. Kutafsirkan kepergiannya, sehubungan dengan konsep sastra-seni 
kepulauan dan penghargaan tingginya pada sastra-seni daerah dan pulau yang 
sangat pontesial. Lagi pula sesuai dengan konsep Republiken dan keindonesiaan. 
Halim HD sangat mengagumi potensi sastra-seni rakyat berbagai daerah dan pulau 
tanahair tapi kurang dilirik serta diperhatikan oleh elit kebudayaan apalagi 
pemerintah baik pusat atau pun daerah sendiri.  Dalam usaha melaksanakan konsep 
sastra-seni kepulauan ini , Halim HD sering berpergian sehingga Solo tidak 
lebih dari kemahnya, dan mendorong pembangunan komunitas-komunitas sastra-seni 
di berbagai pulau serta daerah.  Hasil karya komunitas-komunitas ini pernah 
kusaksikan dalam pergelaran mereka di Solo beberapa tahun lalu dan bagiku 
sangat mengesankan baik dari segi bentuk mau pun dari segi isi atau pesan. Apa 
yang kusaksikan dari pementasan itu adalah padunya isi dan bentuk walau pun 
dilakukan dengan segala keterbatasan sarana. Dari pementasan musik, tari, puisi 
dan  teater yang kusaksikan, kudapatkan bahwa komunitas-komunitas ini sangat 
mewakili daerah mereka. Permasalahan daerah diungkapkan, ciri seni lokal 
dimanfaatkan sebaik mungkin  dalam pengungkapan masalah, sehingga malam 
pementasan itu mencerminkan kemajemukan negeri. Bahwa benar kebhinnekaan adalah 
adalah suatu kekayaan bagi kita.  Usai melihat pertunjukan ini aku merasakan 
benar makna rangkaian nilai yang dikandung oleh kata-kata Republik dan 
Indonesia serta ketepatan rumusan filosof Perancis yang meninggal Mei tahun 
lalu,  Paul Ricoeur: "kebudayaan itu majemuk tapi kemanusiaan itu tunggal".


Agaknya nilai-nilai dan pandangan inilah yang memberi Halim HD suatu kekuatan 
dan elan tak kunjung buram bahkan selalu memberikannya api untuk senantiasa ke 
akar rumput di samping mencoba menautkan lapisan elite dan akar rumput. 


Ketika tahun ini , tepatnya akhir Agustus 2006 aku ke Indonesia, mengganti 
gagalnya aku menemuinya di Solo, ia mengirimku  sepucuk surat listrik ke Paris 
seperti berikut:


----- Original Message ----- 
From: "halim hd" 
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, September 19, 2006 1:12 PM
Subject: kabar kabur dari makassar.


bung,
sudah setahun terakhir ini saya keliling ke desa-desa  di sulsel dan sulbar. 
kondisi lembaga kesenian di kota  makin jelek. sementara itu pendukung khasanah 
tradisi  yang ada pada para keluarga posisinya makin marjinal,  dan hanya 
dijadikan lip service oleh para pejabat.  bersama beberapa teman muda saya 
berusaha untuk  membikin lingkaran pertemuan kecil dengan para  keluarga itu. 
mungkin tahun depan ada beberapa acara  di sulbar yang akan jalan. sementara 
itu, lontaran  saya untuk dan dengan tema silaturahmi tradisi secara  
kecil-kecilan yang dimulai pada  agustus yang lalu,  kini bergulir secara 
kecil-kecilan di kecamatan  tinambung, sulbar, dengan memanpaatkan teras-teras  
rumah keluarga, dan mengundang kaum muda untuk kembali merenungi posisi 
khasanah tradisi dalam perubahan  sosial dan kebudayaan.

gagasan silaturhami itu berkaitan dengan kondisi  politik pilkada yang nampak 
cenderung mengundang  konflik  sosialk-politik diantara kaum muda pendukung  
calon masing-masing. ketika saya diundang ke sulbar  untuk kesekian kalinya 
dalam setaon terakhir ini, saya  mengajak kaum muda untuk  melakukan 
silaturahmi. saya  sendiri agak pesimis. tapi, harus ada sesuatu yang 
dikerjakan. 

bagaimana dengan keadaan bung? salam hangat untuk anda  beserta keluarga.

halim hd. - di makassar.
 

Apa yang kubaca dari surat ini? 


Paris, Oktober 2006.
---------------------------
JJ. Kusni


[Bersambung......]

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke