mungkin maksud mbak fau milis internal morgan stanley s'pore.
berikut tulisan teman saya poltak hotradero di milis sebelah.


Saya rasa ini bukan demi Indonesia atau demi apa.

Saya kebetulan penggemar analisa dan tulisan Andy Xie. Saya punya
koleksi seluruh tulisan dia sejak tahun 1998, dan memang Andy Xie ini
gaya analisanya adalah apa adanya sesuai dengan yang ada dalam
pikirannya, dan juga tidak pelit dengan angka dan data.

Dia sering sekali berbeda pendapat dengan chief economist Morgan
Stanley - Steve Roach - terutama tentang China dan Emerging Countries.
Dalam pandangan saya, Xie lebih pesimistis tentang ekonomi China dan
pesimisme itu dibuktikannya dengan uraian besaran-besaran ekonomi.
Argumentasi berdasarkan besaran-besaran ekonomi ini yang sering sekali
tidak bisa dibantah Roach, tapi tetap harus dimuat. Posisi tim riset
Morgan Stanley yang jadi sulit karena perusahaan ini punya banyak
kepentingan di China - terutama dalam hal harus bersaing dengan pemain
besar lainnya seperti Goldman Sach ataupun Citigroup. Baik Goldman
Sach maupun Citigroup - tidak pernah menulis nada sumbang tentang
China.

Gaya bahasa blak-blakan dan apa adanya inilah yang dituliskan Andy Xie
setelah meliput pertemuan IMF di Singapura - bahwa orang-orang yang
hadir dalam diskusi dengan Lee Hsien Loong kebanyakan adalah
"penjilat" yang sangat tidak kritis terutama dalam memahami ekonomi
Singapura itu sendiri. Termasuk bagaimana Singapura sangat tergantung
pada duit kotor dari Indonesia.

Memo internal yang ditulis oleh Andy Xie ini seharusnya hanya boleh
beredar di dalam lingkungan Morgan Stanley -- tapi entah kenapa memo
ini bocor. Entah siapa yang membocorkan. Tetapi jelas bahwa Memo ini
bisa berdampak buruk bagi bisnis Morgan Stanley di Singapura --
sehingga Andy Xie dikondisikan untuk mengundurkan diri dari tim riset
Morgan Stanley.

Bisa jadi pressure terhadap Morgan Stanley ini datang dari pejabat
Singapura sendiri -- sama seperti Lee Kuan Yew dan Lee Hsien Loong
menuntut majalah Far Eastern Economic Review - hanya karena majalah
itu memuat wawancara dengan tokoh oposisi Singapura. Saat ini majalah
FEER dilarang beredar di Singapura.

Dalam pandangan saya, apa yang dilakukan Andy Xie adalah konsekuensi
dari konsistensi sikapnya. Kalau kebetulan ini menyangkut Singapura
(dan uang kotor dari Indonesia) ya itu cuma koinsidental. Bisa saja
meledak dengan kasus-kasus lain (korupsi dan property bubble di China,
red tape di India, dll). Memang sayang sekali bila ex-economist World
Bank (yang juga Ph.D dari MIT) yang pernah ditugaskan di Indonesia ini
tidak bisa kita nikmati lagi tulisannya di website analisa ekonomi
Morgan Stanley...

On 10/11/06, fernando_r_b 
<<mailto:fernando_rb%40bi.go.id>[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Bah, hebat juga ada warga asing yang rela berkorban demi Indonesia.
 >
 > Tapi terkait isu money laundry oleh Singapore ini, kalaupun benar -
 > kayaknya sih iya, tidak bisa semata kita limpahkan kesalahan pada
 > singapore. Pelarian uang haram dari Indonesia itu terjadi sebelum
 > Indonesia menerapkan ketentuan anti money laundry. Jadi seharusnya
 > nyamuk itu ditangkap disini - bukan disana. Gimana mereka memasukkan
 > uang itu sebagai uang haram kalau kita sendiri tidak pernah
 > menyatakan kalau itu uang haram?
 >
 > --- In 
<mailto:AhliKeuangan-Indonesia%40yahoogroups.com>[email protected],
 
Petrus Purwana
 >
 > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 > >
 > >
 > > Star Morgan Stanley economist exits after penning critical
 > > Singapore email
 > >
 > > Netty Ismail, Singapore
 > > October 6, 2006
 > >
 > > ANDY Xie resigned as Morgan Stanley's chief Asian economist
 > > after sending an email in which he characterised Singapore as an
 > > economic failure, dependent on illicit money from Indonesia.
 > >
 > > Dr Xie, who worked at Morgan Stanley for nine years, sent the
 > > email to his colleagues after attending the International
 > > Monetary Fund and World Bank annual meetings last month in
 > > Singapore. In it, he questioned why Singapore was chosen to host
 > > the conference over India or China, and said delegates "were
 > > competing with each other to praise Singapore as the success
 > > story of globalisation".
 > >
 > > "Actually, Singapore's success came mostly from being the
 > > money-laundering centre for corrupt Indonesian businessmen and
 > > government officials," Dr Xie said in an internal email.
 > > "Indonesia has no money. So Singapore isn't doing well."
 > >
 > > Dr Xie, who was based in Hong Kong, resigned from Morgan Stanley
 > > last week.
 > >
 > > Singapore's $US118 billion ($A158 billion) economy is recovering
 > > from three recessions since the 1997 Asian financial crisis, and
 > > is expecting growth of as much as 7.5 per cent this year. It is
 > > grappling with growing competition from China and India, which
 > > have lower labour costs.
 > >
 > > Prime Minister Lee Hsien Loong last month said Singapore's
 > > economy could sustain annual growth of 3-5 per cent for the next
 > > 10 to 15 years as it expands its industries.
 > >
 > > Morgan Stanley confirmed the contents of the email and declined
 > > to elaborate on the reasons for Dr Xie's departure.
 > >
 > > "The email expresses the views of one individual and does not in
 > > any way represent the views of the firm," Morgan Stanley
 > > spokeswoman Cheung Po-ling said. "Morgan Stanley has been a very
 > > strong supporter of Singapore and has a great deal of respect
 > > for Singapore's achievements."
 > >
 > > Morgan Stanley was the sixth most prominent Singapore merger
 > > adviser this year, handling $US1.5 billion of deals, according
 > > to Bloomberg data.
 > >
 > > "I tried to find out why Singapore was chosen to host the
 > > conference," Dr Xie wrote in the email. "... I thought it was a
 > > strange choice ... Mumbai or Shanghai would be a lot more
 > > appropriate."
 > >
 > > Dr Xie , who last month predicted the US economy would fall into
 > > recession in 2008, declined to comment .
 > >
 > > BLOOMBERG



At 02:41 PM 10/12/2006, you wrote:

>Ramai di milis internal ya?
>Tapi topiknya menyangkut internal saja atau menyangkut publik, mbak? :-)
>Publik berhak tahu juga kan? :-p
>
>Wassalam,
>
>Irwan.K
>
>On 10/12/06, fauziah swasono 
><<mailto:fauherklots%40yahoo.com>[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Ini sudah ramai dibahas dimilis internal. Sebagai tambahan artikel
> > forward-an dari bang Adrian (ex. Nomura Singapura):
> >
> > A third of Singapore's rich are Indonesians- Merrill Lynch
> >
> > Tue Oct 10, 2006 3:21 AM ET




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke