--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
>
> 
> Orang Islam memandang gereja sama dengan masjid sebagai tempat 
> ibadah yang besar-kecilnya ditentukan oleh besar kcilnya jamaah di 
> sekitar, sementara orang Kristen memandang gereja sebagai 
> persekutuan sesuai dengan alirannya sehingga meski seorang Kristen 
> berdomisili di Jakarta barat, tapi ia justeru menjadi anggauta 
dari 
> gereja di Jakarta timur. Bagi orang Kristen, adalah sesuatu yang 
> wajar jika jemaah gereja berdatangan dari jauh, karena itu memang 
> gerejanya, tapi bagi orang Islam di sebuah pemukiman misalnya; di 
> situ hanya ada sepuluh keluarga Kristen, tetapi gerejanya dibangun 
> besar dan jemaahnya datang dari tempat jauh. Di mata orang Islam 
di 
> pemukiman itu, kehadiran orang jauh merupakan agressi untuk 
> mensyiarkan agamanya (kristenisasi) ke tengah-tengah muslim. SKB 
dua 
> menteri (Menag dan Mendagri) tentang itu dimaksud untuk 
> menghindarkan kesalahpahaman masyarakat.
> 
----------------

Terimakasih mbak atas posting ini, yang sangat mencerahkan masalah 
yang dihadapi antar umat.

Masyarakat Ktistiani, bukanlah uniform, dalam beribadah, seperti 
yang benar diuraikan dalam artikel ini. Seorang Katholik Roma, tak 
akan beribadah di gereja Pritestant, Advent, Baptist, Kristen 
Orthodox, Katholik Syria, Katholik Kopt, dlsb. Juga sebaliknya.

Beberapa meter dari rumah kami di Jakarta, ada gereja Protestan yang 
buesar sekali, tetapi istri saya, yang Katholik, pergi kegereja di 
pemukiman tetangga, dimana ada gereja Katholik.

Umat Muslim akan beribadah di mesjid dipemukimannya. Tak ada beda 
antara mesjid yang satu dengan yang lain.

Umat Muslim jarang yang tahu, bila ada beraneka ragam Kritiani, bagi 
mereka, semua adalah Nasrani. Gereja ya gereja.

Juga dalam umat Buddha terdapat keanekaragaman. Vihara Mahayana, 
vihara Theravadda, vihara Zen, vihara Shinto. Ada pula yang 
diganungkan dengan umat Konghucu, yang biasa disebut vihara 
Tridharma (tiga kepercayaan, Buddha, Konghucu dan Taoisme).

Juga umat Hindu Bali tak akan beribadah di pura yang bukan Hindu 
Bali.

Keberagaman spiritualitas adalah sejalan dengan sejarah manusia yang 
sudah bergulir ribuan tahun. Jalan masih panjang, agar dalam 
masyarakat kita terdapat kepahaman dan kesepahaman akan keberagaman 
ini, yang diikuti dengan rasa toleransi dan saling hormat akan 
kepercayaan atau jurusan lain.

Tetapi, bukankah ini makna Bhineka Tunggal Ika?

Salam

Danardono










***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke