Kira" ada kaitannya-kah apa yang Bang Fadjroel sebutkan di bawah dengan rencana pendaftaran no hp dan pengawasan lalu lintas internet (email)?
Wassalam, Irwan.K ".. Sebab, demikian lanjut Fadjroel, "para pembunuh Munir itu sekarang berkeliaran bebas di negeri ini. Sekarang mereka yakin, membunuh manusia itu sah, bila hukum dapat dimanipulasi. Membunuh itu benar sepanjang fakta, kebenaran, hukum dapat direkayasa dan kekuasaan dominan melindunginya. Tuan Presiden, republik ini sekarang menjadi republik ketakutan. Para pembunuh menertawakan para pencari keadil- an, istri Munir dan anak-anaknya, orangtua dan keluarga Munir, sahabat dan simpatisannya di dalam dan luar negeri. >>> Ketakutan berpikir bebas, berekspresi, dan mengeluarkan pendapat. Kebebasan inilah yang di-musuhi setiap rezim dan praktik totaliter " >>> .." On 10/7/06, tossi20 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kasus Munir Asap Tanpa Api? > > Aboeprijadi Santoso > > Mahkamah Agung, lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, pekan silam > menjatuhkan putusan membebaskan terdakwa Pollycarpus dari dakwaan > pembunuhan Munir. Dengan demikian, kini, tak seorang pun menjadi > tersangka. Polly kini hanya didakwa melakukan pemalsuan surat. > Padahal, sebelumnya, Pengadilan Jakarta Pusat menetapkan ada komplot > pembunuhan berrencana. Lalu siapa pelaku dan arsitek pembunuhan > aktivis HAM kondang itu? Quo vadis kasus ini? > > Kasus Munir menunjukkan bahwa sistim peradilan Indonesia telah > menciptakan sejumlah keganjilan yang mencolok dan tak masuk akal. > Pertama, ada korban pembunuhan - alm. Munir - tapi tak ada > pembunuhnya. Kedua, ada pemalsuan surat Garuda, tapi tak ada > pemalsunya. Ketiga, ada komplot, tapi tak ada oknum, apalagi > tersangka dalangnya. > > Singkatnya, tak ada "smoking guns". Alias: ada asap tanpa api. > > Tak ada akal sehat yang mampu menerima `ada asap tanpa api'. Toh hal > itu sering kali terjadi di republik ini. Inilah zaman reformasi, > dengan segala tekad dan janji, tapi juga dengan kekuatan masyarakat > yang semoga - lebih mantap ketimbang di masa Orde Baru. > > Sejak dipastikan bahwa alm. Munir telah dibunuh dengan peracunan > arsenicum, akhir 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan > kasus ini menjadi "ujian sejarah" bagi bangsa ini. > Artinya, `Indonesia yang baru' adalah Indonesia yang mampu membongkar > kasus Munir sampai tuntas ke akar-akarnya. Sebab - presiden pun > tampaknya menyadari ini - kasus Munir adalah kasus yang paradigmatis > dan eksemplaris atau traumatik. > .. > > Sekarang, dengan keganjilan "asap tanpa api" yang mustahil diterima > akal-budi publik, maka masyarakat makin menyadari bahwa keadilan bagi > Munir adalah keadilan bagi semua. Dengan keputusan Mahkamah Agung > yang membatalkan vonnis 14 tahun bagi Pollycarpus, masyarakat tak > akan bersedia menerima kemacetan, apalagi kegagalan, kasus itu. > > Singkatnya, keputusan Mahkamah itu dapat melahirkan momentum baru > peningkatan tekanan publik terhadap negara. > > Sebab, kini, orang tahu benar, seperti dikatakan oleh istrinya, > Suciwati, bahwa "Munir telah dibunuh dua kali". > > Sumber: Kolom Ahad penulis, Radio Nederland Wereldomroep, 8 Oktober > 2006 > > http://www.ranesi.nl/tema/temahukdanham/KasusMunir/kasus_munir_asap_ta > npa_api061006 > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

