koq balik ke agama lagi?? (geleng-geleng) apa yg tertanam diotaknya ms arco ini cuman kejahatan2 yg dilakukan muslim ya??? emangnya kalo ada sodomi, freesex, kanibalisme yg dilakukan orang amerika or eropa or others trus yg langsung qt menstempelkan tindakan trsebut bagian dari budaya kaum kristiani/hindu/others.
media oh media...begitu dahsyat yg kau sebarkan untuk meracuni persepsi orang dalam menyikapi setiap kejadian (geleng-geleng lagi..pusing dehh:)) --- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ya udah ngomong budaya deh. honour killing itu budaya di asia selatan. > jadi datangnya bukan dari islam. tapi dibwa juga oleh para muslim asia > selatan yg migrasi ke barat, baik amerika maupun eropa. > > akibatnya agama ikutan kena tuduh. di gramedia ada buku judulnya burned > alive, ini penuturan korban honour killing, dibakar oleh sodara lelakinya > sendiri, tapi dia berhasil selamat. dia sendiri dibakar hidup hidup karena > menyerahkan keperawanannya pada sang pacar. keluarga \nya malu, dan > terjadilah ..... > > nah, menurut mbak lina, budaya honour killing ini kalau dibawa ke negara > tempat mereka migrasi bener ndak ? di jerman amalh ada aktivis yg rajid > mengadvokasi korban honour killing ini yg sampai menyerah, mutung karena > kerasnya tekanan dan kecaman dari masyarakatnya sendiri, yg merasa sebel > dengan aktivitas advokasinya. > > tulisan mas wikan yg kemarin aku fw itu lho ... aku fw lagi deh. > > http://wikan.multiply.com/journal/item/51 > > Takut membela muslimah di Jerman <http://wikan.multiply.com/journal/item/51> > > http://service.spiegel.de/cache/international/spiegel/0,1518,436820,0 0.html > > Problem muslim di Jerman, begitu kompleks, manakala berhadapan dengan hukum > di Jerman yang berbeda dengan kondisi di negara asalnya. Kasus- kasus > kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di negara-negara muslim, biasanya tidak > menjadi porsi perhatian yang besar dari pemerintah, kadang cenderung abai > dan bahkan menjadi urusan rumah tangga masing-masing. > > Di Jerman, wanita mendapat hak yang sama dalam hukum. Namun pengacara para > wanita muslim tersebut tidak selamanya beruntung. Kecaman, ancaman datang > silih berganti, dan ancaman pembunuhan bukanlah hal yang main- main. Inilah > yang menyebabkan Seyran Ates, seorang pengacara muslimah di Jerman > mengundurkan diri dari membela para muslimah. Dia dianggap mengompori para > muslimah untuk melawan suami atau keluarganya. Sementara suami dari kliennya > ada yang secara demonstratif memukuli istrinya di depan matanya. > > Oke, mungkin orang Islam bisa mengatakan aah, ini kan dari media massa barat > non-muslim yang punya tujuan menjelekkan citra Islam. Tetapi apakah > persoalan KDRT itu sendiri tidak dianggap sebagai suatu masalah yang serius? > Bagaimana muslim bisa mengikuti hukum dan aturan di suatu negara lain, dan > bagaimana juga muslim bisa memperlakukan keluarganya dengan baik. Ini hal > yang sangat serius, dan kadang muslim cenderung abai terhadap citranya > sendiri, dan tidak berusaha untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik, > melihat ke akar permasalahannya. > > === > > diskusi selanjutnya ttg seyran ates, si advocat yg mutung itu > > divdenic <http://divdenic.multiply.com/> said > *What are the cultural backgrounds > of those people who accused > Seyran Ates?. * > you can see in the original news in > http://service.spiegel.de/cache/international/spiegel/0,1518,436820,0 0.html, > that Seyran Ates is the advocates who defend for muslima's right in > Germany. She is a German citizen with a Turkish origin. Now she is retired > from the case, because she is afraid of her life after some threat from her > enemies. > > dari mbak addilah > > Well Divdenic, i think background of the accuser of Seyran Ates is hard to > elobrate. From my observation most of them are muslim immigrant and Arabic > descendent who have religious upbringing. > > > Anyway Wikan, apa yang saya tidak pasti kenapa kejadian ini berlaku in the > first place? Ini adalah satu masalah yang serious. Mereka migrate dari > negara mereke sendiri untuk mencari peluang keemasan but adakah mereka tidak > pasti bahawa apabila migrate mereka perlu adapt dengan keaadan negara yang > mereka duduki? Saya sedih dengan cara pemikiran mereka yang begitu kolot > mengatasi dan menangkis permasalahan sehingga memberi kesan yang negative > terhadap orang luar. > > > ==== > > Nah, kalau menurut mbak Lina bagaimana ??? > > > On 10/4/06, Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > hey provokator...:-), > > Jangan mulai bawa-bawa agama ya? yang beginian tak mau ku ladeni..:-( > > > > Soal budaya, Aku orang yang yang mau meleburkan budayaku kalau > > kalau aku tinggal di negara lain. Apalagi budaya jelek, lebur aja. > > Penjajahan itu bisa dimulai dari budaya. > > > > Masalahnya budaya itu sendiri apa seh? gitu lho. Mesti di dikotomi > > dulu. Buat saya agama itu bukan budaya, jadi gak usah di lebur. > > > > Kalo terjadi gesekan-gesekan dan akhirnya melebur, ya oke-oke saja. > > Itu proses alamiah namanya. Tapi, adalah niat menjadi orang > > Indonesia kalo emang mo tinggal di Indonesia. Kalau dah memang mau > > jadi WNI, ya belajar dong jadi WNI. Konsisten gituuu. > > > > salam budaya, > > > > --- In [email protected] <ppiindia% 40yahoogroups.com>, "Ari Condro" > > <masarcon@> wrote: > > > > > > Mbak lina yg baik, > > > > > > 1. komentar mbak lina ttg suku tionghua ini cerminan buat umat > > muslim di > > > negara barat yg ndak mau melebur lho .... > > > > > > 2. jaman sekarang, di indoensia, apakahmelebur itu berarti ikut > > mayoritas yg > > > seang ebrislamisasi. lalu bagaimana ketika china kristen pakai > > koko dan > > > kebaya ? bukankah ada polemik baru, katanya ini kristenisasi gaya > > baru ? > > > > > > > > > 3. ada beda lho, melebur pol, totalitas, dengan menjadi bagian dari > > > indoensia, tapi tetap punya budaya sendiri. jsutru kalau budaya > > khas > > > dihilangkan, kita menghilangkan identitas sendiri. > > > > > > aku justru mendukung kalau suku tionghua tetap mempertahankan dan > > memelihara > > > budayanya (ini akan memperkaya budaya kita), namun juga bisa > > membaur dengan > > > berbagai suku yg lain. hasilnya, makanan indonesia kan banyak yg > > fusion > > > dari masakan china. iya nggak ? bakso, somay, mie, nasi goreng, > > dll banyak > > > sekali, jgn lupa lho. > > > > > > > > > 4. aku mendukung sikap negara yg ingin antara suku bangsa yg ada > > bisa > > > membaur secara damai, namun tetap memiliki dan melestarikan ragam > > budaya > > > masing masing. dan ini konteks yg ampang gampang susah. > > > > > > > > > 5. beberapa waktu yg lalu di milis ini, malah ada diskusi, orang > > islam > > > pengen bikin segregasi sosial, kepingin lingkungannya hanya ada > > orang silam > > > tok. orang agama lain silakan tinggal di cluster clurter > > tersendiri. nah, > > > kalo yg kayak gini, salah siapa hayo ?. > > > > > > > > > > > > salam, > > > Ari Condro > > > On 10/3/06, Lina Dahlan <linadahlan@> wrote: > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

